The first 200 lines.
sudah agak lama kusadari betapa lemahnya diriku
yowai jibun nante tokku ni jikaku shiten da yo
ku tak ingin terlalu akrab dengan seseorang seperti itu
sonna mon ni nareaitakunai ne
walau kuputuskan benang kegalauan dunia yang tak ada baiknya ini
tatoeba zokuseken dame da to nageku doukasen
itu takkan nyalakan api di bawahku
jibun ni hi ga tsukanu you ni
kita berpegangan tangan selama ribuan tahun
iku sennen mo te wo toriatte teitaraku wo
urusan menyedihkan ini terkuak dan kita mendarat di tempat berbeda
sarashiatte zureta chakuchi ten
walau ku harusnya bisa tertawa dan melihatnya
waratte mieta tsumori na no ni
jarak jauhnya tampak begitu jauhnya
toonoku kyori ha So Far
walau bukan karena ku kesepian
sabishii wake ja nai no ni
walau ku terus mengejarnya
oikakeru no ni
bawalah cintaku, terus coba ambil cintaku dan buatku menggila
boku no ai wo kurae Love wo kuratte miro Drive Me Crazy
kau pasti tahu cita-cita seseorang
dareka no risou wo hoshitten darou nee
ku tak ingin lakukan hal seperti biarkan kesensitifan kedewasaanku
kansei no seijuku nante shitaku ha nain da
kau mengerti, 'kan?
wakaru deshou
inilah simpati sederhana, yang lenyap di depan mata
tanjun Sympathy kieta me no mae no
lebih menggelora dari
keshiki ha aseta
warna yang memudar
iro yori koi
ZainuddinAri
mempersembahkan
Laraskan semua gerakan masing-masing pemain, hanya dengan kontak mata sekejap.
Samakan kecepatan Kagami yang masuki Zone, untuk lakukan permainan kombinasi!
Direct Drive Zone!
Asal hentikan mereka, kemenangan ada di depan mata!
Ayo berjuang! Hingga titik darah penghabisan!
Akulah yang akan menang.
Masih terlalu cepat 100 tahun untuk kalahkan Rakuzan!
Entah Berapa Kali Pun
Quarter 75
Ini benar-benar gawat. Saat selisihnya tinggal tiga angka dan mereka merasa sanggup balikkan keadaan...
Akashi cetak angka, dan malah buat selisihnya semakin besar! Selisih tujuh angka.
Sisa empat puluh detik.
Cepatlah, Seirin! Tak ada waktu lagi!
Rakuzan
Seirin
Defense! Semuanya, konsentrasi! Kalau berhasil dihentikan, maka selesai sudah!
Ya!
Tekanannya bukan main. Di saat kami harus manfaatkan tiap detik untuk cetak angka...
Double-team!
Ini gawat.
Kalau begini terus, staminanya yang sudah sedikit itu akan segera habis!
Izuki!
Doronganmu terlalu lemah!
Kalau hanya segini, kaukira bakalan bisa mendorongku dari bawah ring?
Kiyoshi!
Sialan!
Tentu saja kaulah orang yang paling kami waspadai!
Rakuzan
Seirin
Waktunya kurang dari 30 detik.
Kumohon!
Kapten!
Itu, long pass menyamping!
Jangan lepaskan penjagaan kalian! Hayama! Mayuzumi!
Waktunya... Tinggal 27 detik lagi!
Defense!
Pertaruhkan semuanya!
Ya!
Defense! Defense!
Bisa dibilang pertahanan Seirin saat ini sangatlah kuat.
Meski begitu, Rakuzan benar-benar luar biasa.
Mereka tak terpengaruh.
Rasanya siapa pun bisa cetak angka!
Rakuzan
Seirin
Ada apa dengannya?
Di saat semangat semua pemain sedang membara, malah ada satu pemain yang tenang sendiri.
Tenanglah. Jangan terbawa semangat.
Justru di saat seperti inilah aku harus tenangkan diri.
Sekalipun mustahil Akashi melakukannya, bisa jadi keempat pemain lainnya akan ciptakan sebuah celah.
Demi kemenangan, tenanglah. Point Guard yang fisiknya kurang, harus gunakan otaknya!
Percuma.
Rakuzan
Seirin
Rakuzan tetap tenang dan kelihatannya takkan menyerang.
Mereka akan habiskan batas waktu 24 detik tanpa lakukan shoot.
Sekalipun tunggu datangnya celah...
Tidak, mereka pasti akan lakukan shoot.
Karena mereka masih punya harga diri sebagai Sang Kaisar!
Ditambah lagi, Rakuzan pasti juga sudah menyadarinya.
Kalau Kiyoshi sudah pada batasnya!
Rakuzan
Seirin
Apa?
Lari!
Ayo!
Kagami!
Sial!
Izuki!
Pass ini...
Kebetulan?
Itu, adalah pass sempurna seperti yang dilakukan Akashi!
Pasti masuk.
Tak salah lagi.
Ketemu, satu-satunya jalan keluar dari situasi ini. Yang tak berakhir dengan kekalahan!
Meski tak pernah melatihnya, tapi aku sudah melihatnya berkali-kali sampai merasa muak!
Asal ada keinginan, di situ ada jalan!
Mustahil.
Basket count, one throw!
Rakuzan
Seirin
Masuk!
Three-point!
Ditambah free-throw! Ini four-point play yang akan balikkan keadaan!
Berhasil, Kapten!
Junpei!
Mustahil.
Four-point play.
Four-point play: Mencetak three-point + satu lemparan bebas
Padahal kami pasti menang kalau dia kubiarkan lakukan three-point.
Tapi, tanpa sadar...
Semuanya, maafkan aku.
Jangan minta maaf.
Ini bukan saatnya salahkan diri sendiri.
Rebound berikutnya akan tentukan segalanya.
Serahkan padaku. Aku pasti akan mengambilnya.
Aku juga akan lompat. Kau jangan paksakan diri.
Sekarang saja kita sudah paksakan diri, 'kan?
Lakukan rebound memanglah tugasku. Karena itu...
Jangan ceroboh dan malah masukkan bolanya ya, Hyuuga.
Aku tak mau dikatai ceroboh olehmu!
Ayo kita bersenang-senang. Ini adalah permainan terakhir kita.
One shot!
Eh, gawat. Rasanya jadi mau menangis.
Ah, sial. Ini pasti gara-gara si bego itu pakai bilang terakhir segala.
Ini yang terakhir.
Sebenarnya bukan begitu maksudku saat mengatakannya.
Tapi, sepertinya kau malah menangkapnya begitu, ya?
Ini adalah terakhir kalinya aku bisa bermain bersama kalian.
Tapi, aku tak menyesal. Tidak sedikit pun.
Sisanya tinggal berusaha dengan sekuat tenaga.
Rebound!
Di sini, sekarang juga, akan aku pertaruhkan segala yang kupunya!
Berhasil!
Hentikan! Jangan biarkan mereka melempar!
Siapa? Siapa yang melempar? Apa dia akan melakukannya sendiri?
Ataukah akan dioper?
Dasar sialan!
Padahal aku sudah tahu! Padahal aku mengawasinya!
Tapi, saat pikirkan siapa yang akan melempar, dia langsung hilang dari pikiranku!
Jadi, alasannya tak lakukan shoot hingga sekarang, adalah rencana untuk saat seperti ini?
Maju!
Akashi!
Berakhir sudah, Kuroko!
Tidak, masih belum.
Aku adalah bayangan.
iki ga tomaru hodo no napasku rasanya terhenti
daigakuten shuuto kimetara saat lihat orang itu tersenyum
ano ko datte hohoemu ze dan masukkan tembakan yang balikkan kedudukan
nee kusatta mama jya karena, bila hanya berdiam diri saja
shouri no megami mo furimukan zo maka Sang Dewi Kemenangan pasti kan pergi tinggalkan kita
Rakuzan
Seirin
Waktu habis, SMA Seirin
tameshi ni toitadashitara dou dai bagaimana kalau kita mencobanya sekali saja?
menjadi juara Winter Cup!
dokomade yaresou ka tte koto wo lihat sampai sejauh apa kita bisa melangkah
akiramete kita kinou mo biar masa lalu yang diisi dengan kata menyerah
muda ni shinai yuuki wo jadi keberanian yang takkan sirna
hajike tonda mune no oku ga lepaskanlah seisi hatimu
ima sugu dasshu tobidashite dan melajulah dengan segenap tenagamu
Wake it up!
Break it out!
meisou demo di saat kau ragu sekalipun
katte bakka ga iya nanka sekalipun kau pernah berkata dengan sombong
itte bakka choushi koite nna bahwa dirimu tak suka bila terus-menerus menang
Berhasil!
katsu no wa ore darou tapi kali ini akulah yang menang
Can you do it?
shitta koccha nee zo Baby hal seperti itu tidaklah pasti
mawari nante damarasete yaru ze jadi mari kita buat semua orang bungkam
asu mo wagami da kan kukatakan pada diriku di hari esok
「I can do it」
Kami kalah.
Inikah kekalahan?
Menyakitkan. Rasa sakit di dada ini tak bisa kujelaskan.
Rasanya aku takkan bisa tetap tenang saat berbaris nanti.
Tapi, justru karena itulah...
Aku bersyukur karena sudah bermain basket.
Dan aku juga bersyukur karena sudah bertemu denganmu.
Kemenangan ini milikmu. Bukan, milik kalian.
Selamat.
Tapi, persiapkan diri kalian. Karena berikutnya, kamilah yang akan menang.
Tentu.
No comments yet. Be the first to leave one.