Release info

내사랑 치유기 My Healing Love E43-44 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2018-12-24
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Semalam aku mengajak Chi Yoo ke sana.

Kami memeriksakan dia.

Kamu bilang ingin mencari udara segar.

Kenapa keluar lama sekali?

Soal itu?

Aku pergi ke tempat yang indah.

Tempat indah?

Di mana?

Sepertinya

aku akan selalu mengingat tempat itu.

Apa maksudmu?

Sayang.

Mari membahasnya besok.

Dia mengajak Cho Yoo

untuk menjalani tes?

Benarkah?

DNA dari jasad tidak dikenal yang sedang diselidiki identitasnya

oleh pemerintah cocok dengan Pak Choi.

Jika mereka tahu...

Jika mereka tahu itu darah Ho Young...

Astaga.

Astaga.

Tidak ada yang melihat.

Tidak ada.

Ibu.

Ibu?

Ada apa? Aku mengejutkan Ibu?

Tidak.

Ibu baik-baik saja?

Tentu, ibu baik-baik saja.

Ibu juga tidak memercayainya?

- Chi Yoo. - Ya.

Sulit kupercaya

dia begitu dekat.

Apa maksud Anda?

Aku kemari untuk menjemput cucuku.

Aku akan membawanya sekalipun kamu mencegahku.

Jangan mencari dia lagi.

Cucu apa?

Siapa yang Anda sebut cucu Anda?

- Ayo. - Apa?

Tunggu sebentar.

Aku berniat memberi tahu Ayah.

Berarti,

- ayah Chi Woo adalah... - Ya, Sersan Park.

Dia putriku.

Dia putriku, Pak.

Kami sudah memeriksanya.

Hasilnya sudah keluar, Chi Yoo.

Berarti

benarkah aku...

Ya.

Ya, Chi Yoo.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Tunggu.

Putri yang kamu cari adalah Chi Woo?

Selamat.

Selamat, Kopral Choi.

Terima kasih, Pak.

Bu, ini hari bahagia.

Maaf Anda harus melihat ini hari ini.

Seperti ucapanmu, aku memakluminya karena ini hari bahagia.

Entah apa kesalahan cucuku,

tapi dia tidak pantas diperlakukan seperti itu.

Dia adalah

keturunanku dan satu-satunya keluarga kandungku yang masih hidup.

Tunggu. Maka berandal itu... Maksudku putri menantu kami...

- Grup Hansoo... - Benar.

Dia cucu yang kucari selama 33 tahun.

Astaga.

Kamu akhirnya pulang, Chi Yoo.

Ayo.

Ibu baik-baik saja?

Mana mungkin aku baik-baik saja?

Aku melihat dia membentak cucuku.

Dasar wanita kejam.

Bukan begitu. Dia punya alasan.

Jangan membela dia.

Nenek tahu itu sering terjadi.

Jangan cemas, Bu.

Apa itu masuk akal?

Kenapa dia tega memperlakukan

cucu berhargaku seperti itu?

Maaf Nenek melihat kami di waktu yang buruk.

Kenapa kamu harus meminta maaf?

Kamu tidak perlu lagi mengalami itu.

Nenek akan melindungimu

agar tidak ada yang bisa menganiayamu lagi.

Ayo masuk.

Ayo masuk.

Chi Woo adalah putrinya Kopral Choi?

Apa itu terjadi begitu saja kepada kita?

Apa yang baru saja terjadi?

Kamu pasti haus.

Kenapa dia harus

tiba-tiba masuk saat aku mengamuk?

Pernahkah kamu tidak mengamuk kepada Chi Woo?

Haruskah aku meminta maaf?

Kamu mau menemaniku?

Untuk apa kamu ke sana?

Kamu harus lebih bijaksana daripada mengusik reuni keluarga.

- Lantas, bagaimana? - Pernahkah kamu menurutiku?

Lakukan semaumu.

Aku harus bagaimana?

Aku harus bagaimana sekarang?

Ini kabar indah

bagi Chi Woo dan Kopral Choi.

Bagus sekali.

"Hasil Tes DNA"

"Pusat Informasi Gen Hansung"

Benar.

Benar aku orangnya.

Bagaimana rasanya

pergi bersama ayahmu untuk menguji DNA-mu?

Aku takut

Nenek akan mengira aku Chi Yoo padahal bukan.

Kupikir aku harus meluruskannya

dan meminta maaf andai Nenek keliru.

Sekalipun kami keliru,

kenapa kamu harus meminta maaf?

Apa mertuamu begitu menganiayamu?

Apa hidupmu begitu sulit?

Kenapa kamu sangat penakut?

Tidak. Hidupku sangat indah.

Kudengar

dia tumbuh dengan baik selayaknya cucu Ibu.

Keluarganya tidak kaya,

tapi dia tidak menyerah, lalu menyusul masuk kuliah.

- Benarkah? - Ya.

Semua itu salah nenek.

Andai bukan karena nenek,

kamu bisa tinggal bersama ayahmu dan belajar

serta bekerja sesuka hatimu.

Betapa ketakutannya kamu selama ini?

Hidupmu pasti sangat suram.

Betapa takutnya kamu selama ini,

berkeliaran di tempat asing?

Seberapa sering kamu mencari nenek?

Kita harus mengajak Chi Yoo makan, Bu.

Ya.

Kamu harus makan.

Ibumu memasak banyak makanan enak.

Dia lebih stres daripada nenek

karena takut tidak menemukanmu.

Terima kasih.

Bagaimana aku bisa pulang?

Bagaimana aku harus menemui istriku?

Ini gila.

Aku tidak boleh pulang. Pokoknya tidak boleh.

Aku tidak boleh masuk.

Apa yang harus kulakukan?

Sudah berjam-jam kamu melakukannya.

Kamu membuatku gila. Duduklah.

Berhentilah mengganggu pikiranku.

Saat aku mencapai kesimpulan, kamu keluar dan membuatku bingung.

Pikiranmu akan kacau.

Kamu tidak bisa mengatasinya dalam beberapa jam.

Aku akan mengatasinya sekalipun butuh semalaman.

Jangan cemas.

Bagaimana kamu akan melakukannya?

Kamu akan berteriak dari lantai atap bahwa Chi Woo hebat?

Kenapa tidak bisa jika masa depan putraku dipertaruhkan?

Aku harus melakukannya sekalipun lebih buruk.

Aku pulang.

Akhirnya kamu pulang.

Apa?

Menantu kesayangan ibu meneleponmu?

"Menantu kesayangan"?

Ya. Menantu kesayangan ibu menemukan orang tua kandungnya.

Kamu tidak tahu?

Dia menemukan mereka? Di mana mereka?

Tebaklah.

Katakan saja seperti apa mereka.

Sebaiknya

- kamu bersiap untuk pingsan. - Baiklah.

Menantu kesayangan ibu adalah

putri pimpinan Grup Hansoo, tetangga kita.

Satu-satunya keluarga Bu Jeong Hyo Shil yang masih hidup

dan putri sulung Pimpinan Choi.

Apa?

Ada apa dengan Ibu?

Apa yang kamu lakukan hingga jarang pulang?

Lupakan saja.

Aku ditakdirkan menjadi besan keluarga Grup Hansoo.

Astaga.

Takdir sungguh telah ditetapkan, bukan?

Kamu tidak malu mengatakan itu?

Kenapa harus malu?

- Ini terjadi karena aku. - Apa?

Bagaimana jika aku tidak bersikeras pindah kemari?

Bagaimana lagi dia akan menemukan keluarganya?

Aku berusaha keras untuk pindah kemari

agar putri menantu kita bisa menemukan keluarganya.

Aku mengatur semuanya agar dia bisa beruntung

dan menikmati hidup yang lebih baik.

Jika bertemu lagi dengan Presdir Choi, menyombonglah sedikit.

Akulah yang menyatukan keluarganya kembali!

Maka semua ini benar?

Bagaimana ini bisa terjadi?

Kamu sungguh harus menata hidupmu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left