The first 192 lines.
Designer Hati
Episode 5
Merica millet, tepung, garam,
merica, kecap asin…
Kecap asin lupa letak.
Tambahkan sedikit kecap asin.
Tambah berapa kecap asinnya.
Satu sendok besar.
Satu sendok besar itu berapa banyak?
Satu sendok besar, aku tidak tahu.
Di atas ini tertulis seperti ini.
Aku tumpahkan.
Kebanyakan!
Terkejut aku.
Kebanyakan.
Aku juga tidak tahu berapa juga.
Apakah kamu bisa pastikan,
bisa makan dengan cara pembuatan seperti ini?
Tentu saja.
Kalau mau mendapatkan hati wanita,
harus menampilkan ketulusanmu.
Apakah kamu pasti
membuat makanan ini dapat menunjukkan ketulusan?
Berusaha sajalah.
Tersedak aku.
Tentu saja masih perlu
sedikit taktik.
Taktik apaan?
Kamu masak dulu, jangan sampai gosong.
Aku pergi ngobrol bersamanya.
Siapa yang membiarkan kamu masuk?
Kakakmu sudah menyelesaikan berapa sajian.
Masakan kesukaanmu,
mencicipi di luar.
Jangan ganggu aku, sedang melukis ini.
Jangan melukis lagi deh.
Lukisanmu ini,
ada banyak masalah.
Bisa terlihat,
kamu memiliki bakat juga.
Namun,
ketrampilan dasarmu masih kurang,
maka akan semakin jelek.
Nanti ketika kamu ingin mengubah,
akan semakin sulit.
Kamu mengerti apaan?
Aku sejak umur 5 tahun sudah mulai melukis.
Saat seumuran kamu,
aku sudah menghasilkan
hampir 30 karya lukis.
Kalau ada waktu akan aku perlihatkan.
Aku juga tidak menginginkannya.
Kalau begitu, kamu terus berjalan
di lintasan yang salah saja.
Kamu tunggu sebentar.
Kalau begitu coba kamu katakan,
ada masalah apa?
Garis pendukungmu
semuanya tidak beraturan.
Terutama saat melukis tangan,
kamu akan merasa lebih sulit.
Kamu lihat lukisanmu,
emangnya mirip dengan tangan manusia?
Itu kelihatan seperti cakar ayam.
Tangan ini memang sulit dilukis.
Iya.
Tangan memang sulit dilukis.
Saat sulit melukis
harus menggunakan cara yang beraturan.
Seharusnya melukis
dengan semakin baik.
Mungkin juga pemahaman kerangka kamu
yang bermasalah.
Ataupun kamu pada dasarnya
tidak tahu tentang kerangka.
Tapi tidak apa-apa.
Hal ini,
ada cara penyelesaiannya.
Seperti…
Makan dulu.
Setelah makan baru kita bicarakan.
Ayo, masakan akan dingin nanti.
Mari.
Bagaimana?
Enak tidak?
Kamu sedang melihat apa?
Aku sedang melihat adik aku sedang apa?
Mari.
Bagaimana?
Enak tidak?
Kakakmu telah berusaha sekuat tenaga
membuat masakan ini.
Masih bisa diterima.
Makan udang ini.
Nanti kamu ingat harus mengajari aku.
Makan udang ini,
lain kali masak lagi.
Kalian berdua cepat.
[Direktur Grup Wanfeng memaparkan percintaan baru, Luna akan menjadi mantan? ]
Naskah.
Baik, aku mengetahuinya.
Apakah sudah terdeteksi siapa pelakunya?
Sebelumnya aku pernah berkata padamu
tentang kasus litigasi Perlindungan Hak
dari Grup Wanfeng.
Apakah kamu masih ingat?
Ada apa?
Dia adalah salah satu tersangka.
Karakter yang begitu kecil,
bagaimana menjalin hingga Song Lin?
Memang hebat juga.
Aku penasaran terhadap dia.
Hanya seorang desainer kecil
yang tidak terkenal saja.
Bisa dihiraukan begitu saja,
tidak perlu peduli.
Tidak.
Aku ingin mengenalnya.
Pagi.
Pagi.
Tempat ini boleh juga.
Youyou,
kamu telah berjasa.
Tempat ini harga sewanya rendah.
Lagi pula,
lampu ini apakah sebaiknya…
Kakak.
Coba lihat berita ini.
Ayo.
Ada gosip.
Mari ke sini.
Lihat!
Gosip sekali.
Kondisi apa ini?
[Direktur Grup Wanfeng memaparkan percintaan baru, Luna akan menjadi mantan? ]
Ini…
apaan ini?
Apa aku bilang,
dia kelihatannya sangat familiar.
Ternyata,
Direktur dari Grup Wanfeng.
Kak Fang,
Apakah kalian benar-benar
sedang berpacaran?
Jangan sembarangan ngomong.
Kak Fang.
Ada pacar seperti ini,
sangat dikagumi.
Kamu lihat dua orang ini,
saat berdekatan kelihatan sangat cocok juga.
Jangan bergosip lagi.
Aku tidak ada kaitan sama sekali
dengan Song Lin ini.
Jangan bergosip, makanlah kurma.
Tampan juga.
Aku tetap merasa sangat cocok.
Apa kabar, Zhou Fang.
Luna.
Direktur Song.
Berita kamu dengan Zhou Fang,
pasti sudah direncanakan sebelumnya.
Kamu lihat kecepatan respon ini,
tidak peduli tantangan kamu
ataupun tantangan Luna,
semuanya sedang melihat pertunjukan.
Apakah kamu masih jarang melihat beberapa tahun ini?
bukannya setiap kali diperhitungkan?
Ini…
Kalau begitu, kita harus bagaimana mengatasinya?
Tidak perlu mengatasi.
Tidak perlu dihiraukan.
Apa kabar?
Namaku Zhou Fang.
Desainer pakaian.
Aku dengan Nona Luna,
Baik, aku tahu.
Masuklah.
Kamu duduk di sini tunggu sebentar.
Baik.
Apa kabar, Nona Luna?
Apa kabar, aku Zhou Fang.
Apa kabar.
Buru-buru ke sini,
semoga anda jangan menyalahkan.
Duduklah.
Terima kasih.
Sebelumnya pernah mendengar Song Lin
membicarakan kamu.
Dia membicarakan aku,
pastinya sedang memarahi aku.
Hari ini aku mengundang kamu datang,
pertama, ingin mengenal kamu.
No comments yet. Be the first to leave one.