The first 200 lines.
Ibu
membencimu.
Kamu tahu rasanya
saat anak yang kamu telantarkan muncul di hadapanmu?
Ibu sangat ingin melupakanmu.
Kamu ada di hadapan ibu
dan mengingatkan ibu pada perbuatan ibu.
Bagaimana jika
kita ke sana untuk menonton itu?
Katamu, kamu iri
kepada orang yang punya waktu untuk menonton film.
Aku yang bayar.
Aku punya kartu kredit darimu.
Kamu yakin
bukan buaya darat yang berpura-pura menjadi orang desa?
Ayo menonton. Ya?
Hentikan.
Mau atau tidak?
"Episode 9, Inti pernikahan adalah menjadi cahaya kecil"
"Untuk satu sama lain dalam terowongan gelap"
Kamu menginginkan itu?
Kamu seharusnya bilang.
Ayo buang ini. Akan kubelikan yang baru.
Itu masih bagus. Kenapa dibuang?
Kamu perlu membawa dompet bagus
agar menarik uang.
Di pegunungan, kamu bisa membuat nasi dengan segenggam beras.
Kamu juga bisa menyalakan api dengan setumpuk kayu.
Kenapa kamu butuh uang di pegunungan?
Ayo ke kantormu. Aku akan mengantarmu.
Aku bisa pergi sendiri.
Pikirmu aku siapa?
Kamu penipu.
Lantas, kamu? Kamu bahkan tidak mau memberitahukan namamu.
Kamu berpura-pura tegar dan berani,
tapi selalu takut dan sering menangis.
Bawa ini pulang.
Untuk apa aku memperlakukan boneka ini dengan baik?
Aku membuang 50 dolar karena boneka itu.
Saat mendapatkan boneka ini,
kamu tampak paling bahagia
sejak kita bertemu. Tidakkah itu cukup?
Tunggu.
Dengan 50 dolar,
aku bisa membeli 20 gulung gimbap yang harganya 2 dolar 50 sen,
membeli tiga ayam saat ingin mengemil malam,
dan membeli 12 cangkir cappuccino
yang merupakan minuman favoritku.
Aku menghabiskan waktu dan uang.
Aku menyesal sekali. Bagaimana ini?
Melihatmu seperti ini membuatku merasa
kamu dilahirkan untuk menghasilkan uang.
Aku butuh uang
untuk hidup bahagia sendirian.
Kenapa kamu berpura-pura menjadi satu-satunya yang berbudi?
Kamu mengejekku karena aku materialistis, ya?
Tidak.
Awalnya, aku tidak sematerialistis ini.
Aku menjadi gigih dan materialistis karena bertahan
di kota dengan persaingan tanpa henti ini. Mengerti?
Apa itu hal buruk?
Keadaan setiap orang berbeda.
Apa yang lebih tidak bertanggung jawab
daripada mengejek kehidupan orang lain?
Memangnya bagaimana keadaanmu?
Saat kali pertama kita bertemu, kamu bilang,
"Jangan mengganggu orang
yang memutuskan untuk hidup di gunung
karena mereka tidak menyukai dunia."
Kenapa kamu tidak menyukai dunia ini?
Kenapa kamu memutuskan menghindari dunia
dan malah tinggal di gunung,
yang merupakan gunungku?
Aku tinggal di sana sejak kecil.
Sekarang...
Coba kita lihat.
Kamu cocok tinggal di kota
jika ingin mendapatkan sesuatu.
Kamu cocok tinggal di pegunungan
jika ingin hidup tanpa godaan.
Aku
cocok tinggal di sana
dan aku menyukainya.
Itu sebabnya
aku sangat berterima kasih kepada pemilik tanahnya.
Aku iri kepadamu.
Kamu punya tempat sembunyi
saat hidup sulit dan melelahkan.
Jika nantinya kamu butuh tempat seperti itu, datanglah ke gunung.
Aku akan berada di sana.
Tidak.
Aku akan bertahan di sini
meskipun harus menghadapi kesulitan.
Jika menghindari semua hal
yang ingin kuhindari,
aku tidak akan berhasil sejauh ini.
Jika aku ke gunung itu lagi
setelah kamu kembali ke sana,
itu pasti
karena aku sangat menderita sampai lebih memilih mati.
Seperti hari di musim dingin itu,
saat tubuh dan jiwaku kedinginan.
Seperti saat aku memintamu tinggal bersamaku.
Hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi.
Tentu saja tidak boleh.
Pujilah aku di hadapan Bu Lee Jin Hyang.
Aku bukan mencoba melibatkan Oh Hyuk untuk menghasilkan uang.
Kamu juga paham, bukan?
Apa pun pendapat guruku terhadapmu,
Hyuk akan segera ditemukan.
Ada alasan yang membuatmu sangat yakin?
Bukankah Han Seung Joo
orang gigih yang pantang menyerah sampai mendapatkan keinginannya?
Benar. Tebakanmu benar.
Kamu sudah memahami watak Han Seung Joo.
Saat Oh Hyuk masuk TV, lalu terkenal dan sukses,
kamulah yang paling diuntungkan.
Selebritas seperti dirinya lebih cocok denganmu
daripada pria biasa.
Meskipun seorang pria pernah sangat mencintai wanita,
bisakah dia melupakan wanita itu setelah menikah?
Mana kutahu? Entahlah.
Kamu takut dia sudah menikah?
Lalu aku harus apa?
Aku sedang memikirkannya.
Jangan dipikirkan.
Tidak penting memikirkan itu.
Tidak boleh menyukai pria beristri. Kamu tahu?
Kamu tidak boleh begitu.
Aku harus bagaimana? Aku masih menyukai Hyuk.
Pasti banyak pria baik di sekitar wanita sepertimu.
Kenapa kamu masih terobsesi dengan Oh Hyuk?
Saat melihat Hyuk,
aku merasa melihat diriku
saat aku masih polos.
Apa Jang Eun Jo pernah seperti itu?
Jika kamu menemukan Hyuk nanti,
rahasiakan keterlibatanku.
Kenapa?
Aku hanya rela mati
demi Hyuk jika dia tahu mengenai itu.
Bisakah kamu berjanji?
Itu tidak sulit. Jangan khawatir.
Kamu menikah untuk menghindari ini.
Kamu menutupi identitasmu dan menikahi sembarang wanita.
Tidak.
Awalnya seperti itu,
tapi sudah tidak lagi.
Semalam, sekitar pukul 20.00...
Terima kasih.
Kenapa kamu tidak pernah membicarakan film?
Mudah saja. Kamu akan tahu jika hidup sepertiku.
Saat aku beristirahat,
pekerjaan menumpuk
seperti dugaanku.
Dia menjadi tersangka
setelah bukti ditemukan di TKP.
Setelah membunuh korban,
dia melarikan diri ke Kanada.
Orang-orang yang menjaga tradisi,
merelakan hidup mereka.
Kita tidak akan bisa melakukan ini
demi uang, kehormatan, dan keserakahan.
Aku bekerja dengan Cho Chi Soo.
Putra Cho Chi Soo, yang mencoba menemukanmu.
Aku mengenalnya.
Dia bosku.
Aku Eric Cho.
Saat pertama bertemu denganmu,
aku datang untuk urusan program TV.
Jika tidak kemari hari itu,
mungkin aku sudah mati.
"Han Seung Joo"
"Informasi Pemesanan Film"
Kamu membawa ponsel bukan untuk bergaya.
Jawab teleponku.
Kenapa kamu tidak langsung menjawab teleponku?
Aku sudah memesan karcis filmnya.
Kamu mau pergi bersama?
Halo?
Dia menutup teleponnya?
Aku mendengarkan.
Kurasa aku akan bekerja semalaman.
Tolong
tepati janjimu.
Akan kukirimkan lokasinya.
Kuharap kamu bisa menemukan jalannya.
Janji yang kamu ucapkan kepadaku.
Akan kuselesaikan pekerjaan yang sudah terlambat malam ini.
Jangan khawatir.
Temui aku di sana pukul 11.00 besok.
Jaga dirimu.
Aku bersama rekan kerjaku. Jangan khawatir.
Bateraiku sudah mau habis.
Jika terputus, berarti...
- Kamu mengerti? - Ya.
Rapikan berkasnya, lalu kirimkan kepadaku.
- Baik. - Pulanglah. Istirahat.
Kamu mahir memikirkan ide baru.
Aku akan menunggumu menelepon seharian.
No comments yet. Be the first to leave one.