Release info

The Corpse of Anna Fritz 2017 1080p BluRay DTS
A Commentary by dejavu_loc
Just resync untuk Bluray 1080p from bang INTROV3RT...ty atas izinnya.. enjoy aja.. :D

Tags

BluRay
1080
TS
Published on: 2017-03-05
Downloads: 509
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kita akan melihat para selebriti berjalan di karpet merah sepanjang 145 meter.

Anna Fritz datang dengan mewah, bergaya dan elegan.

Itulah dia, selalu menarik. Selalu yang berpakaian terbaik.

Dia telah melakukan pekerjaan luar biasa dan pasti akan menerima penghargaan.

Dia dicintai semua orang.

Anna menunjukkan pacar barunya di karpet merah.

Mereka adalah pasangan termewah dalam dunia perfilman. Kami bangga melihatnya di Cannes.

Dia tersenyum dan kami mengambil kesempatan untuk membicarakan film terbarunya.

Dia bekerja sama dengan Woody Allen, Almodovar dan Sophia Coppola.

Dia memakai gaun rancangan Pau Balaguer, desainer asal Mallorca.

Waktu luangnya dihabiskan dengan mengedarai kapal dan mobil mewah.

Dimanapun dia, selalu meluangkan waktu untuk penggemar dan pendukungnya.

Dia punya sesuatu yang unik. Bukan hanya kecantikannya...

Artis Anna Fritz ditemukan meninggal di kamar mandi saat pesta.

Otopsi akan dilaksanakan besok.

Nama rumah sakit yang menyimpan jenazahnya belum bisa dipublikasikan

Berita tentang kematian tragisnya telah mengejutkan seluruh dunia.

- Ini menyebalkan. - Ini rumah sakit, apa yang kau harapkan?

Bisa panggilkan Pau, si penjaga malam?

Terima kasih.

- Katakan kau tidak suka orang cina. - Yang mana?

Dua-duanya.

- Yang berdada datar. - Cukup 3000 euro dan kau dapatkan payudara impianmu.

Orang cina ingin menjadi cantik.

Rekanku pernah melakukannya. Walaupun mereka sangat jelek.

Itu dia! Apa kabar, kawan?

- Apa kabar? - Sedang apa disini?

Aku penasaran apakah kau punya foto lainnya.

Bercanda! Kau perlu keluar sebentar.

- Kau ingin bersenang-senang? - Tidak, aku harus bekerja sampai tengah malam.

Ini hanya 1 jam, bisa kau buat pengecualian?

- Tapi aku bekerja. - Hanya seteguk.

- Kubilang tidak. - Ayolah!

Kita harus cepat.

- Apa ini? - Jangan disentuh. Itu limbah berbahaya.

- Kenapa kau bawa kita kesini? Ini bau. - Kau bisa pergi jika kau mau.

- Singkirkan botolnya. - Santai.

- Hanya seteguk saja. - Ini hanya untuk membuat kita terhibur.

Tapi aku masih bekerja.

- Aku tak tahu jika kau ingin pergi. - Ada apa denganmu? Tidak pernah keluar.

- Kau bisa dapat cewek. Kau suka itu? - Ya, tapi aku harus bangun lebih pagi.

Banyak berkas-berkas dan 4 otopsi.

- Ganti saja pekerjaanmu. - Tidak, aku menyukainya.

Aku sendirian dan aku suka menyendiri.

Untuk Anna Fritz! Semoga beristirahat dalam damai.

Sudah cukup. Mari kita pergi.

Tunggu.

Sial, Ivan.

- Kita tak bisa disini. - Kau punya foto lainnya?

Aku yakin kau punya.

- Kau mengirimkan wajahnya. - Iya, hanya itu yang kukirimkan.

Kau juga memfoto payudaranya, pria mesum.

Apa kau tidak melakukannya?

- Apa dia masih di rumah sakit? - Sampai besok.

- Di kamar mayat. Kau mau lihat? - Ayo kita lihat.

Ivan.

Ivan, sial!

Kita hampir sampai.

- Kau yakin ingin pergi? - Ya. Dimana kamar mayatnya?

Di lantai paling bawah.

Ivan, sudah hampir tengah malam.

- Tunggu kami disini? - Sial...

Lewat sini.

- Membingungkan! - Tidak akan bisa kabur.

Tidak berkepentingan dilarang disini. Jika ada seseorang yang menangkap kalian

dan aku juga tertangkap.

- Ivan, aku beresiko kehilangan pekerjaanku. - Tentu.

Ini dia.

- Apa kau gila? - Bukalah.

- Aku tunggu diluar. - Kau tidak bisa tetap disini, masuk!

Bagaimana menurutmu? Kau suka kantorku?

-Aku pergi. - Mau kemana kau, Javi?

Harus bilang apa jika tertangkap? Kita tersesat? Tapi berhenti...

Mereka memberitahuku jika ada yang datang.

Dimana Anna Fritz?

Javi!

Kau siap?

Kawan-kawan...

Aku tak pernah melihat orang mati.

Entahlah. Itu membuatku takut.

Kau akan melihatnya tampak seperti tidak mati.

- Sial! - Bajingan! Apa kau gila?

- Dasar idiot! - Bodoh.

Berhenti bercanda.

Dimana dia?

Yang ditutupi itu.

Sekarang serius.

Kemari.

Sialan...

- Dia tampaknya tidak mati, kan? - Tidak.

Dia hanya baru beberapa jam.

- Apa yang kau lakukan? - Sial...

Ivan, astaga...

Tak kupercaya aku telah meraba payudara Anna Fritz.

Sentuhlah. Percaya padaku.

- Dia dingin. - Bagaimana menurutmu?

- Kau yakin tak ada yang datang? - Tak ada sampai tengah malam.

- Kita bersenang-senang. - Aku tak suka disini.

Hanya sekali.

- Cukup. Aku ingin ke pesta. - Ini terlalu awal.

Masih ada waktu.

- Apa ada gadis disana? - Tidak hari ini.

Setengah Spanyol ingin meraba Anna Fritz

dan dia disini telanjang.

Sialan...

Kau suka dia, kan? Sebelumnya tampak menjijikan.

Dia begitu sempurna.

Dia benar-benar indah.

Bagaimana kalau bercinta dengan wanita mati? Penis bahkan tak bisa masuk, huh?

Denagan air liur.

- Bagaimana kau tahu? - Vagina orang mati sama dengan yang hidup.

Hanya saja tak basah, dan tidak akan berkontraksi.

- Kau pernah mencobanya, kan? - Tidak.

Kenapa tidak? Jika aku bekerja disini dan banyak wanita...

Itu terjadi di banyak rumah sakit. Sulit untuk ditangkap.

Dan kau tak pernah melakukan sesuatu? Apapun?

Janji tak bilang siapapun?

Suatu saat mereka membawa gadis cantik.

- Berapa usianya? - 17 atau 18 tahun.

Dia begitu cantik.

Aku punya fotonya.

- Aku melakukannya. - Omong kosong.

Aku bersumpah.

Itu sebabnya dia tidak pernah keluar untuk bersenang-senang.

Jadi hanya dengan sedikit air liur?

Dan Anna?

- Kau tidak melakukan padanya? - Tidak.

Kau melakukannya pada orang asing, tapi tidak Anna Fritz? Ayo...

Dia akan melakukannya ketika kita pergi

- Harus kita melakukannya bertiga. - Dan menyemburkan di wajahnya?

Maksudku, aku tidak punya penyakit.

Mari kita pergi ke pesta. Gadis disana sangat mempesona.

Tap mereka bukan Anna Fritz.

Akan kulakukan.

- Kenapa tidak? - Ayolah. Kau melebih-lebihkan.

- Kita takkan menyakitinya. Dia sudah mati. - Hentikan.

Lakukan saja semamumu.

- Yakin tak ada yang datang? - Tentu.

- Apa kau tetap berdiri disini ata apa? - Aku pergi.

Tidak, tunggu. Kemarilah.

Dia takkan melakukannya. Dia pikir aku bodoh atau semacamnya?

Dan hanya ingin pergi bersamamu dan membuatku marah

- Dia takkan bisa bercinta dengan wanita mati. - Keliahatannya dia bisa.

Sialan!

Itu mayat, seorang mayat!

Sialan! Itu sebabnya dia ingin datang kemari.

Tak bisa kupercaya.

Sial. dia melakukannya!

Jangan katakan apapun. Aku tak mau tahu. Aku muak memikirkannya.

Dia selesai. Kami akan pergi.

- Bagaimana? - Luar biasa.

Itu setimpal.

- Aku akan melakukannya. - Pau, sial!

- Kau tak tahu yang kau lewatkan. - Kau bercinta dengan orang mati!

- Pura-pura saja dia masih hidup. - Baiklah Pau melakukannya, tapi kau?

- Itu pengalaman yagn indah. - Itu menyebalkan!

- Bagaimana kau tahu jika tidak mencobanya? - Bagaimana jika itu mayat kakakmu?

Siapa yang tidak akan melakukannya bahkan ketika dia hidup?

Itu hanya mayat. Kita tahu itu.

Aku tak tahu kenapa aku disni...

Tunggu sampai Pau selesai lalu kita ke pesta.

- Sebuah tali? - Bukan untukku.

Ada apa?

- Dia hidup! Dia membuka matanya. - Apa yang kau katakan, Pau?

Lihat dia!

Harus apa kita?

- Tenang. - Ambilkan air!

Ada apa dengan kalian?

Apa kau ingat bagaimana kau terbangun?

Ini air.

Rencana. Disini, jadi...

Apa yang kita lakukan? Haruskah kita memanggil dokter?

Apa kau kedingingan?

Tunggu sebentar.

- Kau yakin dia melihatmu? - Iya, aku bersumpah.

- Bagaimana kalau dia tidak tahu? - Itu mustahil.

Aku akan membantumu, aku belum menemukan apa-apa...

Aku tak tahu cara memakaikannya.

Sekarang kau tahu. Tinggal memakaikannya saja.

- Bisa kita bicara? - Pau, bawa dia ke....

Pikirkan ini sejenak.

- Apa itu? - Sial, ada yang datang!

Itu penjaga malam. Kita harus sembunyi.

Dimana?

Disana!

- Apa yang kau lakukan? - Akan kuberitahu nanti.

Yang terpenting mereka tidak melihat kita.

Maaf. Namaku Javier.

- Apa yang kau lakukan? - Jangan menyentuhku!

- Bisa kita bicara disana? - Tak ada yang perlu dibicarakan.

Pau bilang dia masih hidup.

Hanya sementara.

Jangan pergi.

Aku akan kembali.

- Apa maumu? - Apa dia tahu kita memperkosanya....

- Kau pikir dia sudah mati. - Kita telah mengacau.

Apa kau tidak mengerti? Sudah berakhir, dia tahu.

- Itu akan muncul di TV. - Dia melihatku.

Sial, orang tuaku...

Dia tidak tahu sednag dimana. Dia tidak tahu apa yang kau lakukan.

More Indonesian subtitles for The Corpse of Anna Fritz

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left