The first 200 lines.
Sejak kekaisaran Gaozong mendirikan Dinasti Tang,
Dan selama itu era Zhenguan berkembang pesat,
kekaisaran sangat kuat dan dipuja secara luas.
Rakyat hidup damai di negara makmur yang diperintah oleh dua penguasa.
Tapi, ada yang menganggap Permaisuri Wu tidak pantas ikut dalam pemerintahan.
Kritik tidak berhenti berdatangan.
Demi menuntaskan perselisihan dan membangun negara,
Permaisuri memerintahkan perbaikan sungai untuk menghubungkan dua kota.
Aula Hanyuan
Pengerjaan kanal sudah rampung.
Upacara pembukaan kanal akan segera tiba.
Namun, tepat pada saat ini,
sebuah kasus misterius mendadak terjadi.
Tuan, kelihatannya akan hujan...
Upacara segera tiba, tidak boleh lengah.
Baik.
Tuan, baik-baik saja?
Apa yang terjadi?
Tidak tahu, Tuan.
Periksa badan kapal!
Baik!
Selamatkan orang!
Baik.
Tuan.
Berdiri.
Monster sungainya menghilang.
Cepat cari.
Dragon Hidden in a Mysterious Hole
Badan Pengadilan
Tuan Di, Tuan Huo.
Tuan Di, Tuan Huo.
Ada masalah di dermaga.
Badan Pengadilan sedang bertugas.
Yang tidak berkepentingan, cepat pergi.
Tuan.
Kapal perwira yang patroli, belum kembali.
Satu jam lalu, ia masuk ke dermaga.
Perahu mengalami rusak parah.
Ada bekas kebakaran juga.
Ada yang bertahan hidup?
Tidak ada satu orang pun.
Tuan Leng Jiyue dari angkatan laut juga baru tiba.
Mari.
Di, Tuan Leng ini tidak sederhana.
Tuan, semua mayat ada di sini.
Tim patroliku ada 30 orang lebih.
Kau bilang semuanya di sini?
Di Renjie dari Badan Pengadilan.
Huo Bin.
Hormat pada Tuan Leng.
Mati terbakar?
Manusia bisa terbakar hingga begini?
Bekas kerusakan pedang sangat jelas.
Menandakan ada pertarungan dekat saat kejadian.
Luka mematikan mungkin karena pedang.
Tuan.
Masih ada mayat di sini.
Wang Yuan
Plakat Angkatan Laut
Wang Yuan
Sulit memeriksa badannya setelah mayat terbakar.
Bawa mayatnya ke Badan Pengadilan
agar diperiksa forensik.
Tunggu.
Tuan Di, mari.
Akan menjadi tugas kita jika dibawa kembali sekarang.
Ini adalah masa genting.
Bagaimana jika nanti saja?
Menyelidiki kasus pidana
merupakan tugas Badan Pengadilan.
Bersikap ragu-ragu, bukankah berarti lalai?
Tapi, ini...
Ada apa?
Tidak bisa mengambil keputusan?
Jika Badan Pengadilan tidak bisa menangani,
Angkatan Laut bisa mengurusnya.
Melakukan tugas sesuai jabatan, tidak akan melepas tanggung jawab.
Jiang Yin, Chen Jin.
Hadir.
Bawa mayatnya ke Badan Pengadilan.
Baik.
Di.
Di.
Di.
Tuan Shen sudah menetapkan perompak sebagai pelakunya.
Kau jangan menambah masalah lagi.
Kasus ini sudah mengagetkan Permaisuri.
Tuan Shen sedang melapor ke istana.
Perompak? Masih ada banyak kecurigaan.
Mengapa dikatakan perompak?
Tunggu.
Di.
Tuan Shen.
Tuan Shen.
Selama tiga tahun pembangunan kanal,
perompak jarang muncul.
Upacara akan tiba,
Angkatan Laut senantiasa mengawasi.
Bagaimana mungkin tindakan perompak?
Perompak memang sangat kejam.
Jalur Air Daxing merusak pemasukan mereka.
Kau bisa menjamin mereka tidak akan bertindak?
Tuan.
Lukanya bukan disebabkan oleh pedang.
Kerusakan kapal tidak seperti perbuatan manusia.
Pelakunya sengaja mengelabui.
Di Renjie.
Jangan mengira bisa bertindak lancang
karena ada surat dari Kementerian.
Badan Pengadilan masih harus mendengar perintahku.
Huo Bin.
Hadir.
Aku menyuruhmu menyelidiki jejak perompak.
Mengapa masih belum bergerak?
Baik.
Keputusan dari Badan Pengadilan memang sangat cepat.
Tuan Leng? Sungguh rajin berkunjung kemari.
Ini menyangkut nyawa puluhan orang Angkatan Lautku.
Bukankah sudah seharusnya memahami perkembangan kasus?
Tidak ada maksud lain.
Jika Tuan Shen tidak keberatan,
aku ingin membantu penyelidikan.
Bagaimanapun, korbannya adalah anggotaku.
Dengan senang hati.
Bersedia saling berbagi jika ada petunjuk.
Permaisuri sudah memanggil, maaf aku harus pamit.
Di Renjie.
Layani Tuan Leng dengan baik.
Baik.
Autopsi mayatnya dulu.
Kau tahu tidak?
Banyak anggota kapal Angkatan Laut yang mati
saat patroli malam.
Benar, semuanya menjadi mayat hangus.
Ini...
Entah upacara pembukaan kanal
bisa diselenggarakan atau tidak.
Benar, waktunya tidak baik.
Dewa Sungai?
Roh hantu?
Kau percaya?
Warga percaya pada takhayul.
Tidak tahu faktanya dan berimajinasi.
Permaisuri tidak perlu memedulikan.
Upacara pembukaan kanal
adalah kegiatan untuk menenangkan hati rakyat.
Muncul masalah di saat begini,
bahkan menghebohkan seluruh kota.
Ini jelas menentangku.
Jika kasus ini tidak terselesaikan,
bagaimana aku bisa tenang?
Permaisuri, jangan marah.
Upacara Kanal akan berlangsung tiga hari lagi.
Jika kasus masih belum selesai nantinya,
kepalamu akan dipenggal.
Ruang Forensik
Racun.
Seperti dugaan Tuan.
Luka pedang sulit disadari setelah dibakar.
Namun, pemeriksaan menemukan,
kedalaman luka pedang tidak mematikan.
Jadi, alasan kematian sebenarnya
seharusnya adalah ini.
Racun pada ujung pedang, racunnya kuat,
membuat organ menghitam dalam waktu singkat.
Bisa dipastikan, korban sudah mati
sebelum terbakar.
Kelihatannya, api yang membakar ini bertujuan untuk menghilangkan jejak.
Racun apa ini?
Belum pernah ditemui sebelumnya.
Saya kurang handal.
Tidak bisa memastikan racun apa ini.
Saya akan pergi ke klinik untuk mencari tahu.
Bagaimana dengan bagian tubuh yang putus?
Menjawab Tuan.
Bagian yang putus tidak disebabkan pedang.
Jika dilihat dari bentuk lukanya,
itu seperti ulah hewan liar.
Tuan Di.
Tuan Di, Tuan Shen sudah kembali.
Sedang...
Tuan Leng, jika ada kabar baru,
saya akan memberi tahu Anda.
Silakan.
Ruang Forensik
Kau sudah mempermalukan kehormatan Badan Pengadilan.
Tuan Shen, aku buru-buru menyelidiki kasus tadi.
Mohon maaf jika ada yang menyinggung.
Ada apa? Sudah mengerti?
Aku menebak, Tuan menyelidiki perompak
karena tidak ingin menarik perhatian.
Pantas saja Menteri Yan sangat mengutamakanmu.
Ternyata memang pintar.
Berani melakukan kriminalitas menjelang upacara.
Aku juga beranggapan ini bukan dilakukan orang biasa.
Maksud Tuan adalah?
Di Renjie, kau harus ingat.
Hal utama dalam menangani kasus,
siapa pun punya kecurigaan.
Internal pemerintahan mengatakan Leng Jiyue bisa seperti hari ini,
No comments yet. Be the first to leave one.