Meteor Garden

Meteor Garden (流星花园)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

電影倉庫〜〜Meteor Garden E10
A Commentary by gudangfilmserial
ORIGINAL VIU

Tags

other
Published on: 2019-10-15
Downloads: 67
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Shen Yue sebagai Dong Shan-cai

Dylan Wang sebagai Dao Ming-si

Darren Chen sebagai Hua Ze-lei

Liang Jing-kang sebagai Feng Mei-zuo

Wu Xi-ze sebagai Xi-men Yan

Di antara semua kartu ini, kartu apa paling besar?

As wajik./ Kamu yakin?/ Aku yakin.

Jack hati. Keriting.

Raja keriting.

Wajik.

Ratu sekop.

Salah lagi?/ Sudah benar, tapi kamu terlambat membuka kartu.

Aku tidak salah sudah sangat hebat, tahu?

Aku akan berusaha.

Kamu sudah memahami aturan dasar, sekarang masalah yang paling besar adalah…

…kamu bisa membuat orang tahu kartumu dalam sekejap.

Tidak mungkin.

Di tanganmu, kartu sekop paling banyak.

Aku benar,’kan?

Kemampuanmu di luar batas normal./ Ayo, coba bohongi aku.

Jika bisa membohongiku, kita baru ada kesempatan menang.

Baik.

Kamu suka kuliah di Ming De?

Suka. Orang-orang di sini sangat hebat.

Kamu tidak suka./ Ini tidak dihitung, kamu sudah tahu dari awal.

Kamu suka A Si?

Tentu saja tidak./ Aku mau kamu membohongiku.

Jika kamu tidak suka, seharusnya kamu bilang suka.

Aku tidak bisa bilang./ Kalau begitu kamu suka aku?

Tidak.

Sepertinya ini ucapan jujur.

Mana ada? Aku… Aku membohongimu.

Mana ada orang menanyakan pertanyaan seperti ini? Mana bisa menjawabnya?

Hanya kamu yang tidak bisa.

Kalau begitu kamu suka Kakak Kelas Jing?

Maaf. Seharusnya aku tidak menanyakan hal ini.

Jika aku bilang sudah lupa, kamu percaya?

Kamu benar-benar berharap aku tinggal di sini?

Kalau begitu aku akan berusaha tinggal di sini.

Supaya bisa melindungimu.

Aku memikirkanmu hingga hampir gila Tiada lagi yang memahamiku sepertimu

Satu periode bertemu sekali, terlalu kejam

Biarkan aku minta maaf dan memulai dari awal

Jika Shan-cai keluar dari Ming De, aku akan keluar dari F4.

Kamu tahu apa yang kamu katakan?

Meski menjadi F4 sangat berwibawa dan bergengsi,

…tapi kalau kamu menindas Shan-cai maka kamu adalah musuhku.

Qing-he, kamu tidak sepenting itu. Lagipula Shan-cai tidak menyukaimu.

Tidak penting Shan-cai menyukaiku atau tidak, yang penting aku menyukai Shan-cai.

Jika menyukai seseorang dan mengharapkan responnya, itu bukan pria sejati.

Dao Ming-si, jika kamu menyukai Shan-cai, perlakukanlah dia dengan baik.

Meski Shan-cai tidak menyukaimu, asalkan kamu bisa melihat dia…

…tersenyum gembira maka sudah cukup, benar?

Chen Qing-he, aku mulai merasa kamu ada bakat bergabung dengan F4.

Ucapanmu tadi sangat mirip pria sejati.

Kamu mulai berlatih main Bridge saja. Begini jika F4 benar-benar kurang 1 orang,

…setidaknya saat kami ikut pertandingan, kamu bisa menggantikannya.

Cinta tidak punya hati Hanya tahan seminggu

Sejak hari pertama masuk ke Ming De,

…aku sudah mendengar banyak yang taruhan main Bridge melawan F4.

Aku yang mendapat kartu Joker tidak menyangka akan bersama Lei…

…melawan Dao Ming-si di tahun pertama.

Menurutmu siapa yang akan menang?/ Tentu saja Dao Ming-si.

Shan-cai tidak bisa main Bridge.

Meski Lei sangat hebat, Shan-cai tetap tidak berguna.

Shan-cai.

Berjuanglah. Semoga berhasil.

Lihat.

Semalam tidur nyenyak?/ Sangat tegang, semalaman tidak bisa tidur./ Jangan takut.

Sebenarnya aku tidur nyenyak. Berhasil membohongimu,’kan?

Kamu berhasil membohongiku. Kamu sudah bisa lulus.

Kalau begitu kali ini kita bisa menang.

Shan-cai, selamat datang untuk kedua kalinya datang ke ruang Bridge…

…bertanding kartu dengan F4.

Hua Ze-lei sudah memberitahumu aturan mainnya,’kan?

Kalian berencana bermain Bridge sambil bergandengan tangan?

Dao Ming-si dan Mei-zuo 1 tim. Shan-cai dan Hua Ze-lei 1 tim.

Dua tim saling menebak kartu raja, tim yang menang mendapat tambahan 6 ronde.

Tim yang mencapai angka yang ditetapkan yang menang.

Sebaliknya jika tidak tercapai, maka tim lawan yang menang.

Sudah dengar jelas?

Sudah./ Silakan duduk.

Sudah tahu taruhannya?

Bukankah sudah tahu dari awal?

Apa taruhannya?

Shan-cai, katakan saja.

Taruhanku adalah…

…jika aku menang, mohon maafkan aku.

Ini sangat penting bagimu?/ Ya.

Menurutku kamu tidak ingin bersama Hua Ze-lei…

...sambil merasa bersalah pada hati nurani.

Mungkin./ Kalau begitu aku semakin tidak mau kalah darimu.

Bagaimana jika aku menang?

Kalau begitu aku tidak akan bertemu dengan Shan-cai lagi.

Ini kamu yang bilang sendiri./ Benar, ini aku yang bilang sendiri.

Tapi aku belum tentu kalah, benar?

Baiklah, pertandingan dimulai.

Silakan lihat kartu.

Shan-cai, kamu kocok kartu dulu.

1 hati./ 1 hati.

1 sekop./ 1 sekop.

3 hati./ 3 hati.

Apa? Hua Ze-lei juga menyebut hati sepertiku?

Aku tidak punya kartu hati sama sekali. Aku hanya mau mengertak mereka dulu.

4 keriting./ 4 keriting.

Dao Ming-si menyebut 4 keriting.

Jika aku mau sebut angka yang lebih tinggi, maka harus menyebut sampai 4 juga.

Artinya aku harus menang sampai 10 kartu baru bisa menang.

Aku hanya ada 3 kartu keriting, Jika Hua Ze-lei juga ada…

Lewat.

Lewat.

Lewat.

Kartu rajanya adalah kartu keriting. Hua Ze-lei, buka kartu dulu.

Shan-cai, Hua Ze-lei salah.

Dia mengira kartu As hati di tanganmu, jadi sengaja mengeluarkan kartu hati…

…supaya kamu bisa menang ronde pertama. Sebenarnya kartu As hati ada di tanganku.

Kelihatannya rencana kalian akan gagal.

Shan-cai butuh kartu hati. Kartu raja keriting memenangkan ronde pertama.

Shan-cai, kamu sangat hebat.

Tidak disangka Shan-cai yang polos sekarang juga bisa berbohong.

Meski berbohong, Shan-cai tetap manis.

Tidak seperti sebagian orang bicara jujur tapi selalu melukai orang lain.

Tentu saja pria yang berbohong paling keterlaluan.

Bukankah kamu seperti itu?

Mohon perhatikan, ini pertandingan kartu, jangan saling menyerang dengan kata-kata.

Shan-cai, yang menang buka kartu dulu.

Shan-cai kartu wajik, menang. Menang ronde kedua.

Shan-cai, permainanmu lumayan./ Hua Ze-lei pandai mengajari.

Shan-cai yang berbakat.

Buka kartu lagi.

Selanjutnya aku tidak akan membiarkan kalian menang lagi.

Siapa yang bilang? Kami belum tentu kalah.

Kami?

Shan-cai, kata “kami” di antara kamu dan Hua Ze-lei…

...akan segera musnah dari Universitas Ming De.

Sudah bertanding begitu lama, mengapa masih belum keluar?

Kemarin kami bertaruh kecil dan besar, 10 menit langsung selesai.

Qing-he, kali ini Shan-cai bertanding permainan Bridge yang sebenarnya…

...dengan Dao Ming-si./ Aku juga bisa main Bridge.

Jika aku yang turun tangan, F4 pasti langsung kalah.

Kamu sungguh lucu.

F4 adalah juara pertama di berbagai pertandingan Bridge internasional.

Kamu omong besar di sini saja.

Qing-he, aku tahu hubunganmu dengan Shan-cai sangat baik.

Tapi sebaik apa pun tetap harus menerima kenyataan.

Menurutku lebih baik kamu berdoa supaya dia mendapat kartu bagus.

Li Xin-hui benar. Tuhan, mohon lindungi Shan-cai yang polos dan imut…

…tidak ditindas Dao Ming-si, si Iblis itu.

Shan-cai, kalian pasti kalah.

Sekarang di tangan semua orang sudah tidak ada kartu raja.

Selanjutnya aku akan mengeluarkan kartu As sekop yang kamu tidak punya.

Kali ini kalian pasti kalah.

Raja sekop tidak ada di tanganmu?

Kartu raja sekop Shan-cai mengalahkan kartu sekop Dao Ming-si.

Aku mengira kita pasti kalah./ Shan-cai, kalian pasti kalah.

Dari hasil permainan tadi, seharusnya di tangan kita sama-sama tersisa wajik.

Seharusnya kartu Dao Ming-si yang paling besar di antara kita.

Ingatanku tidak mungkin salah, jadi ronde ini kalian pasti kalah.

Benarkah? Kami pasti kalah?

Benar, senyuman seperti itu.

Senyuman yang tidak bisa dibeli dengan uang ini…

...membuatku penuh keberanian dan tidak merasa takut lagi.

Cepat buka kartu.

A Si, kamu pasti menang,'kan.

Belum tentu. Mungkin dia tidak punya kartu wajik.

Jika dia tidak punya kartu wajik maka kami yang menang.

Jika kami menang, Dao Ming-si yang harus keluar dari Ming De.

Jika begitu, sepertinya taruhan kami terlalu besar karena A Si pasti menang.

Jika begitu, bukankah Lei dan Shan-cai yang harus keluar dari Ming De?

Tidak apa tidak bisa bertemu Lei, masih bisa bermain ke rumahnya.

Tapi jika Shan-cai pergi, Universitas Ming De sudah tidak ada gadis tangguh.

Tidak apa, dengan begini standar gadis di kampus juga bisa lebih setara.

Dao Ming-si, kamu mau buka kartu atau tidak?

Buka saja.

Jika kalah, aku akan mengaku kalah.

Mohon ada untukku Harus berani membenci dan mencintai

Tidak mau main lagi, lawan payah.

Memelukmu Aku tidak akan lepas lagi

Kalian yang menang.

Kami yang menang?

Hua Ze-lei, kita menang./ Sebenarnya kita tidak menang.

Mengapa? Jelas-jelas Dao Ming-si tidak bisa menang dari kita,

…dia kesal karena merasa malu dan membuang kartunya.

Dasar kecil hati./ Sebenarnya kartu di tangan Dao Ming-si lebih besar dari kita.

Mei-zuo.

Ini kartu yang di tangan A Si tadi. Ingatanku tidak mungkin salah.

Tidak ada orang yang bisa mengalahkan daya ingat Mei-zuo.

Kalau begitu dia menang, mengapa dia tidak mau main lagi?

Menurutmu?

Ayo.

Kak Zhuang masih menunggu kita merayakan pesta kemenangan.

Ayo, bersulang atas momen indah kita berkumpul bersama.

Bersulang./ Bersulang.

Masalah hari ini sudah bisa dianggap selesai bukan?

Semoga. Tapi A Si belum pulang sampai sekarang.

Dia tidak tahu ke mana seusai pertandingan./ Tidak apa-apa.

Dulu A Si juga sering bermain Bridge, belum selesai sudah tidak mau main lagi.

Aku paling memahami adikku.

Dia anak dewasa yang hanya fokus pada diri sendiri.

Salahkan aku tidak mendidiknya dengan baik. Sudahlah, tidak usah peduli padanya.

More Indonesian subtitles for Meteor Garden

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left