The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Park Yoon Jae"
"Kang Tae Sung"
"Seo Hyo Rim"
"Jin Ye Sol"
"It's My Life"
Kamu sudah makan malam?
Kamu tidak makan sama sekali?
Aku tidak ingin makan.
Apa ini?
Ini surat perceraian.
Kamu hanya perlu mengisi bagianmu.
Jangan lakukan ini, Man Seok.
Semua ini salahku.
Maafkan aku.
Tolong jangan ceraikan aku.
Aku sudah membulatkan tekadku.
Jadi, bersikap seperti ini tidak akan mengubah apa pun.
Kamu masih muda, Yeon Sil.
Kamu bisa bertemu pria baik dan memulai dari awal lagi.
Tidak.
Aku mencintaimu, Man Seok.
Aku sangat mencintaimu.
Aku tidak tahu bahwa saham itu sangat penting bagimu.
Seon Gyu bilang kamu menghasilkan banyak uang dari menjual saham itu,
dan dia pun mendapatkan banyak uang sehingga bisa memulai sesuatu.
Jadi, kuberi tahu kepadanya ulang tahun Seung Joo.
Semuanya sudah berakhir.
Sudah terlambat untuk kembali, jadi, kita akhiri saja di sini.
Aku akan membuatkan bibimbap radis untukmu.
Semoga itu bisa menghiburmu agar kamu bisa melanjutkan hidupmu.
Yeon Sil, apakah kamu...
Mendengar bibimbap radis saja
sudah membuatku mual.
Aku sudah memakannya hari ini.
Itu tidak mungkin.
Aku sudah tua.
Tidurlah.
Aku akan tidur di kamar lain sampai dokumennya selesai.
Ya, ini Jang Hee Cheol dari Tim Desain Satu.
Apa?
Suaminya Nona Jung Jin Ah di sini?
Baiklah.
Nona Jung, kukira kamu lajang.
Apa?
Suamimu di sini mencarimu. Pergilah ke lobi.
Cepatlah.
Kurasa dia memesankan obat herbal untukmu.
Kamu mengenal suaminya?
Ya, aku sangat mengenalnya.
Aku sebenarnya berteman dengannya.
Pak Jo dan Nona Kim pernah bertemu dengannya?
- Apa? - Benarkah?
Kami pernah bertemu dengan suaminya Jung?
Kapan?
Kafe yang baru dibuka di depan kantor kita.
Suaminya pemilik kafe itu.
Ada sedikit cerita di balik hal itu,
tapi memang benar dia suaminya yang sah.
Dia suaminya yang sah?
Apa maksudnya itu?
Astaga, aku tidak tahu. Aku hampir membuat diriku tampak bodoh.
Apa maksudmu?
Nona Jung tampak seperti wanita baik,
jadi, aku ingin memperkenalkannya kepada saudaraku yang sudah mapan.
Astaga, Pak Jo. Teganya kamu.
Ada wanita lajang di sini.
Bagaimana denganku?
Astaga, kamu bukan tipe saudaraku.
Dia punya standar yang tinggi. Jangan berharap.
Apa katamu?
Ibu tidak menyangka Jung Jin Ah sudah menikah.
Kamu juga tidak tahu?
Ya.
Benar, kita sudah menghapus kolom status perkawinan
di formulir lamaran pekerjaan beberapa tahun lalu.
Siapa peduli? Tidak ada masalah selama mereka pekerja yang baik.
Ya, Pengacara Kim.
Hukum pidana dimungkinkan?
Adakah kasus serupa?
Delapan bulan penjara dan dua tahun bebas bersyarat?
Itu lebih ringan daripada dugaanku.
Terima kasih. Aku akan mentraktirmu minum soju.
Baiklah.
Hukuman pidana? Apakah ada masalah?
Tidak.
Seseorang memintaku menanyakan sesuatu.
Jin Ah.
Hei, sedang apa kamu di sini?
Kudengar kamu sakit.
Aku memesankan obat herbal untukmu.
Ini harganya lebih dari 200 dolar.
Ini akan menambah energimu dan menguatkan perutmu.
Minumlah satu sekarang.
Kurasa aku harus mati agar ini berakhir.
Kamu harus segera membaik.
Aku membelikan ini agar kamu pulih. Apa maksudmu kamu akan mati?
Jangan bersikap seperti ini. Minumlah ini, ya?
Ini hanya akan berakhir setelah aku mati. Ayo mati saja.
Bangunlah. Ayo mati dan akhiri ini.
- Jangan begini. Minumlah ini. - Pergi.
Ayo pergi!
Hanya kematian yang bisa mengakhiri kesengsaraan ini. Ayo pergi.
Kenapa kamu mau mati?
Bedebah ini mendaftarkan pernikahan tanpa sepengetahuanmu.
Kenapa kamu harus mati karena dia?
Nona Han.
Kamu meninggalkan orang tua, rumah, dan bahkan teman dekatmu
hanya untuk menyerah dari hidupmu karena bedebah ini?
Kamu. Siapa namamu?
Kang Dae Sik.
Kang Dae Sik?
Aku menelepon polisi.
Apakah ini polisi?
Aku ingin melaporkan penjahat yang mendaftarkan pernikahan
tanpa sepengetahuan wanitanya.
Namanya Kang Dae Sik.
Dia juga muncul di tempat kerja wanita itu seperti penguntit,
menyebabkan gangguan. Dia bisa ditahan karena itu, bukan?
Begitu rupanya.
Dia akan ditahan di tempat?
Astaga.
Bodoh. Aku bahkan tidak menekan tombol panggil.
Kamu harus kuat menghadapi bedebah seperti dia.
Dia akan terus mengganggumu jika kamu bersikap dramatis begitu.
Nam Jin bahkan menceritakan kepadamu hal seperti itu?
Apa?
Dia bercerita bahwa aku hampir dijual kepada keluarga Dae Sik
dan aku kabur?
Kalian berdua sedekat itu?
Kamu salah paham.
Dengar, aku hanya mengetahuinya saat mendengar Kang Dae Sik
membicarakan itu saat aku pergi ke kafe kemarin.
Aku kasihan dengan Nam Jin.
Dia terus membelamu, mengatakan dia bisa
memahamimu, dan kamu pasti tidak punya pilihan.
Bisa-bisanya kamu bersikap seperti ini Nona Jung?
Kenapa kamu ikut campur, bukannya lewat saja?
Apa katamu?
Jadi, begini rasanya jika air susu dibalas air tuba.
Baiklah.
Mulai sekarang, apa pun yang kamu hadapi,
aku akan berpura-pura tidak melihat apa pun.
Aku seharusnya berhenti memikirkan urusan orang lain.
Aku nyaris tidak bisa mengendalikan diriku.
Kenapa kamu membuatku merasa begitu sengsara?
Berdirilah.
Jika kamu, yang punya harga diri, terus menangis di lantai,
apa yang akan dipikirkan orang-orang?
Ayolah.
Sebentar.
Ya, Pak Ahn.
Ya. Aku ke sana sekarang.
Makan? Tentu.
Aku pergi sekarang.
Beri tahu jika bedebah itu menyakitimu lagi.
Aku akan mengurusnya.
Tolong jangan...
beri tahu Nam Jin apa yang terjadi.
Tentu saja.
Aku permisi.
Terima kasih.
Nona Han.
Maafkan aku, Nam Jin.
Meski begitu, aku lega
karena ada orang baik seperti dia di sekitarmu.
Yun Hee.
Tolong jangan beri tahu Pak Ahn mengenai kejadian tadi.
Tentu saja.
Aku menjadi cepat tanggap dalam usia ini.
Aku bisa mengerti apa yang terjadi.
Untuk apa kuberi tahu Pak Ahn dan membuatnya marah?
Yun Hee, kamu yang terbaik.
Kurasa kamu yang terbaik, Seung Joo.
Aku akan menjadi penggemarmu mulai hari ini.
Penggemarku?
Adakah pria yang memiliki kepribadian sepertimu?
Jika ada, aku akan menikahinya.
Apakah kepribadianku seperti kepribadian pria?
Itu sebabnya aku tidak bisa memenangi hatinya?
Ternyata yang kudengar memang benar.
Dia jujur dan pintar.
Terlebih lagi, dia juga tampan.
- Aku tersanjung. - Jangan terlalu rendah hati.
Dia pria yang luar biasa.
Tiap merek yang dia luncurkan menjadi sukses.
Pesaingnya tidak pernah bisa mengalahkan perusahaannya.
Dia ambisius, tapi masih kurang pengalaman.
Jadi, tolong bantu dia, Pak Na.
Aku sudah menyiapkan dana melalui Kapital Juseong.
Kami akan mendanai Si Woo
untuk melancarkan semua proyek yang dia rencanakan.
Ini untukmu. Kami sudah menetapkan tanggal untuk pertunangannya.
Katanya, itu hari terbaik untuk pertunangan mereka.
Begitu rupanya. Itu bagus.
Kami akan menyiapkan upacara pertunangannya.
Kamu tidak perlu melakukan apa pun, Bu Choi.
Aku tidak bisa membiarkanmu melakukan semuanya.
Aku akan menemui So Jeong lain kali dan menyiapkan cincinnya.
No comments yet. Be the first to leave one.