Switch

Switch (스위치)

Download Indonesian Subtitle

Release info

스위치 Switch: Change The World E03-04
A Commentary by DSS_Indo

Tags

other
Published on: 2019-04-15
Downloads: 50
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

=Episode 3=-

Apa yang terjadi?

Apa?

Apa?

Sa Do Chan!

Pertukaran yang luar biasa.

Aku yakin mereka tak pernah membayangkan kau menipu geomsa.

Kemarikan tasmu.

Sudah kubilang 'kan.

Geomsa itu cuman peduli sama promosi jabatan.

Mereka tak peduli pada penipu macam kita.

Geomsa lah masalahnya.

Cepat buka.

Sa Do Chan!

Bajingan! Keparat ini mesti dihajar! Keparat!

Harusnya kuceburin dia ke laut!

Minggir! Minggir!

Ha Ra. Ha Ra, sadarlah.

Sial!

Awas kalau tertangkap!

Diam-diam dan Berbahaya

=Cho Sung Doo=-

3 milyar hilang, aku harus gimana?

Hei, Dae Chul. Kemarilah.

Iya.

Aku harus bilang apa pada Daepyo-nim?

Ada alasan yang membuatku tak kena semprot?

Bilang saja kau tengah mencari dana taktis.

Sebelum geomsa menggerebek, kau menang.

Tuh kan? Yang makan bangku kuliahan salah.

Ah, gila saja.

Aku bukannya salah. Beda saja.

Kalau salah, artinya tidak benar.

Kalau beda, berarti tidak sama.

Makanya, bilang aku salah itu pilihan kata yang salah.

Mulai lagi deh. Kau mau mengajariku?

Memangnya kau guruku?

Daepyo-nim datang.

Berhentilah membaca.

Ada restoran kare enak di Maldives.

- Sungguh? - Kau akan kuajak ke sana.

- Serius nih? - Tentu saja.

Kau cari tempat enak?

- Kami mau ke Maldives. - Gitu ya.

- Mereka ikut? - Nggak lah.

Aku suka kerja sendiri.

Ngomong-ngomong, ada urusan apa kemari Oh Geomsa-nim?

Menurutmu kita tak perlu bicarakan sesuatu?

Kita keluar saja?

Kenapa semua ingin bicara denganku?

Ampuni aku, Daepyo-nim.

Sung Doo.

Kudengar kau pake uang perusahaan lagi.

Anu... biar kujelaskan, Daepyo-nim.

Aku mau mencari dana taktis untuk perusahaan.

Kau berjudi?

Aku hampir dapat taruhan ganda

tapi seorang geomsa menggerbek tempat itu.

Geomsa?

Beraninya kau menipu geomsa.

- Akan kuhajar kau. - Menarik sekali.

- Kok bisa tahu aku di sini? - Pelacak.

Ini sekarang kusita.

Pelacak?

Hei, tindakanmu berlebihan.

Aku harus menangani penipu sombong sepertimu.

Kau kira aku tak punya cadangan?

Cepat berikan padaku.

Jadi begini.

Jangan sampai kau syok gegara ini, Oh Geomsa.

Di dalam kotak itu

tak ada apa-apa.

Kau mau aku percaya?

Ya...

Namanya Baek Joon Soo.

Baek Joon Soo masih hidup?

Anda tahu bangsat itu?

Ini orangnya?

Iya! Dia. Dia orangnya.

Orang yang sama. Iya.

Maafkan aku, Daepyo-nim. Ini salahku.

Makanya memalukan sekali saat ikan bisa lolos.

Kenapa kau tak percaya padaku?

Sumpah. Di dalam kotak itu tak ada apa-apa.

Iya, Hyeongsa-nim. Anda mencari mereka?

Tak bisa Anda temukan?

Oke. Terima kasih atas bantuanmu.

Di mana kau sembunyikan?

Aku juga penasaran...

siapa yang mengambil barang senilai 5 milyar won.

- 5 milyar? - Nam Seung Tae bilang begitu.

Dia kehilangan 5 milyar.

Apa karena itu kau pura-pura kooperatif mencurinya dariku?

- Penipu satu ini. - Jadi, apa yang ada di dalamnya?

=Nam Seung Tae=-

Nam Seung Tae. Angkatlah.

=Nam Seung Tae=-

Nam Seung Tae-ssi, apa yang terjadi?

=Maaf.=

=Jujur saja, barangnya ada padaku.=

=Tapi dengan 1 syarat.= - Syarat?

=Untuk bisa pergi, aku butuh uang.=

100 juta?

Wah, ini gila.

Gimana caranya mendapatkan uang itu? Gawat ini.

Kita harus lakukan yang terbaik.

Tepatnya, gimana caranya?

Apa perlu aku hutang?

Atau rumahku harus kugadaikan?

Terima kasih, Bujang-nim.

Kau masa gak ngerti sih?

Bercanda, bercanda. Belajarlah sedikit.

Barang itu harus kita dapatkan.

Harus. Benar-benar harus. Harus.

Biaya keperluan khusus.

Biaya keperluan khusus.

Ada dana tersebut untuk digunakan di saat seperti ini.

- Benar, kan? - Anda benar.

Oke. Entah gimana caranya dana itu kupastikan akan disetujui.

Beri waktu seminggu.

Harus bisa disetujui.

Mereka akan menyetujuinya, kan?

Seminggu?

Baiklah. Anda harus datang sendirian.

Iya.

Lepaskan aku.

Kau sungguh mengira bisa kabur dari kami? Mana barangnya?

Tak bakalan kukatakan pada monster sepertimu.

Katakan di mana barangnya sebelum aku selesai baca buku ini.

Kalau tak juga kaukatakan

kau mungkin mati.

Bakar.

Sekarang, Anda sudah memilikinya.

Tak perlu menelpon Baek Geomsa, bunuh saja dia.

Demi kebaikan harus kubereskan sebelum ada banyak keparat sepertimu.

Oke. Kau sudah pastikan bahwa aku tak bersalah.

Oleh karena itu, kuharap kau menerima barang itu dengan aman, Oh Geomsa-nim.

Kita tak usah bertemu lagi.

Kali ini apa?

Apa kau mulai suka padaku?

Segalanya telah berubah.

Segalanya apa?

Kalau kusuruh kau kerja mulai Senin...

kau akan menolak?

Kau bercanda?

Untuk apa kutolak?

Kau tak akan bisa menolaknya.

Oppa!

- Hyeong. - Do Chan.

Keluarkan kami! Aku lapar. Cepat keluarkan kami!

Aku butuh jaminan kalau mau bekerja denganmu.

Murahan sekali ancamanmu.

Kubuat tawaran.

Bawa barangnya minggu depan. Dengan begitu, mereka kulepaskan.

Apa? Kau mau kami di sini selama seminggu?

Oppa! Tempat ini membuatku takut.

Berjam-jam aku belum mandi. Kau mau melihatku tanpa riasan?

Oppa! Cepat keluarkan aku dari sini!

Baik. Akan kulakukan.

Kalau syaratnya kau ubah.

Lepaskan mereka sekarang.

Aku tak apa.

Kau kira aku akan setuju?

Menyamar jadi pns.

Kau komplotan.

Kau mengancamku?

Ini penawaran.

Hei.

Hyeong ada di sana.

Sebelum tidur siang PR-mu sudah selesai?

=Siapa Baek Joon Soo?=-

Kau mau aku menghafalkan semua ini?

Ini penyiksaan mental.

Ulang tahun Joon Soo.

Aku bukannya mau merayakan ultahnya. Masa bodoh.

Mau mampus?

12 April 1987.

3-22 Ongang-dong, Kota Sokcho, Gangwon-do.

Lulus SD, SMP, dan SMA dengan nilai tinggi.

Lulusan Hukum Universitas Seoul, lulus ujian advokat.

Program Pelatihan Geomsa, Angkatan 44.

Dia terkucilkan sejak kuliah hukum,

dan hampir tak punya teman selama program pelatihan.

Satu-satunya rekan yang dekat

yang gigih, temperamen, suka ngomong kasar.

Jelas seorang perundung di sekolah. Oh Ha Ra.

Jangan komen yang tak perlu. Target operasi.

Target operasi. Buka halaman 13.

2 rekan yang cukup dekat, Kim Min Suk, dan Park Jung Woo.

Kim Min Suk kerja di Daejeon, dan Park Jung Woo di Chuncheon.

Terlebih lagi, target operasi tersebut adalah

Woo Jae Shik. Dia mentornya sejak awal karirnya,

dan seorang Bujang Geomsa.

Tak boleh, tak boleh, aku tak boleh berhubungan dengannya.

Tak boleh.

Aku duluan. Kau jangan sampai telat.

D

Da

Dam

Damn

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left