The first 200 lines.
"Rumah Sakit Jeil"
"Episode 30"
Perawat Kim.
Astaga.
Kamu sedang memikirkan apa? Kamu tidak menyadari kehadiranku.
Benarkah?
Kamu terlihat seperti putus dengan kekasihmu semalam.
Ibuku tidak pulang semalam.
Aku juga tidak bisa menghubunginya.
- Benarkah? - Dia berbohong dengan aneh,
jadi, kupikir aku tidak akan pernah bisa memahaminya.
Tidakkah ini lucu?
Setelah kamu memutuskan tetap bersamaku,
aku benar-benar memahami dia.
Jadi, aku merasa sangat bersalah kepadanya,
dan mengkhawatirkannya.
Dia akan butuh waktu untuk menerima ini.
Aku juga merasa tidak enak terhadap teman-teman kerjaku.
Aku tiba-tiba mengundurkan diri dan cuti selama beberapa hari.
Dibandingkan yang kulakukan sebagai kepala perawat,
yang kamu lakukan itu bukan apa-apa.
Pihak rumah sakit mengawasiku.
- Kamu juga harus bersiap-siap. - Benarkah?
Kita harus bagaimana sekarang?
Astaga, aku takut.
Kalau kamu di sini bersamaku, aku tidak takut apa pun.
Apakah hanya aku?
Itu membuatku sangat sedih.
- Astaga, aku sudah terlambat. - Ada apa?
- Ini buruk. Astaga! - Hati-hati!
Astaga.
"Rumah Sakit Jeil"
Perawat Kim.
Katakanlah kepadaku. Apakah menurutmu ini tempat bermain?
Tahukah sekarang pukul berapa?
Maaf, Perawat Ahn.
Tidak apa-apa berkencan di tempat kerja.
Namun, kamu masih harus ingat kalau pekerjaan tetaplah pekerjaan.
Kalian merusak semangat di tempat kerja saat keadaan baik.
Saat bertengkar, kamu minta berhenti dan tidak datang lagi.
Dan sekarang kamu terlambat.
Kamu harus lebih mempertimbangkan orang lain.
Aku tidak punya alasan.
Aku tidak bisa bekerja denganmu kalau kamu akan terus begini.
Perawat Ahn.
Kamu pikir aku akan mengatakan itu?
Apa?
Aku ingin melakukan itu,
tapi Kepala Perawat Baek ke sini dan menyogok agar tidak kulakukan.
Perawat Baek?
Kopinya sangat enak,
jadi, kuputuskan untuk menghentikannya.
Namun, ini yang kali terakhir.
Akan kupastikan ini tidak pernah terjadi lagi.
Aku tidak percaya padamu.
Banyak kulihat romansa tempat kerja memburuk untuk bisa percaya itu.
Kalau kalianlah yang berkencan,
kenapa aku harus merasa gugup?
Menurut pengalamanku, jawabannya adalah menikah.
Menikah?
Bahkan kepala keperawatan tahu,
jadi, seluruh rumah sakit bisa dibilang juga tahu.
Jadi, kalian sebaiknya segera menikah.
Baru akan berakhir kalau kalian melakukan itu.
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Kamu bisa membuatkan hidangan Korea
atau Barat.
Kenapa membuat dua macam?
Aku juga harus menghormati selera Dong Hyun.
Dia suka memakan roti pada pagi hari.
Makanlah apa saja yang dia berikan. Itu terlalu membebani dia.
Jangan bilang begitu.
Setidaknya ini yang bisa kulakukan untuk meminta maaf kepadanya.
Dong Hyun, apakah kamu tidak akan marah lagi?
Ya, dia berusaha sangat keras.
Jangan marah, dan ayo makan.
Bukan begitu. Aku kenyang.
Aku meminum dua gelas jus begitu bangun,
lalu meminum lima pil suplemen kesehatan.
Hei, apakah kamu pikir ayah mengalami yang lebih baik?
Yang kamu alami bukan apa-apa.
Ayah harus meminum sepuluh pil.
Kalau kalian tidak apa-apa, kalian sebaiknya makan.
Benar, jangan lupa membawa kotak makan siang kalian.
Kotak makan siang? Hari ini juga?
Tentu saja.
Dong Hyun, jangan lupa.
Aku bisa makan siang di sekolah.
Aku bicara dengan gurumu dan membatalkan
paket makanmu.
Kenapa membatalkan paket makanku?
Menurutmu apa? Karena kesehatanmu penting.
Ribuan siswa
sakit karena kue yang ada di makanan sekolah.
Aku tidak bisa membiarkanmu memakan itu.
Aku ada janji temu makan siang hari ini.
Aku harus makan sup tulang sapi bersama dokter anak temanku.
Sup tulang sapi? Itu mengandung kalori yang tinggi.
Butuh semangkuk sup tulang sapi saat cuaca menjadi dingin...
Lupakan saja.
Dia bisa memakan supnya, kamu memakan kotak makan siangmu.
- Itu kedengarannya bagus. - Apa? Baiklah.
Kamu mungkin tidak sarapan dengan tidak adanya Jin Ok.
Aku memesan ini hanya untukmu.
Makanlah.
Sup tulang sapi bisa diantarkan?
Tentu saja.
Sepertinya kamu tidak tahu.
Kamu bahkan bisa minta patbingsu dan samgyeopsal diantar.
Kamu bisa memesan apa saja.
Tidak perlu khawatir soal makanan bahkan jika istrimu tidak ada.
Jangan sampai orang lain mendengar itu.
Kamu pikir istri hanya untuk memasak?
Kamu benar,
tapi agak aneh kamu mengatakan itu.
Kenapa?
Kamu juga berpikir aku keterlaluan terhadap Jin Ok?
Kamu bukannya keterlaluan.
Jin Ok sangat baik kepadamu.
Maksudku, di mana kamu akan mendapatkan menantu
yang mau merawat mertuanya yang sakit sampai meninggal
di zaman sekarang ini?
Aku bersikeras mengirimnya ke sanatorium,
tapi Jin Ok tidak mau.
Dia juga cukup baik dalam mengurus rumah.
Aku tidak bisa makan
tanpa kimchi buatannya.
Itu tidak bisa dibandingkan dengan kimchi produksi massal seperti ini.
Dia juga sangat hemat.
Dia membuatkan losion
yang kupakai setiap hari.
Aku tidak pernah ke tukang cukur sejak menikah.
Benar sekali.
Kamu juga harus bersikap baik kepadanya.
Aku mau bersikap baik kepadanya.
Aku juga punya rencana.
Setelah Dae Young menjadi dokter, So Young menikah,
dan aku pensiun, aku mau hidup seperti pasangan tua yang harmonis.
Namun, begitu ibuku meninggal,
dia mulai marah-marah seolah sudah menunggu. Aku bisa apa?
Namun, kamu selalu bisa membuat krisis menjadi kesempatan.
Apa maksudmu?
Dia akhirnya sadar tidak ada gunanya bersikap baik kepada anak-anaknya
dengan insiden ini.
Jadi, ini kesempatanmu
menunjukkan kepadanya hanya kamulah
yang di pihaknya.
- Caranya? - Pertama-tama, ayo temukan dia.
- Caranya? - Kamu tahu kira-kira dia di mana?
Apakah dia punya teman yang tinggal jauh?
Teman Jin Ok?
Temannya yang kutahu hanya istrimu dan mantan istri Direktur Kang.
- Hanya mereka. - Kalau begitu...
Benar.
Ibunya.
Apakah dia mengunjungi makam mertuamu?
Dia sama seperti Jin Ok.
Begitu bertekad terhadap sesuatu, tidak ada yang bisa hentikan dia.
Dia menyuruh kami tidak memakamkannya di kuburan,
jadi, kami taburkan abunya ke laut di Incheon.
Kalau begitu, apakah kamu tahu di mana itu?
Coba kuingat.
Di manakah itu?
Kamu yakin ini tempatnya?
Ya.
Itu pelabuhannya, dan itu batunya.
Aku yakin ini tempatnya.
Jin Ok menaburkan abu ibunya di sekitar sini.
Kamu sungguh berpikir Jin Ok di sini?
Aku yakin itu. Tinggal ini tempat yang tersisa.
Rumah lama Jin Ok sudah menjadi apartemen,
kita sudah ke mercusuar, dan ruang latihan lama kita.
Aku hampir lupa, Dal Sook. Kita lupa soal tempat itu.
Tempat ibunya biasa berjualan.
Pelabuhan Sorae?
Hei, semua sudah berubah di sana usai kebakaran beberapa tahun lalu.
Aku dan suamiku ke sana tahun lalu dan sangat terkejut.
Kalau begitu, dia juga mungkin tidak ada di sana.
Bagaimana kalau kita tidak menemukannya di sini?
Hei, berhenti menjadikan ini kesialan.
Aku akan ke sana.
Kamu bisa ke pelabuhannya.
Baiklah.
Terima kasih atas makanannya.
Heo Se.
- Kenapa kamu ke sini? - Apakah kamu sibuk?
Bok Nam, kamu tahu siapa Joon Ho, bukan?
Tentu saja.
- Lama tidak bertemu. - Ya.
Aku seharusnya lebih sering mampir, tapi aku terlalu sibuk.
Kamu menikah bukan hanya sekali, tapi dua kali.
Tentu saja kamu sibuk.
Kudengar kamu bercerai, tapi sudah menikah lagi?
- Selamat. - Ini memalukan.
Itu sebabnya aku tidak sanggup menghubungimu.
Omong-omong, apa yang membuat pengantin baru sibuk ini datang
di tengah hari sibuknya?
Aku mampir untuk memberikan ini.
Astaga, apa ini?
No comments yet. Be the first to leave one.