Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 02 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton :):) Kunjungi www.sultankhilafsub.wordpress.com

Tags

other
Published on: 2017-11-29
Downloads: 15
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 2"

Aku pulang.

Bagaimana kabar Kakak?

Semuanya pasti

mudah bagimu.

Astaga, tempat ini masih sama seperti 10 tahun lalu.

Tidak ada yang berubah.

Baiklah.

Karena Ibu mengundangmu kemari,

kamu boleh tinggal untuk sementara.

Tapi tolong pergi secepatnya.

Aku tidak suka kamu di sini.

Aku juga tidak ingin tinggal dalam waktu lama.

Saat dia datang,

kami akan menyapa ibu Kakak, lalu pergi.

Siapa?

Dia masih ada pekerjaan,

jadi, katanya akan kemari setelah menyelesaikan pekerjaannya.

Siapa bilang kamu boleh melakukan itu?

Kakak. - Aku ingin pria itu

hancur dan mati.

Beraninya kamu membawa dia kemari!

Jaga ucapan Kakak.

Dia suamiku.

Suamimu? Bedebah seperti dia?

Dasar bodoh.

Bisa-bisanya kamu jatuh cinta kepada pria seperti dia!

Wanita jahat.

Inilah alasannya mereka bilang orang tidak pernah berubah.

Bisa-bisanya kamu bermimpi membawanya ke sekitarku!

Benar.

Orang tidak pernah berubah.

Kakak juga masih bicara seenaknya.

Apa?

Inilah alasannya kita tidak usah bertemu lagi.

Seharusnya aku tidak kemari.

Bibi?

Bibi.

Keluar.

Ibu.

Keluar dari sini!

Keluar.

Keluar dari sini. - Ibu.

Bibi!

"Kelas Memasak Jang Ok Ja"

Bibi!

Aku mau bayar. - Baik, Pak.

Silakan ditandatangani.

"Aku ingin mengajakmu berkencan"

San Deul.

Di mana kamu melihat wanita yang mirip dengan Oh Na Ra?

Di Hotel Toid.

Dia sering pergi ke ruang santai di atap hotel itu.

Aku meminta seorang pembersih mengawasinya.

Lalu dia salah mengenali orang lain?

Ya.

Go Ya, kenapa kamu mencarinya ke mana-mana?

Kamu bilang hidup di bawah langit yang sama dengannya saja

sudah membuatmu kesal.

Kamu bilang tidak ingin menemuinya sampai mati.

Ya.

Tapi untuk apa kamu mencarinya?

Bibi Yang Sook ingin mencarinya?

Tidak mungkin. Dia tidak tahu aku mencari wanita itu.

Dia tidak boleh tahu.

Kamu tahu yang terjadi.

Dia hampir mati karena wanita itu.

Ya, aku tahu.

Ibuku sering terbangun saat tengah malam

setiap teringat kepadanya.

Dia amat frustasi

sampai tidak bisa tidur tanpa minum obat tidur lebih dahulu.

Bagaimana bisa aku membicarakan Oh Na Ra di hadapannya?

Aku bahkan tidak bisa menyebutkan namanya.

Dia juga tidak boleh berpapasan dengan Oh Na Ra.

Oh Na Ra bagaikan bom waktu baginya.

Itulah sebabnya aku bertanya.

Kenapa kamu mencari bom waktu?

Kamu ingin membalas dendam ibumu?

Baiklah.

Aku yakin kamu punya alasan.

Jangan khawatir. Aku tidak akan memberi tahu siapa pun soal ini.

Aku selalu memihakmu.

Kamu memercayaiku?

Ada apa dengan tatapan hangat dan penuh kasih itu?

Kamu baru saja berpikir,

"Kuharap ada pria seperti San Deul di luar sana"?

Astaga, Sepupuku.

Aku berpikir, "Dia selalu menggoda wanita seperti ini?"

Bagaimana menurutmu? Akankah berhasil?

Tidak sama sekali.

Maafkan bibi

karena kamu harus melihat itu semua bahkan setelah 10 tahun.

Bibi tidak memikirkannya dengan matang.

Bibi tahu nenekmu meminta bibi datang,

tapi seharusnya bibi tidak ke sana.

Bibi sudah mengira Ibu akan seperti itu.

Ya.

Dia pernah melarang bibi mengunjunginya lagi

bahkan jika bibi mendengar dia meninggal.

Tapi bibi rasa bibi mengharapkan hal lain.

Aku gegabah.

Biarkan Ibu memikirkannya dahulu. - Tidak.

Ibumu tidak berniat memaafkan bibi.

Sebaiknya kami tidak bertemu.

Seperti selama ini.

Tapi bibi senang bisa melihatmu lagi.

Bolehkah

bibi terus

menemuimu sesekali?

Sejujurnya, bibi tidak masalah dengan keadaan 10 tahun terakhir,

tapi bibi tetap merindukanmu.

Kamu juga masih membenci bibi

seperti ibumu?

Ya.

Bagaimana mungkin aku tidak membenci Bibi?

Bibi meninggalkan kami.

Bibi meninggalkanku.

Tapi

aku tetap merindukan Bibi.

Jangan pergi lagi.

Jangan tinggalkan aku lagi.

Ji Suk.

Bibi tinggal di mana? Aku akan mengantar Bibi.

Bibi bisa naik taksi.

Biar kuantar.

Sedang apa kamu? Ayo. - Ya.

Dia tampak tidak asing.

Bibi tinggal di sini?

Ya, kami pindah ke tempat yang lebih besar.

Aku senang Bibi hidup sejahtera.

Bisnisnya berjalan lancar.

Tunggu. Mari bertemu di lain waktu.

Maaf, tapi aku tidak mau.

Aku hanya punya

satu paman.

Baiklah.

Sebaiknya kamu pergi. - Sampai jumpa.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.

Dia sibuk?

"Kepala Divisi Nefrologi Han Jae Woong"

Ini soju. - Minumlah perlahan.

Terima kasih.

Kunjungi kami sesering mungkin.

Sudah lama kita tidak makan malam tim.

Paman Jae Woong.

Hai, Eun Suk. Kamu sibuk?

Aku sedang menghadiri pesta perpisahan kepala sekolah.

Begitu, ya.

Sayang sekali. Kita bertemu lain kali saja.

Baiklah, sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Bibi Na Ra sudah tiba dengan selamat?

Kuharap keadaan di rumah baik-baik saja.

Eun Suk, sedang apa kamu?

Minumlah. - Baik.

Haruskah kamu seperti ini?

Aku bisa apa?

Bedebah itu datang kemari.

Kenapa dia harus berselingkuh dengan pria itu?

Pria itu punya dua anak dan calon bayi.

Diamlah. Anak-anak tidak tahu soal itu.

Jaga ucapanmu.

Tetap saja, dia sudah seperti ibu bagi Ji Suk.

Karena itulah.

Dia membesarkan Ji Suk seperti putranya sendiri.

Karena itulah aku tidak bertindak lebih jauh.

Tolong jangan membicarakannya lagi.

Aku tidak ingin melihatnya lagi.

Ini perjamuan.

Nenek tahu aku akan datang?

Sedang apa kamu di sini? Katamu kamu mau pergi.

Ada jadwal audisi mendadak.

Aku tidak punya waktu untuk pergi ke Daejeon.

Omong-omong,

Bibi Sa Ra tidak ingin bertemu dengan siapa?

Kenapa Ibu di luar? - Ibu menunggumu.

Seharusnya kamu tetap bersama ibu.

Kenapa kamu mengejarnya?

Dia sudah pulang dengan selamat.

Hentikan. Ibu tidak ingin mendengar apa pun tentangnya.

Ibu juga sudah memberi tahu nenekmu.

Ibu tidak akan mau menemuinya lagi.

Ini kali terakhir kita membicarakan dia.

Ayo masuk.

Galeri?

Ya, ibu mau gila setiap diajak nenekmu ke galeri.

Dia tidak berhenti menyiksa ibu.

Malaikat maut sedang apa?

Dia sedang berdemo? - Ibu.

Ibu juga benci mengatakannya,

tapi kamu tahu nenekmu bilang apa?

Ibu gagal menginterpretasikan sebuah lukisan dengan tepat

dan dia bilang manusia yang tidak punya selera sama dengan binatang.

Berarti ibu binatang, bukan?

Kedengarannya Ibu kesal sekali.

Bukan hanya itu.

Ada seseorang

yang menyakiti ibu lebih dari nenekmu.

Hye Eun duduk di samping neneknya

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left