The first 170 lines.
Kapan kau akan menembaknya?
Diam, Sute. Kau mengganggu konsentrasiku.
Maaf.
Dia hanyalah umpan.
Memang terlihat lengah, tapi sebenarnya dia bersiaga.
Kemungkinan teman-temannya ada di sekitar sana.
Kalau kita sembarangan menembak,
Maka tamatlah riwayat kita.
Episode 11
Episode 11
Kematian Sudah Dekat
Kematian Sudah Dekat
Taishin
Sejauh apa perkembangan terhadap kelompok Usui Yuen?
Kenapa kau tidak sabaran begini?
Jika kau tidak bisa menunggu Revenger Shishido menghabisi mereka,
Kenapa tidak utus milikmu saja?
Mereka adalah sekelompok individual berbakat. Kematian mereka akan sangat disayangkan.
Beberapa dari mereka memang punya kelebihan unik...
Namun itu justru membuat mereka hanya berguna dalam keadaan yang tepat.
Terutama sekali di masa depan nanti.
Setelah Opium tersebar di Nagasaki,
Seluruh negeri ini nanti akan dijatuhkan olehnya.
Orang Inggris yang rakus itu tidak akan bisa menahan godaannya,
Dan dunia akan jatuh dalam kekacauan.
Lalu mimpi Shimabara akan terwujud.
Maksudmu, penciptaan Kerajaan Tuhan yang akan kau pimpin di Kyushu?
Tentu saja tidak! Keinginanku hanyalah untuk menghidupkan imanku.
Kalian bebas memilih penguasanya.
Tambahan pengaruh untuk orang-orang Inggris itu... Lebih dari cukup, bukan?
"Berikan pada Caesar barang yang merupakan miliknya,
Dan berikan kepada Tuhan barang yang merupakan miliknya."
Aku sudah menggali sebanyak yang kubisa, kawan.
Bagaimana "pancingan"-mu?
Mereka sangat berhati-hati.
Dengan Kentang Manis Satsuma sebagai umpannya, tentu saja mereka sangat berhati-hati!
Mungkin lebih baik jika aku mengikuti langkah Sakata dan menjilat kepada Shishido.
Itu masalahnya.
Menyelundupkan Opium adalah kejahatan besar.
Bahkan meskipun dia adalah Pengawas Umum Serikat Dagang Nagasaki,
Kalau dia terekspos, dia tidak akan bisa menghindari eksekusi.
Bahkan Sakata mempertimbangkan untuk menghancurkan Shishido...
dan mengeluarkan Opium dari bawahnya.
Tapi kemudian Shishido mendekati Sakata dengan kesepakatan yang tidak akan ditolaknya.
Dan jika Kekaisaran hanya akan diam saja...
Selama mereka bisa mendapatkan Opium yang hilang di Qing
Orang Inggris tidak akan peduli apakah Kepala Bagian Keuangan Satsuma,
Ataupun Pengawas Umum Serikat Dagang yang melakukannya
Akan tetapi memindahkan benda tersebut ke wilayah mereka akan mudah ketahuan.
Itu artinya ...
Kabut ini memperburuk suasana.
Kelihatannya pihak kita semakin memburuk.
Apa kau butuh sesuatu?
Yah, sebenarnya...
Maaf, Bos, akulah yang perlu bicara denganmu.
Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu.
Alasan utama kita ke Satsuma adalah karena Hirata Genshin,
Orang tua yang dibunuh oleh Raizo itu menggigit emas sebelum meninggal, kan?
Mengejutkan, Kenapa tiba-tiba membahas itu?
Nalar panjang bukanlah kemampuanku, Bos.
Jadi kalau kau tidak keberatan, aku akan mengurutkan kejadiannya.
Benar bukan yang kubilang tadi?
Ya. Kau benar.
Tapi setelah Raizo membunuh Matsumine, kau menyuruh Nio membunyikan bel-nya.
Untuk siapa itu?
Tidak mungkin untuk Hirata. Dia sudah lama meninggal.
Jadi... Siapa yang ada disana?
Oiya, satu lagi.
Tunangan yang selalu dikenang oleh Raizo punya ikat rambut...
Kau yang membuatnya, kan? Aku pernah melihatmu memegangnya sebelumnya.
Benar. Benda itu kubuat sesuai permintaan Tuan Hirata.
Awalnya benda itu adalah hadiah untuk Yui, tunangan Bang Kurima.
Disitulah yang tidak kumengerti.
Raizo bilang, dia sedang menggunakannya.
Berarti ada orang yang jauh-jauh ke Satsuma untuk mengantarnya.
Benar, bukan?
Mungkin Hirata-dono sempat menitipkannya ke kurir sebelum kematiannya?
Ah, benarkah begitu?
Apakah memang begitu?
Aku yakin Yui akan menyukainya.
Meskipun ini terlihat agak mahal untuk gadis desa dari Satsuma.
Kudengar misimu kali ini cukup berbahaya.
Kalau kau ingin memastian benda ini telah dikirimkan, pastikan kau pulang dengan selamat.
Kelihatannya kepulanganku semakin penting saja, ya...
Para "Revenger" yang kau ceritakan ini...
Apakah mereka akan menerima permintaan bersyarat?
Tidak mungkin kami akan menolaknya.
Ada pembunuh yang sedang mengincarku.
Kelihatannya dia cukup sadis.
Tapi dia tidaklah penting.
Dendam yang ingin kusampaikan adalah kepada orang yang menyelundupkan Opium ke Jepang.
Apakah koin emas bisa menyelesaikan dendamku meskipun jauh di Satsuma?
Ke ujung dunia pun akan kami lakukan.
Aku yang memberikannya.
Aku bicara langsung dengannya dan memberikan barang milik ayahnya.
Kedengarannya seperti dirimu sekali.
Jadi bagaimana dia? Apa dia sangat terpukul saat tahu orangtuanya dibunuh?
Jadi para "Revenger" ini... akan membalaskan dendam ayahku?
Mereka sudah memegang emas dengan gigitan dendam Hirata-dono sebelum dia meninggal.
Tidak lama lagi Matsumine Jonoshin, Kepala Bagian Keuangan Satsuma,
Akan dihukum atas perbuatannya, dan kami akan membunyikan bel sebagai penandanya.
Ayah...
Tapi Tuan Matsumine...
Matsumine tidak mungkin bisa meninggalkan Satsuma.
Lantas siapa sebenarnya yang membunuh ayahku?
Saat ini, yang kutahu pasti namanya adalah Kurima Raizo.
Tidak mungkin...
Kau kenal dengannya?
Dia... Dia...
Dia akan menikah denganku! Kenapa?!
Jadi Tuan Hirata dibunuh oleh calon menantunya?
Sialan...
Kutang ajar kau, Kurima Raizo.
Apa ini yang kau inginkan selama ini?
Katanya dia akan meninggalkan nama Kurima demi mewarisi nama keluarga Hirata...
Katanya kau akan mengorbankan nyawamu demi melindungiku!
Ternyata selama ini dia menertawakan aku dan ayahku?!
Sialan! Sial, sial, sial!
Kalau dia melayani Matsumine,
Aku yakin pedang pembalasan akan sampai juga kepadanya.
Tolong bunuh dia.
Orang itu... Kurima Raizo...
Kemanapun dia pergi,
Buru dia sampai ke ujung dunia dan pastikan dia menerima pembalasanku.
Kalau dendam ayahku akan menghukum Matsumine, biarkan dendamku menghukum Kurima Raizo!
Mana mungkin kubiarkan pria itu hidup?!
Kumihon padamu!
Akan kulakukan.
Yah, dia pasti sangat membenci Raizo.
Saat aku tahu kejadian sebenarnya, aku berencana untuk mengembalikan koinnya].
Tapi...
Karena dia sudah mati, artinya kau 'tak bisa mengembalikan dan tidak bisa membunuh Raizo.
Berarti sebenarnya kau mengasihani bocah sialan itu.
Dan lihatlah nasib kita.
Yang dia tahu hanyalah masalah Opium-nya.
Dia memulai semua kekacauan dengan Pecinan, Serikat Dagang Nagasaki, lalu Kapel...
Dan sekarang karena ulahnya,
Keadaan semakin memburuk sehingga kita bahkan tidak bisa keluar lagi.
Aku bertanya-tanya apa sebaiknya kulakukan saja tugas yang ini.
Setelah urusan Shishido selesai maksudmu?
Tidak ada bedanya.
Kita adalah Revenger, dan disini ada emas yang digigit.
Siapa peduli asal pekerjaan kita selesai?
Memangnya kau bisa melakukannya?
Kau lihat sendiri dia sangat menyesali kejadian itu.
Jadi maksudmu kita tidak pernah membunuh seseorang karena salah paham?
Atau karena sesuatu yang sebenarnya bukan salah mereka?
Bisa saja diantara mereka ada yang ibunya sakit.
Atau mungkin mereka menyesal dengan perbuatan mereka!
Atau bahkan mungkin saja ada diantara mereka yang ingin membuka lembaran baru dan jadi seniman!
Tapi saat kita menerima emas yang digigit, kita tidak bisa mengabaikan perbuatannya.
Sulit dipercaya.
Kukira kau tidak tertarik dengan permasalahan ini.
Bos menyuruhku untuk mengawasimu supaya kau tidak menggila lagi.
Mana mungkin aku mau bersamamu di hari yang cerah begini.
Aku tidak cocok untuk melakukan trik murahan.
Tapi jika aku berkeliling seperti ini di siang bolong, maka mereka akan lebih hati-hati.
Sehingga Nio bisa lebih bebas jadinya.
Kau melihat Liu tertembak, kan?
Pelurunya muncul tiba-tiba tanpa suara, dan tidak meninggalkan jejak.
Jadi jangan menangis kepadaku jika kau tertembak di jalan nantinya.
Kalau itu terjadi, kuserahkan padamu.
Tidak mungkin aku akan membalaskan dendammu.
Aku tidaklah penting.
Tapi Liu sudah menggigit koin.
Dan bagi Revenger, emas yang digigit adalah sumpah yang harus dipenuhi, kan?
Ya.
Benar.
Emas yang digigit adalah jaminannya.
Sialan—
No comments yet. Be the first to leave one.