The first 104 lines.
K Kaoru... kau.... perempuan!?
Pengantin Budak Seks
Keluarga Takayanagi
Bagian 4 Akhir dari Nafsu, Awal Pesta Bergema
Kakak...
Aku... selalu...
ingin dekat kakak...
A..A..apa yang ingin kamu katakan Kaoru?
Kita saudara... Maksudku, kau ini adikku...?
Bisakah kau jelaskan?
Aku jadi bingung.
Oke.
Dahulu ... sebelum datang ke rumah ini, ibuku menyuruhku melakukan ini.
Dia menyuruhku berpura-pura menjadi laki-laki dan tidak pernah mengungkapkan kalau aku adalah perempuan.
Tapi kenapa?
Aku tidak tahu persis kenapa, tapi ...
Dia bilang itu untuk melindungiku dari pria itu.
Yang dia maksud pasti ayahku.
Meskipun, aku tidak bisa mendapatkan Kaoru... jadi...
Jadi itu yang dia maksud.
Tapi hari ini Ibu bilang...
Kita harus meninggalkan tempat ini sebelum kamu terlibat.
Tidak ada alasan lagi untuk tetap tinggal di sini.
Aku tahu dia berusaha melindungiku.
Tapi, tapi aku, tak ingin jauh darimu.
Aku ingin bersamamu ... selamanya ... tak terpisahkan.
Kaoru!?
Aku melihatmu ngentot dengan ibu.
Dia berbeda dari Ibu atau Kakak.
Ibu tampak bahagia.
Dia langsing.
Tolong lakukan padaku, hal yang sama... Kau melakukannya dengan ibu.
Aku harus melindunginya dari bahaya.
Mungkin akan sedikit sakit.
Jika denganmu, aku tidak masalah...
Apa kau yakin menginginkannya?
..mas...
geli...
...mas, itu menjijikkan di sebelah sana.
Aku akan berhenti.
Aku tau kamu takut, jangan paksakan dirimu.
Kamu baru saja tersesat dalam situasi ini.
Tidak, aku yakin.
Kamu ingin melanjutkan atau lebih memilih berpelukan?
Berpelukan.
Baiklah.
Tapi, kontolmu sudah ngaceng mas..
Et hentikan itu!
Sebelum kita berpelukan, aku ingin menyenangkanmu...
Ini pertama kalinya bagiku, tapi kuharap aku bisa membahagiakanmu, mas.
Dia serius.
Dia masih amatir, tapi...
Kaoru.
Kaoru, rasanya enak.
Kaoru, hentikan, aku gak kuat!
Kalau Kaoru tetap di sini, pasti bakal ketahuan ayah kalau dia adalah perempuan.
Menurutku dia harus pindah bersama ibunya.
Mas, jangan tinggalkan aku...
Aku tak pernah mengira aku bakal mengkhawatirkan orang lain.
Di mana Sumie, dia seharusnya sudah ada di sini sekarang?
Selamat pagi, Mitsuko
Selamat pagi, sayang.
Kamu bangun lebih awal dihari liburmu.
Ibu menjalankan tugas untuk ayah.
Aku akan membawakan sarapan untuk Ayah, cukup siapkan saja.
Terima kasih.
S..sayang, bentar dulu...
Satu hal lagi.
Jangan dekati gudang.
Ibu... ibu... ibu?
Ini tidak seperti Ibu yang pergi tanpa memberitahuku.
Dia pasti ada di sekitar sini.
Ibu?
Aku tak pernah memperhatikan tangga ini sebelumnya.
Ibu!
Ibu, aku akan membebaskanmu!
Mas!!!
Masss!!!
Kaoru?
Kamu perempuan? Beraninya kau menipuku selama ini.
Aku menyukai gadis muda sepertimu, aku pasti akan memakaimu!
Kenapa? Kau menangislah seperti jalang!
Kau pelacurku selamanya, paham!?
Dasar pelacur!
Apa panas Sumie? Aku akan menusuk pantatmu pakai ini.
Aku akan mencelupkan lilin itu ke pantatmu, pelan-pelan.
Tidak, kumohon maafkan aku...
Kak, apa kau melihat Kaoru?
Kaoru? Tidak, aku belum bertemu dia.
Aneh... sepatunya masih di sini.
Sepertinya, aku juga belum melihat Ibu atau Ayah.
Ayah juga?
Tadi Ichirou aneh, Ichirou bilang jangan dekati gudang.
Gudang?
Bajingan.
Dia pingsan lagi...
Jalang sialan!
Kau bikin berantakan pakai kotoran dan kencingmu!
Gimana aku bisa nafsu, dasar pelacur!?
Kau tidak berguna.
Tolong maafkan dia!
Oh ya hampir lupa, ada cabe-cabean satu.
Tak ada yang lebih gurih dari cabe-cabean.
Kulit mulus!
No comments yet. Be the first to leave one.