The first 200 lines.
Kau datang menonton kan?
Kau lebih suka siapa, aku atau Miles Davis?
Kami persembahkan orang yang terpilih nomor satu secara nasional
sebagai pemain trumpet dan vokal.
Sepanjang jalan saat cerahnya pantai California,
James Dean-nya jazz, Pangeran keren,
Memperoleh penghargaan dari majalah "Time" sebagai tokoh penemu West Coast Swing.
Benar sekali, hadirin.
Akan tampil dihadapan kita, hadir juga disini Miles Davis dan Dizzy Gillespie.
Membuat debut di Birdland, Chet Baker and his quartet!
Akan jadi hebat. Akan jadi luar biasa.
- Bagaimana penampilanku? - Sempurna.
Yeah, baby! Yeah!
Terima kasih. Terima kasih banyak.
Kami mencintaimu, Chet!
Elaine? Sayang?
Yeah!
Tunggulah sampai meleleh.
Aku tak percaya, kau belum pernah mencoba sebelumnya.
Kau kelihatannya bosan.
Aku benci jarum.
Maukah kau melakukannya untukku?
Ya.
- Halo, ketakutan. - Halo, ketakutan.
- Aah! - Ketatkan.
- Halo, kematian. - Halo, kematian.
- Brengsek kau. - Brengsek kau.
Oh, hey, sayang.
Hey, hey.
Keluar.
Keluar! Bawa barang-barangmu!
Dan kau juga! Seharusnya aku sudah tahu.
Hentikan!
Brengsek! Aku...
- Maafkan aku. - Ketika itu, kira-kira, satu minggu.
Itu anakmu.
Ada apa ini?
Ada apa semua ini?
Gara gara Miles kau lakukan ini?
Chet, bicara lah!
Shh. Shh!
Lihat, sekali kau disini,
itu seperti kau merangkak masuk kubur ibumu
berdering dan berdentang.
Melelehkan semuanya, dan kau dapat mendengarnya.
Ini seperti adegan saat kau pertama kali menggunakan heroin.
- Aku tahu adegan itu. - Aku tahu itu bukan bagiannya.
Well, dia bilang aku yang buat.
Dia ingin aku ber-improvisiasi.
- Tapi itu diluar naskah. Ayolah. - Well, semuanya hanya pura-pura.
Maksudku, kalau ingin seperti sungguhan, harusnya ada muntah dimana-mana.
Sama sekali bukan begitu.
Aku 22, sungguh.
Makin menjauh dari naskah, Chet.
Aku tak tahu apa yang kulakukan. Bisakah kita memperbaikinya lagi?
Kukuku patah.
- Baiklah, semuanya. - Yeah.
Apa kau ingin mengulangi adegannya lagi, atau hari senin depan?
Kita lakukan hari Senin saja.
Bailklah, semuanya, cukup dulu. Sampai jumpa minggu depan.
Itu tidak profesional, Chet.
- Jane? - Yeah.
- Jane, itu luar biasa. - Kupikir tidak.
- Teruskan apa yang telah kau lakukan. - Okay, kau yakin?
Ya, tetaplah berimprovisiasi. Kau akan baik-baik saja.
Baiklah. Kuhargai.
Oh, terima kasih, Ellie.
Yang kulakukan hanyalah mencoba membuat dia terlihat jadi orang baik.
Tidak, tidak, yang kau lakukan membuatku terlihat seperti badut.
- Oh, kau Dick Bock? - Ya, ya, Aku...
- Chettie! - Hey, Dick.
Mengapa kau tak beritahuku kalau sudah di US dan kau sekarang main film?
Well, aku...
Kupikir kau dapat tambahan beberapa tahun berikutnya di penjara.
Well, kuharap begitu, kau tahu,
tapi sutradara film ini, dia seperti, dia sangat berbakat...
- Oh, dan memberimu banyak uang? - Well, dia bayar pastinya.
Oh, aku tak bisa memerankan diriku sendiri, Chet.
Dick, kau bukan... kau bukan aktor.
- Kau juga bukan. - Well, itu benar.
Jangan beritahu siapa-siapa.
Banyak hal, uh... banyak yang berubah semenjak kau pergi.
Ya, Kulihat.
Jazz mati. Dylan main elektrik.
Kau jual Pacific, Dick.
Tidak, Aku yang membangun. Kau merobohkannya.
- Kita membangun... - Aku yang membangunnya.
- Kita yang membangun. - Kau merobohkannya.
Dan... dan kau yang menjualnya.
Aku jual... ya, paling tidak aku tak meninggalkan istri dan anak
dan jadi pecandu nomor wahid.
Aku mengacaukan semuanya, ya kan?
Ya.
- Aku merindukanmu, Dick. Sungguh. - Chet!
- Aku rasa kau sudah dipanggil. - Tunggu... tunggu sebentar, okay?
- Aku sudah dipanggil. Aku... Maafkan aku. - Ya.
Kau ingat apoteker sinting di tempat Jerry
yang memberi kita resep morfin itu?
Ya, ya, ya. Oh, kau menyukainya.
Well, Aku teler sebelum jariku keluar dari bokongku.
- Chet! - Ya, tunggu... tunggu sebentar.
- Apa yang terjadi dengannya? - Ya, dia di penjara.
Apakah kau... apakah sekarang kau sudah bersih?
- Oh, ya. - Ya?
Ya. bersih seperti gigi anjing.
Bagus.
Baiklah, marilah kita bersama lagi.
Okay? Ayo kita bicara tentang rekaman berikutnya.
Aku sangat menyukainya, Dick.
Kita sekarang tambah dewasa. Ayo kita kerjakan rekaman berikutnya
- Ayo kita kerjakan. Akan jadi hebat. - Baiklah.
- Hey, Nick, semuanya baik-baik saja? - Akan jadi hebat. Akan jadi hebat.
Begini, besok studio sudah merancang Konferensi pers lainnya.
- Konferensi pers lainnya? - Besok sore.
- Sore? Jam berapa? - 1:00.
- Hai, Chet. - 1:00, okay.
Bagaimana hubunganmu dengan Jane? Baik-baik saja?
- Aku tak tahu. Maksudku, bagaimana menurutmu?. - Menurutku baik-baik saja.
Aku percaya apa yang kau lakukan, lakukan yang menurutmu baik.
Film bioskop ini akan mengembalikan kariermu lagi, Chettie.
- Jane. - Hey, Nick.
Ada masalah?
Aku tak tahu. Maksudku, apakah menurutmu berhasil?
Ya kupikir bagus apa yang telah kalian berdua lakukan.
Improvisasi-nya luar biasa.
Aku... Aku ingin tahu tak hanya sekedar aku memerankan wanitanya Chet Baker.
Apa yang kau lakukan fantastis. Itu... tanyakan padanya. Itu kisah hidupnya.
Yang kutahu mereka punya payudara besar. Itu seperti... tidak jauh seputar itu.
Well, itu... kisah hidupnya. Tanya dia.
Nick, kau ikut?
- Mereka punya payudara besar. - Tunggu dulu.
- Kita bicarakan Senin depan saja, okay? - Okay. kedengarannya baik.
- Okay? - Baiklah.
Okay, adegan besar. Eropa minggu depan. Ciao.
Jangan risih dengan payudaramu.
- Payudaramu luar biasa. - Okay, naskahnya.
Uh, Aku tak mengerti mengapa wanita-wanita itu ingin bersamamu.
- Kau tak mengerti? - Tidak, aku tak paham.
Well, mungkin kita harus keluar makan malam menikmati hidangan lezat dan bicara...
Apa, kau bilang aku tak nyata, tuan?
Mungkin kau butuh pendalaman untuk masuk kedalam karakternya.
Ya, Aku tak mengencani aktor yang bekerja denganku, Chet.
Aku sudah pernah mengatakannya.
- Ya, tapi aku bukan aktor. - Ya, pastinya.
Tidak, kita bisa bersama, dan kita bisa latihan Kazoon.
- Itu Kazan, bego kau. - Hey, Aku tak perduli.
Kita makan sambil berlatih. Kita dapat memesan apa yang kita mau.
Kau tahu semuanya tentang aku, aku malah belum tahu nama belakangmu.
Ada di daftar panggilan setiap hari.
- Begitu? - Mm-hmm.
Seandainya kau... boleh aku hapus ini?
- Apa, Ada sisa makanan di wajahku? - Tanda kecantikan.
Tidak, kau lebih cantik tanpanya. Ayolah, kita keluar, cari keceriaan.
- Kau tidak sedang melucu denganku. - Aku lucu.
Mana yang lebih berat, bulan purnama atau bulan sabit?
Bulan purnama, karena lebih terang.
- Tidak lucu. - Itu tidak lucu?
- Tidak. - Aku punya bahan yang lebih baik.
- Paling lucu. - Azuka.
- Apa itu artinya? - Nama belakangku.
Bahasa Africa, artinya "kejayaan masa lalu."
# Belle ami, belle ami #
# Come over here by me #
Tidak.
Kau tak berada di lintasannya.
Nah sekarang... baik, baik, baiklah. Ayunkan saja.
Okay, well, itu nilai kosong lagi untukmu.
Yang benar saja!
Kau benar-benar kompetitif.
Aku menerka kau tidak diajarkan bowling di sekolah akting itu, kan?
Lucu sekali.
Sebenarnya semula aku ingin menjadi akademisi seperti orang tua dan saudara-saudaraku.
Lalu apa yang terjadi?
Oh, Aku jatuh cinta dengan musik Broadway.
- Aku belajar jazz. - Kau belajar?
- Alat musik apa? - Piano, vokal.
Aku tak pernah bersama wanita yang tahu tentang musik.
Lalu apa yang dilakukan Elaine?
Elaine?
Kebanyakan, dia suka bercinta. Ya.
Dia suka bercinta, dan aku suka bercinta dengannya.
Apa? Apa?
Aku tak tahu. Lagu-lagumu sangat romantis.
Tapi kau bukan pengarangnya, kan?
Mm-mm.
Pernah, kami melakukanya 7 kali dalam 2 jam.
Bagaimana menurutmu?
Sepertinya kau bercinta terlalu cepat.
Uh, aku melakukannya lebih baik bila sedang teler.
Jadi kau benar-benar pecandu?
Huh?
Aku punya beberapa kebiasaan.
Orang tuamu tidak cukup mencintaimu atau bagaimana?
Tidak, bukan salah siapa-siapa.
Lalu apa yang menyebabkan kau jadi kacau begitu?
Hah?
Kau ingin tahu?
Kau ingin tahu yang sesungguhnya?
Ya, Aku ingin tahu.
Itu membuatku bahagia.
No comments yet. Be the first to leave one.