The first 200 lines.
"Episode 71"
Aku harus tahu
alasannya.
Maaf aku meminta
pertolongan semacam ini.
Kenapa Anda
tiba-tiba
memintaku mencari orang bernama Kang Seung Yeon?
Seperti yang kubilang tadi,
Seung Yeon adalah putri kandung Bu Jeon.
In Suk meninggalkannya sebelum dia menikah.
Kami kehilangan kontak dengannya.
Aku sungguh harus menemukannya.
Kenapa?
Kenapa Anda harus menemukannya setelah selama ini?
Itu...
Agak rumit.
Tolong jangan tanya detailnya.
Rahasiakan ini dari Tae Ju dan Pimpinan.
Tolong temukan dia.
Aku harus tahu alasannya agar bisa membantu Anda.
Apa alasan
Anda mencari
Kang Seung Yeon tiba-tiba?
Itu...
Sejujurnya,
kakakku melaporkan masalah ini
ke Pimpinan sampai sekarang.
Itu...
Jangan mengada-ada
dan katakan yang sesungguhnya.
Baik.
Sejujurnya,
ada alasan tertentu.
Ini terjadi sudah lama.
Pimpinan Han Jong Soo
memberi syarat sebelum Kak In Suk menikah.
Dia menyuruhnya mencampakkan Seung Yeon untuk masuk keluarganya.
Serta dia tidak boleh menemui
putrinya lagi.
Ada banyak orang tua dingin dan tidak punya hati,
tapi Kakak bukan salah satunya.
Dia bilang
dia tidak mungkin meninggalkan Seung Yeon.
Tapi seperti yang kamu tahu, keluarga kami...
Kondisi keluarga kami sekarang tidak baik,
tapi dahulu bahkan lebih parah.
Dia harus menikahi orang kaya dahulu.
Kenapa dia jatuh cinta dengan rekan kerjanya?
Intinya, setelah suaminya tewas,
dia tidak bisa mengurus dirinya.
Utangnya makin banyak
dan rentenir mendesaknya.
Lalu
dia bertemu dengan adik Pimpinan Han Jong Soo, Han Sung Soo,
di suatu acara.
Lalu?
Wakil Pimpinan Han Sung Soo amat baik.
Dia amat mencintai Kakak.
Tapi Pimpinan Han Jong Soo punya kuasa virtual
untuk mengendalikan keluarga.
Sebagai ganti melunasi utang kami,
dia menyuruh Kakak memutus hubungan dengan Seung Yeon sebelum menikah.
Jadi,
dia terpaksa meninggalkan Seung Yeon dengan kakakku dan istrinya
lalu menikah.
Tapi suatu hari...
Apa Seung Yeon terluka?
- Kak... - Seung Yeon...
Di mana dia?
Kak.
Apa yang terjadi dengannya?
Bagaimana dia terluka? Dia di rumah sakit mana?
Di mana Kak In Soo dan istrinya?
Di mana Seung Yeon, Bu?
Di mana Seung Yeon?
Jadi?
Kamu sudah mengirim uangnya?
Sudah kirim atau belum?
Kenapa tiba-tiba membahas uang?
Aku sudah memberi uangnya.
Aku memberi uang untuk biaya anakku.
Kak, itu...
Itu...
Kamu menghabiskan semuanya?
Kamu sungguh menghabiskan seluruh uang itu?
Kakak memberi uang itu untuk membesarkan anak kakak.
Kamu menghabiskannya untuk apa?
Hei!
Kamu tidak memberi kami banyak.
Setelah membayar semua utang
dengan uang itu,
tidak tersisa banyak. Jangan sok baik.
Ibu...
Pikirkan bagaimana kita bisa berutang sebanyak itu.
Karena kamu kuliah,
saudara-saudaramu tidak bisa kuliah juga.
Siapa yang mengirim putri mereka berkuliah?
Ibu!
Beraninya kamu meneriaki ibu!
Ibu.
Seung Yeon.
Seung Yeon, kamu baik-baik saja?
Kamu terluka? Biar ibu lihat.
Biar ibu lihat. Di mana?
Apa? Aku tidak terluka.
Karena kamu di sini, beri uang untuk makan Seung Yeon.
Ada anak di rumah menghabiskan banyak uang.
Dia masih kecil, tapi makannya banyak sekali.
Serta In Soo kena masalah lagi,
jadi, istrinya pergi ke polisi untuk menuntaskan masalah.
Jadi, jika kamu punya uang untuk damai, berikanlah.
Aku tidak punya uang.
Lantas, bawa anak itu ke mertuamu.
Dia bahkan bukan keturunan kita. Tidak ada alasan membesarkannya.
Tahukah kamu
perlu berapa banyak uang untuk membesarkannya?
Ibu!
Diam! Berhentilah menangis.
Nenek akan memasukkanmu ke panti asuhan.
Astaga, berandal ini.
Kamu menuruni ibumu.
Kamu amat merepotkan dan penuh dendam.
Jadi, Kak In Suk pergi
ke Pimpinan.
Pimpinan, kumohon.
Tolong bantu aku sekali saja.
Tolong bantu Seung Yeon-ku.
Aku harus membesarkannya.
Tolong biarkan aku membawanya.
Apa maksudmu? Kamu sudah gila?
Jika Anda membiarkanku membawanya,
aku akan melakukan apa pun.
Aku akan menuruti apa pun perintah Anda.
Jadi, Pimpinan, kumohon.
Kesepakatan kita sudah selesai.
Kuberikan semua uang yang kamu butuhkan.
Lalu apa?
Kamu mau
malah membawa putrimu kemari?
Kamu mau merusak pohon keluarga, ya?
Tidak.
Itu tidak benar. Aku tidak akan melakukan itu.
Tapi jika Anda membiarkanku membawanya,
aku akan membesarkannya sebaik yang kubisa.
Cukup!
Kamu sudah membuat keputusan.
Kamu memutuskan
meninggalkan putrimu dengan adikmu yang tidak berguna.
Kamu sudah berjanji tidak menemui putrimu lagi
sebagai syarat masuk keluarga ini.
Tapi Pimpinan...
Dasar orang bodoh arogan.
Dengarkan baik-baik.
Putrimu
sudah mati.
Hapus dia dari hidupmu.
Jika hal seperti ini terjadi lagi,
keluargamu akan hidup di jalan.
Lantas, mereka akan hidup dengan miskin dan sengsara
sepanjang sisa hidupnya.
Saudara-saudaramu akan keluar masuk penjara.
Hiduplah sebagai putri yang taat.
Buat orang-orang bilang,
untuk melindungi keluarga, orang harus hidup seperti In Suk.
Gertakkan gigimu
dan hiduplah dengan tabah.
Dengan begitu kamu dan keluargamu
bisa begitu.
"Pemakaian listrik ceroboh bisa menyebabkan kebakaran"
"40 juta laporan sukarela memperkuat keamanan nasional"
Astaga.
Ibu tidak paham.
Kamu baru saja menikah,
jadi, kenapa tidur dengan ibumu, bukan suamimu?
Ibu sudah kembali dari toilet?
Ya.
Tapi ibu mungkin harus ke toilet lagi nanti.
Orang tua sering ke toilet.
Bisa-bisa tidurmu terganggu nanti.
Tidak apa-apa. Jika bersama Ibu,
aku bisa tidur nyenyak apa pun yang terjadi.
Apa ada yang tidak beres?
Tidak, kenapa?
Jika tidak terjadi apa-apa,
kenapa kamu mau tidur dengan ibu?
Tae Ju bisa membenci ibu nanti.
Aku tidak bisa tidur dengan ibu pada malam sebelum pernikahanku
Pada Kak Mi Sun boleh.
Itu karena kamu membuat masalah. Apa ibu sengaja melakukannya?
Kamu yakin tidak ada apa-apa?
Astaga, tidak.
Kamu baru menikah,
jadi, jika ke rumah ibu terus,
kamu bisa dibicarakan para tetua.
Ibu tidak mau aku kemari mulai sekarang?
Bukan itu maksud ibu.
Mari tidur saja.
- Ibu. - Apa?
Ada yang mau kutanyakan.
No comments yet. Be the first to leave one.