Release info

라켓소년단-Racket-Boys E14-E15-E16-NEXT-NF
라켓소년단-Racket-Boys E14-E15-E16-WEB-DL-NF
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-06-15
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

EPISODE 6

Ayo kita kembali sekarang.

Hari ini ada latihan stamina intensif.

Kita hanya antara mati karena kabur atau karena berlari.

- Apa maksudmu? - Nama lainnya, "Berlari ke Neraka."

Kita harus berlari keliling seharian.

Apa? Jadi, kalian mau kabur hanya karena lari keliling?

- "Hanya karena… - "Hanya karena…

- lari keliling?" - lari keliling?"

JAM ISTIRAHAT LATIHAN STAMINA INTENSIF TAHUN LALU

Astaga. Lihat diri kalian.

Kita baru berlari beberapa keliling.

Kau mau ke mana?

Aku mau ambil air.

Stamina kalian buruk sekali.

Kenapa diam? Ayo lekas naik bus.

Ayo ke Family Land di Gwangju,

dan makan hamburger juga.

Ayo, cepat berangkat.

Aku juga ikut. Yoon-dam, kau juga ikut, 'kan?

Aku tak mau ikut. Kalian saja yang pergi.

Bang. Jangan laporkan ke ayahku.

Kami kembali tahun depan.

- Ayo! - Aku ikut.

Hei, Kutu Buku. Kau juga mau ikut?

Ya. Aku sudah bilang ayahku bahwa aku akan membolos.

Astaga. Kenapa tak sekalian bilang kita akan ke mana?

Akan kuberi tahu jika sudah pasti.

Astaga. Sudahlah.

Namun, apa kalian punya uang?

Transportasinya saja pasti mahal.

Aku punya 52.700 won.

- Aku punya 58.000 won. - Aku punya 30.000 won.

Uang kalian banyak sekali. Bukankah uang tinggal saja tak ada?

Kami bohong kepada Pelatih Yoon, dan menyimpannya untuk kami.

Aku juga.

Kalian licik sekali.

Kutu Buku! Kau punya berapa?

Aku punya 200.000 won.

Ini dari ayahku.

Kalian membuatku khawatir.

Jangan sampai kalian buat masalah. Paham?

- Kumohon. - Jangan khawatir.

Ayo.

Ayo.

Astaga.

Kubilang jangan minum vitamin herbal Yong-tae!

Yong-tae mengizinkan.

Dia tak suka karena pahit.

- Lantas, kau minum saja? - Aku tak mungkin membuangnya.

Sudahlah. Jangan bicara lagi.

Benar. Aku dan So-yeong dari SMP Seongsim menjadi yang .

Sejak kapan?

Aku juga kenal So-yeong.

Namun, dia bukan domba, tapi rubah.

- Begitu. - Begitu.

Astaga. Apa Ayah pikir…

yang dibicarakan adalah binatang domba?

Tentu saja bukan.

Kalian benar. Dia itu sangat buruk, bak preman.

Lebih baik kau diam saat tak tahu apa pun.

Sudah bilang kepada anak-anak kami ke sana?

Tentu saja… tidak.

Aku takuti mereka dengan berkata hari ini ada latihan stamina intensif.

Mereka pasti senang jika tahu tak akan lari, tapi hanya latihan bersama.

Kau kekanak-kanakan.

Putriku. Bagaimana di sekolah? Menyenangkan?

Aku belajar membaca, melipat kertas warna, dan hal semacam itu.

Astaga. Padahal rasanya bak baru kemarin

kau menangis karena ingin menikah dengan ayah.

Kau sudah besar sekarang.

Ayah akan menunggumu sampai lebih besar. Paham?

- Ayah! - Apa?

Di sini boleh belok kiri langsung. Ayah selalu lupa.

Apa? Begitu?

Kau benar.

Hae-in semakin mirip ibunya.

Sudahlah. Ayo beli minuman untuk anak-anak.

Mereka bahkan tak bayar biaya tinggal.

Sayang, apa itu yang ?

Yang ?

Aku juga tak tahu.

Di mana anak-anak?

Rupanya kalian sudah tahu. Kalian memang peka.

Apa?

Kenapa berpura-pura? Kau tahu murid SMP wanita akan ke sini, bukan?

Anak-anak! Cepat keluar.

Pelatih. Bukan begitu.

Pak Bae. Maaf mengganggu seminarmu.

Ini bukan seminar sungguhan.

Di sini kami hanya tidur dan minum miras.

- Aku berniat ke kota Naju nanti. - Kenapa?

Kau melapor sebelum membolos. Ada masalah besar?

Tidak. Tak ada masalah apa pun.

Sampai bertemu setelah seminar.

GWANGJU, HAENAM

Coba cari yang benar.

Aku yakin sudah memasukkannya ke tasku.

Apa kau meninggalkannya di terminal saat membeli tiket?

Benar! Aku keluarkan amplop uangnya saat membeli tiket.

Sial.

Bagaimana ini? Sepertinya kita hampir sampai.

Tiket pulang pun tak ada.

Kau bilang mau makan hamburger dan ke Family Land? Namun, apa ini?

Hei! Jangan khawatir. Kita tak akan mati.

Kenapa kau yakin sekali?

Kau harus selesaikan ini semua.

Populasi Gwangju banyak.

Pasti banyak pekerjaan.

GWANGJU

PASAR STASIUN SONGJEONG

Kau yakin ini lebih baik daripada latihan stamina intensif, 'kan?

Tentu saja. Ini lebih baik daripada mati saat berlari.

Setuju. Itu hal tersulit setiap tahun.

Yakin kita tak akan pulang dengan berlari?

Tidak akan.

Astaga. Waktunya sangat tak tepat.

Aku lapar.

Aku juga.

DICARI BURUH HARIAN

LINGKUNGAN KERJA HARMONIS DI SAMPING PASAR MUDEUNG

Dia menelepon.

LEE JAE-JUN

Kau sedang di jalan? Dewasa sekali bisa menyetir sendiri.

Jangan berlagak, Lee Jae-jun. Dulu aku yang mengelap ingus…

Diam dan cepatlah datang.

Baiklah. Karena sudah lama tak bertemu…

Halo? Ada apa dengannya?

Tak semua hal di dunia

Bisa berjalan sesuai rencana

Namun dunia adalah tempat yang baik

Jadi kujalani hidupku

Bagus sekali.

UTAMAKAN KESELAMATAN DILARANG BERKELAHI

Sebentar. Kalian murid SMA?

- Ya! - Ya!

- Kalian bersekolah di mana? - SMP Haenam Seo.

Hei! Kalian butuh surat persetujuan dari orang tua.

Pak, kami akan berusaha keras. Sekali saja.

Kami anggota klub badminton, jadi, stamina kami bagus.

Pak Yoo. Bagaimana ini?

Kenapa bertanya? Anak-anak hanya mengganggu.

Tak semua anak muda tak bisa bekerja.

Hei, Pak Park. Kenapa warna rambutmu begitu?

Berhentilah bermain gim.

Kau sudah keramas hari ini?

Berhentilah bertengkar.

Suruh pulang saja mereka?

Kenapa diam? Tak mau bekerja?

- Bagus. - Bagus.

- Terima kasih. - Terima kasih.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Terima kasih.

Satu, dua.

- Sepuluh keliling terakhir. - Satu, dua.

Satu, dua.

- Pak. - Satu, dua.

Satu, dua.

Satu, dua.

Satu, dua.

Satu, dua.

- Angkat kepala kalian. Kepalkan tangan. - Satu, dua.

Kenapa? Kalian lelah?

- Tidak! - Tidak!

Dia bermain badminton denganku saat SMA dan kuliah.

- Dia bawahanku. - Jaga omonganmu.

- Halo, Pak. - Halo, Pak.

Salam kenal, Anak-anak.

Istirahat 20 menit. Kelas 6, awasi posisi bersiap junior,

lalu latihan mengayun. Bubar.

- Baik! - Baik!

Kenapa kau berlebihan sekali?

Kau tak tahu anak-anak zaman sekarang?

Sudahlah. Kau belum makan, 'kan?

Kau yang traktir, bukan?

Kau saja.

Sial.

Pak, kami harus apa sekarang?

Tentu saja harus bekerja.

Lihat semen ini? Pindahkan ke setiap lantai. Paham?

Kami hanya perlu pindahkan ini?

Ya. Aku sudah bilang ke manajer ini kali pertama kalian.

Jadi, hanya perlu pindahkan ini.

- Bagus. - Bagus.

Kalian yang ingin bekerja, jadi, bekerjalah dengan keras. Paham?

Dan jangan pernah lepas helm keselamatan kalian.

- Baik. - Baik.

Pak, apa ada cara mengangkat yang mudah?

Tidak ada. Berusahalah.

Lepas saja helm kalian jika merasa terganggu.

Apa? Dia bilang jangan dilepas.

Memang dia yang bekerja?

Lepaslah daripada berkeringat dan terus bergoyang.

Jika tidak, gantung saja di leher kalian.

Itu lebih efektif.

Perhatikan aku.

Jika membawanya dengan lengan, kalian cepat lelah.

Pakailah pundak kalian.

Seharusnya dia mengajari kalian dulu.

Abaikan bapak tua itu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left