Curb Your Enthusiasm

Curb Your Enthusiasm

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Curb Your Enthusiasm - First Season (2000) - HBO Go Retail Completed
A Commentary by Chesapeake_Ripper
Retail HBO Go

Tags

other
Published on: 2021-05-28
Downloads: 64
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Cheryl, kemari sebentar.

Apa?

Lihat ini.

- Apa yang terjadi? - Ya. Apa yang terjadi?

Ada apa?

- Ini hanya kain. - Aku tahu, tapi...

Sungguh, lihat celana ini.

- Aku pernah lihat celana terlipat. - Aku tak pernah lihat yang begini.

Ini sekitar 10 sentimeter tingginya.

Kau tak perlu memikirkannya.

Apa ini buruk? Mungkin tidak seburuk itu.

Sebab kau mau orang mengira kau ereksi terus.

- Burukkah jika jalan seperti ini? - Ya. Buruk.

- Aku punya tenda. - Tenda besar.

Mau menonton film Dustin Hoffman malam ini?

Ini hari Senin. Apa kegiatanku Senin malam?

- Entah. Apa? Kau mandi? - Yoga.

- Tak perlu dilakukan tiap Senin. - Ya, perlu.

- Tak ada yang menemaniku pergi. - Pergilah sendiri.

- Coba kutelepon Richard Lewis. - Teleponlah dia.

Richie!

Kau sedang apa?

Aku berniat menonton film Dustin Hoffman itu.

Kau bercanda?

Ya, yang itu.

Aku mengerti. Baik, aku akan...

Tentu, aku tak peduli. Tak apa-apa.

Pukul 21.00.

Baiklah.

Baik, sampai jumpa. Mungkin. Belum yakin akan pergi atau tidak.

Jika tidak, sampai jumpa Sabtu malam.

Baiklah. Sampai jumpa.

Jadi, dia mau pergi?

Ya, dia akan pergi, tapi dia akan pergi kencan.

- Bersama kekasih barunya? - Ya.

- Kami akan makan malam hari Sabtu. - Baik.

- Kekasihnya seperti apa? - Entahlah, belum pernah bertemu.

Harusnya dia bisa mengajakku juga. Dia menonton film yang sama.

- Katamu dia akan berkencan. - Di jam yang sama.

- Dia akan berkencan. - Lalu kenapa?

Tak ada yang ajak teman menonton jika ada kencan.

Ini.

Halo?

Hai, Nancy.

Hanya sedang mengobrol dengan Larry.

Kau sedang apa?

Sungguh?

Kau pergi menonton bersama Larry saja.

Ya, dia akan menonton...

Film Dustin Hoffman.

Ya. Dia akan senang pergi bersamamu. Ini sempurna. Tunggu.

Bicaralah padanya. Dia mau pergi.

Dia mau pergi.

Halo?

Halo?

- Hai, Jeff. - Hai, apa kabar?

Aku tak percaya kau menjawab telepon mobilmu.

Aku manajermu. Aku selalu punya waktu.

Aku suka itu.

- Begitulah. Apa yang terjadi? - Tak ada. Aku akan menonton film.

Dengan siapa?

Istriku memberi tahu temannya aku mencari teman menonton.

Kini aku akan menonton bersama teman istriku yang menjengkelkan.

Lupakan semua kejadian malam ini. Mau main golf akhir pekan ini?

Entahlah, aku harus tanya Hitler (Cheryl).

- Hitler? Apa? - Hitler?

- Siapa yang dibicarakannya? - Aku tidak tahu.

Siapa yang ada di mobilmu?

Hanya orang tuaku. Mereka sedang berkunjung.

Apa? Tolong matikan speaker teleponnya!

Tunggu. Kini speaker-nya sudah dimatikan.

Ada apa denganmu? Aku kira pembicaraan kita pribadi!

Aku tak tahu ada orang lain di mobilmu.

Tunggu sebentar.

Tenanglah, kalian yang di belakang!

- Halo. - Sudahlah. Kita bicara besok saja.

- Ya. Telepon besok. Sampai jumpa. - Baik, sampai jumpa.

Permisi.

- Apa itu masalah bagimu? - Apa?

- Ya, tepat sekali. - Bisa sopan sedikit...

- Dan lewat saja? - Sopan? Kau membesarkan masalah.

- Aku cuma mau lewat. - Kenapa pilih lewat sini?

- Bisa pindahkan saja kakimu? - Apa yang kaulakukan?

Kau melihat dadaku? Kau melihat dadaku.

- Tidak. Aku mau ke kursiku. - Kau melihat dadaku.

- Dia melihat dadaku. - Ya. Kau dan dada istimewamu.

- Tolong biarkan saja aku lewat. - Tolong lewat saja.

Tanpa menginjak kakiku.

Ya, kau memakai gaun itu agar orang lihat sepatumu, 'kan?

Berengsek.

- Kau percaya itu? Kau dengar? - Tak bisa dipercaya.

- Aku dengar. - Bodoh.

- Aku benci dia. - Dasar orang gila.

- Astaga. - Aku benci dia, Bung.

Dia bahkan tidak mau menggerakkan lututnya...

- Untuk membiarkan orang masuk? - Dia duduk di pinggir.

Dia duduk di sana dan berharap tak ada orang yang lewat?

Aku sangat menyesal. Kau tak apa-apa? Baik-baik saja?

- Itu membuatmu marah, ya? - Tidak.

Tak apa-apa, sudah berakhir.

- Sial, itu dia. - LD! Kau datang!

Ini salah satu sahabatku, Larry David.

Senang bertemu denganmu.

- Ini Sophia. Dan ini... - Apa kabar?

- Aku Nancy. - Nancy?

- Aku penggemar beratmu. - Teman Cheryl.

- Kau sangat lucu. Jujur. - Ya, begitulah.

- Jujur. - Hanya saat liburan keagamaan.

- Kalian suka filmnya? - Ya, lumayan.

- Hebat. Filmnya hebat. - Itu luar biasa.

Bagaimana kalau kita minum cappuccino dan makan piza?

- Aku yang traktir. - Ide bagus.

Sudah terlalu malam untuk minum cappuccino.

- Jangan memaksa jika dia tak mau. - Akan terjaga hingga pukul 05.00...

Jika aku minum kopi sekarang.

Pernah dengar kopi bebas kafein?

Kurang manjur. Itu akan membuatku terjaga hingga pukul 02.00.

- Dia lelah. - Kurasa kau tak seperti biasanya.

Apa kau marah padaku? Begitukah?

Ini sudah malam. Aku akan pulang.

Bagaimana dengan makan malamnya? Kita masih akan makan bersama?

- Ya. - Kita makan bersama Sabtu malam.

- Hari Sabtu? - Kau akan bertemu istrinya.

Ya. Kita akan pergi dan melakukan sesuatu.

Mari jadikan itu makan malam santai, jika tak keberatan.

- Sebab aku belum... - Apa maksudnya "santai"?

Sekitar 2 hingga 20 jam. Entahlah.

- Aku tak tahu artinya. - Baiklah.

Aku menyayangimu. Senang bertemu. Semoga kita bertemu lagi.

- Baik, sampai jumpa hari Sabtu. - Baiklah.

- Kau yakin tak ada masalah? - Ya.

Baiklah.

Hai.

- Bagaimana filmnya? - Lumayan.

Aku tidak yakin bagaimana mengatakan ini...

Tapi aku rasa temanmu, Nancy...

Mengira dia membuatku terangsang dalam bioskop.

Kenapa dia berpikir begitu?

Karena lipatan celanaku saat dia melihat ke bawah.

- Tidak. - Ya.

- Tidak. - Ya.

- Dia kira ada sampah di sana. - Baiklah.

- Dia melihat ke selangkanganmu? - Dia melihatnya.

- Dia melihatnya? - Dia melihat ke bawah.

Apa reaksinya?

- Jadi canggung? - Matanya melotot sedikit.

Kau yakin dia melihatmu dan berpikir kau terangsang?

Yakin 90 persen. Tak yakin 100 persen, 90 persen.

Itu sangat aneh.

- Aku tahu itu sangat aneh. - Ya, sangat menyeramkan.

- Aku sudah memberitahumu! - Aku tahu! Itu hanya kain.

- Itu sudah jelas. Itu hanya... - Ini tidak jelas! Lihat!

Lihat!

- Dia tak bilang apa-apa? - Tidak.

- Kau juga tak bilang apa pun? - Tak sempat, filmnya sudah mulai.

- Dan kau tak terangsang? - Apa?

Kau sungguh tak terangsang?

- Tidak, lihat ini! - Aku hanya memastikan.

Aku sudah bilang padamu. Kau tak percaya. Kau mendengus.

Sebab orang bodoh mana pun bisa tahu itu hanya kain.

Dia temanmu.

Mungkin aku akan meneleponnya.

Tidak, jangan mengatakan apa pun. Itu gila.

Omong-omong, aku punya berita lain. Jika itu belum cukup bagimu.

Kita tak jadi makan malam bersama Richard dan kekasihnya hari Sabtu.

- Dibatalkan. - Kenapa?

Aku bertengkar dengan kekasihnya...

Sebelum film mulai.

- Tapi itu... - Larry, kenapa?

- Kenapa ribut dengan pacar Richard? - Itu bukan kesalahanku.

Aku mau ke kursiku dan dia tak membiarkanku lewat.

Lalu kami bertengkar. Richard tak ada di sana.

Nanti kuceritakan. Aku harus ke kamar mandi.

Jeff menelepon dan tinggalkan pesan di mesin penjawab.

Dan katanya, dia minta maaf.

- Apa maksudnya? - Aku tak tahu.

Dia meninggalkan pesan minta maaf dan kau tak tahu apa maksudnya?

- Menyesali kejadian sebelumnya? - Ya. Kau pasti tahu.

Kau pasti tahu maksud pesan itu.

- Apa yang terjadi? - Itu aneh. Aku tak tahu.

- Kau tak tahu apa yang terjadi? - Aku tak tahu.

Dia hanya meninggalkan pesan yang mengatakan...

Aku sedang memikirkannya. Entah apa yang dibicarakannya.

Aku akan bicara padanya besok.

- Malam yang aneh, ya? - Ya, sangat aneh.

Halo? Ya.

Kau tahu masih berapa lama lagi?

Baiklah.

Jadi...

Jangan tinggalkan pesan minta maaf begitu saja...

Sebab istriku tanya kau minta maaf soal apa dan aku tak bisa menjawab.

Aku minta maaf.

Aku tak akan bilang aku menyebutnya Hitler...

Dan orang tuamu mendengarnya di dalam mobil.

- Benar. - Halo?

Begini saja, aku akan telepon lagi.

Masalahnya, dia akan menanyakan lagi.

Kita akan pikirkan sesuatu.

- Kau sedang menulis apa? - Surat maaf pada Kathy Griffin.

Kenapa? Apa yang kaulakukan?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left