The first 200 lines.
Melewati Danau Baikal oleh Li Jian
Penerjemah YESUNGGYU
Wuxin, the Monster Killer Episode 01
Perhatian! Siapapun yang ketinggalan akan dihukum secara militer!
Tetua ingin mencapai wilayah Wen sebelum fajar menyingsing! Dia ingin mengalahkan Tuan Ding!
Kalian sebaiknya ikut dalam jarak dekat! Jalan!
Jalan!
Timing dan EngSub oleh Gone with the Shirt Team @ Viki
- Makan... - Ah!
Nona!
Nona...
Ah, lepaskan aku!
- Nona - Jangan mendekat lagi!
Kau manusia atau hantu? Apa yang kau inginkan?!
Kau ingin menakutiku sampai mati dan kemudian merampokku, kan?
Maaf, Nona, aku benar-benar tidak bermaksud begitu.
Kau bilang tidak bermaksud begitu, tapi bagaimana aku bisa mempercayaimu ?!
Aku benar-benar tidak bermaksud begitu! Aku hanya benar-benar lapar...
Aku tidak bisa menahan diri setelah mencium bau roti kukusmu.
Aku tidak bisa menahan diri.
Ambillah karena kau lapar. Kenapa kau bersembunyi di bawah dedaunan ?!
Aku kedinginan saat lapar, dan lebih hangat di bawah dedaunan.
Sepertinya kau benar-benar kelaparan.
Ini, aku hanya punya setengah yang tersisa.
Nona, kau harus membalut kaki itu, kalau tidak pendarahannya tak akan berhenti!
Jika bukan karena kau, ini tidak akan terjadi!
Hei apa yang kau lakukan?!
Tidak ada. Nona, apakah kau menyaksikan kejadian aneh akhir-akhir ini?
Kejadian aneh macam apa?
Misalnya, bencana atau kecelakaan?
Benar, aku bertemu denganmu!
Nona, namaku Wu Xin. Aku benar-benar bukan orang jahat.
Lihat, sudah semakin sore.
Kau tidak bisa bermalam di sini. Bagaimana kalau
aku menggendongmu pergi dari sini?
Aku bukan orang jahat. Bagaimanapun, aku harus membayarmu untuk roti kukus ini.
Baiklah kalau begitu.
Tapi aku beri tahu kau,
Aku hanya akan ke wilayah Wen yang ada di depan. Begitu kita berada di sana, kita akan berpisah.
Baik.
.
Pegang yang erat, kita pergi!
Baik, ini sudah cukup.
Di mana rumahmu? Aku akan mengirimmu pulang
Tidak perlu. Rumahku...
Ada di sana, di sekitar sudut itu. Kau bisa menurunkan aku sekarang.
Oh.
Permisi, maaf, hati-hati.
Baiklah.
Mari kita berpisah. Jangan ikuti aku lagi.
Baik.
Kenapa kau masih mengikutiku?
Hanya beberapa langkah saja. Aku akan pergi begitu melihatmu kembali ke rumah.
Tenang saja aku hanya melihatmu pergi.
Ini rumahku.
Aku mengetuk pintunya, jadi kau bisa pergi sekarang.
Hei!
Kau siapa? Kenapa kau di depan pintu rumahku?
- Kalian sepasang kekasih yang kabur atau pengemis? - Bagaimana bisa anda mengatakan sesuatu seperti itu ?!
Lalu apa yang harus aku katakan? Cepat pergi!
Jika kau menginginkan makanan, carilah orang tuamu! Kami tidak punya makanan disini!
- Nona - Jangan ikuti aku!
Nona, kakimu belum sembuh, kau tidak boleh lari!
Itu semua salahmu! Apa urusanmu jika aku punya rumah atau tidak?!
Bahkan jika aku punya rumah, aku tidak mau kembali!
Bahkan jika aku tidak punya rumah, apa itu memberimu hak untuk menggangguku?
Aku minta maaf. Aku hanya mengkhawatirkanmu.
Bagaimana kalau aku carikan penginapan untukmu tinggal?
Penginapan? Kau pikir uang tumbuh di pohon?
Sebenarnya aku datang ke sini untuk mencari pekerjaan sebelum gelap, tapi
siapa yang menyangka aku akan bertemu denganmu dan bahkan melukai kakiku!
Sekarang siapa yang akan mempekerjakanku?!
Aku benar-benar minta maaf, semua itu salahku.
Aku bahkan tidak tahu bagaimana bisa mendapatkan makanan.
Mana mungkin punya uang untuk menyewa penginapan...
Aku punya ide! Percayalah padaku sekali ini. Setelah aku mendapatkan sejumlah uang,
Aku akan mengajakmu makan malam dan menyewakan kamar untukmu!
- Apa yang sedang coba kau lakukan? - Aku mencari uang.
Jangan khawatir. Aku tidak merampok, aku tidak mencuri, dan aku tidak menipu.
- Siapa? - Biksu!
Siapa yang kau cari?
Rumahmu ada setannya. Banyak yang telah meninggal baru-baru ini, kan?
Ayo, ayo, Shifu.
Bagaimana kau bisa tahu kalau rumahku ada setannya?
Kau tidak perlu tahu bagaimana aku mengetahuinya. Aku tanya,
Kau ingin menyingkirkan setan rumahmu atau tidak?
Ini...
Shifu, aku katakan padamu yang sebenarnya.
Rumah ini bukan milikku. Aku di sini hanya untuk merawat rumah ini untuk orang lain.
Aku harus bertanya pada pemiliknya apakah dia mau atau tidak setan itu diusir.
Begini saja, pemiliknya tidak terlalu jauh dari sini. Aku akan bertanya dulu.
Kalian bisa menungguku di sini.
Ah Li bilang tidak ada yang akan terjadi di siang hari.
Begitu malam tiba,
Kalian hanya bisa menunggu di luar. Jangan pernah masuk
Kenapa tidak?
Rumah ini tidak bersih! Bahkan aku juga
terlalu takut untuk tinggal di dalamnya di malam hari. Aku menghabiskan malam hanya di ambang pintunya.
Tunggu aku, aku akan cepat dan segera kembali.
Tunggu aku
Mari kita duduk saja di sini.
Sudah lama sekali, tapi aku masih belum tahu namamu.
Namaku Yueya.
Nona Yueya. Terima kasih atas bantuanmu.
Itu hanya setengah roti kukus. Jangan terlalu di anggap serius.
Ada angin.
Timing & Subtitles brought to You by Gone with the Shirt Team @ Viki
Cuaca ini sangat aneh. Kenapa tiba-tiba turun salju?
Aku tidak tahu kapan salju akan berhenti.
Jika kita terus menunggu seperti ini, kondisi kakimu akan memburuk.
Kau tidak tahu? Ini akan menyebabkan masalah di masa depan.
Ayo masuk.
Ayo, hati-hati.
Ayo ke sana. Ayo.
Ayo, duduklah.
Apa yang kau lihat?
Aku akan mencari sesuatu untuk membalut kakimu.
Duduklah di sini dan tunggu aku. Jangan pergi kemana-mana.
Baik.
Saljunya berhenti.
Aku harus mencari air untuk membersihkan luka ini.
Yueya, lari!
Apa yang tadi itu? Apakah itu rambut?
Bagaimana rambut bisa bergerak sendiri?!
Kita tidak bisa tinggal disini Ayo cepat pergi.
Ayo, duduklah dulu. Aku akan membantumu mengoleskan obat.
Apa sebenarnya yang tadi itu? Monster?
Menurutku memang begitu.
Lalu kenapa kau masih duduk di sini mengoleskan obat? Ayo cepat lari!
Kau hanya seorang biksu, dan kau benar-benar berpikir akan mengusir setan?
Jangan khawatir, aku bisa menghentikannya.
Apa?!
Tenang saja. Jika aku bilang bisa menghentikannya, aku pasti akan menghentikannya.
Ayo, duduklah. Aku akan mengoleskan obatnya.
Mungkin sedikit sakit. Tahan saja sebentar.
Selesai.
Aku minta maaf, aku lama.
Kalian berdua...
Tidak ada yang terjadi pada kalian berdua, kan?
Sepertinya kami punya takdir dengan yang ada di halamanmu.
Kami baru saja bertukar salam.
- Lalu kalian... - Kami?
Tentu saja kami baik-baik saja. Kami selamat hidup-hidup dari penghuni sumur itu.
Tetua, kenapa tidak kau ajak kami untuk menemui pemiliknya?
Ayo pergi!
Baik, lewat sini.
Ada di depan.
Pemiliknya orang seperti apa? Kenapa ada begitu banyak penjaga?
Pemiliknya adalah Tuan Gu!
Tuan Gu?
Siapa Tuan Gu itu?
Kalian bahkan tidak tahu siapa Tuan Gu?
Dia adalah komandan yang mengambil alih wilayah Wen.
Sebelumnya, wilayah Wen milik Jenderal Ding.
Setelah Tuan Gu datang dan mengusir dia, Tuan Gu mengambil alih tempat ini.
Tahun ini semakin banyak tentara yang datang ke kota, kita harus lebih berhati-hati di Qiuba.
Bukankah kau dengar dia bilang apa? Tuan Gu adalah seorang komandan!
Dia benar-benar memerintah Quiba sekarang. Jangan memancingnya.
Siapa yang peduli siapa dia? Aku bahkan tidak takut pada monster, dia tidak bisa menakutiku.
Kau biksu...
Aku sudah katakan sebelumnya, aku akan memberimu sebuah perjamuan.
Kita tidak usah masuk
Markas Komandan Tianjin Wilayah Wen
Ayo, lewat sini.
Tuanku, kau sangat merepotkan!
- Rasanya enak! - Kenapa kau tidak minum segelas anggur, Tuanku?
Tuanku,
- Para Shifu-nya ada di sini - Biarkan mereka masuk
Ayo ayo ayo
Silahkan masuk.
Ayo.
Para Shifu ada di sini.
Bagaimana aku harus memanggilmu?
- Wuxin. - Wuxin?
Kau terlihat cukup tampan,
Tapi lihatlah pakaianmu yang kotor ini!
Lapis demi lapis! Dan lihatlah lengan bajumu ini!
Apa yang terjadi disini?
Ini tidak benar...jika kau jatuh dari gunung,
Kau akan menjadi daging cincang.
- Apa yang baru saja kau katakan? - Tidak ada!
Maksudku, kau terlihat sangat tampan,
Kenapa kau jadi biksu? Bukankah itu sia-sia?
Pakaian hanya untuk menutupi kulit. Kenapa itu sia-sia?
Ini adalah...?
Ini adik perempuanku.
Cantik! Dia sangat cantik!
Jika dia cantik, bagaimana dengan kami?
- Benar, apakah itu berarti kami tidak cantik? - kalian cantik
Hanya saja berbeda jenis kecantikannya.
Pergilah! Kalian berdua
istirahatlah duluan
Shifu, kenapa
kau membawa adikmu bersamamu?
Ini adalah dunia yang sulit. Aku harus melindungi adikku, bukankah begitu?
Memang harus seperti itu...kalian belum makan malam?
Belum.
Jika kalian tidak keberatan, bagaimana kalau kalian makan malam di rumahku malam ini?
Mana mungkin seorang biksu mengatakan kalau dia keberatan?
Baik. Ayo! Duduklah.
No comments yet. Be the first to leave one.