Release info

비켜라 운명아 It's My Life E29 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-12-14
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

"Park Yoon Jae"

"Kang Tae Sung"

"Seo Hyo Rim"

"Jin Ye Sol"

"It's My Life"

Pak Choi Si Woo?

"Episode 29"

- Nona Na So Jeong? - Ya, senang bertemu denganmu.

Aku juga.

Ini?

Ligamen di pergelangan tanganku tertarik saat aku bermain biola.

Ini akan dilepas pekan depan.

Begitu rupanya. Silakan duduk.

Aku ingin menunda ini karena pergelangan tanganku,

tapi kudengar kamu sangat sibuk.

Benar.

Tulislah sesuatu di gipsku.

Kurasa itu akan memberiku keberuntungan.

"Jung Jin Ah"

"Na So Jeong"

Kamu menulis namamu di gips itu?

Tidak, ayahku yang menulisnya.

Dia berharap aku cepat sembuh sehingga aku bisa

sukses secara global sebagai pemain biola.

Semoga cita-citamu tercapai.

Semoga Na So Jeong akan menjadi

pemain biola pertama yang dipikirkan orang.

Aku terkejut.

Oleh apa?

Kamu terdengar tidak sekadar mengatakannya.

Kamu terdengar tulus.

Aku bersikap tulus.

Aku akan pergi ke Italia pekan depan.

Aku akan tampil bersama Orkestra Firenze.

Begitu, ya. Lagu apa yang akan kamu tampilkan?

Kesukaanku adalah "Violin Sonata" oleh Cesar Franck.

"Violin Sonata" oleh Cesar Franck?

Apa alasanmu menyukainya?

Karena itu tentang pernikahan,

ada nuansa romantisme murni pada lagu itu.

Tampaknya kamu tahu banyak soal musik.

Aku kuliah di Marangoni di Italia.

Aku sering datang ke resital saat tinggal di sana.

Mode dan musik memiliki banyak kesamaan.

Aku akan menampilkan "Violin Sonata" oleh Cesar Franck.

Aku juga ingin mendengarnya kapan-kapan.

Aku memaksa diriku kemari hari ini

karena ayahku akan melarangku tampil di luar negeri.

Tapi sekarang, aku senang karena sudah datang.

Aku senang mendengarnya.

Nona Jung, kamu kesulitan memikirkan ide desainnya?

Ya.

Aku juga kesulitan.

Haruskah kutemui Bu Choi? Dia selalu membuatku bersemangat.

Rasanya menyenangkan melihat kalian berteman baik.

Kamu juga berpikir begitu?

- Bagaimana kalau kita minum kopi? - Apa?

Ada yang ingin kubicarakan denganmu.

Ini soal apa?

Adikku yang kini masuk militer

akan pulang besok dengan mengambil cuti.

Adikmu?

Pemilik kamar yang kamu tempati sekarang.

Lalu bagaimana?

Dia ingin tinggal di rumah selama dua sampai tiga hari.

Aku ingin bertanya apakah kamu akan keberatan.

- Dia akan tidur di mana? - Katanya, ruang tamu juga boleh.

Ruang tamu?

Aku tahu kamu akan merasa tidak nyaman.

Itu sebabnya aku menanyaimu.

Dia akan sibuk dan sering pergi minum bersama teman-temannya.

Dia akan jarang di rumah.

Meski begitu...

Tapi jika kamu begitu tidak nyaman,

kamu sebaiknya tinggal di tempat lain selama dua hari.

Akan kupotong sewamu untuk dua hari itu.

Baiklah.

Terima kasih atas pengertiannya.

Lagi pula, biaya sewamu sangat terjangkau

Tidak ada tempat

yang biaya sewanya seperti rumahku di seluruh Seoul.

Tentu saja, aku tahu.

- Itu menyenangkan, Anak-anak. - Sampai jumpa, Pak.

Ayo.

Ini, minumlah.

Ya ampun. Aku lelah.

Kulakukan apa pun untukmu agar kamu mendapat ide desain yang bagus.

Kini aku sangat kelelahan.

Apa? Kamu memberikan apa pun untukku?

Tampaknya kamu yang paling bersemangat di antara mereka.

- Aku tampak paling bersemangat? - Ya.

Baiklah, tunjukkan kepadaku.

Kita lihat apakah kamu mendapatkan ide bagus.

Belum. Akan kutunjukkan saat draf desainnya sudah jadi.

Ada apa denganmu sekarang?

Kamu sibuk memotretku karena aku terlihat sangat keren?

Astaga, kamu terlalu percaya diri.

Bukan main.

Ya, Pak Heo.

Aku di luar sekarang.

Ya, aku akan segera kembali. Baiklah.

- Tunjukkan. - Tidak!

Ya.

Masuklah.

- Astaga. - Kejutan!

Terima kasih banyak. Duduklah.

Baiklah.

Ini.

Ada apa? Kamu kesulitan memikirkan desain?

Bagaimana kamu tahu?

Tiap kali buntu ide, kamu pergi membeli bunga.

Aku tahu kebiasaanmu.

Astaga, kamu memang endorfinku.

Endorfin?

Hanya kamu yang memanggilku seperti itu.

Ada seseorang yang memanggilmu bidadari.

Siapa? Pak Lee Sang Hyun?

Dia bahkan tidak serius.

Dia suka bercanda dan agak bodoh.

Dari percakapan aku dengannya sambil minum, kurasa dia serius.

Terus terang, itu membuatku agak gelisah.

Apa maksudmu?

Perasaanku kepada bidadariku...

Dalam urusan cinta,

aku yakin bahwa tidak seorang pun

bisa mengalahkanku.

Omong-omong, ke mana Si Woo pergi?

Kenapa? Ada yang harus kamu bicarakan dengannya?

Tidak, aku belum melihatnya seharian, tapi aku senang.

Kamu senang?

Dia terus mengkritikku belakangan ini.

Selama 30 tahun karier desainku,

Aku tidak pernah didesak seperti ini.

Mungkin karena dia ingin menang di awal.

Lagi pula, anggota timmu adalah yang terbaik. Ekspektasinya besar.

Aku menyadarinya. Aku hanya bercanda.

Jangan beri tahu siapa pun. Dia sedang berkencan buta.

Kencan buta?

Aku harus mencegah masalah datang.

Menurutmu ada sesuatu di antara dia dan Nona Jung?

Aku tidak merasa ada apa pun.

Dia putraku. Aku sangat mengenalnya.

Aku senang hari ini.

Mari kita makan bersama lain kali.

Aku juga senang. Ini menyenangkan.

Aku nyaman bersamamu.

Ayo. Aku akan mengantarmu.

Tidak usah. Aku membawa mobilku.

Kamu akan menyetir dengan lengan seperti itu?

Ayahku mengirimkan sopirnya untuk memastikan

aku tidak membatalkan janji denganmu.

- Aku akan menghubungimu. - Baiklah.

Lain kali kita bertemu, aku sudah melepas ini.

Baiklah.

Peringatan hari kematian Kakek ke-49 sebentar lagi.

Tidak kusangka waktu cepat berlalu.

Kita akan mengadakannya di rumah, bukan?

Ya.

Aku sudah meminta Bu Heo untuk menyiapkan semuanya.

Baguslah. Aku sebaiknya mempelajari adatnya

lebih dahulu.

Tidak ada yang spesial.

Kita hanya perlu menyiapkan beberapa makanan kesukaannya dan...

Alangkah bagusnya jika kamu bisa mendapatkan tanaman pacar air.

- Tentu, akan kuberi tahu ibuku. - Baiklah.

Bu Heo memberitahuku sesuatu.

Kini Nona Han Seung Joo tinggal di rumah tamu?

Ya.

Apartemennya dimasuki pencuri tadi malam.

Orang-orang memperhatikan.

Aku tahu pertunangan mereka dibatalkan,

tapi ada pembicaraan soal pernikahan antara dia dan Si Woo.

Ini mungkin akan membuatku terdengar kejam,

tapi dia sebaiknya pergi.

Tapi kenapa?

Apa?

Entah mereka bertunangan atau tidak,

dia adalah temanku.

- Teman? - Benar, teman.

Teman harus saling menolong.

Dia tinggal sendirian,

lalu pencuri masuk dan menggeledah apartemennya.

Akan menyeramkan jika dia tinggal di sana sendirian.

Dia tinggal sendirian?

Ya, dia pindah

karena pernikahan ayahnya.

Kalau begitu, dia bisa tinggal bersama ayahnya sementara.

Masalahnya, adik ipar Pak Han menyebabkan masalah,

jadi, mereka harus berhemat dengan tinggal di rumah dua kamar.

Adik iparnya juga tinggal di sana.

Aku sepenuhnya menyadari kekhawatiranmu.

Tapi aku tidak bisa membuatnya kembali ke rumahnya

hanya karena mengkhawatirkan pemikiran orang.

Aku mengerti. Aku seharusnya lebih pengertian.

Pertama, aku akan memasang kunci digital di apartemennya.

Akan kupastikan dia pergi setelah pulih dari syok.

Baiklah. Kalau begitu, sampai jumpa besok.

Baiklah.

It's My Life subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for It's My Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left