The first 200 lines.
"Episode 20"
- Aku sudah pulang. - Kami sudah kembali dari sekolah.
- Enak sekali. - Aku menikmatinya.
Kalian memakai apa?
Baiklah, ini...
Ibu, apa yang kalian lakukan?
Taruh ini di luar.
Kemarin, kalian memakai kaus berpasangan.
Hari ini, kalian memakai kaus kembar siam?
Ini namanya kaus kembar siam?
Kalian terlihat seperti kembar siam.
Itulah kenapa disebut begitu.
Ibu, Ayah.
Akan kukatakan ini karena khawatir sebagai putri kalian.
Kenapa kalian tidak ke dokter?
Kalian bersikap sangat aneh.
Banyak hal yang tidak masuk akal.
Anak-anak, kalian mungkin berpikir kami bersikap aneh
dan melakukan hal-hal yang tidak masuk akal,
tapi jangan khawatir. Ibu dan ayah kalian
sedang melakukan tugas yang sangat penting.
Itu benar. Ibu kalian benar.
Kami tidak butuh dokter, jadi, tidak usah khawatir
dan naiklah untuk belajar.
Sayang.
Aku merasa sangat lelah saat ini.
Aku perlu tidur sebentar.
Apa kamu gila?
Kamu tidak boleh tidur setelah kita baru saja makan.
Kamu harus berolahraga.
Olahraga?
Bagaimana kita bisa berolahraga memakai ini?
Aku merasa gatal kalau tidak berolahraga tiap hari.
Ayo cepat. Ayo membakar kalori.
Kita akan melakukan squat. Turunkan badanmu.
Kaki selebar bahu, fokus pada bokong.
- Mulai. - Aku tidak mau.
- Satu. - Satu.
Konsentrasi pada bokongmu.
Turun. Tiga.
Astaga. Dasar kamu orang tua.
Aku mau yang paling mahal yang kalian miliki.
Mi Rae.
Bagaimana kamu tahu di mana aku bekerja?
Dong Hyun memberitahuku.
Carilah meja.
Aku selesai 30 menit lagi.
Aku belum makan.
Bawakan kepadaku menu kalian yang paling mahal.
Lupakan itu. Akan kubawakan yang paling enak.
Sedikit lagi. 45.
46.
Kamu tidak boleh terjatuh tiba-tiba.
Cukup.
Aku tidak sanggup lagi.
Kamu boleh membunuhku.
Sekali gerakan squat lagi, maka akan kulepaskan ini
dan kabur. Lupakan soal tugasnya.
- Berdirilah. - Aku sekarat.
Kita sudah berolahraga, karenanya butuh tenaga.
Ayo.
Kamu terengah-engah setelah itu? Kamu sangat lemah.
Kupaslah ini.
Kenapa?
Aku tidak punya tangan tambahan, jadi, kamu harus mengupasnya.
Perlahan. Lakukan perlahan.
Kamu juga.
Manis. Kupaslah lagi.
Cha Jin Ok, kamu terlihat cukup profesional.
Apa maksudmu?
Tidak bisakah aku bekerja di sini bersamamu?
Bagaimana dengan kecintaanmu, musikal?
Aku dipecat.
Kamu bergabung dengan ansambel.
Aku juga dipecat dari sana.
Jangan melihatku begitu. Aku baik-baik saja.
Ikutlah audisi untuk produksi lain.
Suaraku terlalu buruk bahkan untuk ansambel.
Bahkan kalau aku cukup beruntung bisa tampil,
aku tidak akan bertahan lama seperti ini.
Lalu apa yang akan kamu lakukan?
Mari jangan membuat diri kita sedih.
Ayo hubungi Dal Sook dan pergi mencari makanan yang enak.
Bagaimana dengan ini?
Ini makan siang.
Siapa lagi?
"Mi Rae"
Hai, Mi Rae, ada apa?
Kamu sedang apa?
Aku lelah dan sedang beristirahat.
Apa ada sesuatu?
Tidak. Ayo pergi dan membeli sesuatu yang lezat
untuk dimakan malam ini.
Bisakah biarkan aku hari ini?
Kami sedang melakukan tugas kami
dan itu menyiksa kami.
Aku ingin sekali bergabung dengan kalian berdua,
tapi tempat tidur dan punggungku bersahabat dan tidak bisa terpisah.
Ya. Pergilah dengan Jin Ok.
Maaf, Teman-teman.
Dia benar-benar kelelahan.
Kamu memasak dan mencuci piring juga.
Kamu seperti pembantuku.
Kamu tidak menyuruhku melakukannya.
Apa suaramu sangat buruk
bahkan untuk bisa berada di ansambel?
Terlalu kuat untuk ansambel,
tapi tidak memikat sebagai tokoh utama.
Kata siapa? Sutradaranya?
Dia mengenalmu sebaik apa?
Itu yang sebenarnya.
Suaramu seburuk itu?
Aku di persimpangan.
Apa sebaiknya aku berhenti dari musikal
atau memulai kembali untuk mendapatkan lagi suaraku?
Tentu saja kamu harus mendapatkannya kembali.
Menurutku juga begitu, tapi pasti akan sangat sulit.
Apa kamu takut?
Lebih tepatnya aku kurang percaya diri.
Mi Rae, kamu adalah impian kami.
Kita memulai band bersama, tapi hanya kamu yang menjadi profesional.
Kalau kamu menyerah, impian kami sirna.
Kami bersamamu.
Beri tahu kami kalau terlalu sulit, maka kami akan membantumu.
Terima kasih. Kalian membuatku terus bertahan hingga sekarang.
Aku juga merasakan yang sama mengenai itu.
Kamu juga membuatku terus bertahan.
Itu benar.
Benar. Kamu terlihat lebih santai sekarang.
Kata orang semuanya ada di pikiran.
Kuubah cara melihat semuanya dan merasa lebih baik sekarang.
Entah bagaimana dengan yang lainnya.
Namun, aku sangat suka kamu beralih dari Jin Ok
yang menyebalkan menjadi Jin Ok yang terus terang dan menyegarkan.
- Jin Ok yang menyegarkan? - Ya.
Saat melihatmu memakai seragam di restoran itu,
aku sangat terkejut.
- Kenapa? - Kamu sangat cantik.
Apa?
Aku dahulu suka melihatmu
memakai seragam sekolah kita.
Baiklah, berhenti memujiku.
Aku mungkin tidak bisa pulih.
Aku seharusnya tidak duduk di sini dan tertawa.
Kenapa tidak? Apa ada masalah?
So Young akan membawa tunangannya akhir pekan ini.
Dia mau menikah? Secepat ini?
Dia benar-benar jatuh cinta.
Apa dengan pria tua yang dilihat si kembar bersamanya?
Kurasa begitu.
Setua apa pria itu?
Entahlah. So Young tidak mau bilang, tapi lebih tua sekitar 10 tahun?
Perbedaan umur itu tidak ada artinya sekarang ini.
So Young bukan anak nakal.
Aku yakin dia bertemu seseorang yang baik.
Apa pekerjaan pria itu?
Kurasa dia seorang dokter dari rumah sakit So Young.
Mereka jatuh cinta selagi bekerja bersama.
Kalau begitu, dia orang baik.
Kita banyak mengetahui
tentang rekan kerja kita.
Kurasa kamu ada benarnya.
Aku tadinya menentang mereka karena perbedaan umurnya.
Itu trauma yang diberikan Bok Nam kepadamu.
Seorang dokter melalui magang dan masa residensi.
Itu butuh bertahun-tahun.
Bok Nam mengatakan hal yang sama.
Dia mungkin menjadi menantumu.
Tidak, sepertinya dia akan menjadi menantumu.
Kenapa kamu tidak memasak jamuan untuknya?
Kenapa aku harus memasak jamuan?
Astaga.
Dia membuatku gila.
Aku tidak bisa melepas ini.
Namun, aku tidak boleh membangunkan pria yang kelelahan.
Aku harus memasak makan malam.
Kalau dia hanya tidur seperti ini,
itu tidak bisa disebut tugas.
Ini tidak bisa dibiarkan. Sayang.
Sayang, bangunlah!
Bangunlah, aku harus memasak makan malam. Bangunlah!
Bisakah kamu tidak menggangguku?
Bangunlah dan selesaikan tugas kita.
Sial.
Kalau kamu mau bangun, beri aku tanda dahulu.
- Sial. - Astaga, jangan.
Jangan, kamu tidak boleh melepaskannya.
Kita sudah cukup melakukannya.
Tidak, masih ada dua jam lagi!
Aku tidak bisa melakukan ini lagi!
Sayang, ayo selesaikan PR kita.
Aku sangat lelah. Sungguh.
Ini lebih sulit bagiku.
Aku menderita selama sepuluh tahun...
Lihat perbuatanmu!
Halo?
Halo, bisakah aku berbicara dengan Master Sagong?
Aku Sagong. Siapa ini?
Aku mau mendapatkan
pelajaran vokal darimu.
No comments yet. Be the first to leave one.