The first 200 lines.
TUKANG BECAK
Kue beras!
MACAU 1954
Bakpao!
Bagaimana? / Belum datang
Ada apa? / Tunggu sebentar
Kucing
Ikanku?
Kubunuh kau!
Apa lidah kalian digigit kucing?
Jika tidak bicara kita perang
Tidak mau bicara? Kuhitung sampai 10
Jika tidak bicara, kita pakai kekerasan
Abang Tung belum datang. Bagaimana ini?
Kita harus berimprovisasi
Kau yang membujuk
Kau yang galak
Biar aku yang mengejek
Mereka terlalu banyak
kita harus kompak.
Waktu habis, kita mulai saja.
Abang Tung / Kami sudah menunggu
Duduk saja
Mari kita berunding.
apa keinginan kalian para kuli?
Kampret!
Cebong!
Kau mengejekku! / Kau yang mulai!
Lupakan saja, ayo berunding.
Lupakan, duduk lagi.
Kalian tukang becak serakah mengambil penumpang, mengambil barang
Kami dapat apa?
Bakpao!
Bakpao gundulmu!
Bukan urusan kita, duduk saja.
Lalu kalian mau apa?
Kalian ambil penumpang, kami yang angkut barang
Bagaimana dengan tas jinjing?
Kami yang angkut
Apa? kau mau penumpang kami meninggalkan tasnya di trotoar?
Apanya yang lucu?
Kita sepakat?
Tenang dulu!
Apa salahku, kenapa dipukul?
Tan, baik kita sepakat kalian angkut barang dan kami penumpang.
Penumpang yang membawa tas, biar memutuskan sendiri
Kedengarannya adil
Mari berjabat tangan
Buat apa kita ribut?
Kita sama-sama cari nafkah
Ayo jabat tangan, kita berdamai mulai sekarang.
Bajingan, kubunuh kau!
Pengkhianat!
Pengkhianat!
Dia tahu jurusku
Ah... ini menyenangkan sekali...
Ayo siapa lagi!
Berhenti!
Sudah!
Berhenti!
Cukup!
Berhenti!
Aku mengajak damai, kenapa menyerang?
Apa? Anak buahmu mau membunuh kami
Dia bukan anak buahku.
Bukan...
Aku tadi mengejar kucing yang curi ikanku
Mengejar kucing?
Aku tidak bermaksud...
Tanpa pisau!
Tanpa ikan!
Ini bukan salahku!
Kejar dia!
Mati aku!
Aku masih hidup?
Jangan bunuh aku...
Aku tidak bersalah... aku takut! Jangan pukul aku.
Kuei-chi, Ho-hua, ambilkan aku tepung.
Yah-ching, ambilkan aku handuk
Yeh-chi, angkat kayu ke dalam.
Tapi belum hujan
Siapa tahu sebentar hujan.
Lekas angkat
Kau...
Aku mau pipis
Oh cepatlah
Ping.
Ayo kita keluar makam malam
Tidak bisa
Aku sudah memesan untuk dua orang
Lain kali saja
Ah, Ping!
Aku pergi bantu yang lain.
Jangan berisik
Kalian sedang apa?
Ada apa?
Lihat kakinya
Oh, kalian iseng saja.
Kau?!
Membakarku?
Kubalas kau!
Bukan aku!
Aku melihatmu
Hati-hati guru, kakimu bisa terbakar
Kaki ini sudah sering memadamkan api
dan menendang ribuan penjahat
Pantas kau tenang
Tentu saja
Biar aku bantu
Remuk jariku!
Tidak apa-apa 'kan?
Fat Tung, pergi dari sini
Jangan kembali kesini, dan buat keributan di sini
Apa salahku?
Kau menyerang karyawanku
Karyawanmu yang menggangguku
Aku hanya membela diri.
Kau menyalahkan aku, sementara aku coba membantumu?
Kau dendam padaku!
Kau tidak berhak menuduh sembarangan
Kau bilang aku tidak berhak?
Guru Fang / Jangan membelanya!
Dia binatang, dia menyerang Ping.
Aku tidak terima!
Tai, Ping bahkan bukan anakmu!
Ping, kau dengar itu?
Mulutnya sangat kotor, Memaki aku dengan "tai"
Guru Fang, cukup / Cukup?
Ping jangan membelanya, dia bisa mengambil keuntungan darimu
Dia itu pemalas, pemabuk, suka berkelahi, suka mencuri
Apa kau bilang?
Itu benar, aku hanya mengingatkan Ping
Ping, bergaul dengannya hanya akan membuat nama baikmu hancur.
Jika dia ke timur, kau ke barat
Jika dia mendekat, menjauhlah
Dekat-dekat dengannya kau bisa sial.
Kau sudah selesai, Bandot?
Kau sendiri sudah selesai?
Semua tahu yang kukatakan itu benar
Anak nakal, dimana kau belajar sopan santun seperti itu?
Beraninya kau memaki Guru Fang?
Bibi.
Kau dengar dia menghinaku
Aku hanya dengar ocehanmu!
Cepat minta maaf pada Guru Fang!
Bandel.
Tidak usah, biar aku yang pergi. anak muda tidak menghargaiku lagi.
Guru Fang, sabar.
Biar kuajari dia sopan santun.
Tung!
Tidak perlu teriak, aku dengar.
Lekas minta maaf pada Guru Fang
Kujewer kupingmu, lekas minta maaf.
Maaf
Guru Fang, maafkan kelancangannya.
Dia mengganggu Ping, salah satu karyawanku, tanggung jawabku.
Terserah Ping, memaafkan atau tidak
Baiklah, kurasa kita lupakan saja.
Sifat pemaaf seperti itu hanya datang dari seorang Budha
Tapi aku yang mirip Budha!
Diam! Ikut aku
Lepaskan aku
Dia sudah tidak lihat
Kau tahu keadaanku di sini
Tidak usah ribut dengannya
Aku besok ke Hongkong selama sebulan
Usahaku bisa gulung tikar, jika kau terus mengganggu Guru Fang
Tidak
Dia marah pun, kau masih gampang dapatkan pelanggan.
Maksudmu?
Badan mereka semok dan kencang
Kurang ajar!
Gampang.. gampang..
Kalau gampang, kau cari lalu nikahi
Tapi kau harus bayar
Bibi, bicaramu seperti germo saja.
Sembarangan kalau ngomong!
Kau bukan anak kecil lagi
Kalau mau disukai perempuan, dewasalah
Cukup bibi.
Aku harus kerja
Hati-hati, selamat tinggal
Jaga dirimu, Gendut.
"Dia menatap matanya dengan penuh kasih.."
"...dan Tsui Ying merona seperti mawar pagi..."
Sudahi baca roman picisanmu itu, membosankan.
Tutup kupingmu jika tak suka
Langsung saja ke bagian vulgarnya
Jangan berisik, nanti 2 temanmu itu datang makan bersama kita
Mereka tidak banyak makan!
Saat kalian bertiga selesai makan aku masih menyuapi si kecil
Tapi dia 'kan masih menetek
Mana bisa menetek jika aku tak makan
Anak-anak juga sudah besar
Besar?
Anak-anakmu masih perlu menetek
Belum lagi meneteki bapaknya!
Jangan bicara begitu di depan anak-anak, makan.. makan..
Jaga mulutmu
Ping / Tung
No comments yet. Be the first to leave one.