The first 200 lines.
Film Ini Mendapatkan 6 Nominasi Oscar : Skenario Asli Terbaik (menang) Film Terbaik (nominasi) Aktor Utama Terbaik -Stephen Rea- (nominasi) Aktor Pendukung Terbaik -Jaye Davidson- (nominasi) Sutradara Terbaik (nominasi) Penyunting Film Terbaik (nominasi)
Oke, oke inilah dia-- dan mantap...
dan begitulah kriket, yang.
Kau menginginkannya?
Baiklah.
Gak masalah kalau kau gak mau.
Kau tahu, Aku tidak menawarkannya. Jody tidak pernah menawarkan diri.
- Siapa tadi namamu? - Jude.
Jude. Kenapa, itu cocok untukmu, Jude.
- Boneka beruang? - Tidak! Boneka kampret.
Namanya: Jude.
Dan ini Jude, betul?
Aku pingin buang air kecil, Jude.
Di sini.
Jude di Juni
Ooh, Jude, kesayanganku
Aku bilang sayang, sayang
ke sini. Jangan kabur, Jude.
Kau tidak mengenalku, 'kan?
- Bagaimana jika iya? - Kau tahu aku gak bakalan kabur.
Oh!
- Tidak pernah buang air sambil pegang tangan cewek, Jude. - Yeah, tidak?
- Kau tahu tidak? - Katakanlah, Jody.
ini menyenangkan.
Tidak di sini.
- Siapa yang peduli? - Kita tak pernah tahu.
Aku gak pernah tahu apa-apa.
- Orang-orang. Mereka bakal ngeliatin. - Biarkan mereka melihat.
- Kemarilah, tentara. - Apapun yang kau bilang, Jude.
Oh, I said Baby, baby
Baby, whatcha doin' to me
I said Baby, baby
Baby, whatcha doin' to me
Anjing--
Minggir. Minggir.
Masukin! Masukin.
Ayolah!
Jude!
She wears that silk blue sweater
She likes to wear her stockings black
Jadi, siapa namamu, tentara?
- Anjing kau. - Yeah.
Situasinya simpel.
Kau disandera oleh Irish Republican Army.
Mereka menangkap salah satu anggota senior kami dan sedang mengintrogasinya di Castlereagh.
Kami sudah bilang pada mereka, jika mereka tidak melepaskannya dalam tiga hari...
kau akan ditembak. Kau akan diperlakukan sebagai tamu kami sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Ada sesuatu yang ingin kau katakan?
Berikan dia secangkir teh.
Kau mau secangkir teh?
Terima kasih, Jude.
Periksa apa dia pingin juga.
Kau ingin makanan?
Hey.
Seperti apa dia?
Bajingan lagi nafsu.
Kau memberikannya 'itu'?
Ada hal-hal tertentu yang gak bakal aku berikan ke negaraku.
Lihatlah dia.
Tidak bisa.
Tusuk dia atau apalah. Lihatlah apa dia masih hidup.
- Dia baik-baik saja. - Gak gerak selama dua belas jam.
Ayo. Beranikan diri.
Anjing kau! Anjing kau!
Lonte kau!
Lonte kau!
Berikan aku pisau! Aku akan mengeluarkan hatinya!
Berikan aku pisau!
Kau baik-baik saja?
- Hewan bangke. - Ayolah, Jude.
Apa maksudmu "Ayolah"? Dia nimpahin aku!
Yeah.
- Kerja yang berat, begitulah. - Well, seseorang harus melakukannya.
Nah, baru saja terlintas.
Aku baru saja memikirkanmu.
- Kau tahu tidak, Fergus? - Apaan?
Salah satu dari kalian membuatku menginginkannya.
Yang mana?
Tahan di sana. Ke kiri.
Maju. gak masalah.
Geser, geser ke kirimu.
Aku bukain dulu pintunya.
Geser ke kirimu.
Masuk. Itulah dia.
Dengar, tentara, kau harus makan sesuatu.
- Tak bisa. - Apa maksudmu, kau gak bisa?
Aku gak bisa makan lewat kain terpal.
Okay. Okay.
Ini.
Anjay, tong! Ini guyon!
- Kok guyon? - Aku lihat wajahmu!
Jadi, aku kelihatan kayak apa?
Kau sekitar 5' 10" dengan senyum yang mematikan...
dan wajah bayi.
- Oh, benarkah? - Yeah.
Dan mata coklat.
Kau tampan.
- Terima kasih, tampan. - Sebuah kehormatan.
Aku gak bisa napas, bung.
Jadilah orang baik, oke?
Suruh dia lepas penutupnya, sayang.
Bagaimana kau tahu itu cewek?
Aku bisa mencium parfumnya.
Pahamilah, jika kami membukanya, kami harus menembakmu.
Begitulah, kau punya peluang 50-50.
Aku pikir kau menyukaimu, kau anjing.
Akan menyenangkan jika itu mencukupi.
Cewek yang baik.
Tolonglah, bung. Aku tercekik di sini. Lepasin dong.
- Bisakah kita gak usah melepasnya? - Coba aja sendiri.
Sini. Maksudmu dia.
Jangan tinggalkan aku dengannya, bung!
Dia berbahaya!
Peter? Bolehkah aku melepasakan penutup si tawanan?
Ngapa kok begitu?
- Sundal itu terjebak dengan tekanan. - Jadi?
- Bagaimanapun, dia melihat wajah kita. - Dia melihat wajahmu.
Yeah, dan dia melihat Jude juga. Peter--
Jika kau tak keberatan dia terlihat, Aku gak keberatan;
- tapi cuman kamu doang yang diliatin. - Baik. Terima kasih.
Ini keputusanmu.
- Serahkan dia padaku, Jude. - Sebuah kehormatan.
Terima kasih, tentara.
Gak pernah tau kalau udara segar kayak gini enaknya.
Sekarang, jika kau melonggarkan tanganku, Aku jadi bisa makan sendiri.
Gak bakal.
Aku cuman bercanda.
Kau tahu, aku salah dalam satu hal.
- Dan apakah itu? - Kau gak punya pesona.
- Tidak? - Tidak. Kau gak ada tampan-tampannya.
- Apa kau mencoba menyakitiku? - Tidak.
- Itulah kebenarannya. - Aku akan mengatakan hal yang sama kepadamu.
- Begitu? - Tapi gak bakalan.
- Kami lebih sopan dalam hal-hal beginian. - Aku sudah memperhatikannya.
- Hey. - Apalagi sekarang?
Kau harus melakukannya, 'kan?
- Ngapain? - Membunuhku.
Apa yang membuatmu berpikir begitu?
Mereka gak akan membiarkan orang itu keluar...
dan kau harus membunuhku.
- Mereka akan membiarkanya keluar. - Kau mau taruhan?
- Aku gak bakal taruhan, bung. - Dan jikalau mereka melakukannya...
kau gak akan melepaskanku.
- Ngapa kok nggak? - Bukan kebiasaanmu.
Apa yang kamu tahu tentang kebiasaanku?
Aku ingin membicarakan orang-orangmu, bukan kamu.
Apa yang emangnya kamu tahu tentang orang-orang kami?
Hanya saja semua dari kalian keras, gampang dendam...
dan bukan kebiasaan kalian melepaskanku!
Diam kampret, bisa gak?
Sini.
Kau tahu yang lucu?
- Tidak. Apa yang lucu? - Aku bahkan tidak menyukainya.
Menurutku gak begitu.
Dia bukan tipeku.
Bukan?
Bukan.
- Sinih. - Emoh.
Kemarilah.
Aku akan menunjukkanmu sesuatu.
- Apaan? - Dalam sakuku.
Keluarin dompetku.
Bukain.
Di dalamnya ada foto.
Bukan, bukan yang itu.
Ada yang lain.
Jadi, inilah tipeku.
- Dia bisa jadi tipenya siapa saja. - Gak usah mikir yang aneh-aneh, anjing.
- Ngapa nggak? - Dia milikku.
Bagaimanapun, dia gak cocok buatmu.
- Tidak? - Bener-bener gak.
Apa dia istrimu?
Aku sudah menduga kau bakal bilang begitu.
- Kalian bakal jadi pasangan yang serasi. - Aku gak tahu itu.
Jadi ngapain kau tadi keliling-keliling?
Kau menjebakku.
Itu-- Anjing itu.
Dia temanku.
Okay. Cewek yang baik itu.
Dia bertemu denganku di bar.
Aku berpikir:
"Aku ngapain di sini lagipula?"
- Ngapain kamu di sini? - Aku dikirim.
- Kau bisa bilang tidak. - Tidak bisa jika aku sudah mendaftar.
- Ngapa kok kamu ndaftar? - Ini 'kan pekerjaan.
Ah, yeah, pekerjaan.
Jadi aku dikirim ke salah satu tepat di dunia...
dimana mereka memanggil "nigger" di depan wajahmu.
Jangan diambil hati.
"Kembalilah ke pohon pisangmu, nigger."
Gak ada gunanya aku bilang aku berasal dari Tottenham.
- Dan kau suka kriket? - Permainan terbaik di dunia.
Pernah lihat pelontaran?
Permainan di mana sekelompok petani memukulkan stik satu sama lain?
- Permainan terbaik di dunia. Yang tercepat. - Gak bakal.
Well, di Antigua, kriket adalah permainan orang kulit hitam.
Anak-anak memainkannya sejak berusia dua tahun.
Bapakku dan aku melempar bola kriket sejak berusia lima tahun.
Kemudian kami pindah ke Tottenham dan ada sesuatu yang berbeda.
- Kok beda? - Permainan yang keras di sana.
No comments yet. Be the first to leave one.