The first 200 lines.
Zhou Tianyi, usia 18 bulan. Diculik pada tanggal 4 Februari 2014 di wilayah Fuzhou.
Diharapkan informasinya. Hubungi 13067532193 (Ayah)
Semakin banyak kabar ini di sebar, semakin besar harapan.
Anak saya hilang. Apa kalian melihatnya?
Namanya Zhou Tianyi, kalau kalian melihatnya harap hubungi Polisi.
Terima kasih.
Maaf, bisa lihat foto ini sebentar.
- Maaf. - Saya tidak pernah melihatnya.
Terima kasih.
Namanya Zhou Tianyi, kalau anda melihatnya harap hubungi Polisi.
Terima kasih.
Terima kasih.
Hei, ini anakmu?
Sejak kapan hilangnya?
- Tanggal 4 Februari. - Dimana hilangnya?
Dijalanan.
Apa kau sudah mencarinya di internet? Coba kau cari di sana!
Aku tahu kau sedang berduka...
tapi semua bayi hampir sama semua.
Tianyi.
Tianyi.
Lucu sekali.
Lei Da dari Kota Fozling.
Provinsi Anhui.
Diculik dari kampungnya pada jam 4 sore...
Pada tanggal 21 September 1999. Berarti sekarang usianya 17.
Radar? Kenapa Radar bisa hilang?
Sudah 15 tahun,
sudah kemana saja kau mencarinya?
Kau tidak akan pernah menemukannya. Dengar...
sebaiknya kau laporkan saja ke Polisi. Mengerti?
Mintalah bantuan mereka.
Mintalah bantuan Polisi.
Dia sudah hilang sejak kecil.
Tolong jangan marah kalau aku bilang seperti ini...
kau tidak akan mungkin menemukannya.
Kau tidak perlu mencarinya lagi.
Sekarang anakmu usianya sudah 17 tahun.
Mungkin, kau pernah bertemunya di jalanan...
tapi kau sudah tidak mengenalinya lagi.
Dunia ini begitu luas, kau tidak mungkin menemukannya.
Relakan saja.
Kenapa kau bisa bilang begitu?
Semua orang tua mencintai anaknya,
bagaimana kalau seandainya anakmu yang hilang, apa kau tidak mencarinya?
Kau ini brengsek ya.
Aku sedang memberitahunya, ini bukan urusanmu.
Kenapa kau ikut campur?
Apa kau punya anak?
Punya.
Kalau anakmu hilang. Apa kau tidak akan mencarinya?
Anakku baik-baik saja di rumah.
Seandainya dia hilang. Apa yang kau lakukan?
Kuberitahu kau ya,
Jangan dorong aku.
Kau tidak kasihan padanya?
Memangnya kau tahu apa tentang perasaanku?
Jangan berkelahi!
Kau mau apa?
Kau mau mengajakku berkelahi ya?
Sudah.
- Dasar tidak punya hati. Turun kau. - Sudahlah.
Sudah sampai.
(Dari An Hui ke Hu Bei, kemudian menuju Fu Jian.)
Aku menemukan berita ini saat berangkat Kuliah.
Anaknya lucu.
Teruskan pesan ini. Ibunya pasti sedang menunggu kepulangan anak ini.
Hei.
Tidak boleh.
Kawan.
Tolong bantu aku kalau kalian sempat.
Pasti.
Terima kasih.
Makin kecil saja anaknya.
Kurang, yang kerja bukan hanya aku.
Aku masih harus membiayai hidup anak ini.
Tidak mau, aku mintanya anak laki-laki. Bukan perempuan.
Anak perempuan lebih baik. Kau bisa menjualnya kalau dia sudah besar nanti.
Aku maunya anak laki-laki. Pergi kau.
15 ribu saja.
Keluar!
Pikirkan lagi.
Anak perempuan juga bagus kok.
Keluar kau!
Serius nih.
15000.
6000 deh.
Peluk aku.
Mama
Ini di mana?
Pegunungan Wuyi.
Aku selalu menandai tempat-tempat yang pernah aku kunjungi.
Berarti sudah banyak tempat yang kau kunjungi ya.
Berapa biaya yang harus kubayar?
Kau mau bayar?
Iya.
Saat ini aku tidak punya uang. Boleh kulunasi nanti?
Sudah berapa banyak orang yang kau hutangi?
Tidak terlalu banyak.
Tidak usah.
Aku yang traktir.
Siapa namamu?
Serius, kau tidak usah membayar.
Bagaimana kalau begini.
(Pemuda dari Pegunungan Wuyi untuk biaya perbaikan motor.)
Apa kau punya komputer?
Punya.
Di sana.
Kau mau ke mana?
Quan Zhou
Apa kau yakin bisa menemukan anakmu di sana?
Aku tidak tahu.
Mudah-mudahan saja.
Berarti kau tidak bertanggung-jawab...
kenapa kau bisa kehilangan anakmu?
Dulu, aku mengelola sebuah kebun.
Saat itu, aku dan Istriku sedang pergi berkebun.
Sementara anakku dijaga oleh Neneknya.
Saat kami pulang, Anakku sudah hilang.
Tidak ada orang tua yang ingin anaknya di culik.
Ini adalah daftar nama-nama anak yang hilang.
Kalau kau mengetahui tentang mereka...
kabari beritanya di internet.
Setiap kabar membawa sebuah harapan.
Aku juga sebenarnya juga korban penculikan.
Yang aku ingat, saat itu aku masih berusia 4 tahun.
Ada seorang pria yang menculikku.
Kemungkinan dia anggota sindikat perdagangan bayi.
Sepanjang perjalanan dia selalu mencubitku.
Seingatku, di daerah rumahku yang dulu ada sebuah jembatan rantai.
Dan hutan bambu.
Lalu,
Ibuku selalu dikuncir panjang.
Apa kau ingat salah satu nama...
temanmu disana?
Tidak
Apa kau punya saudara kandung?
Aku tidak ingat.
Apa Ayahmu...
pernah menceritakan dongeng padamu?
Aku tidak ingat.
Apa kau masih ingat makanan kesukaanmu saat kau masih kecil?
Mungkin mie atau sambal?
Yang aku ingat hanyalah...
Jembatan rantai yang ada di dekat rumahku.
Dan hutan bambu.
Juga rambut Ibuku yang selalu dikuncir panjang.
Yang lainnya tidak ingat.
Setiap malam, aku selalu coba mengulang ingatan itu.
Aku takut melupakannya.
Aku selalu bermimpi...
bisa menemukan kembali tempat kelahiranku...
dan, Ibuku.
Tapi aku tidak pernah memimpikan mereka.
Aku tidak mengerti.
Kenapa Ibuku tidak pernah mengunjungiku bahkan dimimpiku sekalipun.
Siapa namamu?
Namaku Zheng Shuai.
Tapi seperti yang kau tahu, itu bukan nama asliku.
Aku tidak ingat siapa nama asliku.
Nama Pengguna : Candygirl.
Di Kota Donghai, Fujian, ada seorang anak laki-laki bernama Shi Anyi.
anak itu memiliki ciri-ciri fisik yang sama dengan anak anda.
Sekarang usianya Shi Anyi sudah 17 tahun, sudah SMA.
Dia bukan anak kandung mereka.
Orang tua nya tidak pernah memberitahu dari mana asal-usulnya.
Dia memiliki bekas luka di kakinya.
Menuju Quanzhou.
Harap menepi.
Anda yang naik motor, harap menepi.
Pengendara motor, harap menepi.
Menepi sekarang!
Menepi.
Kau cari mati ya?
Kau ingin celaka ya?
Saya minta maaf.
Motor tidak boleh lewat jalan tol.
Iya, saya tahu.
Saya hanya ingin cari jalan pintas, supaya cepat sampai.
Saya mohon.
Beri saya kesempatan. Terima kasih.
Terima kasih.
Kau mau ke mana?
Quanzhou.
Berarti kau salah arah.
Ikuti mobil kami.
Kau bawa peta?
Bawa.
Kemari!
Lihat ini!
Kita di gerbang tol ini.
Itu.
Kau lurus ke sana kemudian belok kanan.
Jalannya agak rusak.
Di sebelah kanannya ada ladang padi.
Begitu kau sampai Fuzhou...
ikuti marka jalannya kemudian menuju Selatan.
Kira-kira 150km lagi.
Kau akan sampai di Quanzhou.
- Sudah paham? - Terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.