The first 200 lines.
PELACUR BOCHES
CINTA PUN DATANG
Daniel, kembali!
Daniel!
Kau mau ke mana?
Emberku!
- Terima kasih. - Sama-sama.
Dia menyelinap pergi.
Terima kasih.
Ayo kembali.
François.
Madeleine.
Kau sedang berlibur?
Tidak, aku pelayan di Hotel Beaurivage. Tahu?
Tentu.
Menghadap dermaga.
Celanamu basah kuyup.
Nanti akan kering.
Maafkan aku.
Kau bekerja dengan ayahnya?
- Ayahnya meninggal. - Dalam perang.
Maaf.
Kau terluka?
Bukan perang yang menyerangku, melainkan polio.
Aku tertular saat aku berusia 15 tahun.
Untungnya aku pulih, tapi aku pincang.
Aku dinyatakan tidak layak.
Kalau begitu, bukan mimpi buruk.
Bagaimana jika kau mau kencing?
Di dalam panci.
Ayo.
Daging babi di meja 12!
Tolong tambah satu pie lagi dan ceknya.
Baik.
Meja 6.
Selamat sore.
Kau mau peesan apa?
Menu apa yang kau sarankan?
Daging atau ikan.
Daging apa?
Tidak, pesan ikan saja.
Kami sibuk, akan lama menunggu.
Mau koran?
Dua gelas sampanye.
Dua?
Untukmu.
Aku tidak bisa.
Tidak selama bekerja.
Dia mengobrol dengan kumis sebesar hiasan kepalamu.
Aku yakin dia memainkan biniou!
Untuk Kairos.
Siapa Kairos?
Dewa Yunani muda yang bersayap.
Untuk keberuntungan yang kau peroleh dengan cepat.
Anakku terbangun, maaf.
- Kukira kau akan pergi. - Tidak.
Bagaimana makan malamnya?
Enak sekali. Apa kau tidak lelah?
Aku melihatmu berlarian.
Aku lebih suka saat ramai.
Waktu berjalan lebih cepat.
Benar.
Aku mau sekali bekerja di gedung dansa.
Gedung dansa?
Aku suka melihat orang menari dan tertawa.
Hanya mimpi.
Itu indah.
Tampak menarik, tapi aku selalu merasa sedih di rumah besar itu.
Dua minggu di musim panas adalah rekorku.
Apa profesimu?
Tidak ada, aku masih pelajar.
Yang membuat ayahku kecewa.
Dia punya pabrik tekstil di utara.
Dia memerintah abangku, tapi dia tidak akan pernah memerintahku.
Kau punya saudara kandung?
Tidak, aku anak tunggal.
Keluargamu membantumu mengurus anak itu?
Tidak terlalu.
Kami tidak akur.
Apa yang kau pelajari?
Arkeologi, di Sorbonne. Aku sedang mengerjakan tesisku.
Arkeologi…
Ini jimatku.
Ini nautilus.
Lebih tua dari dinosaurus.
François, bolehkah aku bertanya?
Tentu saja.
Bolehkah aku melihat kakimu?
Kakiku, sekarang?
Ya.
Tidak ada apa-apanya.
Hanya sedikit lebih kecil dari yang lain.
Kalau aku sih, payudaraku yang terlalu kecil.
Aku yakin cantik.
Aku melihat sekerumunan udang.
Tidur nyenyak?
Tidak terlalu.
Aku juga tidak.
Kau tampak khawatir.
Aku datang untuk menyapa, tapi aku tidak bisa di sini.
Aku mau pergi ke Paris.
Kau akan ke Regatta?
Aku akan membawa Daniel.
Abangku sedang balapan perahu layar.
Kau juga berlayar?
Dia terlalu sering membentakku. Dan aku mabuk laut.
Aku akan pergi sekarang.
Sampai jumpa hari sabtu?
Lehermu akan tegang dan dia tidak akan datang!
Bagaimana kau tahu?
Orang-orang seperti dia lewat begitu saja.
Tidak layak untuk diimpikan.
Lihat!
Itu saudaranya Paul, yang berbaju biru!
Dengan istrinya.
Tanyakan saja kabar lelakimu!
Kalau begitu, aku saja!
Kau gila?
Kenakan baju piyamamu.
Cepat, Daniel!
Aku harus kembali bekerja.
Ayo!
Aku lelah!
Naiklah ke tempat tidur.
Bersikaplah baik.
Kembali bekerja, nona-nona.
Ciuman!
Fillet ikan lidah dan kentang di meja 13!
Ini anakmu?
Kapan kau akan mendengarkan?
Dia bisa saja tenggelam!
Biarkan aku sendiri.
Tidak sopan!
Benar sekali, jalang!
Ibu, boleh aku menyampaikan keinginanku?
Tidak, atau itu tidak akan jadi kenyataan.
Aku akan beritahu.
Agar kau mencintaiku suatu hari nanti.
Ayo, sudah malam.
Bersikaplah baik, oke?
Nanti, aku akan membawakanmu pai apel.
Setuju?
Bersikaplah baik.
Nona, tolong periksa.
Menu di meja 12.
Mau jalan-jalan?
Aku lelah, aku bekerja shift panjang.
Terakhir kali kita bertemu, aku sibuk.
Aku tidak berani memberitahumu, tapi…
Aku kembali ke Paris untuk mengakhiri sesuatu.
Hubungan cinta?
Ya.
Perpisahan memang menyedihkan, tapi…
Yang ini brutal.
Kau jatuh cinta?
Dan kau, apa kau mencintainya?
Siapa?
Suamimu.
Ayahnya Daniel.
Kami tidak menikah.
Belum.
Itu tidak berlangsung lama.
Cinta bisa terjadi dengan cepat.
Bolehkah aku menciummu?
Ayahnya Daniel…
Adalah seorang perwira Jerman.
Dia pergi ke Front Timur. Aku tidak pernah melihatnya lagi.
Kepalaku dicukur. Ayahku mengusirku.
Tak seorang pun di sini tahu ceritaku.
Apa orang Jerman benar-benar mati?
Bagiku, begitulah.
Ini tidak mengubah apa pun bagiku.
Aku memikirkanmu terus-menerus.
Rasanya kita ditakdirkan untuk bersama.
Aku tahu ini kedengarannya gila, kita baru bertemu, tapi…
Aku tidak pernah merasa senyaman ini dengan siapa pun.
Kau tidak apa apa?
Ya.
Haruskah kita jalan?
Ya.
Sebagai walikota wilayah ke-19 di Paris,
aku menyambutmu pada acara pernikahanmu.
Di mana Daniel?
Tidak tahu.
Kenapa kau lakukan ini?
Aku melarangmu merusak kebahagiaanku!
Kau baik-baik saja?
Entahlah, aku merasa agak mual.
Haruskah kuambilkan bikarbonat?
Kupikir aku akan muntah.
Jangan bangunkan Daniel!
Bagaimana sekolahmu? Apa kau punya teman?
Tidak.
Tidak?
Singkirkan perlengkapan sekolahmu.
Berikan mantelmu.
Cuci tanganmu.
Apa yang kau lakukan?
Daniel?
Sebentar.
No comments yet. Be the first to leave one.