The first 200 lines.
Diterjemahkan oleh domeh Jakarta 5 Februari 2018
Aktif.
Ini belum cukup untuk mengaktifkannya.
Yakin mau lanjutkan seperti ini?
Yakin lah, karena kita sudah melewati 3 tahapan dalam hubungan normal.
Sejak kau menciumku, kita bukan lagi sekedar teman.
Lebih-lebih keluarga, tidak mungkin. Jadi, menurutmu apa?
Karena keputusannya sudah diambil, ayo.
- Ayo kemana?/- Kau harus tanggung jawab, karena sudah mengaktifkan ini!
Tanggung jawab untuk apa? Aku mau pulang.
Tunggu sebentar.
Aku saja yang duluan. Kau susul ya.
Apa maksudmu kau duluan? Maksudnya, kau mau ke rumahku ya?
Jangan coba-coba datang kalau aku tidak panggil ya.
- Jangan! - Hei!
Panggil aku! Kau harus panggil aku!
Dia sulit dimengerti.
Bagaimana ini? Aku sudah melakukannya.
Dia tidak panggil aku juga. Kalau begini, untuk apa diaktifkan lagi?
Terima kasih banyak. Terima kasih.
Tolong lihat ke sini.
Pak Woo, bagaimana perasaan Bapak?
Aku senang sekali bisa ikut terlibat dalam acara seperti ini.
Bagaimana kalau kita bersulang? Satu, dua, tiga, semangat!
Sosok yang sudah terkenal hingga manca negara.
Pemilik dari Lucifer Entertainment,
Woo Hwi, sedang menunggu kiriminan obor apinya.
Yang dijadwalkan akan datang sebentar lagi di Universitas Hangook.
Semangat!
Iya, terima kasih. Terima kasih.
Kenapa itu? Apaan-apaan ini?
Dia ditusuk ya?
Siapa orang gila itu?
[Pemilik Lucifer Entertainment, Woo Hwi Ditikam]
[Pemilik Lucifer Entertainmen Mengalami Luka Serius!]
Ibu PresDir! Bagaimana, nih?
Pak Woo Hwi tiba-tiba ditusuk. Banyak yang bilang dia meninggal di tempat
- Dia tidak mungkin meninggal. - Ya ampun! Kacau banget, nih!
Lucifer Entertainmen langsung mengeluarkan pernyataan minta di doakan cepat sembuh!
Kasihan banget!
Kacau, padahal saya baru dekat dengannya!
Kondisi Pak Woo Hwi saat ini sangat buruk.
Apa kondisinya sangat parah?
Saya berharap beliau masih bisa bertahan...
Seburuk apa kondisinya saat ini, Bu?
Apa yang terjadi padanya?
Tolong jelaskan pada kami.
Apa beliau akan bisa pulih?
Bagaimana dengan kelanjutan acaranya?
Apa benar dia sekarat?
Sam Jang, kenapa kau ikut tanya begitu? Tenang saja, Ma Wang baik-baik saja.
- Kalau begitu, kenapa di rawat?/- Dia hanya sedang memainkan ilusi nya saja.
Dengan begini, orang-orang tahunya Ma Wang akan meninggal.
Sayang sekali, karena kejadian ini.
Setelah kupikirkan dengan matang, Woo Hwi si Pemilik Lucifer Entertainmen,
harus dinyatakan meninggal akibat kejadian ini.
Apa maksudnya ini?
Untuk menghindari kecurigaan manusia,
kami harus berpura-pura mati supaya tidak kelihatan abadi.
Tapi kenapa kau bisa kena tusuk begitu?
Ma Wang, apa tenagamu habis karena efek samping obat itu, ya?
Aku terkena tusukan itu... untuk menyelamatkan manusia.
Terima kasih, terima kasih.
Satu, dua, tiga, semangat!
- Semangat! Aku akan berusaha! - Woo Hwi!
Wadaw, terima kasih. Terima kasih!
Iya.
Semangat!
Aku bangga padamu, mau ikut terlibat di acara ini.
Rasanya lebih tegang daripada saat melihat...
Atlit Son Ki Jung berlari membawa obor ini.
Karena, sekarang aku ikut lari.
Jangan lupa foto ya.
Baik, aku sudah siapkan juru foto untukmu di sebelah sana.
Suruh mereka foto di sini saja supaya hasil gambarnya lebih bagus.
Ah, baiklah.
Ah iya, iya. Terima kasih.
Ah, iya, terima kasih. Semangat, terima kasih.
Tunggu, apa itu?
Aku tidak mungkin biarkan manusia yang sedang kerasukan...
memegang pisau didekat manusia lainnya.
Itulah sebabnya aku terpaksa mengorbankan perutku.
Manusia itu...
Pergi kau!
Jadi untuk kedepannya, aku tidak bisa lagi berkeliaran sebagai Woo Hwi.
Aku juga sudah bosan dengan acara itu. Tidak apalah dianggap mati sekarang ini.
Benar, keputusanmu sudah tepat. Untuk apa lagi hidup lama-lama?
Lalu, setelah ini apa yang ingin kau lakukan?
Kalau lihat kebelakang, hidupnya Woo Hwi terlalu berisik.
Setelah pulang jalan-jalan, aku berencana ingin membuka hotel di tempat terpencil.
Oh! Bagus! Buka di negara yang hangat saja.
Kau mau ikut? Kenapa 'sih kau harus ikuti aku terus?
Kalau begitu, aku buka di negara yang paling dingin saja sekalian.
Sekretaris Ma, apa kau akan ikuti caranya Ma Wang?
Tentu saja. Aku harus mati secepatnya.
Setelah Ma Wang meninggal, apa aku perlu ikut juga?
Kalau kau mati, apa kau mau ikut aku ke Kerajaan Naga?
Di sana, ada villa istirahatnya, loh. Bagus deh.
Sa Oh Jeong, rencananya kau mau hidup sampai kapan?
Rencananya aku akan mati setelah pensiun.
Tapi, kalian di kehidupan ini sudah menjadi orang terkenal.
Kalau meninggal di saat berdekatan, apa tidak mencurigakan?
Dulu, kami bisa menghilang begitu saja,
tapi sekarang ini banyak foto dan dokumen yang tersisa.
Agak repot jadinya.
Kalau begitu, kenapa kalian jadi orang terkenal, tidak yang biasa-biasa saja?
Benar juga. Di sini, hanya kamu.
Hanya kau yang tidak punya pekerjaan, dasar kampret.
Memangnya kenapa kalau tidak punya pekerjaan? Lebih enak hidup begini, kok.
Jadi orang terkenal justru repot!
Prinsip hidupku adalah bisa dihargai oleh manusia.
Bukannya kau juga butuh cinta untuk bertahan hidup?
Aku tidak butuh dari mereka, aku hanya butuh dari Sam Jang.
Sam Jang, apa jangan-jangan?
Tidak lah! Jangan ngaco, deh!
Kenapa kau jawab begitu? Tahu begini, tidak usah diaktifkan lagi.
- Apa? - Aktifkan yang seperti ini!
Apa-apaan, nih?
Sadar kau! Sebaiknya kau mati saja bersama Ma Wang.
- Sadar! - Apa? Kenapa?
Apa akhirnya Sam Jang akan benar begitu?
Kemari kau.
- Cepat - Kenapa? Ada apa, sih?
Jangan bicara aneh-aneh di depan orang, maksudku setan.
Malu tahu.
Begitu ya?
Kalau begitu, aku aneh-anehnya saat berdua saja deh.
Berdua juga jangan.
Kenapa? Kau takut tergoda, ya?
Iya, aku takut.
Kalau kau terus menggoda aku, aku bisa terjebak,
Kenapa tiba-tiba begini? Asik nih.
Aku malu tahu.
Son Oh Gong. Sepertinya kau sudah berhasil mempermainkanku.
Karena nantinya, hanya aku yang bersedih dan menderita, kau hilang begitu saja.
Walaupun aku sudah tahu seperti itu, tapi aku tidak bisa berhenti menyukaimu.
Aku pasti sudah gila.
Jangan permainkan aku lebih jauh lagi.
Berarti, kalau berduaan seperti ini, malah berbahaya untukmu?
Iya, makanya jangan.
Baiklah, karena aku sudah setuju untuk selalu menuruti apa katamu.
Terima kasih.
Kalau yang aneh-aneh tidak boleh, kalau sombong, boleh kan?
Waw! Bagus sekali.
Aku akan menunjukkan apapun yang kau inginkan.
- Semua yang ingin aku lihat? - Iya.
- Mau aku tunjukkan bintang? - Mau.
Waw!
Jin Seon Mi, sepertinya aku juga sudah jadi bodoh.
Ternyata ketakutan kita sama.
Rasanya aku sudah gila.
Apa?
- Lihat bintangnya saja! - Baiklah.
Indahnya.
Untung dia ada di atas sana, aku jadi bisa ngomong seenakku.
Aku juga takut. Kita sama.
Sampai jumpa.
Bangun! Hei! Sadarlah!
Dia sudah pasti meninggal.
Tiba-tiba mayatnya hilang.
Jelas dia sudah meninggal, tapi bagaimana dia bisa hidup lagi?
Apa aku sudah gila?
Kakak.
- Kau sudah baikan? - Iya.
Kakak, aku minta maaf untuk kejadian di mobil waktu itu.
Kakak, maafkan aku.
Aku sudah menggigitmu.
Aku tidak apa-apa, kok.
Kau sudah tidak membusuk lagi, kan?
Jeo Pal Gye terus memberiku batu energi dan obat pengawet itu.
Jangan menyerah ya, kau pasti tahu jati dirimu yang sebenarnya.
Terima kasih, Kak.
- Son Oh Gong. - Kalau aku tahu perbuatannya Pal Gye...
pada Sam Jang, aku pasti sudah membunuhnya.
Dia hanya ingin menyelamatkanku.
Benar, kau lah penyebabnya.
Zombie, kau sudah tidak membusuk lagi, kan?
Batu energi dan obat pengawet ini ada batasnya.
Setiap kali kau kehilangan kesadaran.
Pal Gye pasti akan menangkap manusia, apa kau akan memakan mereka?
Aku tidak mau.
Kalau kau makan mereka, artinya kau sudah jadi monster.
Sam Jang pasti sedih kalau tahu kau hilang sebelum tahu dirimu.
Tapi, dia pasti lebih sedih lagi kalau harus menyingkirkanmu...
saat berubah jadi monster.
Aku mengerti.
Aku akan mencari waktu yang tepat untuk menghilang.
Kakak, apa waktunya Bu Ja sudah sangat terbatas?
Semuanya juga sadar kalau aroma tubuhnya makin menyengat.
Pantas saja, Kakak tetap membiarkan AC di rumah ini menyala...
bukannya menyalakan mesin penghangat seperti biasanya.
Justru karena aku sudah tidak tahan.
Aku ingin berhenti membuat nyaman si zombie itu.
Sam Jang akhirnya menyerahkan cintanya untuk Dewa Agung.
Sam Jang ternyata lebih bodoh dari perkiraanku.
Manusia apa yang mau menyerahkan hatinya untuk setan?
Sam Jang masih berharap untuk akhir yang bahagia.
Dia bilang pernah lihat ada pasangan manusia dan setan.
Pasangan itu dipilih langsung oleh loncengnya Nenek Kelahiran.
Maksudmu lonceng cinta?
No comments yet. Be the first to leave one.