Release info

내사랑 치유기 My Healing Love E49-50 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-01-14
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 49"

- Itu Joo Chul. - Joo Chul.

- Kamu menunggu lama? - Tidak, aku baru tiba.

- Bagaimana rasanya? - Entahlah.

Kakak masih agak bingung.

Rasanya aneh.

Itu butuh waktu.

Kamu akan lebih terbiasa dengan itu tiap hari.

Benar.

Kak Chi Yoo.

Kamu baru sampai?

Halo. Senang bertemu dengan Anda.

Astaga. Pantas saja kamu tidak terasa asing.

Ternyata kamu kakak putriku.

Benar.

Halo, Pak.

Senang bertemu denganmu.

Halo.

Ini Joo Ah, adik bungsuku.

- Halo. - Halo.

Kamu sangat tampan.

Gaunmu menawan.

Apa di sini panas?

Halo, Bu. Maaf telah membuat Anda khawatir tempo hari.

Aku Choi Yi Yoo, adik Kak Chi Yoo.

Ya. Kita bertemu lagi.

Benar.

Apa yang terjadi?

Artinya ciuman itu sungguh berarti sesuatu?

- Kita sebaiknya masuk. - Ya.

Lewat sini.

Mereka harus pergi dari rumah mereka?

Lalu, di mana keluarga itu akan tinggal?

Mereka tinggal di salon untuk sementara

dan belakangan ini menyewa kamar untuk tinggal.

Adik iparku masih tidur di dojo.

Jadi, Chi Woo sangat khawatir.

Astaga. Aku tidak tahu itu terjadi.

Ya ampun. Itu buruk mengingat cuaca dingin sekarang.

Namun, Chi Woo tidak suka menerima bantuan dari orang lain.

Dia akan marah jika tahu aku memberi tahu kalian.

Kami bukan orang lain.

Apa?

Kami bukan orang asing lagi.

Benar, tentu saja.

Pokoknya, terima kasih sudah memberi tahu kami.

Ya.

Kamu sudah datang.

Ya, Bu. Aku tiba beberapa waktu lalu.

- Chi Yoo juga di sini. - Sungguh?

- Ya. - Astaga.

Kamu sudah datang.

Astaga. Kenapa kalian berdiri?

Halo, aku ayahnya Chi Yoo.

Ya. Aku ibunya Chi Woo...

Dia sudah menemukan keluarganya. Kurasa aku bukan ibunya lagi.

Ini ibuku.

Terima kasih sudah jauh-jauh kemari.

Itu tidak benar.

Kami kemari dengan kemewahan berkat mobil yang kalian kirim.

Kalian bahkan mengirimkan banyak makanan juga.

Kata-kata tidak cukup untuk mengungkapkan terima kasihku.

Silakan duduk.

- Lewat sini, Bu. - Ya.

Ibu, di sini. Ayo.

Di sini. Silakan.

Anda pasti senang.

Tentu saja. Aku tidak bisa menjelaskannya dalam kata-kata.

Wanita tua ini

menggenggam tangan anak itu, lalu kehilangannya.

Sejak saat itu, aku seperti telah mati.

- Apa? - Aku bersalah.

Saat kupikirkan dia sangat ketakutan...

Apa maksud Anda?

Anda masih sangat cantik,

tapi wanita penjual susu

yang kutemui di pasar

berkata wanita sangat muda berada di samping Chi Woo.

Nenek!

Bu!

Aku mengikutinya karena berpikir dia kehilangan ibunya, tapi salah.

Astaga. Kamu cantik seperti aktris.

Wanita muda?

Ya. Dia bilang dia wanita muda cantik

yang mirip aktris. Aku yakin.

Anda yakin Anda yang kehilangan Chi Woo?

Apa bukan kamu?

Apa maksudmu?

Anda sungguh mendengar wanita muda bersama Chi Yoo?

Ya, aku memang tidak terpelajar,

tapi ingatanku sangat kuat.

Jika kutekan tombol di kepalaku,

aku ingat semua dengan jelas seolah-olah itu terjadi kemarin.

Aku tidak mengerti maksudmu.

Lalu, siapa yang menemani cucuku?

Chi Woo, katamu kamu tidak bisa mengingat wajahnya, bukan?

Jujur, aku tidak mengingatnya.

Kamu masih berhubungan dengan wanita penjual susu itu?

Aku sudah lama tidak berhubungan dengannya.

Kurasa kita sebaiknya bicara lagi setelah makan.

Benar. Tentu saja.

- Ibu, silakan. - Benar.

Kita sebaiknya membiarkanmu makan dengan tenang,

tapi sepertinya

kami harus mendengar detail hari itu.

Tentu saja.

Tanyakan apa pun yang Anda inginkan kapan pun.

Akan kukatakan yang kuingat semampuku.

Terima kasih banyak. Selamat menikmati.

Benar.

- Selamat menikmati. - Terima kasih.

- Permisi. - Apa?

Kenapa kamu terus melirik kakakku?

Apa?

Kamu tertarik kepada kakakku?

Joo Ah...

Dia mengikuti Kakak dengan matanya sepanjang malam.

- Benarkah? - Ya.

Hei, Joo Ah.

Lihat ini. Ini lobster.

Kamu hanya bisa memakan ini dalam mimpimu.

- Terima kasih. - Apa? Lobster?

Ini sungguh lobster?

Astaga.

Namun, aku benar, bukan?

Astaga.

Kami pulang.

Menantuku!

Bagaimana makan malamnya? Enak?

- Ya. - Restoran hotel memang enak.

Mereka terus menyajikan makanan terbaik.

Astaga, Ibu. Sepertinya perutku akan meledak.

Saat menyantap makanan lezat,

kamu tidak memikirkan ibu dan ayahmu?

- Apa? - Kamu tidak memikirkan pasti senang

jika kami ada di sana?

- Kalian sudah makan malam? - Ya.

Kami sudah menyantap makan malam karena tidak bisa kelaparan.

Kamu makan malam enak. Sekarang, kamu mengeluh?

Ayah.

Aku senang makan malam kalian menyenangkan.

Baik. Aku akan masuk sekarang.

Hei. Kamu sudah tahu diterima sekolah hukum atau tidak?

Apa?

Kamu tidak diterima lagi?

Astaga, kita harus menunggu untuk proses lebih lanjut.

Diam dan tunggu saja.

Nenekmu tahu Wan Seung lulus di putaran pertama

untuk pendaftaran masuk sekolah hukum, bukan?

Ya. Dia tahu.

Ayah memberi tahu Pak Choi tentang itu.

Bahwa aku lulus di putaran pertama.

Kamu berpura-pura tidak tertarik,

tapi kamu membanggakannya kepada teman-temanmu.

Apa kata Pak Choi? Dia senang, bukan?

Tentu saja, dia sangat senang.

Diterima.

Diterima.

Ibu pasti lelah.

Aku terpikirkan wanita muda itu.

Aku tidak bisa berfokus kepada makananku sama sekali.

Bagaimana jika kita mengunjungi Detektif Kim?

- Di kantor polisi? - Wanita muda itu...

Aku harus menemukannya apa pun yang terjadi.

Karena batas waktu penyelidikan sudah berakhir,

kurasa polisi tidak akan bisa membantu kita.

Aku akan mencari cara lain, Nenek.

Perasaanku tidak enak mengenai ini.

Aku harus mengunjungi ibu Chi Yoo di Hwagok-dong

dan memintanya untuk memberitahuku

bagaimana dia menemukan Chi Yoo sekali lagi.

Wanita penjual susu itu...

Ayo cari wanita itu.

Baik.

Kubesarkan dia karena kupikir mereka menelantarkannya.

Sepertinya mereka tidak tahu tentang itu sekarang.

Benar. Surat itu.

Surat itu pasti ada di sini.

"Tolong besarkan dia dengan baik."

Kalau begitu, keluarganya menelantarkannya?

Bagaimana bisa aku melupakan itu?

Lalu, apa maksudnya semua ini?

Mereka mencarinya selama 33 tahun.

Astaga, siapa wanita muda itu?

Lalu, siapa yang menulis surat itu?

Ya?

- Aku akan pergi sekarang. - Baik.

Apa dojo cukup hangat?

Lumayan.

Sewalah studio kecil dan pindah ke sana.

Aku sungguh baik-baik saja. Jangan terlalu mencemaskanku.

- Joo Chul. - Ibu.

Aku berpacaran dengan Yi Yoo.

Ibu tahu itu.

Namun, kamu tidak tau keluarganya adalah keluarga Chi Woo.

Ibu tidak keberatan selama kamu menyukainya.

Aku sungguh menyukainya.

Aku memikirkan ini berkali-kali.

Aku tidak bisa menyerah.

Kepada Ibu dan Kakak,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left