Tulsa King

Tulsa King

Download Indonesian Subtitle

Season 3

Release info

Tulsa King S03 WEB h264-ETHEL+AMZN-FLUX-NTb-Kitsune / BiOMA
A Commentary by tedi
Retail AMZN (10 eps)

Tags

webdl
Published on: 2025-11-25
Downloads: 397
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sudah lama aku tak diserang orang.

Secara tak sengaja.

Apa pun istilahmu, tetap saja bisa membuat mati.

Apa katanya?

Dia akan membunuhku.

Sebelumnya di...

Hari bagus untuk penyergapan, ya?

Saat ini berakhir, kita selesai.

Jika kesepakatan ini berhasil,

kita selesai.

- Di meja. Perlahan. - Angkat dia.

Aku tak mengira akan dikhianati.

Aku ingin tahu segala yang kau ketahui.

Setiap klien, setiap sel, semuanya.

Ayahku mengatakan sesuatu tentang hotel

dan melukai banyak orang.

Apa kau memasang bom di Hotel Grand?

- Ya. - Kau dengar itu?

Sekarang, pergilah ke sana!

Jalan! Ada bom! Jalan!

Jalan, bom!

FBI! Jalan!

- Kau tak apa-apa? - Ya. Aku tak apa-apa.

Hei.

Mereka mengirimku untuk memeriksa alarm kebakaran.

Siapa mereka?

Manajemen Properti Sterling.

Tampaknya, kalian membuat alarm senyap di kantor berbunyi.

- Carlos? - Entahlah, Bung.

Mereka menyuruhku kemari dan melakukan diagnosis.

Tak ada yang memberitahuku.

Santai saja, Kawan.

Aku bisa kembali nanti.

Namun, kau tahu, dendanya terus menumpuk.

Tunggu.

MEMATIKAN

Sefalopoda licik ini

telah mempelajari beberapa metode serangan .

Terlepas dari proses evolusi mereka yang berbeda dari manusia,

gurita adalah salah satu hewan terpintar di Bumi.

Tunggu.

Ayo, Bung. Tunggu, akan kuambilkan uangnya.

Bagi mata yang tidak terlatih,

belitan tentakel

yang mencengkeram mangsanya mungkin tampak kacau,

tapi sebenarnya itu pukulan yang sangat diperhitungkan.

Untuk makanan lezat yang lain, udang,

gurita cenderung menerapkan pendekatan yang lebih diam-diam.

Sial.

Apa yang diinginkan bedebah ini?

Kau tak seharusnya ke sini, Nak.

Aku diutus.

Tugas sudah selesai. Aku meninggalkan pesan.

Dia ingin bicara langsung.

Sial.

Kudengar situasi di Newark baik-baik saja.

Kurasa mereka tak akan menimbulkan masalah lagi.

Bagus.

Aku mengambil ini karenamu, Ray.

Yah, senang rasanya merasa istimewa.

Itu... Apa itu bayaranku?

Tidak, itu... Itu dua kali lipat dari bayaranmu.

Ray, tunggu dulu.

Aku sudah tak mau lagi, Bung.

Sudah tak mau lagi, kau dengar?

Satu lagi, lalu selesai.

Kau tahu Tulsa?

Ya, kenapa?

Kau kenal Dwight Manfredi?

- Kau tahu aku kenal. - Ya.

Itu sebabnya harus dirimu.

Aku ingin dia mati.

Untuk apa, Ray?

Manfredi adalah orang yang tidak peduli

siapa pun, kecuali dirinya sendiri.

Dia tidak punya kesetiaan.

Dan di duniaku,

itu adalah ciuman kematian .

Tatap aku saat aku bicara denganmu.

Tidak bisa, Ray.

Apa?

Tidak mungkin.

Kau bersikap seolah-olah punya pilihan,

padahal kita berdua tahu kau tidak punya pilihan.

Di mana Deacon?

Kau bilang prioritas rendah. Kau sendiri yang bilang.

- Ya. Di mana dia? - Tak penting.

Jangan tanya lagi, karena dia tak akan kembali.

Dia pergi selamanya.

Namun, sebelum dia pergi,

aku tahu semua yang pernah dia lakukan,

apa yang akan dia lakukan, rekannya, semuanya.

Namun, sebelum aku memberimu semua informasi, aku ingin sesuatu.

Apa? Uang?

Aku ingin lisensi miras federal.

Federal... Kau serius?

Aku sangat serius.

Kau akan jadi pahlawan.

Ayo.

Aku harus pergi.

Siapa temanmu?

John Musso, wiraniaga miras.

Membuat kesepakatan. Bagus.

Hei!

Hei!

- Apa yang terjadi? - Aku tidak tahu, Bung.

- Ini retur. - Retur?

Bagaimana mungkin?

Premium Distro memutus kontrak.

- Hei. Apa kabar? - Hei.

Bir, apa saja, dan air biasa, tanpa soda.

Baik. Baiklah.

Apa kabar?

Bagaimana kabar kalian? Kuharap, baik-baik.

Spencer, ambilkan vodka bourbon dan sebotol bir?

Aku mau memberimu ini, Bos.

Lihatlah. Kau sudah mulai bekerja?

Aku harus punya kesibukan sendiri.

Spencer punya koneksi kampus, jadi, kami bergabung

dan berpesta.

Banyak orang datang, ternyata menghasilkan banyak.

Ya? Yang kau kerjakan dengan Spencer, tak berbahaya?

Tidak, Bos, hanya mahasiswa. Mereka larut dalam musik.

Itu bukan apa-apa.

Tulsa sangat payah,

jadi, kami hidupkan sedikit.

- Aku bangga. Setelanmu juga bagus. - Ya.

Ya, kau menyukainya? Aku menjahitnya sendiri.

- Tidak. - Kau mau, aku beri.

Ada pemenang!

Hei.

Aku yakin kau masih berutang kepadaku dari ronde terakhir gin rummy.

Astaga, kau ini hantu?

Senang bertemu denganmu.

Sepertinya, Jenderal sudah menguasai Tulsa.

Astaga, tak ada yang menduganya.

Kau mau mencicipi yang enak?

Karena aku ingat, kali terakhir kita minum, itu di penjara,

dan kita minum minuman yang mengancam nyawa itu.

Ini dia. Coba ini. Ini enak sekali.

Katakan pendapatmu, yang jujur.

Lezat.

"Lezat"? Itu kata terbaikmu?

Lezat.

Apa yang kau inginkan, testimoni tertulis?

- Ini produkmu? - Ya.

Ya, ini produkku. Ya, benar.

Aku membeli penyulingan.

Ibarat emas dikemas di botol, disimpan rapi.

Kau dulu datang ke sini dengan tangan kosong.

Bagus, Kawan.

Kau mau membuatku bertanya?

Bertanya apa?

Kenapa kau di Tulsa?

Aku ingin kembali ke NOLA.

New Orleans?

New Orleans.

Tempat orang tak bilang "Halo", tapi bilang "Hei, Sayang."

Aku harus bilang, peta jalanmu sangat kacau.

- Bagaimana bisa? - Begini.

Tidak ada rute langsung dari New York

yang menuju New Orleans melalui Tulsa.

Ya, aku sedikit memutar.

Mungkin bisa disebut sopan santun profesional.

Sopan santun?

Quiet Ray menyuruh orang membunuhku?

Benar.

Apa dia mempekerjakan yang terbaik?

Benar.

- Kukira kita teman. - Benar.

- Kau tetap akan melakukannya? - Tidak.

Kau tahu jika aku terima perintah itu,

tak akan ada percakapan.

Sepatu kulit buayamu akan digantungi label jenazah.

Jika kutaruh pistolku di meja, kau mau melakukan hal yang sama?

Sekarang aku bisa bernapas lega.

Kau tahu...

menolak perintah orang macam Ray, bisa ada konsekuensinya.

Ya, aku tahu itu.

Para profesional muda berbaris, berusaha membangun reputasi.

Mau datang ke rumahku untuk makan malam?

Aku mau.

Namun, firasatku mengatakan

ini saatnya aku mulai memikirkan keselamatanku sendiri.

Temanku, terima kasih atas kesempatannya.

- Lezat, bukan? - Lezat.

Itu tadi Russell Lee Washington?

Benar. Yang terbaik yang pernah ada.

Dia baru saja membantuku.

Dia memberi tahu kita, ada orang yang mau membunuhku.

- Quiet Ray? - Ya, Quiet Ray.

Jauh-jauh kemari memberi peringatan.

- Dia mempermainkanmu? - Tidak.

Dia pria terhormat.

Dia memberi kita kesempatan.

Kenapa beri kesempatan?

Karena aku menyelamatkan nyawanya di penjara, sekitar 20 tahun lalu.

Aku tingkatkan keamanan. Rekrut pengintai dan penjaga.

Aku akan menghubungi jaringan lokal. Aku akan menelepon bar, hotel.

Jika ada turis berkeliaran, kita harus segera tahu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left