The Bunker

The Bunker (Der Bunker)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Der Bunker 2015 720p BluRay x264-[YTS LT]
A Commentary by Danny Sumiyantoko
Manual Semoga bisa membantu cocok untuk rilisan YIFY

Tags

BluRay
x264
720p
720
TS
YTS
Published on: 2020-06-15
Downloads: 42
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Telur yang fantastis.

Luarnya garing, mendekati tekstur yang sempurna.

Di dalamnya, masih berdenyut seperti kehidupan.

Itulah kesempurnaan.

Dan cuacanya?

Sepertinya berangin.

Badai?

Aku khawatir begitu.

Mari berharap tamu kita tidak tersesat.

Dia pasti bisa.

Seorang tamu?

Silakan, masuk!

Senang bertemu denganmu.

Senang anda berhasil sampai.

Mari saya tunjukkan kamar anda.

Inilah!

Masuk. tak apa!

Bagus, bukan?

Sangat sederhana.

Tanpa jendela.

Pemandangannya ada di pintu depan.

Bukankah di iklan menyebutkan ada pemandangan danau?

Saya rasa tidak ada.

Tapi tidak ada cahaya yang bisa masuk.

Juga tidak bisa keluar!

Anda ingin suasana yang tenang, bukan?

Iya.

Di sini lah.

Di sini, kamu bisa fokus pada pekerjaanmu.

Uang Sewa di muka.

Tentu saja.

Ini semua yang kupunya, semoga cukup.

Jangan khawatir.

Kamu bisa membantu-bantu kami di sini.

Pertama, saya akan membawakanmu baskom yang bagus.

Terima kasih.

Tak masalah!

Seperti manusia lagi.

Air ini akan membuat supnya lezat.

Lucu juga.

Boleh saya minta pangsitnya lagi?

Silakan saja!

"Pangsit" "Serbet"

Enak?

Kamu dari daerah sini?

Saya dari kota.

Apa yang membawamu kemari?

Saya butuh suasana tenang untuk pekerjaan ku.

Menulis sesuatu?

Tepat! itu membutuhkan konsentrasi penuh.

Apa yang sedang kamu tulis?

Apakah anda tahu partikel Higgs?

Tidak secara pribadi. Tapi itu terdengar sangat menarik.

Mama, aku tidak bisa tidur.

Kamu harus kembali ke tempat tidurmu.

Aku bermimpi buruk. Maukah Ibu menyanyikan lagu nina bobo?

Apa kau sudah menyelesaikan PR mu?

Sudah.

Permisi.

Itu anakmu?

Ya, itu Klaus. Mengapa?

Terima kasih.

Tak apa, Saya cuma mau mengambil buku.

Pekerjaanmu? apa.. Berhubungan dengan matematika?

Iya.

Astrologi? Bintang dan semacamnya?

Bisa di bilang seperti itu. Saya mencoba menggabungkan berbagai bidang.

Sesuatu yang baru.

Jika kamu butuh bantuan, Saya juga sarjana.

Sangat baik. Terima kasih.

Saya menantikan pertukaran ide kita.

Dari satu ilmuan ke ilmuan lainnya.

Saya juga.

Heinrich?

Apa kamu disana?

Aku sudah bicara dengan Heinrich.

Apa yang dia katakan?

Dia khawatir. Klaus tidak membuat kemajuan.

Roma juga tidak dibangun dalam sehari.

Diam.

Mulai sekarang, Student yang mengajar Klaus.

Apa?

Tapi aku kan gurunya!

Pastikan Dia yang mengambil alih pelajarannya.

Kau bisa fokus pada hal yang lain.

Ah,.Tuan Student.

Apa kamu suka air di sini?

Ya, enak dan segar.

Senang mendengarnya.

Sepertinya kamu punya nafsu makan yang tinggi.

Dua porsi tadi malam, semua serbet itu ...

Apa kamu selalu makan sebanyak itu?

Apakah saya terlalu berlebihan?

Tidak, tidak sama sekali!

Tapi Aku punya ide agar kamu bisa membayar hutangmu.

Hutang?

Dengar, biasanya aku yang mengajar Klaus.

Tapi aku harus mengurus rumah tangga sendirian.

Sangat membantu jika anda mau mengajari anak ku satu atau dua hal.

Untuk seorang sarjana sepertimu, itu sangatlah mudah.

Sayangnya aku hanya punya sedikit waktu.

Mulai sekarang aku akan mengendalikan nafsu makan ku.

Semuanya baik-baik saja?

Aku baik-baik saja.

Dimana putramu?

Apa yang sedang Ia lakukan di luar? Kenapa dia tidak ada di meja?

Halo Klaus!

Jangan!

Tolong jangan bicara dengannya!

Dia sedang dihukum, dia tidak mengalami kemajuan dengan belajarnya.

Klaus, sekali kamu berbuat lebih baik, Kau bisa duduk bersama kami lagi.

Terima kasih mama.

Suamiku kekurangan waktu untuk mengurus dan mengajar.

Mungkin juga karena kemampuanya kurang.

Aku tidak tahu harus berbuat apa.

Tanpa pendidikan yang baik, Klaus akan dikutuk.

Tolong dia, cuma untuk beberapa jam.

Kumohon!

Baiklah, saya akan melakukannya.

Sedikit variasi mungkin bagus.

Terima kasih! Kamu anak yang baik.

Silahkan. Supnya masih panas.

Sangat panas.

Baik...

Aku mempercayakan Klaus denganmu.

Klaus!

Iya ayah?

Mulai sekarang, Student yang akan mengajar.

Apa? Mengapa?

Jangan membantah!

Kami datang saat istirahat untuk melihat kemajuanya.

Pastikan dia pergi keliling dunia.

Jika dia tidak patuh ... gunakan tongkat bambu itu.

Baiklah?

Jadi kamu Klaus?

Halo.

Bagus, sekarang kita mulai.

Apa yang kamu ketahui tentang sistem keuangan global, Klaus?

Sangat besar.

Kredit Mikro?

Sangat kecil?

Mungkin aku akan membacakan sesuatu untukmu.

Bagaimana menurutmu?

Bagaimanakah Paul Volcker bisa meneruskan kesuksesan Alan Greenspan,

sebagai ketua Federal Reserve.

Ada pertanyaan?

Ya, Klaus?

Apa warna mantelnya saat hari pertama dia kerja?

Itu pertanyaan yang menarik, sangat menarik.

Apa lagi yang sudah kamu pelajari?

Ibu Kota.

Bagus!

Mari kita mainkan game tebak-tebakan kecil.

- Ibukota Perancis? - Brussel.

- Bukan. Ibukota Perancis? - Moskow.

- Bukan. Ibukota Perancis? - Italia.

- Bukan. Ibukota Perancis? - Kreta.

- Bukan. Ibukota Perancis? - Italia.

- Bukan! Ibukota Perancis? - Paris.

Bukan iya!

- Ibukota Amerika? - Amerika.

Bukan.

Ibukota Perancis?

Atlantis.

Anda nanti menunjukkan kepada orang tuaku seberapa baik hasil belajarku, ya?

Tetapi kau belum belajar apa-apa.

Karena anda tidak mengajariku apa pun!

Ulurkan tanganmu.

Apa yang anda lakukan?

Mari kita mulai dengan ibukota.

Ibukota!

Orang yang berpendidikan harus mengetahuinya.

Klaus!

Apa ibukota Norwegia?

Oslo!

Ibukota Afrika Selatan?

Pretoria!

Ibukota Korea Utara?

Pyongyang.

Tunggu!

Ada sesuatu yang mencurigakan, Pak Student!

Klaus ...

Apa Nama Ibukota dari ...

Turkmenistan?

Ashgabat!

Mantep! Luarrr biasa, sayang.

Kamu juga. Sudah mendidiknya dengan baik.

Saya akan kembali bekerja.

Tak kusangka Kau mengalami kemajuan besar.

Akhirnya, kita memiliki guru beneran.

Guru?

Hadiah apa yang kamu inginkan?

- Dongeng malam! - Ya!

Dia sangat bagus.

Seorang sales "vaacum cleaner" datang ke sebuah peternakan,

ia menyedot kotoran di lantai dengan alatnya lalu berkata:

"Nona, setiap kotoran yang saya sedot tak mau masuk

Saya makan pakai sendok. "

Sales: "Kalau begitu, lebih baik pakai sendok, karena di sini tak ada listrik! "

Apa dia harus memakan kotorannya?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left