Release info

보쌈: 운명을 훔치다ㅡBossam: Steal the Fate E04
A Commentary by CliffEdge
Terjemahan manual. Durasi 01.03.24. Maaf kalau ada salah ketik, dari semalem papan tombolnya kurang waras.

Tags

other
Published on: 2021-05-11
Downloads: 37
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Acara ini berisi konten yang tak cocok untuk anak di bawah 15 tahun dan membutuhkan bimbingan orang tua

Drama ini berdasarkan fakta sejarah. Beberapa tokoh, kelompok, dan insiden hanyalah fiksi sebagai pelengkap cerita.

Bossam - Steal the Fate Episode 4 Takarir Indonesia

Beneran gak masalah jika dia mati?!

Apa ayah beneran gak akan balik?

Baiklah, aku akan balik ke Putri,

jadi, lakukan apapun yang ayah mau!

Semuanya sialan.

Hei, Nak!

Ambil ini. Kamu tunggu di sini, ya. Mengerti?

Apa ayah akan pergi ke Putri?

Menjauh sedikit, dong.

Umm...

Ayah!

Ayah!

Ayah!

Cha dol.

Kupikir ayah mati tanpa aku!

Aku gak butuh apa pun seperti seorang ibu.

Tolong jangan mati, Ayah!

Ayah gak mati, dasar bodoh. Siapa yang mati?

Bukankah udah ayah bilang kalau pria sejati gak menangis? Berhenti!

Aku berhenti...

Anak sholeh.

Kamu juga jangan mati, Putri!

Gara-gara putri, ayahku juga hampir mati!

Maafkan aku, Nak.

Jika kamu menyesal, berjanjilah gak akan pernah melakukan ini lagi.

Cepat!

Aku mengerti.

Aku janji, deh.

Kamu beneran berjanji, 'kan?

Bener.

Ayah, Putri bakal kena pilek.

Ayo cepat dan nyalakan api.

Oke.

Kenapa kamu tak membiarkan aku mati saja?

Kakiku terpeleset.

Aku takut kamu gentayangan sebagai roh pendendam. Puas?

Kamu selalu menyangkal pertanyaanku dengan cara ini.

Apa yang akan terjadi pada Cha Dol jika kamu mati?

Nama panggilan masa kecilku adalah "Segel"

Kenapa kamu mencoba bunuh diri?

Aku harus mati...

agar semua orang bahagia.

Kamu mati untuk orang lain?

Benar-benar tahi anjing.

Gampang ngomong doang, tapi kamu tahu apa?

Siapa yang membawaku ke situasi ini? Kamu pikir aku ingin melompat ke air?

Kalau begitu, kamu harus hidup!

Meski aku ingin hidup, aku tak bisa. Aku tak boleh hidup!

Apa yang akan kulakukan?

Kamu beneran udah gila.

Kurasa kemewahan sampai di otakmu.

Mau itu mertuamu atau raja, lupakan orang lain dan hidup untuk diri sendiri!

Biarkan saja mereka bertengkar. Kamu kan udah mati!

Jadi, kenapa situasi mereka penting?

Mulai sekarang, hiduplah untukmu sendiri!

Buat apa aku hidup?

Aku tak punya alasan untuk hidup.

Siapa yang butuh alasan untuk hidup?

Aku juga gak punya alasan. Aku cuma hidup!

Bukan cuma aku. Orang lain juga. Kita semua cuma hidup!

Mungkin jika aku mati... Itu akan lebih baik untukmu juga.

Kenapa kamu berbuat sejauh ini untukku?

Kenapa kamu tidak menjawab?

Seperti kamu,

aku juga sudah mati.

Apa maksudmu? Kamu sudah mati?

Apa seseorang mem-bossam Ayah juga?

Seperti Putri, Apa ibu mem-bossam ayah?

Dan apa ayahnya menyebarkan gosip kalau ayah sudah mati dan menyiapkan pemakaman untuk ayah?

- Bukan gitu. - Terus apa dong?

Kamu gak usah tau.

- Ayah mau ke mana? - Ngambil barang bawaan kita!

Dia selalu bilang gitu. "Kamu gak usah tau."

Permisi.

Jepit rambut itu. Mau dijual berapa untuk itu?

Alhamdulillah, gak ada yang ngambil, jadi, kubawa ke sini.

Kamu cuma punya itu, jadi, jangan sampai hilang.

Juga, aku mungut ini di jalan.

Putri! Cepat dicoba!

Cha Dol, jangan memanggilnya 'Putri' lagi. Bakal masalah kalau ada yang dengar.

Terus aku harus manggil apa, dong?

Yah... cuma...

Cuma apa?

Jangan panggil aja. Gak dipanggil juga gak masalah, kok.

Aku harus memanggilmu apa?

Saat ada orang lain di sekitar,

bisakah aku memanggilmu ibu?

Apa kamu gak keberatan, Putri?

Hei! Ibu apaan. Kamu cuma pengen punya ibu.

Kapan aku? Aku gak pernah manggil orang lain ibu kecuali Putri.

- Aku beneran belum pernah, kok. - Oho!

Terus aku harus panggil apa, dong?

Ayah gak ngajarin apapun dan bisanya cuma ngomel doang.

Dasar bedebah!

Berhenti, ah!

Panggil aku sesuka hatimu.

Beneran?

Saat ada orang lain di sekitar,

kamu bisa panggil aku ibu. Aku gak masalah, kok.

Ibu!

- Ya, Cha Dol. - Ya, Ibu.

Hei! Dia bilang kalau ada orang lain di sekitar.

Kalau ada orang lain di sekitar. Ngerti, gak?

Ibu.

Terima kasih atas makanannya.

Aigoo. Selamat datang!

Kamu bisa duduk di sini.

Duduk.

Kamu juga duduk.

- Kalian sudah menikah? - Begini...

Ya, dia ibuku. Bukankah dia cantik?

Aigoo, benar.

- Dia sangat cantik. - Sakit, ih.

Dia keliatan kayak gak punya banyak uang.

Kurasa dia sangat kuat, ya?

Ya.

Benarkah?

Bukan begitu. Dia sangat kuat.

Aigoo! Pamer soal kekuatan suamimu, kenapa tidak?

Semua wanita lajang ingin memiliki suami sepertimu.

Cukup basa-basinya. Bawakan saja kami makanan.

Tentu, kamu harus makan banyak biar kuat. Tolong tunggu sebentar, ya.

Dan juga, perkenalkan aku pada pialang kalau kamu kenal seseorang.

Seorang petani dulu tinggal di sini. Dia mengalami masalah dan pergi,

jadi, sudah lama kosong.

Tapi ruangan dan pondasinya lumayan, tinggal poles dikit, pasti layak huni.

Suatu hari nanti kau takkan muncul dengan akta rumah untuk merebutnya, 'kan?

Siapa yang punya akta rumah di pedesaan terpencil ini?

Yang datang duluan jadi pemilik. Aku akan bertanggung jawab, jadi jangan khawatir.

Takkan menyenangkan kalau kau menarik kata-katamu.

Aku menghabiskan separuh hidupku sendirian. Kau anggap aku apa?

Apa yang dilakukan orang-orang untuk bertahan hidup di sini?

Di desa kecil ini, apa lagi yang bisa dilakukan?

Menangkap ikan di sungai atau menjual hasil bumi untuk hidup.

Permisi, tuan muda.

Jika kamu tak mau makan, berikan saja padaku.

Ada orang mati kelaparan di depanmu, jadi, mohon belas kasihmu.

Hei, tuan muda! Aku mati kelaparan, nih, setidaknya kamu bisa kasih sedikit, kek...

Oh? Nyonya Dayang sudah tiba?

Nyonya Haeindang datang.

Bibi.

Karena kau sedang dalam mood berbagi, kenapa tak ada yang bisa dimakan?

Makan yang baik dan jaga kesehatanmu terlebih dulu.

maka kau akan bisa lakukan apapun untuk menolong dia.

Apa yang bisa kulakukan sekarang?

Aku tak pernah bisa pergi dari sini tanpa seizin ayah.

Semua itu alasan kenapa kamu harus bertindak lebih bijaksana.

Sebelum dia makin dalam bahaya,

bukankah seharusnya kau fokus keluar dari sini dengan segala cara?

Apa maksudmu kau akan melakukan perintah ayah?

Ya.

Aku berpikiran sempit.

Aku ingin melupakan semuanya, pergi ke Sangwonsa,

dan belajar dengan sungguh-sungguh.

Kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran?

Bukannya dia berubah pikiran, sebaliknya, dia kembali waras.

Sebelum mereka menjadi saudara,

mereka adalah teman masa kecil.

Dia hanya bertingkah sebentar karena kecemasannya.

Aku yakin dia tak pernah bermaksud untuk menentangmu.

Keputusan tepat. Aku tak melakukan ini karena ingin.

Karena ini semua adalah masalah keluarga,

belum terlambat untuk mengesampingkan perasaanmu.

Pergi dan selesaikan pelajaranmu.

Ya, akan kuingat itu.

Jangan mencoba hal yang tak berguna. Aku akan mengawasimu

Aku harus menghadiri ritual Buddha. Biarkan aku pergi dengannya.

Aku akan mengawasinya agar dia tak berpikir hal lain,

jadi Orabeoni tak perlu mencemaskan dia.

Kaulah yang harus khawatir.

Meski dia membuat masalah lagi,

Aku tak keberatan bila kehilangan satu putra.

Tapi, kau berbeda dariku, 'kan?

Ini aku.

Bibi, kenapa kau membawa ini sendiri?

Ayo ke dalam.

Maafkan aku.

Aku hanya membuat bibi khawatir. Tak ada yang bisa kukatakan.

Apa kau bersungguh-sungguh?

Kalau begitu, cepat makan.

Harus habis, kau harus makan semuanya.

Kenapa kau melihatku seperti itu? Kubilang cepat makan.

Aku terus membuatmu khawatir,

namun kau terus menjagaku.

Aku tak tahu bagaimana membalas budi.

Terima kasih, bibi.

Namun, aku tak berniat menyelamatkan keponakanku dengan mengorbankan hidupmu.

- Bibi... - Aku akan membantumu sampai menemukannya...

dan memastikan keselamatannya.

Tapi hanya sampai situ saja.

Setelah itu, kau harus kembali ke tempatmu.

Jika kau bisa menjanjikan itu kepadaku, maka aku berjanji akan melakukan yang terbaik

untuk memastikan keponakan berhasil kabur dari ayahmu dengan selamat.

Kamu mau ke mana?

Air untuk nyuci ba—

Aku mau ngambil air.

Omong kosong! Sumber air sujauh.

Bossam: Steal the Fate (Bssamunmyeongeul Humchida / 보쌈: 운명을 훔치다) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Bossam: Steal the Fate (Bssamunmyeongeul Humchida / 보쌈: 운명을 훔치다)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left