Run On

Run On (런 온)

Download Indonesian Subtitle

Release info

런온-Run-On-E05-NEXT-NF
런온-Run-On-E05-WEB-DL-NF
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-12-30
Downloads: 32
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SEMUA LOKASI, TOKOH, ORGANISASI, DAN INSIDEN

DALAM DRAMA INI SEPENUHNYA FIKTIF

Seon-gyeom.

EPISODE 5

- Mau olahraga? - Ke sini untuk parkir mobil.

Sekalian olahraga juga.

Ibu berikan keanggotaan untuk berolahraga, tapi kau pakai untuk tiket parkir.

Ibu senang bisa berpapasan denganmu.

Aku tahu Ibu berikan keanggotan karena itu.

Supaya bisa sering berpapasan.

Ibu ketahuan.

- Ibu kenapa ke sini? - Ibu mau spa. Kau mau ikut?

Kulit wajahmu terlihat kering di berita.

Tidak.

Semuanya baik-baik saja, 'kan?

Tentu tidak.

Ibu harus ke gereja dan mengaku dosa bersama ayahmu.

Aku yang salah, tapi kenapa Ibu yang mengaku dosa?

Karena kau tak akan melakukannya.

Ibu pergi dulu.

- Hati-hati. - Dah.

Silakan naik dulu. Aku mau bicara dengannya.

Ya.

Kami berusaha menghalangi agar berita negatif tak menyebar,

tapi media sosial tak bisa dihentikan.

Kau harus berhati-hati. Jangan sampai ada fotomu yang diunggah.

- Buang sampah sembarangan pun tak boleh. - Aku mengerti.

Pak.

Bisakah kau beri tahu semua

mengenai penerjemahku kepadaku terlebih dulu?

Kenapa kau masih memperhatikan penerjemah itu?

Aku banyak berutang budi kepadanya. Itu sopan santun.

Aku tak mengerti…

kenapa hanya kau yang hidup menjaga sopan santun.

Sepertinya penerjemah itu berpura-pura di depanmu.

Jangan tertipu.

Kau bicara seolah dia orang jahat.

Ayahmu memberinya uang agar dia mengawasimu di Pulau Jeju.

Dia menerimanya tanpa mengatakan apa pun.

Apa terlihat jahat jika begini?

Ayahku memberinya uang?

Kau yang seperti orang jahat.

Ayahku memberimu uang?

Ingat kataku?

Aku mungkin melakukan kesalahan?

Rupanya hal begini termasuk kesalahan bagimu.

Kepribadianmu mulia sekali.

Kupikir maksudmu kesalahan lain.

Ya.

Dia memberiku uang, dan aku menerimanya.

Kau boleh kecewa padaku.

Jangan berusaha untuk tak kecewa.

Aku ketahuan.

Aku juga malu dengan kelakuan ayahku.

Kenapa kau…

menerima uangnya?

Kau bisa diperalat oleh mereka.

Aku sudah diperalat.

Mereka memberiku uang karena tahu itu kelemahanku.

Kau kaya, jadi, tak akan mengerti. Aku diperlakukan seperti ini sejak kecil.

OH MI-JOO

Orang yang memberiku uang,

berpikir aku harus menerima uang untuk sepakat.

Jika tak diterima, artinya aku mengabaikan mereka.

Bagaimana perasaanmu setelah tahu aku terima uang?

Bukankah kau benci hal begitu?

Ya.

Kau benci dan kecewa padaku. Sekarang kau bisa menyingkirkanku.

Benar.

Karena semua yang kau lakukan padaku palsu.

Namun, aku tak mau.

Meski semua perkataan dan penghiburanmu adalah palsu,

itu tetap berarti bagiku.

Kenapa bersikap begitu baik?

Karena aku mau.

- Kenapa? - Tak ada alasan.

Seon-gyeom.

Jangan begitu.

Mungkin kau hanya malu, tapi aku sengsara. Makanya jangan begitu.

Aku sudah biasa menerima uang seperti itu.

Itu bukan sisi terburukku. Aku memang seperti itu.

Namun, kali ini

aku terus merasa terganggu karenamu.

Aku merasa tak berharga di hadapanmu.

Kau membuatku merasa seperti orang baik

setelah itu membuatku merasa tak berharga.

Namun, aku…

Aku sangat membenci itu.

Cepat berikan pistolku.

Lupakan saja pernah ada sesuatu di antara kita.

Akan kukembalikan jika kau bilang tak mau.

- Kau sedang bercanda? - Aku tak bercanda.

Baiklah. Lakukan sesukamu.

Aku terlalu lelah untuk membantah.

Berikan padaku.

Kenapa tak ada soju sama sekali?

Siapa yang minum?

Benar. Aku yang minum semuanya.

Aku tak mampir untuk beli.

Aku sungguh gila jika minum miras pada saat seperti ini.

Obat tidur, di mana kau?

Aku harus tidur. Kau ada di mana?

Ketemu.

KI

Serius, kau meneleponku?

Apa hariku harus dimulai bersamamu?

Kau bosan? Kau sangat bosan karena tak ada aku.

Apa badanmu nyeri karena tak latihan?

Kemarin aku minum miras.

Siapa kau? Kau bukan Seon-gyeom, 'kan?

Sebelumnya pun aku merasa lebih baik setelah minum miras.

Orang-orang menghilangkan stres dengan minum miras, 'kan?

Jadi, aku juga minum miras dan bangun siang.

Aku berusaha untuk tetap berbaring di kasur,

tapi aku malah lari lagi.

Makanya kau meneleponku? Karena bingung?

Aku tak bisa cerita pada siapa pun karena tak punya teman.

Apa maksudmu? Kau pikir aku pacarmu?

Sudah, ya. Aku harus latihan.

Dia sangat menyebalkan.

- Sudah lama tak bertemu. - Ya.

- Kabarmu baik? - Ya.

Halo, Pak.

- Halo. - Halo.

- Halo, Anggota Majelis Ki. - Halo, Pak.

Kudengar putramu masuk perguruan tinggi?

Semua berkatmu.

- Terima kasih. - Halo.

- Mari masuk. - Ya.

Halo.

Ayo masuk.

GEREJA WONIL

Halo, Pak Ki dan Bu Yook.

Aku sudah dengar berita.

Kau pasti banyak pikiran.

Ya. Itu semua karena aku banyak kekurangan.

Kau harus berdoa di saat seperti ini.

- Mari kita berdoa bersama. - Baik.

Tuhan Yesus, tolong ampuni segala dosa yang telah kami perbuat

selama satu pekan belakangan ini.

Tuhan Yesus Juru Selamat kami,

keluarga Pak Ki dan Bu Yook sedang diuji.

- Amin. - Kami percaya ini adalah ujian

yang Tuhan berikan

untuk mencapai hal yang lebih baik dan lebih besar.

Amin.

Jalan kembali dipenuhi banyak rintangan.

Tuhan, tolong bimbing anak-anak mereka

sehingga bisa kembali ke jalan-Mu.

Tuhan, tolong berikan kedamaian

- dan berkat-Mu pada keluarga ini. - Amin.

Kami berdoa

dalam nama Tuhan Yesus.

Amin.

- Kenapa? - Belikan aku itu!

- Aku mau itu! Belikan itu! - Apa?

Di rumah masih ada.

Maafkan aku.

Boleh aku berikan?

Aku beli terlalu banyak.

Padahal tak perlu.

Ju-ah, kau harus bilang terima kasih.

Terima kasih.

Rupanya ada di sini.

Apa harus dibuang?

Mahal sekali.

Haruskah aku jual?

Kenapa kau di sini hari ini? Bertransaksi lagi?

Pembunuh Transaksi.

Padahal bisa katakan yang lain.

Seharusnya kau yang menjadi aktor, bukan aku.

Jaga perkataanmu.

Aku selalu jujur di hadapan Tuhan.

Tuhan pasti lebih benci jika itu kenyataan.

Anggota Majelis Ki.

Astaga. Tak kusangka kita bisa bertemu di sini.

Sudah lama tak berjumpa.

Kau pasti banyak pikiran karena putramu.

Ya. Aku percaya semua ini adalah rencana Tuhan.

Sayang, kenalkan ini No Geun-seong.

Anggota majelis muda yang berbakat.

Halo, aku Yook Ji-woo, istrinya.

Astaga. Kau tak perlu memperkenalkan diri.

Kudengar putrimu sudah kembali ke Korea. Itu pasti menyenangkan.

Ya. Terima kasih sudah memperhatikan keluarga kami.

Keluarga kalian menarik perhatian.

Aku berharap bisa bermain golf bersama Ki Eun-bi suatu saat nanti.

Sudah lama tak bertemu, mari kita makan bersama.

- Baik. - Ayo pergi.

Pasti bagus, ya?

Tidak juga.

- Astaga, Ye-chan! - Halo.

Kau sudah kelas 12 SMA, tapi tetap kurus.

Kau makin cantik seperti ibumu.

Ya.

Ibumu sering mendoakanmu.

Kau harus masuk universitas bagus seperti kakakmu.

Baik.

- Silakan makan. - Terima kasih.

Bisakah masuk universitas bagus jika banyak berdoa?

More Indonesian subtitles for Run On

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left