The first 155 lines.
Sebelumnya di
Space Brothers
Mutta sang kakak terkena sial.
Karena lahir di hari kemenangan, Hibito si adik menjadi moonwalker Jepang pertama.
Sedangkan Mutta melanjutkan perjalanan panjangnya ke bulan dan terpilih sebagai anggota cadangan.
Di sisi lain, kecelakaan bulan telah membuat Hibito berjuang menyembuhkan serangan paniknya.
Tapi dia akan ikut ujian untuk kembali ditugaskan.
Tapi, karena penyakit paniknya,
NASA memutuskan Hibito tak mungkin ikut dalam misi,
dan dia menghilang.
Ku tak bisa lepas, tak ada yang berguna
Tak ingin ini jadi hari yang percuma NO!!
FREE sebelum menghilang
semoga aku bisa bangkit OH!!
Apa yang kauingini? What's gonna be?
Aku hanya ingin jadi berani
Siapa pun dari kita punya wajah yang meragukan
Bukankah kesenangan hidup itu adalah ketidakpastian?
Demi impian yang tak tersampaikan, curahkanlah YOUR LIFE
Menerjang angin, kita bangkit, jalan masih panjang
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Rangkullah juga semua rasa sakitnya
Tariklah napas dalam-dalam dan teriaklah
BIG BANG!! Kejarlah itu! Jangan pernah takut!
Begitu memesonaku Hold it tight Ku ingin bermimpi
Memang ada ketakutan menghalangi impianmu
Robeklah tudung panas itu dan singkirkanlah
#98 Astronaut Terkuat
#98 Astronaut Terkuat
Kali ini pasti dapat hadiah utama.
Habisnya, orang-orang bilang kalau di toko itu banyak yang menang!
Furukawa dari tempat penatu saja menang 500.000 yen.
Lalu Shimada dari kuil Buddha beli lima kupon dan menang 300.000 yen, loh.
Ibu pasti bakal menang, Ayah.
Jutaan, jutaan, jutaan!
Bagaimana ini?
Banyak?
Hanya dua orang dibilang banyak?
Satu "ta" ditambah satu "ta" sama dengan dua "ta" (tata = 多々 = banyak).
Dua itu banyak, 'kan?
Banyak.
Aduh, Ibu!
Hibito hilang lagi, tuh. Padahal sudah malam.
Loh, hilang lagi?
Dia itu sering sekali kelayapan.
Se-Sering? Padahal baru dua kali!
Kenapa Ayah dan Ibu tenang-tenang saja?
Dua kali itu sering.
Sering.
Aku mau cari dia dulu.
Dingin.
Dasar, ke mana kau Hibito?
Kenapa kau kabur tak bilang-bilang?
Tn. Mutta.
Apa kau dengar, Tn. Mutta?
Ah, ya. Maaf, aku dengar.
Sepertinya kau tak mengerti untuk siapa rapat ini.
Selama simulasi terakhir, komunikasinya berantakan.
Kau lupa menyampaikan informasi yang seharusnya disampaikan padaku.
Kau juga kehilangan poin karena menggangguku saat aku sedang bicara.
Ya.
Tapi, lucu juga karena biasanya Vince yang suka memotong ucapan orang lain.
Kita harus selalu kompak.
Kalau sampai ada salah komunikasi, kami takkan bisa mengikuti prosedur manualnya.
Untuk selanjutnya, cobalah lebih berkonsentrasi.
Kehilangan waktu yang tepat dapat menggagalkan misi,
atau bahkan menyebabkan kecelakaan.
Baik.
Aku mengacau.
Di hari pertama, tak ada masalah.
Tapi, aku sekarang jadi susah fokus.
Apa kau memberi tahu Hibito kalau dia tak bisa kembali ke luar angkasa lagi, Pak Butler?
Tidak, aku tak seblak-blakan itu.
Tapi mungkin itu yang dipikirkan Hibito.
Dia tak muncul lagi sejak hari Jumat.
Sialan.
Hibito mengabaikanku?
Padahal tinggal balas lewat SMS.
Sudah enam hari Hibito hilang.
Aku sudah tanya tetangga,
teman-temannya di NASA,
ayah dan ibu.
Tapi tak ada yang tahu di mana Hibito berada.
Aku pulang.
Ah, Mu.
Tidur, yuk.
"Tidur, yuk" jidatmu!
Maaf, maaf.
Aku ke taman buat foto Virgo.
Tapi isi fotonya gelap semua.
Mau lihat?
Dasar.
Kalau mau keluyuran lagi, aku tak bakal mencarimu.
Aku bilang maaf, 'kan. Lain kali aku kasih tahu.
Kalau tidak, nanti aku kasih memo.
"Hei! Hei! Sekarang aku ada di taman, Mu!"
Aku bilang begitu lewat telepati.
Kau tak dengar?
Mana mungkin aku dengar, bodoh?
Kalau begitu, sekarang apa yang aku pikirkan?
Aku kirim, ya!
Memangnya aku tahu? Ganggu saja.
Kalau kau mau foto Virgo pakai kamera, nanti aku ajarkan caranya.
Wah, hebat! Benar!
Hebat sekali, Mu!
Asal kau tahu, tak mungkin pakai kamera itu.
Ternyata telepatiku berhasil!
Aku memang hebat, ya?
Kalau begitu mulai sekarang, aku bakal pakai telepati.
Dia masih belum pulang?
Sepertinya tak masalah.
Soalnya rumah sebesar ini hanya buat aku saja.
Birnya juga buat sendiri.
Aku bisa bernyanyi semaunya!
Aku juga bisa menonton televisi semaunya!
Maaf.
Tak ada maksud apa-apa sih, buat kalian saja.
Wah, wah.
Tak perlu repot-repot, Mutta.
Terima kasih, Ozzy, Ova.
Sampai besok.
Ya, tentu saja.
Selamat malam!
Selamat malam, Mutta.
Selamat malam.
Sepertinya anak itu belum kembali juga.
Benar juga.
Tak kusangka Hibito akan hilang.
Besok, kita akan melihat cahaya matahari di Texas.
Dengan awan yang terus berembus, ada kemungkinan akan turun hujan.
Tapi, kalau Anda tetap tersenyum, hujan takkan menghapus cahaya sang mentari.
Dan kalau Anda menangis, nanti akan hujan meski ada matahari.
Nomor siapa ini?
Halo?
Ah, Tn. Mutta.
Ini aku. Butler.
Pa-Pak Butler?
Aku khawatir karena sudah beberapa hari Hibito tak datang.
Aku bisa saja menghubunginya langsung,
tapi kurasa dia takkan mau bicara denganku.
Apa terjadi sesuatu?
Ternyata benar, dia tak cerita?
Hibito Nanba memang sehat secara medis.
Dia sudah memenuhi semua syarat sebagai astronaut.
Tapi...
NASA menganggap kalau mengirim dia kembali ke bulan dalam sebuah misi
sangatlah berisiko.
Kenapa kau kabur tanpa bilang apa-apa padaku?
Padahal kau sudah janji mau kasih memo.
Kau ke mana?
Katakanlah sesuatu, Hibito.
Katanya kau bisa pakai telepati.
Aku sama sekali tak dengar!
Apa maksudnya?
No comments yet. Be the first to leave one.