Release info

Ni Chang E11-E15
A Commentary by DianaAlmera

Tags

other
Published on: 2022-03-11
Downloads: 23
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 197 lines.

”Bulan Akan Ingat” Penyanyi: Guo Jing - Lirik: Tang Tian - Melodi: Wei Guobin

Maaf. Maaf. Maaf! Aku tidak bermaksud menembakmu.

Lain kali, aku pasti tidak akan melakukannya lagi! Tidak, bukan itu.

Pasti tidak ada lain kali. Aku tidak akan pernah melakukannya lagi nanti.

Bukan nanti! Aku...Aku pasti tidak akan pernah...

Aku tidak akan pernah sangat ceroboh.

Akankah kau segera membaik?

Ayo! Nyonya, Tuan Muda.

Apa yang tabib katakan? Seriuskah?

Luka kakinya tidak buruk dan sudah diberi obat untuk menghentikan pendarahan.

Dia bilang hanya luka kecil jadi selama dia bangun, dia tidak apa-apa.

Mengapa kau berpakaian seperti ini?

Sudah! Cukup, Tuan.

Ayah, ketika Ni'er dan aku menemukan dia, dia sudah tidak sadar.

Aku pikir dia jatuh dari jalur gunung.

Apa kau sudah tahu latar belakangnya?

Belum! Aku harus tunggu sampai dia bangun untuk bertanya padanya.

Akankah dia bisa bangun?

Dia sudah lama tidak sadar dan bahkan tidak bergerak sedikitpun.

Mengapa kau masih ada di sini?

- Panahku melukai dia; tentu saja, tugasku untuk menjaganya. - Kau...

Ni'er, dengarkan ayahmu. Jangan mengacau!

Tidak! Aku harus melihat dia bangun kalau tidak aku tidak merasa lega.

Dengarkan. Kembali ke kamarmu!

Cari dua pelayan untuk mengawasi di sini.

Ketika dia bangun, jika tidak ada yang serius, tanyakan tentang keluarganya

untuk mengirimnya kembali.

Kita tidak punya informasi apapun tentang orang ini.

Lebih baik jangan membawa masalah pada diri kita sendiri.

Ya.

Tuan, Nyonya, Tuan Muda.

Kalian berdua jaga pintu masuk dan jangan biarkan ada yang masuk.

Ya.

Nona Muda, mengapa kau datang lagi?

Segera kembali ke kamarmu untuk menghindari teguran Tuan.

Aku membawakan roti untukmu. Kau pasti lapar, kan?

Aku tidak lapar, Nona.

Bagaimana dia?

Semuanya baik-baik saja tapi dia belum bangun.

Dia sangat tampan.

Aku hanya tidak tahu siapa dia.

Dari pakaiannya, dia pasti bukan orang biasa.

Bagaimanapun, kita tidak tahu bagaimana dia terjatuh dari tempat yang tinggi.

Apa kau bangun?

- Dia bangun! - Ya, Nona!

Aku akan laporkan ke Tuan.

Cepat berbaring! Tabib bilang kau perlu istirahat.

Ada apa? Sakit kepala?

Cepat berbaring!

Kau siapa? Bagaimana kau jatuh dari tempat yang tinggi?

Di mana rumahmu? Siapa namamu?

Bisakah kau mendengarku?

Mengapa kau mengabaikanku?

Ka...Kakimu terluka!

Ada apa?

Mengapa kau terus mengabaikanku?

Bisakah kau mendengarku? Atau kau tidak bisa bicara?

Apa yang kau lakukan?

Roti?

Bisakah aku makan?

Ya, bisa.

Jadi kau bisa bicara.

Satu persatu! Mengapa kau buru-buru?

- Tuan. - Tuan.

Pelan-pelan! Aku tidak akan menahanmu.

A...Kak, dia bangun!

Bagaimanapun, kelihatannya ada yang salah.

Bagaimana perasaanmu?

Apa kau merasa tidak sehat?

Siapa namamu?

Kak, aku sudah tanya dia tapi dia telah mengabaikanku.

Hong Rui, air!

- Bawa air! Cepat, cepat! - Ambil air cepat!

Air di sini!

- Nona. - Tidak apa, tidak apa!

Apa kau merasa lebih baik?

Lebih baik?

Kau masih bisa makan?

B-bukankah tabib mengatakan dia akan baik-baik saja setelah dia bangun?

Tapi...

Rotinya habis semua. Berikan aku lagi! Aku mau lagi!

Hong Rui, cepat panggil tabib. Tunggu, tidak!

Bawa roti lagi dan panggil tabib.

Ya, Nona.

Dia masih bisa makan?

Di mana rotinya?

Tabib, bagaimana dia?

Dia baik-baik saja secara fisik hanya terluka.

Bagaimanapun, kelihatannya kepalanya terbentur benda keras.

Darahnya tersumbat dan menekan beberapa pembuluh meridian di otaknya,

jadi dia mengalami hilang ingatan.

Apa yang terjadi jika kehilangan ingatannya?

Dia akan menanggapi lebih lambat pada apa yang terjadi padanya.

Bahasa dan perilakunya akan sama seperti anak-anak.

Kapan dia bisa pulih?

Ketika darah yang tersumbat di otaknya hilang, mungkin, dia akan lebih baik.

- Terima kasih, Tabib. - Sebelah sini, Tabib.

- Ayah. - Kau sudah makan, kan?

Ayah, bagaimana kita bisa menangani orang ini?

Kau sudah makan 5 roti dan bahkan ingin memukulku.

Suruh dia pergi.

Tidak! Kita tidak bisa menyuruhnya pergi.

Otaknya terluka dan dia tidak tahu di mana rumahnya.

Jika kita meninggalkan dia di jalan sembarangan, bagaimana jika dia dirundung seseorang,

atau dia kelaparan sampai mati, maka apa yang akan kita lakukan?

Ayah, biarkan dia tinggal, tolong!

Suruh saja dia pergi setelah dia sadar.

Orang ini tidak punya kerabat atau teman, dan dia juga tidak berpikir jernih.

Apa yang akan terjadi jika dia menyebabkan masalah jika kita biarkan dia tinggal di sini?

Tidak akan! Aku akan menjaganya dan memastikan dia tidak berkeliaran.

Cepat hentikan dia!

Hong Rui, jaga dia! Kakinya terluka.

Tuan, Tuan, duduk dulu!

Aku yang melukainya dan aku juga yang menyelamatkannya.

Tidak peduli apapun, aku yang harus menjaganya.

- Ayah, kau tidak bisa membiarkan dia pergi. - Pemberontak.

Aku hanya melakukan kebaikan.

Ayah, bukankah kau selalu mengajarkan kami melakukan kebaikan?

mungkinkah kau hanya sembarang mengatakannya?

Mengapa kau merusaknya? Aku tidak mampu untuk menggantinya.

Baik-baiklah saja, bagaimana?

Ayah, aku pikir apa yang Ni'er katakan masuk akal.

- Lebih jauh, orang ini juga terluka. - Berikan padaku!

Benar sedikit tidak masuk akal membiarkan dia di luar sana dan tidak mempedulikannya.

Mengapa tidak membiarkan dia tinggal di sini sementara? Ketika dia pulih, maka kita akan membiarkan dia pergi.

Saat itu, aku sendiri yang akan menyuruhnya pergi.

Kau tidak boleh menyentuh ini!

Ayah, biarkan dia tinggal.

Aku mohon.

Biarkan dia tinggal.

Baik, baik!

Aku tidak tega menyuruhnya pergi juga.

- Biar dia tinggal di sini sementara. - Terima kasih, Ayah.

Nona, cepat!

Jangan tarik daunnya!

Hong Rui, perhatikan dia!

Tuan, jangan pukul Nona!

- Kau tidak boleh memukul Nona. - Berhenti!

Apa kau sangat patuh?

Tunggu!

Apa masih tidak ada berita?

Tuan, masih tidak ada berita.

Bagaimanapun, kuda yang menarik kereta telah kembali.

kereta yang rusak juga ditemukan di bawah jurang.

Hanya saja, kita tidak menemukan jasad Pangeran Luo ataupun Pengawal Kerajaan.

Sangat aneh.

Mungkinkah mereka masih hidup?

Tuan, mengapa kita tidak

mencari orang untuk membuat pemberitahuan?

Pangeran yang bermatabat hilang tanpa alasan, itu akan menyebabkan kegaduhan.

Itu juga akan menjadi merugikan martabat bangsa.

Kau bijak, Tuan.

Hanya salah Ouyang Ziyu menghilang setelah jamuanku.

Bagaimana aku bisa menghindari berurusan dengannya?

Setiap hari orang ini tidak ditemukan,

adalah hari ketika kita tidak akan merasa damai.

Aku khawatir yang di dalam istana yang tidak punya niat baik,

akan memanfaatkan masalah ini untuk memprovokasiku.

Lalu itu akan menjadi kerugian besar untukku.

Tuan, jangan khawatir! Aku akan kirim orang lagi.

Bahkan jika kita harus mencari setiap sudut dan cepat di kota,

kita pasti akan menemukannya untukmu.

Bagaimanapun, Tuan, sekarang sesuatu telah terjadi pada Baginda,

Seri Baginda akan memberikanmu kewenangan penuh untuk mengatur

Kontes Brokat.

Itu apa yang setiap orang harapkan.

Pergi urus urusanmu sendiri!

Ya.

Ayah, sejak pengumuman kandidat, kita telah punya arus pelanggan yang terus menerus di toko kita.

Bisnis kita sebaik Keluarga Su.

Walau aku tidak tahu hasil akhirnya,

aku masih merasa sedikit khawatir.

Manusia berencana; Tuhan menentukan.

Bersikap sebagaimana biasanya saja.

Kita menang atau tidak, Klan Xie tetap Klan Xie.

Apa yang kau katakan benar, Ayah.

Oh ya! Apa kau punya berita mengenai orang yang telah kau selamatkan?

Dia masih tidak tahu apa-apa, selain makan, dia hanya main.

Dia hanya seperti yang tabib katakan, seperti anak-anak.

Kita benar-benar tidak bisa mendapat jawaban.

Terus kirim orang untuk mengumpulkan berita dan jangan biarkan dia berkeliaran.

Fokus pada pemilihan apa yang harus dilakukan saat ini.

Ayah, mengapa kita tidak biarkan dia pergi ke toko untuk pekerjaan ringan,

jadi dia tidak hanya main sepanjang hari?

Boleh!

Biar kuberitahu!

Bukankah dia orang yang bodoh yang Nona Muda bawa kembali?

Hei...Bodoh!

Aku memanggilmu.

Sini, sini!

Apa...kau melihat jangkrikku?

Jangkrik apa?

Untuk apa kau tanya dia? Dia orang bodoh, apa yang dia tahu?

Cepat lihat1

- Apa kau mau lihat apa itu jangkrik? - Cepat biar kulihat!

Tuan Muda!

Bagaimana? Apa kau sudah menemukannya?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left