The first 200 lines.
Apakah kau siap?
Mama!
Apakah kau sakit?
Aku baik-baik saja.
Ibu, darimana saja kau?
Terima kasih.
Silakan dinikmati.
Jadi, bagaimana kabar Melek?
Jauh lebih baik.
Makan dengan benar, Nak.
Melek akan menjadi lebih baik, Insya Allah.
Aku yakin dia senang melihatmu.
Kami tidak pergi ke tempat Bibi Melek.
Diamlah dan makan.
Kami sudah lama sekali menunggu Ibu.
Aku sudah bilang, makan sajalah!
Buka mulutmu.
Apakah kau tuli?
Hentikan, Kemal!
Makan makananmu!
Kembali ke sini!
Jangan, Kemal!
Apa yg kau lakukan?
Tinggalkan dia sendiri!
Jangan halangi aku!
Jangan sakiti dia!
Masuk ke sini!
Zeynep, ayolah! Kita terlambat.
Umay!
Anakku...
Ibu!
Kenapa kau tidak memberitahu kami kalau kau akan datang?
Cem!
- Lihat betapa tingginya kau sekarang! - Halo!
Halo, sayangku!
Kau begitu besar.
Masuklah! Ayo!
Mana Kemal?
Jadi apa yg kita lakukan sekarang?
Aku sangat merindukanmu.
Sangat menyenangkan kau berada di sini.
Ayah!
Selamat Datang.
Biarkan aku mengambil itu.
Biar aku mencium tanganmu, Ayah.
Umay! Kejutan apa ini!
Cem, mari ke sini.
Cepat!
Mana Kemal?
Di Istanbul.
Duduklah dulu.
Mari.
Jika kau memberitahu kami, kami akan menjemputmu.
Kau jauh lebih besar daripada di gambarmu.
Tunjukkan tanganmu.
Ya ampun! Lihatlah...
Tangannya begitu besar.
Kapan Kemal datang?
Dalam beberapa hari, pasti.
Dia punya banyak pekerjaan.
Apakah kau geli?
- Ayo tangkap aku, Kek! - Kau yakin, aku akan menangkapmu.
Hentikan itu!
Ayahmu memiliki tekanan darah tinggi.
Dia tidak boleh terlalu bersemangat.
Bagaimana dengan kafenya?
Baik-baik saja. Kemal memperbaikinya.
Mengapa kau tidak membuka satu lagi?
Kau bahkan bisa membuka satu di sini.
Itu akan menyenangkan.
Dia tidak ikut datang.
Dia tidak datang?
Apa artinya itu?
Umay!
Apa yang kau lakukan di sini?
Duduklah.
Duduk!
Apa yg membuatmu begitu lama?
Aku ada kerjaan.
Kapan kau tiba ke sini?
Dia tidak akan tinggal lama.
Urus saja urusanmu sendiri.
Apakah kau mengatakan sesuatu?
Kau dengar kok.
Apa katamu?
- Apakah kau tuli? - Apa katamu?
Apakah kau tuli?
Duduklah!
Selesaikan makan kalian!
Umay.
Dia tidak bermaksud seperti itu.
Itulah yg sebenarnya yg dia inginkan.
Mehmet mengatakan, kau akan membuat Cem jadi nakal Kalau kau membawanya pergi dari Kemal.
Kau sudah dewasa.
Dia terlihat seperti kau.
Aku sedikit lebih gemuk.
Dia ingin pulang ke rumah...
Aku tahu... Aku tahu...
Tapi kau tahu bagaimana wanita muda.
Itu hanya untuk beberapa hari.
Dia sangat sedih. Dia tidak ingin mengecewakanmu.
Tolong, katakan pada Kemal.
Baiklah.
God Bless U.
Cem?
Di mana Cem?
Jangan marah-marah, nak.
Ayahmu membawanya untuk sholat Jumat.
Kenapa kau tidak membangunkanku?
Aku tidak ingin mengganggu tidurmu.
Makanlah sesuatu, Nak.
Kau begitu kurus.
Masih ingat, bagaimana kau berkelahi dengan saudaramu untuk kursi ini?
Sekarang kau kembali di kursi favoritmu.
Kalau saja kau berbicara dengan Kemal...
Kami sedang tidak akur. Itu tidak akan bekerja.
Sesuatu yg kita inginkan tidak selalu bisa tercapai, anakku.
Kau tidak boleh memisahkan anakmu dari ayahnya.
Aku sedih, Bu.
Apakah itu yang kau inginkan?
Aku tidak bisa melakukannya lagi.
Aku lelah.
Kau bilang kau akan di sini untukku, apapun yg terjadi.
Mari kita membuat bola.
Pergi keluar?
Ya, Ibu.
Aku akan kembali pukul lima.
Aku harus pergi. Aku akan kembali tiga jam lagi.
- Kau tidak bisa melakukan itu. - Tunggu aku.
Hei, tunggu!
Oh tidak!
Sialan! aku tidak percaya!
Hey Umay.
Apakah kau ingin menjaga bayi itu?
Dia tidak akan pernah berubah.
Aku rindu padamu.
Aku merindukanmu juga.
Sangat rindu.
Beginikah seorang pria berperilaku?
Maafkan aku. Kami berada di taman. aku lupa waktu.
- Bertindaklah seperti pria! Paham? - Ya.
Seorang pria sejati harus jantan!
Ya.
Jadi?
Apa?
kau sedang jatuh cinta!
Dia punya tangan yang indah.
Tangan yang indah?
Lihatlah.
Kami akan menikah.
Kamu terlalu muda, Rana.
Lihat aku.
Ayolah...
Biarkan aku sendiri.
Aku tahu apa yg aku lakukan.
Aku mencintainya, Umay.
Maukah kau bersamaku di pernikahanku?
Tentu saja.
Sudah seminggu.
Apa yg akan kau lakukan?
Apakah kau sudah membuat keputusan?
Aku akan tinggal di sini.
Mencari pekerjaan, pergi ke sekolah.
Ini bukan hanya tentangmu saja, kau tahu.
kau memiliki seorang anak.
Dan bagaimana dengan kita?
Semua orang membicarakan kita.
Kau menginginkan terlalu banyak.
Lebih baik daripada terlalu sedikit.
Kau seorang ibu yg berumur dua puluh lima tahun.
Kau terlalu tua!
Berhentilah bermimpi!
Aku sudah banyak berkorban untukmu.
Apakah kau ingin, aku berakhir sepertimu?
Maafkan aku.
Maaf.
Aku tidak bermaksud menyakitimu.
Kalau kau bekerja di sini, ke mana anakmu akan tinggal?
Dia akan dirawat.
Benarkah?
Ya, keluargaku akan membantuku.
Ok. Kau bisa bekerja.
Terima kasih.
Apakah kau juga menonton ini di rumah?
Aku akan tetap di sini, Ayah.
Umay, anakku, kami mencintaimu.
Kau putri kami yg paling tua.
Tapi kau milik Kemal.
Kau adalah wanita yg sudah menikah.
Dia memukuliku.
Dia suamimu.
Tangan yg menyerang tangan juga yg menenangkan.
Satu atau dua tamparan, bukanlah alasan untuk minggat.
Aku tidak akan kembali.
Aku akan tinggal di sini.
Bagaimana bisa kau berniat untuk melakukan itu?
Kau tidak sendirian.
Apakah kita harus memujimu karena membuat malu keluarga kita?
Kau akan kembali dengan Kemal.
Kau selalu memuji Paman Bekir
No comments yet. Be the first to leave one.