The first 200 lines.
Terdapat ruangan dansa luar ruangan di perkebunan Versailles.
Yang berikut ini, kebanyakan merupakan kenyataan.
Yang Mulia.
Ayah, kami sudah membuatkanmu sarapan.
Hanya saja Francoise terlalu kecil untuk membawa nampannya,
Jadi kami meminta Philippe untuk membantu.
Ya, Paman. Aku yang paling kuat.
Aku bisa membawanya.
Ratuku. Selama pagi, Yang Mulia.
Ketahuilah jika kita akan mengadakan acara...
...di Kerajaan Versailles...
...untuk bulan Mei depan.
Tepuk tangan.
Kalian tahu betapa pentingnya mendapatkan respon yang tepat?
Ya.
Ini untuk tujuan yang baik,
Contoh terbaik dari kemanusiaan...
...akan mewujudkan kejayaan sebenarnya dari Prancis...
...di istana yang abadi dan kemegahan yang luar biasa.
Ingatlah.
Cara bicara kalian harus mereka sukai,
Cara bertindak kalian harus mereka takuti.
Aku ada perintah lebih lanjut...
...jika orang terbaik dari Prancis bisa mewujudkan pandangan...
...yang tak tertandingi dalam sejarah dunia...
...dalam perkebunan yang sangat indah...
...dan kecantikan yang tak tertandingi.
Surga...
...akan berada disini.
Cahayanya sudah mulai meredup, tuan.
Obor!
Nyonya?
Itu?
Minggu besok jam 11.
Jangan lupa dengan jaraknya.
Jika kau memikirkan tepiannya, kau akan merobek di pinggangnya.
Ini menusukku disini.
Terima kasih.
Tuan Le Notre,
Senang berkenalan dengan anda.
Aku sudah lama mengagumi karyamu.
Le Notre?
Sedikit lebih pintar, jika kau bertanya padaku.
Dan mengandalkan nama ayahnya.
Strategi yang aku kerjakan terlalu meniru.
Mereka tak bisa menolak sanjungan.
Ini semua adalah kesombongan dari para petinggi itu.
Tentu saja, ketika kau masuk, kau harus memiliki bakat.
Bicara soal kesombongan,
Ada seseorang yang datang, tuan-tuan.
Siapa dia?/ Itu Nyonya de Barra.
Aku terpesona olehnya.
Rencana Tuan Mauve.
Berapa banyak kandidatnya, Claude?
Tiga lagi, tuan, setelah yang satu ini, tapi yang terakhir sudah tiba.
Kebodohan atau tidak hormat, itu adalah pilihan jelas bagiku.
Seandainya permintaan raja tidak begitu banyak,
Aku sendiri yang akan membuat kebunnya./Tentu saja, tuan.
Dan sementara itu...
Tuan Mauve.
Nyonya de Barra.
Tuan Duras.
Itu jubah baru?/Ide istriku.
Pasti akan terkena lumpur sebelum hari selasa,
Tapi ini sebelum dia mengira kita akan mendapatkan pekerjaan ini,
Jadi jubah ini akan terlihat sangat mempesona untuk sekarang.
Terdengar masuk akal.
Tuan-tuan, jika boleh aku tahu...
Jean Risse dan Daniel Le Vielle,
Nyonya Sabine de Barra.
Kalian semua disini untuk wawancara?/ Benar, kau?/Sama.
Sudah lama berada di Paris, nyonya?/Dua tahun.
Dan kau sudah bekerja bersama seseorang sebelumnya?
Aku mengenal semua kontraktor yang ada di sini.
Semuanya pria.
Tidak semuanya pria, tuan.
Aku sendiri juga bekerja.
Kita semua diwawancarai bersamaan?/ Kami tiba kemari lebih awal...
...untuk melihat kandidat lainnya.
Aku sudah terlebih dulu./ Bagaimana keadaannya?
Menghabiskan lebih dari satu jam bersama dengannya.
Pemeriksaan yang sangat detail dengan tugasnya, jadi, kita lihat saja.
Kau pasti membuatnya terkesan./ Aku pernah bekerja dengan ayahnya.
Aku tidak putus asa.
Dia juga tidak terlihat putus asa.
Nyonya de Barra.
Baiklah, tuan-tuan./ Yang terbaik untukmu.
Claude Moulin, nyonya.
Sekretaris Tuan Le Notre.
Apa kau pernah bertemu tuan sebelumnya?/Belum pernah.
Nyonya./Tuan.
Senang bisa bertemu dengan anda.
Aku sudah lama mengagumi hasil kerjamu.
Aku sangat senang bisa hadir...
Ini perencanaanmu, nyonya?
Ya. Beberapa berada dari itu bisa dilihat didalam negeri.
Yang lainnya masih dalam proses, masih belum selesai.
Bagaimanapun, seperti yang dibutuhkan, ada dua set tanaman sesuai perintahmu.
Yang kelima dan keenam, aku yakin.
Mungkin dibagian bawahnya.../ Aku sudah memeriksanya.
Jadi...
Boleh aku bertanya padamu, nyonya?
Silahkan, tuan./ Apa kau bisa menerima perintah?
Perintah?/ Perintah mengenai pemandangan?
Ya, aku mengaguminya.
Lihatlah semua perencanaan ini, tampaknya menjadi tanpa jejak.
Aku tidak setuju.
Menurutku disana polanya sudah cukup...
...di nomor enam untuk menyarankan sepenuhnya...
Apa kau yakin dengan perintah melebihi pemandangan?
Perintah tampak sebagai permintaan yang kita lihat di Roma atau saat Renaissance.
Maksud perkataanku adalah, sudah pasti,
Tidak ada sesuatu yang seunik Prancis...
...yang belum dirayakan oleh kita?
Hingga membutuhkan aturan perintah untuk memperolehnya.
Semua kerjaku...
...berlandaskan prinsip yang kau pilih untuk menolak.
Aku ingin tahu apakah kau menganggap dirimu...
...dalam posisi dimana seseorang yang kau percayai...
...menjadi tak bisa diandalkan.
Tuan, aku...
Tak ada yang bisa kulakukan selain mengagumi seluruh karyamu.
Kau adalah orang pertama yang menggunakan suatu teknik.
Aku ingin meminta maaf jika ada penghinaan yang tidak disengaja...
...yang terjadi kepadamu./ Mungkin, nyonya,
Saat kau berada di mata publik dan bisa menghina...
...semua yang dimiliki oleh keluargaku,
Kau akan memikirkan kembali tentang percakapan ini.
Selamat siang.
Tiga menit, bagaimana menurutmu?
Bagaimana wawancaranya? Lancar?
Tidak begitu bagus.
Kau sudah memilih kandidatnya, tuan?
Raja ingin kau memperbaiki kesempurnaan...
...dan meraih yang mustahil.
Aku dikelilingi oleh orang biadab.
Tak diragukan pasti kematian jika aku mengecewakannya.
Lebih tepatnya penjara.
Buat tanganmu kotor untuk tahu apa yang tumbuh.
Itu yang selalu dilakukan ayahmu.
Kau pernah berkata, "Tak seorangpun, seberapa pun besarnya,
"Tahu apa yang dia inginkan, hingga kau memberikan itu padanya."
Benar.
Seorang pria ingin bertemu denganmu.
Tuan Le Notre.
Disini?/Jangan khawatir, aku akan tetap disini.
Ayo.
Ini.
Pergilah.
Nyonya akan segera menemuimu.
Ayahku yang mengajariku berkebun.
Beliau mendorongku untuk melihat keindahan dan kembali menciptakannya,
Bukan sebagai latihan, lebih sebagai tindakan keyakinan.
Beliau bilang padaku jika Tuhan pertama kali menurunkan kita di kebun,
Dan saat kita kehilangan taman firdaus,
Kita ditakdirkan untuk mencari dan menemukannya lagi,
Tapi hanya beberapa dari kita memiliki bakat untuk mengetahuinya.
Hanya beberapa dari kita yang memiliki bakat tersebut.
Aku memperhatikanmu hari ini sebelum kau wawancara.
Kau memindahkan salah satu potku.
Benar.
Aku penasaran.
Aku tak ingin membuang waktumu lebih banyak.
Aku sudah memperhatikan perencanaanmu.
Kau tidak peduli dengannya. Aku tidak tertarik.
Bahkan sejujurnya, aku sudah terbiasa.
Aku tidak berkata tidak peduli dengan rencanamu.
Aku berkata aku menganggap tak ada urutan disana.
Ini benar-benar kekacauan,
Ini taman firdausmu?
Aku masih mengusahakannya.
Aku bicara hari ini tentang tekanan berada di mata publik.
Aku akan memaafkan pengulanganmu, tapi, nyonya, dalam duniaku,
Bahkan pemberontakan berdasarkan perintah kerjaan,
Dan kekacauan harus sesuai dengan anggaran.
Selamat malam.
Nanti, tuan.
Tuan-tuan.
Selamat datang di Versailles.
Kuharap kau tidak kesulitan untuk sampai kemari.
Peta yang kau kirimkan sangat akurat.
Aku akan membutuhkannya untuk kembali lagi nanti.
Kita harus mulai bepergian sebentar.
Nyonya de Barra, Tuan Sualem dan De Ville.
Mereka yang membangun air terjun buatan Marly...
...dan saluran air dari sana menuju Versailles,
Dan kami berharap akan meringankan masalah kekurangan air disini.
Nyonya./Tuan-tuan.
Nyonya de Barra yang akan membangun...
...Rockwork Grove disini di Versailles.
Air atau lebih tepatnya ketiadaan itu,
Akan menjadi masalah utama.
Tuan, ambisi raja sudah dipastikan...
...sudah banyak dan selalu berubah, dan tugas kita untuk mengatasinya.
Dengan hormat, takkan ada yang bisa memenuhi permintaan tak terbatas.
Perintah raja bukannya tidak terbatas, De Ville.
Begitulah adanya perintah raja.
Benar, tapi saluran air hanya bisa dilakukan sebanyak itu.
Ketika kita mulai pembangunan,
Aku berkesan jika...
No comments yet. Be the first to leave one.