The first 200 lines.
"Episode 65"
Ji Seok, kamu di mana? Bibi di depan kantormu.
Sayang sekali, aku baru saja pergi.
Aku sedang makan malam bersama pacarku di dekat kantor.
Sungguh?
Sepertinya bibiku membawakan karangan bunga untukmu.
Dia meninggalkannya di pos keamanan.
Kenapa kita tidak mengundangnya makan malam bersama kita saja?
Apa?
Jika belum makan malam, Bibi mau makan bersama kami?
Tidak usah. Bibi tidak mau mengganggumu. Bibi pergi saja.
Dia tidak mau mengganggu kita.
Tidak mengganggu.
Aku ingin menemuinya karena dia sedang di dekat sini.
Kemarilah sebentar.
Pacarku ingin bertemu dengan Bibi.
Bibi bisa memberikan karangan bunga ini lalu pergi.
Ya. Bibi tahu tempat itu.
Baik. Bibi akan segera ke sana.
- Dia akan kemari. - Sungguh?
Bagaimana penampilanku? Apa bajuku pantas?
Kamu tampak hebat.
Itu terdengar setengah hati.
Aku pasti berdandan jika tahu akan bertemu dengan dia.
Aku hanya asal mengenakan baju.
Apa penampilanku sungguh pantas?
Mari kita lihat.
Kamu tidak terlihat pantas.
Kenapa hanya kamu yang paling cantik di sini?
Kamu sangat egois.
Aku bahkan tidak pantas melihatmu.
Dari mana kamu belajar mengatakan hal seperti itu?
Aku serius. Kamu tampak cantik.
Dan bibiku juga akan berpikir kamu cantik.
Dia akan menyetujui siapa pun yang aku sukai.
- Sungguh? - Tentu saja.
Belum lama ini dia bilang
meski ibuku menentang hubungan kita,
aku tidak boleh menyerah.
Dia seperti itu.
Itu membuatku lebih lega.
Sebentar. Aku harus ke toilet.
Kenapa kamu di sini?
Pergilah. Jangan merusak hariku.
Kamu bekerja paruh waktu di restoran ini?
Lalu untuk apa Anda kemari?
Kurasa Anda kemari untuk menemui teman-teman Anda.
Anda harus memperkenalkanku kepada mereka.
Aku ingin mengenal mereka.
Berhentilah bersikap manis.
Kenapa tidak? Anda yang bilang
bahwa Anda tidak takut apa pun, dan nyaman dengan masa lalu Anda.
Tapi tampaknya Anda takut memperkenalkanku kepada mereka.
Tutup mulutmu.
Seandainya Anda bersama keponakan Anda.
Maka aku pasti akan membuat Anda pingsan
sama seperti Anda membuat ibuku pingsan.
Beraninya kamu?
Sudah kubilang, jangan pernah membicarakan keponakanku.
- Beraninya kamu tersenyum? - Aku senang mengetahui
sesuatu yang membuat Anda takut.
Apa?
Jika tidak, itu akan membuatku sangat frustrasi.
Suatu hari nanti, aku akan menemui keponakan Anda.
Aku pasti akan memberi tahu dia
semua hal tentang kejahatan Anda.
Dan wanita jahat seperti Anda mampu mencintainya seperti ini.
Aku juga akan mengatakan itu.
Aku sungguh berharap kamu lenyap dari dunia ini.
Itu tidak akan terjadi.
Tidak sampai Anda lenyap lebih dahulu.
Anda mau keluar bersama?
- Kamu gila? - Kalau begitu, lupakanlah.
Yang benar saja. Wanita terkutuk itu.
Astaga, aku harus bagaimana? Aku tidak bisa masuk ke sana.
Begitu melihat Ji Seok,
dia akan tahu Ji Seok keponakanku.
Benar-benar menyebalkan.
Tunggu. Aku harus bilang apa kepadanya?
Ji Seok, bibi akan menemui pacarmu lain kali.
Bibi takut ibumu mengetahui ini.
Bibi tidak mau dia dalam masalah hanya karena bibi mau menemuinya.
Sial! Choi Go Ya, dasar berengsek.
Tunggu.
- Bibi. - Ji Seok.
Ada apa kamu kemari?
Aku membeli cincin.
Apa ini?
Aku sedang makan malam bersama pacarku.
Mungkinkah pacarnya Choi Go Ya?
Ji Seok.
Boleh aku melihat menunya?
Terima kasih.
Apa? Apa aku salah?
Ya, tentu saja.
Apa yang kupikirkan?
Mengejutkan.
Wanita itu pasti pacarnya.
Mereka pasangan yang serasi.
Sial. Aku tidak masuk karena wanita itu.
Kamu tahu aku menangis semalaman?
Kamu meninggalkanku di sana begitu saja.
Maafkan aku.
- Kamu kemari sendirian? - Tidak, aku bersama pacarku.
Dia pasti wanita yang membuatmu meninggalkanku.
Apa? Bagaimana kamu tahu?
Hanya firasat.
Lalu, apa firasatmu tidak bilang bahwa kamu harus pergi sekarang?
- Apa? - Pacarku
tidak mau membuatmu tidak nyaman, jadi, dia berdiri di sana.
Baiklah. Aku akan pergi.
Tapi jika kamu putus dengannya, telepon aku.
Berani sekali.
- Kalian sudah selesai bicara? - Kenapa kamu berdiri di sini?
Kamu seharusnya ke sana dan bilang, "Pria ini pacarku!"
Aku tidak mau mengganggu.
Omong-omong, siapa dia?
Juniorku saat di lembaga pelatihan.
Aku lupa mengatakan sesuatu. Dia menyukaiku.
Jika tahu, seharusnya aku ke sana dan bilang bahwa kamu pacarku.
Itu sebabnya aku kemari dan bilang, "Ini pacarku!"
Ayo.
Kenapa? Apa karena dia?
Tidak, karena kamu.
Lihat? Kini kamu bahkan tidak bisa fokus kepadaku.
Aku tipe pria yang membutuhkan perhatian penuhmu.
Aku sangat cemburuan.
Ayo.
Tunggu. Bagaimana dengan bibimu?
Dia ada urusan mendadak.
Dia pasti sangat menyukai Go Ya.
Aku tidak bisa berhenti memikirkan mereka.
Permisi.
Kami sudah tutup.
Aku ingin menemui ibunya Go Ya.
Duduklah.
Ada apa?
Menantuku sudah bersikap kasar kepada putrimu.
Aku meminta maaf atas perbuatannya.
Aku akan memastikan dia tidak akan bersikap begitu lagi.
Aku bisa melakukan itu.
Karena Anda sudah jauh-jauh datang kemari,
kurasa Anda menyukai Go Ya.
Aku menghargai itu.
Tapi Anda sudah terlambat.
Aku sudah tidak mau menjadi bagian
dari keluarga Anda.
Sejujurnya,
cucuku sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah.
- Apa? - Dia bertengkar dengan ibunya.
Dia tidak pernah minggat bahkan saat remaja dahulu.
Haruskah dia melakukan itu?
Entah apakah ini akan membuatmu merasa lebih baik,
tapi Ji Seok
akan berusaha melindungi pacarnya apa pun yang terjadi.
Aku tahu permintaanku berlebihan, tapi kuharap kamu berubah pikiran.
Omong-omong,
ini pasti sulit bagimu.
Apa maksud Anda?
Kamu harus menyelamatkan dan melindungi anakmu.
Itu pasti sulit.
Itu salahku hingga dia lahir dengan tubuh yang sakit.
Aku yakin dia bersyukur kepadamu lebih daripada orang lain.
Kamu tidak pernah menyerah dengannya.
Kurasa aku terlalu ingin tahu.
Maafkan aku. Sampai jumpa.
Go Ya
bukan wanita seperti perkiraan Anda.
Dia tidak akan pernah menuntut ayahnya demi uang.
Aku bersungguh-sungguh.
Dia berbeda denganku.
Dia tidak kasar atau tidak berpendidikan sepertiku.
Dia baik dan cerdas dari lahir.
Aku tidak akan bisa menyelamatkan anakku yang sakit
sendirian.
Go Ya wanita baik yang selalu ada untukku.
Begitu, ya.
Aku selalu penasaran kenapa Go Ya bisa sangat pengertian.
Kini, aku mengerti bahwa dia mempelajarinya darimu.
Sampai jumpa.
Kakak baik-baik saja?
Ini.
Akan menyenangkan jika bibimu makan bersama kita.
Mungkin memang lebih baik dia tidak datang.
Apa maksudmu?
Sudah kubilang
dia pernah berselingkuh, bukan?
Ya. Memangnya kenapa?
Setelah itu, ibuku tidak mengakuinya.
Dia juga menyuruhku melakukan itu.
Jadi, selama ini kamu menemui bibimu tanpa sepengetahuan ibumu?
Ya. Dan aku tidak mau
kamu melakukan hal yang sama.
Itu sebabnya dia tidak datang malam ini.
Dia tidak mau membuatmu dalam masalah.
Begitu. Aku tidak tahu.
Omong-omong, pria yang menjadi selingkuhan bibimu...
Ya?
Seperti apa dia? Apa dia sudah berkeluarga?
Tidak. Dia belum menikah.
No comments yet. Be the first to leave one.