The first 200 lines.
Sebelumnya...
Itu para penjaga yang dibayar untuk melindungi ternakmu.
Kalau tidak mereka akan mencurinya sendiri.
- Di mana Jamie? - Para pengawas akan menyerahkannya
sebentar lagi kalau mereka merasa diuntungkan.
Ada kemungkinan kalau aku akan dibebaskan.
Sebagai saksi, kau bisa membuktikan kalau aku tak bersalah.
- Seorang pembelot Redcoat. - Horrocks?
Orang yang menembak sersan
ialah Kapten Jonathan Randall sendiri.
Aku tak bisa menggunakan namanya Randall untuk memulihkan nama baikku.
Kau mau nama, maka sebuah nama-lah yang kau dapat.
Berita sudah menyebar kalau pemimpin Lallybroch
sudah kembali dengan istrinya.
Kalau Jamie mau tinggal, ia harus dapat kamar utamanya.
Aku tak ingin kalian keluar dari kamar kalian.
Karena itu memang kamar sang pemimpin.
Sebaiknya kau diam saja, kawan,
atau wanita cantik itu harus mengelap otakmu dari lantai.
Sync and corrections by Caio Translated by Minion11
= THE WATCH =
Kuharap bubuk mesiumu kering.
Kalau tembakannya meleset...
Ujung pistolku akan ada tepat di bawah kerongkonganmu.
Hanya ada satu cara supaya tahu.
Taran, turunkan pistolmu.
Aku menemukan si bajingan ini di sini, Jenny.
Dia beruntung karena tanganku stabil,
kalau tidak pasti peluru sudah bersarang di otaknya.
Dia bukan bajingan, dasar bodoh.
Dia sepupuku, Jamie.
Jamie MacTavish.
Sepupumu?
Maafkan aku.
Kau harus paham kewaspadaanku.
Aku tak pernah bertemu denganmu, MacTavish.
Jamie datang berkunjung.
Datang di saat yang tepat tanpa pemberitahuan
bersama dengan istrinya.
Jenny dan Ian tak tahu kalau kami sudah menikah.
Kami mengejutkan mereka.
Sassenach?
Istrimu?
Aku hampir menodongkan pistol ke kepalanya saat aku tahu hal itu.
Tapi kami sudah mengenal Claire.
Dia wanita baik-baik.
Tak apa kalau dia terlalu banyak berbahasa Inggris.
Senang berkenalan denganmu, nyonya.
Aku Taran MacQuarrie.
Maaf soal kebingunganku.
Kukira suamimu berniat merampok rumah ini.
Tidak, Taran, kami kira kaulah yang mau merampok rumah ini.
MacQuarrie.
Kami kira kau datang bulan depan.
Ya, itulah rencananya.
Tapi aku kangen kelinci rebusnya Jenny.
Aku sudah membawa pedangmu ke pandai besi.
Pedangnya sudah bersih dari debu
dan karatnya sudah dipoles dengan sedikit minyak ikan paus.
Kau tak perlu repot-repot.
Tak apa.
Lebih bagus dari yang baru.
Ya.
Terima kasih.
Sama-sama.
Jadi...
Aku lapar sekali.
Jenny, bagaimana kalau kau masak dulu?
Kalian tentu tahu jalan ke ruang makan.
Aku memang tahu.
- MacQuarrie sudah datang. - Ayo kita siapkan makan malamnya.
Kau gila ya, dik?
Menyambut para pengawas ke rumah kita.
Kau diam dulu.
Sekarang kita tak punya pilihan, bukan?
Ini hanya untuk beberapa hari.
MacQuarrie itu teman yang baik.
Kau memoles pedangnya.
Mungkin kau mau memoles sepatunya juga.
Aku hanya membantunya.
Mereka itu penjahat dan pencuri.
Uang yang kami bayar ialah untuk perlindungan
dari para Redcoat dan klan perampok lainnya.
Mereka menjaga kami, Jamie, dan para penyewa kami.
Bagaimana dengan kepalaku yang diincar ini?
Kalau mereka tahu, mereka akan menyerahkanku pada para Redcoat dalam sekejap.
Karena itu kita harus memberi mereka makan, tempat untuk tidur, dan kau, Jamie,
kau harus berhenti macam-macam sampai mereka pergi.
Seberapa sering orang-orang itu kemari?
Setiap beberapa bulan, selama dua tahun terakhir ini.
Aku takkan setuju dengan ini.
Waktu itu kau kan tak di sini, ia kan, Jamie MacTavish?
Pelankan suara kalian.
Kalian mau mereka mendengar suara kalian?
Jamie...
Kau kira itu tak membuatku dan Jenny menderita?
Kami menderita.
Tapi itulah beban yang harus kami tanggung.
Kalau kau punya ide yang lebih baik, silahkan.
- Ah! - Jenny?
- Tarik napas dan tenanglah. - Ayo duduk dulu.
- Apa itu bayinya? - Ya.
Menendang seperti keledai kepanasan.
Dengarkan saja adikmu.
Ikuti saja alur permainannya dan jangan memprovokasi mereka.
Luka bakarnya seperti nyala obor, ya?
Selama itu membasahi thrapple-ku.
Aye, Jenny menyembunyikan barang-barang bagus ketika kami sampai.
Juga tembakau Ian yang bagus.
Apa kau menyalahkanku?
Kau diam saja. Dari mana asalmu, MacTavish?
Na h-innse gall.
Kau tak seperti orang kepulauan.
Jamie cukup lama di Perancis
bersama Ian bertempur dengan tentara Perancis.
Mungkin itulah yang mempengaruhi aksennya.
Oh ya?
Aku bertempur dengan orang Perancis di Austria.
Apa kau ditempatkan di Spanyol dengan Ian?
Ya.
Ya, sebagian besar di perbatasan.
Kami terpisah selama pertempuran.
Kukira dia sudah meninggal di medan perang.
- Hmm. - Itu di Silesia, tahun 1740.
Ia menghabiskan tiga minggu berikutnya selama masa penyembuhan di rumah bordil.
Di sebuah rumah sakit. Terima kasih, Tn. MacTavish.
Aku sempat ada di Silesia tahun 1742 waktu mereka menyerbu Praha.
Kami merebut bentengnya sebelum Francis Stephen
tahu siapa yang menyerangnya.
"Jangan pernah ditangkap hidup-hidup."
Berani juga.
Tak ada yang seperti mengisi senapan
setelah tembakan pertama sebelum musuh
- berkesempatan untuk mengisi peluru lagi. - Ya.
Pedang yang menancap di kepala mengakhiri semuanya.
Ternyata kau juga teman lama.
Aku penasaran...
Karena Ian sudah bercerita banyak hal padaku,
dan dia tak pernah menyebutkan dirimu.
- Aku yakin kalau aku sudah cerita. - Tidak, aku yakin kau belum cerita.
Kalau kalian berdua tak terlalu mabuk,
aku yakin kalian akan ingat.
Demi hidup yang lama dan bahagia,
kematian yang cepat dan mudah,
seorang gadis yang cantik dan jujur,
wiski yang satu dan yang lainnya.
Ya.
- Berapa lama kalian akan tinggal? - Beberapa hari.
Akan ada yang tiba lagi esok pagi.
Kami punya rencana yang hebat.
Aku akan memberitahumu soal itu kalau aku tertarik.
Sementara itu, salah satu kudaku lumpuh.
Harus dipasang tapalnya.
Aku akan menemui pandai besi nanti pagi.
Aku akan melihatnya.
- Aku pandai mengurus kuda. - Ya.
Kami juga tak ingin perjalanan kalian terhambat.
Aku setuju.
Masakannya enak semua.
Tapi kalau aku makan lagi, aku akan tidur di kandang berlumpur
bersama dengan babi.
Ada tambahan selimut di pondok selatan
dan jerami segar.
Kurasa kau sudah mengambil tembakaunya Ian.
Tembakau yang bagus...
terlalu bagus untuk kalian.
Yeah.
Rabbie.
Berikan aku penjepit itu.
Gun Dail.
Ada luka.
Pantas saja kudanya lumpuh.
Kapan terakhir kali kau mengganti tapalnya?
Ganti saja tapalnya.
Api!
Api!
Akan kukencingi saja untukmu.
Api!
Api!
Ya. Tambah lagi.
Api!
Keluarga ini sudah menyambut kalian,
memberi kalian makan, tempat tinggal.
Seharusnya kalian berterima kasih.
Mungkin kau akan ingat siapa yang memegang pistol di sini.
Hentikan!
Hentikan!
Kalian semua.
Cepat, pergi dari sini. Cepat!
Maaf soal kelakuan mereka.
Sebenarnya mereka baik. Tapi mereka memang agak kasar.
Mereka tak pandai bertarung seperti kita.
Aku mencoba untuk mengajari mereka.
Semoga kau beruntung.
Kau tahu, aku butuh orang sepertimu,
bukan sekedar petarung yang hebat...
Tapi seorang prajurit.
Aku sudah banyak berkelahi sepanjang hidupku.
Sekarang aku sudah berhenti.
Beritahu aku kalau kau berubah pikiran.
No comments yet. Be the first to leave one.