The first 200 lines.
Perompak!
Serang!
Saat dia masih kecil, Dae Ju adalah sahabatnya.
Dan orang yang paling dia sayangi adalah ibunya.
Ibu.
- Kamu bersenang-senang tadi? - Ibu.
Ibu marah.
Nona Choi. Nona Lee.
Bagaimana progres rencana pesta ulang tahun Min Ik?
Kami sedang merencanakannya, Nyonya.
Kamu menginginkan kado apa untuk ulang tahunmu?
Perahu.
Dia kira pesta ulang tahunnya akan meriah.
"Selamat ulang tahun ke-7, Do Min Ik!"
Sampai akhirnya dia melihat perahu sungguhan.
Ini. Kamu boleh memilikinya.
Aku sudah bosan memilikinya.
Sungguh?
Lalu harus kita apakan perahu itu?
Kita gunakan saja sebagai tempat rahasia kita.
Saat ingin membagikan rahasia,
kita bertemu Di Sana, Perahu Di Sana.
Baiklah.
"Episode 2, Bagaimana jika Kita Tidak Mengenali Orang Tua Kita?"
Sial!
Sekretaris Jeong.
Tolong...
Selamatkan aku.
Apa? Kenapa...
Kenapa aku harus...
Min Ik!
Nona Jeong.
Tunggu!
Baiklah, ayo!
Min Ik.
Min Ik!
Apa... Kamu kenapa?
Ada apa?
Sudah kembali?
Ya, aku kembali karena merasa sangat jengkel.
Sudah kembali, bukan?
Bukan, aku bukan kembali untukmu.
Aku kembali untuk membersihkan namaku.
Aku kembali untuk membersihkan nama! Bukan untuk melihatmu bugil!
- Kemejaku. - Baik.
Sial.
Kamu diizinkan meninggalkan rumah sakit?
Aku harus ke suatu tempat.
Aku juga.
Selamat pagi.
Ke mana tujuan Anda?
- Studio Tanhyun. - Kantor Polisi Yeongdeungpo.
Pernah melihatku melewatkan janji temu?
Pernah melihat mantan sekretarismu datang ke kantor?
Kita harus ke kantor polisi dan membersihkan namaku dahulu.
Maka keluarlah. Aku akan menemuimu seusai kerja.
Bagaimana jika kamu tidak datang?
Maka masuklah.
Anda ikut atau tidak?
Kamu berjanji akan ke kantor polisi setelah syuting, bukan?
Aku tidak akan melarikan diri, jadi...
Direktur Do.
Siapa dia?
Astaga, itu Eul Wang Lee.
Maksudku, itu Nona Lee Eul Wang.
Itu dia?
Bagaimana ini?
Dia bahkan diundang
ke acara perpisahanku kemarin karena tahu aku dipecat.
Gal Hee, sedang apa di sini?
Begini, aku mengalami sedikit masalah.
- Kamu? Kenapa kamu di sini? - Apa?
Sebenarnya, direktur memanggil timku
karena tidak bisa menghubungimu ataupun Direktur Do.
Anda baik-baik saja, Direktur Do?
Ya, aku baik-baik saja.
Anda sudah datang rupanya.
Siapa dia?
Menurutmu siapa? Dia sutradara.
Hai. Kenapa Anda tidak menjawab panggilan teleponku?
Semua orang menunggu Anda di dalam.
Baiklah...
Aku akan menunggumu di luar.
Jangan pergi.
Mulai sekarang,
kamu akan selalu mendampingiku
apa pun yang terjadi, mengerti?
"Wajahku bagaikan apel"
"Manis sekali"
"Mataku berkilau, hidungku berkilau"
"Dan mulutku berkilau"
- Ya. - Apa-apaan ini?
Penampilan kalian bagus.
Direktur Do, harap berdiri di samping Da Young.
- Yang mana? - Apa?
Siapa Da Young?
Kenapa kamu menanyakan itu?
Da Young, tolong angkat tangan.
Baik, Bu!
Itu dia.
Kenapa kamu terus menanyaiku siapa mereka?
Kamu biasanya sangat mahir mengingat wajah orang lain.
Baiklah, ayo coba sekali lagi.
Kalian tahu harus bagaimana, bukan? Baiklah, ayo.
"Wajahku bagaikan mentimun"
Kenapa dia terus menghubungiku?
"Panjang sekali"
Maaf, aku tidak bisa bicara saat ini.
Kamu berada di kantor polisi atau memang menghilang?
Banyak sekali rumor soal kejadian yang menimpamu.
Kenapa baru mengangkat telepon?
Kini aku seakan disandera.
Baiklah, penampilan kalian bagus.
Sekarang benar-benar yang terakhir.
Ayo buat formasi.
Aku harus sadar.
Aku harus sadar.
Direktur Do?
Astaga!
Direktur Do, kamu mau ke mana?
Pintu akan dibuka.
Pintu akan ditutup.
Kamu sengaja membuatku repot, ya?
Bukankah... Bukankah aku menyuruhmu untuk terus mendampingiku?
Kenapa kamu marah kepadaku?
Astaga, kenapa kamu begitu berkeringat?
Apa-apaan ini?
Menurutmu? Aku Nona Jeong, yang dipecat kemarin.
Jeong Gal Hee yang kamu pecat dengan senyumanmu itu.
Aku Jeong Gal Hee, babu TnT Mobile yang populer!
Ya, aku tahu itu!
Sekretaris Jeong.
Kenapa hanya kamu yang tidak berubah?
Ya, kamu benar.
Aku dipecat,
tapi masih sabar dan membantumu.
Aku tidak menyangka baru saja mengusap keringat dari wajahmu.
Pintu akan dibuka.
Dokter Gu.
Aku harus menemui Dokter Gu dahulu.
Sudah kuduga kamu akan seperti ini.
Waktunya menemui detektif, bukan dokter. Kamu sudah berjanji.
Sebutkan namamu.
Do Min Ik.
Do Min Ik.
"Hubungi 112 untuk melaporkan kejahatan"
Hanya ada dua kemungkinan.
Pertama, dunia makin gila...
- Sebutkan alamatmu. - Seocho-dong, Seoul.
Kedua, aku gila.
Maaf, tapi kamu bukan dia.
Aku sedang menanyai dia. Kenapa kamu yang menjawab?
Maafkan aku. Tapi...
Dia kesulitan menghafal alamatnya sendiri.
Maaf, Pak.
Siapa yang hendak kamu temui di TKP?
Temanku.
Tapi entah kenapa dia tidak datang.
Tanpa menghubungimu?
Dia tidak perlu menghubungiku
karena kami akrab dan saling memahami.
Begitu rupanya.
Kamu bilang kamu melihat wajah si penyerang, bukan?
Ya.
Aku benar-benar melihat wajahnya.
Apa kamu bisa mengenali dia?
Bagaimana?
Baiklah.
Sampai jumpa besok, Pak.
"Bos"
Bahkan saat ini, aku mengingat wajahnya dengan jelas
seakan dia berada di sampingku.
Ini rekaman kamera CCTV-nya.
Baik, mari kita lihat.
Gelap sekali di area dermaga, jadi, tidak ada yang tampak di CCTV.
Ini rekaman kamera CCTV yang diambil dari area parkir.
Lihatlah.
Itu dia.
Orang yang memakai pakaian hitam dan topi hitam.
Aku sama sekali tidak bisa melihat wajahnya.
- Mundurkan sedikit. - Baiklah.
Berhenti.
Apa-apaan ini? Kalian datang bergerombol?
Itu...
Para sekretaris kebanyakan makan.
Jadi, kami ingin berolahraga. Lihatlah.
Stik golf, pemukul bisbol...
Itu semua untuk berolahraga.
Bagaimana dengan jokbal itu?
Itu pengganti yang pas untuk halter.
Apa... Apa yang dia katakan?
- Zum. - Baik.
"Aku akan menghabisinya."
- Katanya, "Aku akan menghabisinya." - Apa?
Menghabisi siapa?
Aku?
Maksudku pemandangannya sangat menakjubkan
dan suasana hatiku sangat bagus saat itu.
Jangan terpaku pada hal ini dan teruskan menonton videonya.
Berhenti.
No comments yet. Be the first to leave one.