A Series of Unfortunate Events

A Series of Unfortunate Events

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

A Series Of Unfortunate Events S02E01 - The Austere Academy Part One WebRip
A Commentary by atonim
Memento mori.

Tags

webrip
web
BRip
TS
Published on: 2018-04-01
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

A Series Of Unfortunate Events S02E01 The Austere Academy Part 1

Berpalinglah, berpalinglah.

Berpalinglah, berpalinglah.

Acara ini akan merusak siangmu, seluruh hidupmu dan harimu.

Setiap episode hanya mengecewakanmu.

Jadi berpalinglah. Berpalinglah, berpalinglah.

Di sekolah, yatim piatu Baudelaires dipaksa tinggal di gubuk tua.

Kenyamanan, kesenangan dan keselamatan termasuk yang tidak ada.

Mereka sering berlari, yang membuat mereka bugar.

Tapi kau yang harus ambil peluang ini untuk kabur.

Berpaling saja, berpalinglah.

Hanya ada horor dan kesusahan di sepanjang jalan.

Tanya orang waras "Haruskah kutonton?" Dan mereka akan katakan...

Berpalinglah, berpalinglah, berpalinglah.

Berpalinglah, berpalinglah.

Berpalinglah, berpalinglah.

Berpalinglah, berpalinglah.

Untuk Beatrice. Kau akan selalu dalam hatiku, dalam pikiranku,

dan dalam kuburmu.

Mungkin kau tidak seharusnya di sini.

Ini jalur rahasia dalam wilayah terlarang...

sekitar sepertiga jalan melalui cerita mengerikan dan mengesalkan.

Namaku Lemony Snicket.

Jika kau mengikuti ceritanya seperti beberapa orang lainnya,

maka kau tahu tidak boleh ada yang di sini.

Karena semua tentang situasi yatim piatu Baudelaires...

bisa dibilang sangat buruk.

Semua tentang situasi yatim piatu Baudelaires...

bisa dibilang sangat baik, Mr. Tamerlane.

Jika kau tertarik dengan cerita berakhir bahagia,

kau datang ke tempat yang tepat.

Bukan hanya akhir bahagia, juga ada awal bahagia,

dan semua hal bahagia di tengahnya.

Sangat menyenangkan dan mendidik dan cocok untuk keluarga,

frasa di sini yang berarti, "menyenangkan dan mendidik."

Ceritanya tentang 3 anak beruntung, yang berani dan dewasa...

dan terus mengalami keceriaan.

Judulnya A Pony Party, dan aku tak bisa berhenti membacanya, Mr. Tamerlane.

Poe, apa kau masih di sana?

- Fokus. Bagaimana Baudelaires? - Ah, ya, Baudelaires.

- Letakkan bukunya. - Akan kuletakkan ini.

Tentunya, seperti yang kau ingat, mulai dari saat kuberitahu Baudelaires

bahwa orangtua mereka tewas dalam kebakaran mengerikan,

mereka mengalami petualangan menarik di berbagai tempat eksotis.

Dari rumah penuh ular di tengah antah barantah,

hingga danau penuh lintah di tengah musim badai,

dan untuk alasan rumit, hingga pabrik kayu.

Tidak jelas kenapa tidak ada wali yang cocok.

Mereka bertiga terobsesi dengan ide...

bahwa seorang aktor bernama Count Olaf terobsesi pada mereka,

tapi mereka tidak pernah bisa menjelaskan seperti apa rupanya.

Aku tidak terhentikan!

Aku menempatkan mereka di sekolah asrama,

di mana mereka akan mendapat pendidikan terbaik,

dengan uang sekolah termurah.

Mereka yatim piatu kaya kedua yang kudaftarkan di sana.

Aku yakin mereka tidak berkaitan.

Dengan Baudelaires aman di Sekolah Lanjutan Prufrock,

Kujamin masalah bank ini akhirnya selesai.

- Sekolah Lanjutan Prufrock? - Ya, itu nama yang kuucapkan.

- Jacquelyn? Itu sekretarisku. - Poe?

Dia pasti mengambil cuti mendadak lagi...

yang dia bilang sudah kuizinkan.

Bodoh sekali.

Ya, sulit untuk mencari asisten yang andal, Mr. Tamerlane.

Aku merasa kita sudah duduk di sini berbulan-bulan.

Kita sudah menunggu begitu lama.

Sunny mulai lebih terlihat seperti balita dibandingkan bayi.

Percepatan pertumbuhan?

Kita sudah disiksa oleh pengkhianatan dan kejahatan.

- Kerja rodi dan lintah. - Dan kini, sekolah baru.

Yah, sekolah baru ini belum menyiksa kita.

Halo, Pengendus Kue!

- Halo, um... - "Um..."

Apa kau tolol? Semua orang tahu aku Carmelita Spats.

Aku Violet Baudelaire, dan ini saudaraku Klaus dan Sunny.

Apa artinya Pengendus Kue?

Artinya kau pengendus kue bodoh,

tapi aku gadis paling istimewa di seluruh sekolah ini.

Aku harus memberikan tur.

Ini kantor Wakepsek Nero. Dia jenius. Dia paling menyukaiku.

Aku tidak perlu pakai seragam karena aku terlalu imut. Ayo.

Sekolah harusnya menjadi tempat aman.

Musim baru untuk menjelajahi semua misteri di sekitarmu.

Ayo, Pengendus Kue.

Kurasa itu bukan pujian.

Sekolah harusnya menjadi tempat mencari teman baru.

Aku merasa kita sudah duduk di sini berbulan-bulan.

Menjadi tempat nyaman dan petualangan yang seperti rumah,

khususnya jika rumah aslimu musnah dalam kebakaran.

Tapi seperti yang kita tahu, sekolah tidak seperti itu.

- Orang-orang melihat kita. - Mungkin karena kita baru.

Itu karena rumahmu musnah oleh kebakaran.

Seperti ruang kelas ini,

hidup yatim piatu Baudelaire mungkin tampak kurang lebih tidak berbahaya.

Tapi jika kau memaksa untuk menonton,

kau harus tahu motto Sekolah Lanjutan Prufrock.

Seperti motto lainnya, itu bisa ditemukan di berbagai media,

dari spanduk di aula sekolah,

hingga papan skor di lapangan atletik.

Ini lapangan atletik kami. Guru olahraga sedang melatih pertandingan tandang,

jadi aku bisa menyuruh orang melompat kapan pun aku mau.

"Memento mori."

Saat kau tahu apa artinya,

kau akan paham alasan cerita ini tidak bisa berakhir bahagia,

seperti tidak ada cerita yang punya akhir bahagia.

Apa arti memento mori?

Ingatlah, kau akan mati.

Larry, terima kasih sudah datang secepatnya.

Itu pakaian selam yang tampan.

Aku menikmati selam skuba di akhir musim. Apa misinya?

Antarkan ini kepada Baudelaires.

Ini berisi jawaban untuk semua pertanyaan mereka.

Mereka akhirnya akan tahu segala tentang organisasi kita.

Tapi hanya jika kau memberikannya. Mereka ada di lokasi ini.

Kau tahu Sekolah Prufrock?

Aku pernah sekolah di sana.

Perjalanan ini lebih dari misi penting untuk organisasi rahasia.

- Ini reuni. - Semoga berhasil.

Sekolah Lanjutan Prufrock...

Wah, wah, wah.

Ingatlah, kau akan mati.

Saat mati, kau tidak akan memikirkan keluargamu.

Kau tidak akan memikirkan teman atau karirmu,

atau pemandangan saat mentari terbenam di balik pegunungan.

Kalian akan memikirkan hari saat kita mengalahkan tim olahraga lain!

Prufrock! Prufrock! Prufrock!

- Prufrock! Prufrock! - Ada orang di jalan.

Hai. Truk kateringku rusak,

dan aku harus ke Sekolah Lanjutan Prufrock secepatnya.

Kulihat kau membawa buku bacaan.

- Aku selalu membawa buku. - Kutu buku.

Sampai di mana kita? Benar, pemusnahan penuh...

Bannya pasti bocor.

Bisa kuperbaiki. Aku adalah Pelatih Terbaik, Berlin, tahun 39.

Aku akan kembali.

Apakah itu kait?

Pastinya begitu.

Akan kuambil itu kembali.

Apa yang akan terjadi pada tim olahraga yang kau usir dari bis?

- Gurunya menangis. - Supirnya juga.

Sikap cengeng begitu tidak akan dibiarkan...

semasa aku masih di Prufrock.

Oh, kau sekolah di Prufrock? Aku kagum.

Harus. IQ-ku terukur di atas dua digit.

Perjalanan ini lebih dari peluang mendapatkan ketiga anak itu...

dan kekayaan mereka.

Ini reuni.

Aku tidak tahu gedung apa itu. Aku tidak pernah ke sana.

Tertulis "perpustakaan."

Hanya pengendus kue yang bisa menyadari hal seperti itu.

Itu tertulis jelas.

Oh! Halo. Kalian pasti murid baru yang sering kudengar.

Baudelaires, benar?

Jangan bicara pada wanita perpustakaan, baunya aneh.

Carmelita, selalu senang bertemu.

Perpustakaan adalah pulau dalam lautan kebodohan.

Khususnya jika perpustakaan itu tinggi dan...

daerah sekitarnya banjir.

Ayo pergi!

Jadi...

Datanglah berkunjung.

Ini kantor Wakepsek Nero,

di mana kalian harusnya bertemu dia 10 menit lalu. Kalian telat.

Ahem.

- Ahem? - Ahem.

- Terima kasih? - Itu tidak cukup.

Sudah sepatutnya memberikan persenan kepada pemandu tur.

Persenan?

Ya, persenan! Apa kau tuli dan buta, Pengendus Kue?

Siapa yang berani mengganggu sang jenius saat dia berlatih?

Ini Baudelaires. Mereka telat.

Beraninya kalian telat!

Terima kasih, Carmelita, sudah memberitahuku. Itu bros yang bagus.

Pemilik aslinya sangat menyukainya.

Sungguh gadis manis. Semanis permen bunga.

Orangtuanya masih hidup.

Masuklah. Waktuku tidak banyak.

Apa kabarmu?

Saat mendengar pertunjukkan hebat,

sudah sepatutnya bertepuk tangan dan bersorak dan berteriak "Bravo!"

- Hore! - Mmm, bravo.

Terima kasih. Terima kasih banyak

Dan selamat datang, murid baru.

Bla, bla, bla, bla.

Namaku Wakepsek Nero, dan kecemasan tertinggi keduaku,

adalah kau harus mematuhi aturan ketat di Prufrock.

Apa kecemasan tertinggimu?

Karirku sebagai pemain biola.

Aku tahu semua tentang kalian.

Kalian sudah dari wali ke wali, dan kemalangan selalu mengikuti.

Kemalangan berarti "masalah," ngomong-ngomong.

Dalam kasus kami, kemalangan berarti Count Olaf.

Dia penyebab semua masalah kami.

Di sini di Sekolah Lanjutan Prufrock,

kau tidak bisa salahkan kelemahanmu sebagai ulah Count Olaf ini.

Ini sistem komputer canggih. Biayanya sangat mahal.

Tapi aku meminta klub AV memprogramnya untuk mengenali ciri khas Count Olaf.

Satu alis mata, tato di pergelangan kaki.

Ini bukan Count Olaf.

More Indonesian subtitles for A Series of Unfortunate Events

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left