The first 200 lines.
Apa...
...yang anda lakukan di sini?
Apakah...
...anda tahu...
...kalau putriku dan putramu bertemu lagi?
Apa katamu?
Aku akan mengurus putriku, jadi kamu urus putramu.
Mengurus...
...apanya?
Anak-anak itu...
...bagaimanapun caranya...
...harus dipisahkan.
Apa?
Kenapa berisik sekali?
Nenek.
Kenapa?
Apa?
Sekali lagi aku bilang.
Aku pun tidak suka melihat putriku dan putramu bersama.
Berjanjilah...
...untuk tidak membiarkan putramu mendekati Yeon-Doo.
Astaga.
Ibu dan putrinya sama saja.
Bisa membuat orang tercengang.
Apa kamu bilang?
Siapa yang tidak dimaafkan karena bohong, tapi tidak tahu malu begini?
Aku pun tak akan membiarkan putrimu...
...muncul di sekitar putraku.
Silakan pergi.
Aku bahkan...
...tak sudi melihatmu dan putrimu.
Jadi silakan pergi.
Episode 38
Ibu.
Sedang apa kamu di sini?
Bagaimana aku bisa membiarkan ibu pergi begitu.
Ini rumahnya Gong Tae-Kyung.
Kenapa Ibu ke sini?
Menurutmu kenapa?
Tentu saja, kedua keluarga harus bekerja sama untuk memisahkan mereka.
Ibu.
Aku baru sekali melihat Yeon-Doo begitu.
Sepertinya dia tidak akan mudah menyerah.
Sudahlah, kita pulang saja dulu.
Ibu.
Ya ampun.
Apakah...
...anda tahu...
...kalau putriku dan putramu bertemu lagi?
Apa katamu?
Aku akan mengurus putriku, jadi kamu urus putramu.
Anak-anak itu...
...bagaimanapun caranya...
...harus dipisahkan.
Astaga.
Padahal sudah ditentang begitu,
mereka bertemu lagi?
Astaga.
Jangan-jangan.
Tae-Kyung...
...tidak mungkin begitu.
Ibu.
Ibu baik-baik saja?
Aku tidak apa-apa.
Jangan masuk.
Bedebah itu...
...bagaimana dia tahu tempat ini?
Hei, Gong Tae-Kyung.
Kamu takut?
Kamu tak bisa keluar karena takut?
Bedebah itu benar-benar!
Jangan.
Tunggu saja, Gong Tae-Kyung.
Apakah kamu tidak tahu...
...sopan santun untuk tenang di rumah yang ada bayi?
Oh Yeon-Doo.
Sekarang kamu di dalam?
Aku akan turun.
Jadi, tunggu saja di kafe depan.
Baik, jadi cepatlah turun.
Karena aku tidak tahu sopan santun.
- Astaga. - Yeon-Doo.
Lebih baik aku saja yang pergi.
Astaga. Tidak.
Ini adalah sesuatu yang harus dihadapi sekali.
Aku akan pergi dan mendengarkannya,
aku akan kembali setelah berbicara.
Baiklah.
Aku akan menjaga Ha-Neul,
jadi pergilah dan jangan khawatir.
Ya.
Terima kasih, Tae-Kyung.
Jika...
...kamu merasa goyah.
Pikirkanlah bagaimana kita,
bisa sampai di sini.
Kamu tinggal bersama bedebah itu?
Dengan anakku juga?
Apakah kamu...
...masih bersikeras bahwa itu adalah anaknya Tae-Kyung?
Tidak.
Ayah dari anak yang ku lahirkan...
- ...adalah kamu. - Astaga.
Begitulah seharusnya.
Putra atau putri?
Ya ampun.
Putri.
Padahal aku berharapnya putra.
Coba kirimkan fotonya.
Dia terlihat seperti ini.
Sangat mirip denganmu.
Terlepas aku atau Ha-Neul mau atau tidak,
fakta bahwa kamu adalah ayahnya Ha-Neul tidak berubah.
Jadi namanya adalah Ha-Neul.
Cantik.
Tae-Kyung yang menamainya.
Apa?
Kenapa dia yang memberikan nama untuk anakku?
Itu kampungan, cepat ganti.
Tidak mau.
Aku juga menyukainya, jadi aku putuskan begitu.
Aku tidak bisa menyerah pada anak itu.
Aku juga tidak akan menyerah padamu.
Aku tawarkan sekali lagi.
Ayo pergi ke Amerika bersamaku.
Membesarkan anak di sana jauh lebih baik.
Kalau kamu tidak mendengarkanku,
aku akan menuntut,
dan melakukan segala cara untuk mengambil anak itu.
Astaga.
Biar kuperjelas.
Aku tidak ada niat,
untuk membesarkan anakku denganmu.
Apa?
Jika kamu ingin bertemu dengannya...
...aku akan membiarkanmu bertemu dengannya secara berkala.
Aku ingin kamu sebagai ayah dari anakku,
menjadi orang yang baik.
Aku harap kamu tidak menjalani hidup yang memalukan,
hingga kamu tidak ingin memperlihatkannya pada anakmu.
Meskipun aku tidak punya uang sebanyak Gong Tae-Kyung,
tapi uangku banyak.
Mobil juga banyak.
Ini bukan masalah uang.
Aku...
...tidak bisa berpisah dengan Tae-Kyung.
Aku ingin...
...membesarkan...
...Ha-Neul dengannya.
Aku ingin...
...kamu memahami perasaanku ini.
Jika kamu bertemu dengan orang yang seperti itu juga...
...aku akan merestuimu juga.
Aku tidak butuh restu omong kosongmu itu.
Karena aku pasti akan ke Amerika bersamamu.
Astaga.
Datang saja sesukamu.
Aku akan terus membujukmu.
Aku akan terus bilang,
dan terus mendengarkanmu.
Aku sudah dengar semua yang mau aku dengar.
Kamu lakukanlah sesukamu.
Aku juga akan melakukannya sesukaku.
Jangan menyesal dengan apa pun yang aku lakukan.
Ha-Neul.
Ibumu akan baik-baik saja kan?
Ibumu pasti melakukannya dengan baik,
karena kita mendukungnya.
Siapa itu?
Ibu.
KAMAR BAYI
Kamar bayi?
Tidak, Bu. Itu...
Ibu.
Aku jadi tahu setelah melihatmu...
...mengenakan gendongan bayi dan kamar ini.
Kamu...
...sejak kapan kamu mulai menipu Ibu?
Kamar ini...
...dibuat ketika Yeon-Doo pergi.
Aku belum lama ini bertemu dengannya lagi.
Kami...
...berencana untuk segera menemuimu, Ibu.
Kamu jangan lagi...
...memanggilku ibu.
Mulai hari ini kamu bukanlah putraku.
Ibu.
Rasa sakit yang dialami ayahmu saat membesarkan anak orang lain,
kamu juga rasakanlah itu.
Dengan benar.
Ibu.
Astaga.
KAMAR BAYI
Kamu jangan lagi...
...memanggilku ibu.
Mulai hari ini kamu bukanlah putraku.
Ayo.
KAMAR BAYI
Kamu pulang lebih cepat daripada perkiraanku.
Apa kamu begitu merindukanku?
No comments yet. Be the first to leave one.