Season 1

Release info

Peach Boy Riverside 12 2021
A Commentary by koleksifilmserial

Tags

bluray
Published on: 2024-11-12
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 184 lines.

Kejadian ini sudah lama sekali.

Hiduplah sepasang suami istri tua di suatu tempat.

Kakek memotong kayu di gunung.

Nenek mencuci pakaian di tepi sungai.

Ambillah.

Ini kibi dango kesukaanmu.

Terima kasih, Ibu.

Bawalah ini.

Katana…

Tetapi, ini benda yang berharga…

Mungkin ada monster

yang mengincarmu di luar sana.

Terima kasih, Ayah.

Kau masih mau memanggilku 'ayah', Momotaro?

Tentu. Tolong jangan perlakukan aku seperti anak kecil.

Namaku sekarang Kibitsuhiko no Mikoto.

Ayah, Ibu.

Kalau begitu, aku berangkat.

PEACH BOY RIVERSIDE

"MIKOTO DAN MIKOTO" Maaf, Manusia.

Ternyata anjing bisa bicara!

Tak perlu terkejut.

Aku hanya berterima kasih karena kau memberiku dango.

Karena kemampuan anehku ini,

semua temanku menghindariku,

karena aku membuat manusia takut dan hampir membunuhku.

Jika aku tak berpura-pura lapar dan menunggu ada yang memberiku makan,

aku pasti tak bisa hidup.

Kelihatannya aku benar-benar tertipu.

Kau orang baik, kan?

Kau tidak menyelamatkanku? Maukah kau memeliharaku?

Kalau begitu, mari kita pergi.

Kau sedang mencari kedua orang tuamu?

Ya.

Aku ingin menanyakan pada mereka dengan jelas.

Mengapa mereka meletakkanku di dalam buah persik dan membiarkanku hanyut.

Pasti ada yang menipumu, kan?

Orang tua yang membesarkanku tidak mungkin bohong.

Benarkah?

Kuharap kau bisa menemukan orang tuamu.

Ya.

Ada Oni! Ada Oni muncul!

Cepat kabur, Hiko!

Untuk apa kau mati di sini sia-sia?

Bukankah kau ingin mencari orang tuamu?

Aku… aku ingin mencari orang tua yang meninggalkanku.

Tetapi, kenapa aku sekarang meninggalkan mereka?

Hentikan!

Siapa kau? Beraninya menantangku.

Na… namaku…

Kibitsu… Hiko…

Jangan gagap di tempat yang terpenting!

Dasar bodoh!

Singkatnya, namaku Kibitsu…

Kibitsu… Hiko…

Jangan katakan lagi!

Namaku…

Ternyata, masih yang ini.

Aku Momotaro, lahir dari buah persik!

Aku… aku sudah mengalahkan Oni…

Kekuatan apa ini?

Sudah dikalahkan…

Dia mengalahkan Oni!

Kau hebat!

Setelah itu, rumor makin menyebar

rakyat dari mana-mana yang diserang Oni

mulai meminta bantuan Hiko.

Hiko juga menanggapi keinginan mereka.

-Tolong! -Kumohon padamu…

-Tolong kami… -Tolong…

Asal masih melihat harapan, rakyat masih bergantung

dan bertahan.

Oleh karenanya, Hiko berhenti mencari orang tuanya

dan terus membunuh Oni.

Karena dia adalah orang jahat.

Hiko menduga selama pemimpin Oni bisa dikalahkan, pertempuran bisa berakhir.

Dia pergi ke markas Oni, 'Pulau Oni', untuk mengakhiri pertempuran.

Akankah kau membenciku?

Awalnya, kau hidup sesuka hatimu.

Tetapi, karena dango, kau kubawa ke tempat seperti ini.

Hiko…

Kau jangan salah.

Akulah yang ingin ikut denganmu,

karena sebutir dango.

Aku selalu berpikir senyumanmu agak menyebalkan.

Tidak. Maaf.

Kau harus sering tertawa.

Karena aku suka tertawamu.

Kuakui… aku kalah.

Kau ingat perjanjian sebelum duel?

"Tinggalkan negara ini, jangan pernah kembali lagi", kan?

Baiklah.

Akan kupatuhi perjanjiannya.

Tetapi, lebih baik kau ingat,

jika kau mengalahkanku, akan mengundang dewa monster.

Dewa monster…

Jadi, Oni menghilang dari negara ini.

Hiko dipuja sebagai pahlawan oleh semua orang.

Setelah itu,

Hiko memutuskan tinggal sendirian di pegunungan.

Di saat yang sama, karena dia memedulikan 'dewa monster' yang disebut pemimpin Oni,

dia tak ingin menyakiti orang di sekitarnya.

Kutanya padamu, apa kau tak perlu pulang dan menemui orang tuamu?

Aku bahkan tak mencapai tujuan berpetualang.

Jika aku pulang, aku pasti akan dimarahi, kan?

Meski dia berkata begitu,

tetapi, dalam hati, dia pasti sangat kesepian.

Hari demi hari Hiko makin mengembuskan napas.

Suatu hari, terjadi sesuatu.

Meski aku tak melihat tandukmu, tetapi kau Oni, kan?

Apa kau datang untuk membunuhku?

Aku mana berani?

Katakan yang sejujurnya.

Kali ini aku datang untuk meminta sesuatu.

Namaku Gaki.

Karena penampilanku,

aku sudah lama berada di desa untuk memangsa manusia.

Tetapi… aku malah jatuh cinta pada manusia.

Aku punya seorang istri

dan anak.

Lalu… lalu aku…

Aku memangsa istriku sampai mati!

Permintaanku adalah… kuharap Anda bisa membunuhku.

Kumohon!

Momotaro, yang membunuh Oni!

Aku tak bisa.

Kau gemetar seperti ini.

Aku tak bisa menentang naluri Oni.

Kalau begini terus, bahkan anakku akan…

Anakmu bagaimana?

Dia kuserahkan pada orang yang bisa kupercaya.

Dia sepenuhnya orang yang baik.

Apa kau masih mengkhawatirkan anak Oni itu?

Tentu, setidaknya aku melihat anak itu…

Matilah kau, dasar Oni!

Cepat hentikan!

Apa yang kalian lakukan pada anak kecil ini?

Kau baik-baik saja?

Sampah ini adalah Oni!

Beruntung aku mengadopsinya.

Di kepalanya tumbuh tanduk!

Dia berpura-pura jadi manusia!

Sebenarnya, dia adalah Oni!

Bagaimana kalau tumbuh tanduk?

-Apanya yang aneh dari anak ini… -Diam!

Anakku dibunuh Oni!

Dia dimangsa sampai mati di depan mataku!

Aku juga!

Suamiku mati dibunuh!

-Kakekku meninggal! -Nenekku juga!

-Ayahku! -Dan juga ibuku!

Tunggu, bukan anak ini yang melakukannya…

Maaf…

Maaf… Aku lahir ke dunia ini…

Dengar! Aku yang mengurus anak ini.

Hiko!

Aku sangat paham isi hatiku.

Ini niat baik yang munafik,

hanya kepuasan diriku sendiri.

Tetapi, jika aku tak melakukan ini, aku akan jadi penjahat.

Aku akan bertanggung jawab.

Tak peduli berapa banyak kebencian yang harus kutanggung.

Begitulah Mikoto dan Hiko bertemu.

Bunuhlah aku.

Aku takut hidup.

Aku tidak mau menderita lagi.

Kumohon.

Perlukah kau membalas dendam orang tuamu?

Akulah yang membunuh ayahmu.

Jadi, kau punya hak membalas dendam.

Penggal kepalaku dengan katana ini.

Jangan membuat ibumu khawatir.

Kau lapar, kan?

Monster!

Mikoto…

Hiko!

Dengan kekuatanmu sekarang,

mustahil kau mengalahkanku.

Dengarkan aku.

Saat kau dewasa, kau akan jauh lebih baik dari sekarang.

Saat itu, kau bisa membunuhku.

Tetapi…

Sampai waktunya tepat, kau tak bisa bertahan hidup sendirian.

Jadi, aku akan membesarkanmu.

More Indonesian subtitles for Peach Boy Riverside

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left