The first 200 lines.
Halo?
Di mana kau?
Aku tidak ingin memberitahumu.
Katakan saja.
Aku di Hoenggye.
Di mana tepatnya?
Entahlah.
Sikapmu ini hanya membuatku terlihat buruk.
Segera pulang.
Aku tidak mau, Profesor.
Maksudku, Ipar.
Geonu, ayolah.
Lampunya sudah hijau. / - Ayo.
Apa kau mendengarkanku?
Halo?
Geonu?
Halo?
Halo?
Tolong angkat.
Astaga, Jang Hyeonjeong.
Ada apa ini?
Maaf aku menanyakan ini,
bisakah kau memeriksa adakah kecelakaan mobil
yang dilaporkan ke rumah sakit di Hoenggye?
Aku tidak bisa karena sedang mengemudi.
Ada apa? Soal apa ini?
Tolong selidiki saja.
Aku akan meneleponmu kembali.
Apa yang terjadi?
Halo? / - Hei.
Ada kecelakaan mobil
di persimpangan dekat terminal.
Para pasien
dibawa ke Rumah Sakit Jeil Seonggu.
Rumah Sakit Jeil Seonggu?
Ya. Ada apa ini? Apa ada yang terluka?
Ada apa ini?
Apa Dokter Geonu pergi
ke Hoenggye di Provinsi Gangwon?
Tidak, dia pergi bekerja.
Mungkin kau harus meneleponnya.
Ayo.
Tentu.
Kurasa sedang ada pasien. Dia tidak menjawab.
Aku menelepon rumah sakit.
Mereka bilang dia mengundurkan diri
dan tidak masuk kerja hari ini.
Apa?
Beri tahu aku setelah kau bisa menghubunginya.
Apa terjadi sesuatu pada Geonu?
Begini...
Dia bilang dia ada di Hoenggye
saat bertelepon dengan Hyeonjeong.
Dia mendengar suara seperti kecelakaan mobil.
Lalu panggilannya terputus.
Kita belum bisa yakin.
Hyeonjeong dalam perjalanan menemui Geonu.
Aku harus menelepon polisi.
Aku harus menelepon Ibu.
Tunggu. Tenanglah.
Ayo cepat ke tempat itu.
Baiklah. / - Ayo.
Ada apa?
Ada apa dengan mobil ini?
Tidak.
Kenapa ini terjadi?
Aku tidak percaya ini.
Yang benar saja.
Nona Lee Jangmi?
Kim Taeju?
Kau mengenalku, bukan?
Kurasa ingatanmu belum pulih.
Sepertinya suasana hatimu sedang baik.
Jadi, kau ibu dari anak Sangjun.
Itulah yang terjadi.
Kurasa ini konsekuensi
dari perselingkuhan pasangan muda.
Begitu rupanya.
Jadi, itu hubungan singkat, bukan cinta.
Omong-omong, itu menjadikanmu istri keduanya.
Kau mendorongku, bukan?
Kenapa kau melakukan itu?
Apa yang kau lakukan? Apa kau gila?
Aku tahu kau mendorongku.
Dan kau memeras Sangjun demi uang.
Kau tidak bisa menyebut dirimu ibu, Penipu.
Sial!
Jadi, ingatanmu sudah kembali.
Ya. Kau mencoba membunuh.
Kau tidak mati dan masih utuh.
Kau sungguh ibunya Jiwoo?
Lalu kau memeras uang?
Itu karena aku kehilangan putra tersayangku.
Setidaknya itu yang bisa kuminta.
Ayo ke kantor polisi.
Kau tidak peduli seluruh dunia tahu?
Tidak!
Meskipun itu menghancurkan karier Sangjun,
aku akan tetap di sisinya.
Taeju!
Sangjun.
Dia ingin membawaku ke kantor polisi.
Bagaimana menurutmu? Haruskah aku pergi?
Sedang apa kau di sini?
Aku hanya lewat, dia tiba-tiba mendatangiku.
Sangjun, ayo bawa dia ke kantor polisi.
Ayo.
Pergilah ke tempat parkir. / - Baiklah.
Kita akan lihat banyak artikel tentangmu.
Bersiaplah saja untuk dipenjara.
Sial.
Taeju!
Taeju, kau baik-baik saja?
Aku bertanya apakah ucapan Taeju benar.
Kenapa kau diam saja?
Menurutmu kenapa Taeju datang jauh-jauh kemari
dan mengatakan itu?
Jawab saja. Jangan mencoba mengubah topik.
Ya, itu benar.
Itu konyol.
Aku yakin melihat Eunju hamil.
Kami bahkan pergi ke pemandian umum bersama
dan aku membelikannya galbi.
Dia keguguran saat hamil delapan bulan.
Apa?
Saat dia hamil delapan bulan,
seorang wanita yang mengandung anak Sangjun
datang menemuiku.
Saat Eunju keguguran dan dirawat di rumah sakit,
wanita itu melahirkan.
Maksudmu Jiwoo adalah anak itu?
Aku tidak percaya ini.
Kenapa kau tidak bilang Eunju keguguran?
Aku tidak ingin membuatmu khawatir.
Bagaimana dia bisa keguguran
di bulan kedelapan?
Setelah Sangjun menjadi populer,
orang dari stasiun penyiaran
sering datang untuk syuting.
Eunju sibuk mengurus semuanya setiap hari.
Jadi, dia sangat lelah.
Kau membenciku.
Jika aku membencimu sedikit saja,
aku tidak akan menuruti permintaanmu.
Lalu kau menyamarkannya sebagai putramu?
Ibu. Saat itu,
kami yakin itu pilihan terbaik.
Aku tidak bisa diam saja
dan melihat Sangjun jatuh ke lubang.
Kau melegitimasinya tanpa mengeluh?
Ya. Aku harus menuruti keinginan Bibi.
Seharusnya kau menghentikannya.
Kau putra sulung di sini,
seharusnya kau menghentikannya.
Aku tidak punya kekuatan untuk melawan Bibi.
Sangjun
tidak ingat apa pun soal itu.
Dia mabuk berat
dan itu hanya kesalahan.
Kenapa dia membuat kesalahan seperti itu?
Kenapa membuat kesalahan seperti itu
saat dia punya kesempatan sekali seumur hidup?
Sangjun baru tahu belakangan.
Wanita itu melanggar janjinya dan muncul lagi.
Siapa ibunya?
Ibu, kita sudah melalui banyak hal.
Jadi, siapa ibunya?
Mantan penata gaya Sangjun.
Perilakunya tidak begitu baik.
Astaga.
Dunia sangat kejam kepadaku.
Seolah tidak cukup aku kehilangan putra sulungku.
Kini aku harus melihat hal buruk ini terjadi.
Sulit bagi kita untuk hidup dengan rahasia.
Ibu, kumohon.
Kecelakaan kakakmu terjadi
karena dia bertemu wanita yang salah.
Dan kali ini,
Sangjun terlibat dengan wanita yang salah.
Nenek. Tolong berhenti membicarakan ibuku.
Ayahmu mengalami kecelakaan
saat pergi mencari ibumu.
Tolong hentikan! Kau tidak tahu segalanya.
Beraninya kau membentakku?
Apa ucapanku salah?
Ya. Kau salah tentang ibuku.
Menurutmu kenapa ibuku berakhir seperti itu?
Apa maksudmu?
Salahkan ayahku karena menikahi wanita
yang tidak cukup baik untuk memuaskanmu.
Kau tahu?
Aku menjalani setiap hari dalam hidupku
melakukan apa yang Bibi inginkan.
Aku sudah berusaha semampuku.
Jiwoo adalah putraku.
Begitu menemukan tempat tinggal baru,
aku akan pindah.
Astaga.
Di usiaku ini,
haruskah aku melalui semua ini?
No comments yet. Be the first to leave one.