The first 200 lines.
Ji-hun.
Bangunlah.
Kejutan.
Tebak hari apa ini.
Hari apa?
Hari jadi ke-100 kita.
Sudah 100 hari?
Waktu cepat berlalu.
Menurut manajerku,
kabar soal kita sudah tersebar.
Aku tak mengerti.
Siapa yang menyebarkan rumor itu?
Pasti kau.
Ini untukmu.
Apa ini?
Apa ini? Apa isinya?
Indah sekali.
Astaga, kapan kau beli ini?
Itu hadiah perpisahan.
Ji-hun.
Menyenangkan. Semoga kau bertemu pria baik.
Ji-hun.
Sudah hampir waktunya. Cepat.
- Ya, Chef. - Ya, Chef.
Mereka datang.
Chef,
semua sudah siap, 'kan?
Astaga, terlihat lezat.
Ambillah foto yang bagus.
- Masuklah. - Baiklah.
Ke arah sini.
PRESENTASI MENU BARU STEIK TENDERLOIN, SIRLOIN
Hati-hati. Jangan sampai terluka.
Eun-seong, ibu harus ke sana sebentar.
- Tunggu di sini. - Baik.
- Tetaplah di sini. - Baik.
Kami restoran keluarga
- yang memakai bahan alami. - Manis sekali.
Restoran kami, The Promise, dibuka dengan tujuan menyediakan
hidangan dari bahan terbaik dengan pelayanan berkualitas tinggi.
Selama tiga bulan terakhir,
kami bekerja sangat keras.
Kami akan sangat menghargai
jika kalian bisa menyebarkan menu musim semi terbaru kami.
Maaf.
Direktur Pelayanan Restoran
dari kantor pusat, Pak Han Ji-hun, baru saja datang.
Dia ingin mengatakan
beberapa hal kepada semua pengunjung.
Pak Han.
Aku datang untuk memberi resumeku.
- Ikut aku. - Terima kasih.
Halo.
Aku Direktur Han Ji-hun.
Aku ingin berpikir
sambutan itu bukan untukku, tapi untuk menu baru kami.
Silakan nikmati makanan yang kami siapkan hari ini
dan berikan kami kritik dan saran yang jujur.
Jika kalian mempromosikan kami,
kami akan adakan lebih banyak acara.
Terima kasih.
Silakan nikmati makanannya.
Untuk hari ini, gratis.
Gratis.
Silakan dinikmati.
Terima kasih.
Halo.
Terima kasih.
Berikan kunci mobilmu.
Kenapa?
Mobilku ada di bengkel.
Panggil Pak Lee.
Kukirim dia ke kantor pusat untuk mengurus sesuatu.
Aku tak bisa menunggunya. Aku akan terlambat.
Kau mau ke mana? Kencan?
Hei.
Kau tahu aku baru mengambil mobilku dua hari yang lalu, 'kan?
Jika tergores seperti waktu itu...
Astaga.
Tunggu.
Bukan itu maksudku.
Maksudku, hati-hati.
Kita tak akan tahu.
Kecelakaan bisa terjadi
tiba-tiba.
Jika putra seseorang masuk koran karena kecelakaan...
Jangan anggap remeh netizen.
Tolong menyetir dengan baik.
- Pak Park, mereka mencarimu. - Dasar...
Baiklah.
Halo.
Silakan kirim kisahmu.
Hai, Ibu.
Di mana kau? Jika kau belum pergi,
apa kau bisa mampir?
Kenapa?
Kenapa lagi?
Ini hari ulang tahun ayahmu.
Istrinya mau memberi suaminya hadiah ulang tahun.
Mampir dan ambillah.
Lupakan saja.
Jangan memaksakan sesuatu.
Kenapa itu memaksa?
Sampai jumpa. Kuhubungi lagi nanti.
Kau sangat manis.
Eun-seong!
Apa yang terjadi?
Kau tak apa-apa?
Kau tak apa-apa?
Astaga.
Ibu.
Ibu.
- Ibu. - Kenapa kau tak keluar?
Kau harus memeriksa jika kau sebabkan kecelakaan.
- Kau tak apa-apa? - Ibu.
- Astaga. - Ibu.
- Ibu. - Nyonya, kau tak apa-apa?
- Sadarlah. - Ibu.
- Ibu. - Astaga.
- Dia akan mati. - Ibu.
Apa yang kau lakukan? Cepat bawa dia ke rumah sakit.
- Ibu. - Bawa dia ke rumah sakit.
- Cepatlah. - Maaf. Sadarlah.
Ibu.
- Ibu. - Apa dia terluka?
Ibu.
Ibu.
Tak apa-apa.
Ibu.
Ibu.
Kuharap dia tak apa-apa.
Kau juga naik. Duduk di samping ibumu.
Ibu...
Ini ponselnya. Bawalah.
Kuharap dia tak terluka.
Astaga.
Ibu.
Ibu.
Ibuku sekarat.
Ibuku sekarat.
Ibu.
Ibu.
Ibu.
Ibu!
Ibu.
Ibu.
Ibu.
Ibu.
Ibu.
Nona Kang Hye-su, buka matamu.
Nona Kang Hye-su.
Nona Kang Hye-su?
Itu kecelakaan mobil, 'kan?
Apa dia tertabrak?
Tidak.
Aku yakin dia tak tertabrak.
Untungnya dia merespons cahaya.
Beri dia satu liter infus biasa.
Baiklah.
Ibu.
Ibu, sadarlah.
- Sadarlah. - Tak apa-apa. Kemarilah.
Ibu.
Ibu.
RUANG GAWAT DARURAT
Astaga, semuanya akan makin rumit.
Ibunya pingsan.
Apa?
Kenapa dia pingsan jika tak tertabrak?
Tunggu, bagaimana jika dia penipu?
Penipu?
Ya.
Jangan percaya hanya karena dia punya anak.
Aku melihat program TV mengenai masalah masa kini.
Ada banyak di luar sana.
Kita bicara nanti.
- Aku harus cari tahu dahulu. - Jangan percaya semuanya, mengerti?
- Halo? - Hei.
Siapa kau?
- Apa? - Siapa kau?
Di RS Daon, kami memberi pelayanan berkualitas...
Apa hubunganmu dengan pemilik ponsel ini?
Apa hubungannya denganmu?
- Di mana kau? - Di RS Daon, kami akan berusaha keras.
- Halo? - Terima kasih.
Di mana kau?
Halo.
Dokter, dia sudah sadar.
Kau sudah sadar?
Eun-seong.
- Ibu. - Eun-seong.
Apa kau merasa sakit?
Tidak, tidak sakit.
Kami harus lakukan beberapa tes, tolong tunggu sebentar.
Baiklah.
Kenapa aku ada di sini?
Ibu tak apa-apa?
Ibu sungguh tak apa-apa?
Apa Ibu masih hidup? Tidak mati?
Kenapa ibu harus mati?
No comments yet. Be the first to leave one.