The first 200 lines.
SEE YOU IN MY 19TH LIFE
Aku jadi senang karena kita pergi.
Kita harus langsung pergi saat sedang ingin.
Kalau tidak, kita pasti akan menyesal.
Aku bak pergi meninggalkan medan perang.
Aku yang paling tahu perasaan itu.
Ada hidup saat Invasi Jepang ke Korea,
perang di Spanyol, dan Dinasti Goryeo.
Kenapa kau selalu mengungkit kehidupan lampaumu?
Apa aku terlalu kuno?
Dasar orang kuno.
Sepertinya di sana.
Rupanya sekarang
aku sedang melihat tempatmu di masa lampau, yaitu 1.000 tahun lalu?
Aku juga baru-baru ini tahu.
Aku tak tahu apa pun karena ingatan kehidupan pertamaku berupa potongan.
Terkadang aku hanya memimpikan itu.
Boleh aku tahu mimpinya apa?
Ada seorang pria yang berjalan di tengah banyaknya kembang api.
Seorang pria?
Pria seperti apa?
Apa kau sedang cemburu pada pria 1.000 tahun lalu?
Tidak.
Aku…
hanya bertanya karena penasaran.
Aku juga belum tahu.
Namun, karena aku masih ingat,
pasti hubungannya istimewa denganku.
Tak mungkin segombal "cinta 1.000 tahun," kan?
Cinta 1.000 tahun? Aku suka itu.
Aku harus menyambut pria itu jika suatu saat bertemu dengannya.
Yang benar saja.
Ban Ji-eum.
Aku berkali-kali membaca…
buku dongeng dari kotak itu.
Kau bilang aku adalah seseorang penting
yang bisa menghilangkan batu-batu berat yang membebanimu.
Aku mustahil diam saja mendengar pernyataan cinta itu.
Mau jadi pacarku?
Tidak mau.
Apa?
Kenapa?
Kau menolakku dua kali. Aku juga mau menolakmu dua kali.
Namun, kau boleh menyatakannya beberapa kali sekaligus.
Mau jadi pacarku?
Tidak mau.
Nona Ban Ji-eum.
Mau jadi pacarku?
Aku mau.
Aku mau memacari Mun Seo-ha.
Tunggu sebentar.
Aku belum pernah melakukannya, jadi…
Sebentar. Hampir selesai.
Sudah selesai.
Bagaimana?
Cantik sekali.
- Ada satu lagi. - Ada satu lagi, katamu?
Ini.
- Apa satu set? - Ya.
Aku mau coba.
Bagaimana?
Cantik. Sangat cantik.
Kali ini…
teruslah berada di sisiku.
Tidak jadi.
Aku yang di sisimu.
Ya.
Mohon bantuanmu lagi di kehidupan kali ini.
Baiklah.
Ayo pergi.
KEMBANG API AIR KOLAM MUJINJEONG
Sepertinya di sekitar sini.
Ada apa tiba-tiba?
Apa kau sakit?
Tidak. Tiba-tiba saja napasku…
Aku baik-baik saja.
Kau yakin?
SEGALANYA MEMILIKI AWAL DAN AKHIR
Ayo kita ke rumah sakit.
Aneh kau tiba-tiba begini padahal tadi tak apa-apa.
Ayo ke rumah sakit untuk diperiksa…
Aku tidak akan mati.
Kenapa bicara begitu?
Kau tak boleh mati.
Maaf sudah membuatmu khawatir.
Namun, aku sungguh baik-baik saja.
Sepertinya aku hanya tersedak ludah tadi.
Aku sungguh baik-baik saja.
Baguslah kalau tak apa, tetapi mendadak sekali.
Pak Mun.
Bagaimana kalau kita ke penginapan saja?
Minumlah dahulu.
Kau membuatku terkejut tadi.
Bagus, ya.
Pak Mun.
Kenapa tidak masuk?
Tidak apa-apa.
Kamarnya luas dan lebih bagus daripada fotonya.
Bagaimana airnya?
Keluar dengan lancar.
Lalu, kulkasnya…
Kosong.
Pak Mun.
Mau mandi dahulu?
Apa?
Sudah mau mandi?
Kenapa?
Kita sudah makan di jalan tadi, sepertinya akan enak meminum anggur.
Lebih baik minum setelah mandi.
- Benar. - Kau mau mandi lebih dahulu?
Aku?
- Lantas, mau bersama? - Ya.
Apa?
Aku mandi lebih dahulu saja?
Kita bersuten saja. Siapa yang tidak bersuten, kalah.
Asyik, aku menang.
Kau menggemaskan.
Di mana kamarnya?
Kamarnya di sebelah sini.
Mandi dan tidurlah di sini.
Kau mau ke mana?
Ke kamarku.
Kenapa kamarnya ada dua?
Karena ada dua orang. Bukankah kamarnya harus dua?
Tidak. Satu tambah satu sama dengan satu.
Kita pernah tidur sekamar di rumahku waktu kecil.
Kita bisa tidur di kamarku hari ini.
Aku juga mau di sini!
Waktu itu ada Cho-won.
Pokoknya, ayo kita tidur bersama
untuk mengenang masa lalu.
Cepat mandi dahulu.
Baik.
Heboh sekali, ya?
Ya. Ada banyak artikel dan komentar terkait masalah itu.
DAMPAK DARI PENGAKUAN DIREKTUR LEE…
Nanti juga akan mereda.
Permasalahan menyedihkan keluarga lain hanya sebatas hiburan bagi orang lain.
Masalahnya, yang menjadi hiburan bukan hanya permasalahan keluarga.
Mereka tak peduli isi artikelnya, dan hanya membicarakan wajahmu.
"Mun Seo-ha sangat tampan.
Dia pasti penyelamat negara. Wajahnya diberkati."
Padahal aku yang pernah menyelamatkan negara.
Kenapa penasaran kau sudah menikah atau belum?
Pemimpin Mun pasti menjadi punya banyak calon menantu sekarang.
Maafkan aku.
Kau tak perlu minta maaf karena itu.
Ini tidak adil bagi Yoon Ju-won,
tetapi aku tak bisa berbuat apa pun.
Kau sudah mengungkap kebenaran.
Mendiang Ju-won pun tak akan menerima permintaan maaf atau semacamnya.
Selain itu…
kau sudah sangat menghiburmu.
Bagaimana bisa?
Soal Ban Hak-su.
SURAT PERNYATAAN LUNAS
Ada-ada saja.
Aku terlahir lagi sebagai putri dari orang yang membunuhku.
Aku tahu kau membakarnya karena dia ayah Ban Ji-eum.
Aku hanya tidak mau kau tahu.
Mau hubungan kalian baik atau buruk,
tetap saja sosok keluargamu yang akan melukaimu.
Mun Seo-ha.
Kau sudah dewasa sekali.
Aku lebih tua darimu, Ban Ji-eum.
Mau bersulang?
Su.
Dia adalah Master Han-ya dari kuil.
SU, HAN-YA…
Su adalah aku.
Ada seorang pria yang mirip dengan Seo-ha.
Namun, suara siapa yang memanggilku itu?
SU, HAN-YA…
Benarkah kau pria dari 1.000 tahun lalu?
Kau begitu ingin tidur denganku?
Kalau begitu, boleh saja.
Tersisa satu tempat.
BAIKLAH, BIAR AKU YANG URUS SISANYA
Kak.
Belakangan kau terlihat lelah.
Aku beli ini dengan uang saku darimu yang kukumpulkan.
Ini bagus untuk persendianmu.
Bagus juga untuk hati yang terluka.
Minumlah ini.
Kau menolak lagi. Buka mulutmu.
Mau makan di luar malam ini?
Jangan lupa cuci piring.
Aku berangkat.
Hati-hati di jalan.
Ya.
Dia terlihat baik-baik saja.
Asin sekali.
Mentalnya pasti sudah hancur.
Jadi, tempat ini bisa menunjukkan kehidupan lampauku?
Ini.
Wajahmu terpampang di semua berita.
Baiklah. Ayo lihat kehidupan lampaumu.
Kehidupan lampaumu yang besar.
Apa ini…
Katamu sebelumnya kau kura-kura, kan?
No comments yet. Be the first to leave one.