The first 200 lines.
Hai.
Baiklah.
Hadap depan. Oke? Dah.
Hadap depan.
Baiklah.
Sesuatu untuk diminum?
Aku...
Ya, bisa aku minta jus jeruk?
Sebenarnya, bisa kau buatkan aku scotch?
Batu es.
Dobel.
Itu dia.
Bukan.
Jika kau akan membawa tas hitam polos,
Kau seharusnya pasangkan sesuatu untuk membedakan dari tas lain.
Lagipula entah kenapa kau butuh satu koper penuh.
Kita di sana hanya tiga hari.
Dua hari, tiga malam.
Tapi kurasa Senin waktunya berangkat, jadi secara teknis tiga hari.
Baiklah.
Begini masalahnya.
Aku orang yang selalu berlebihan mengemas barang-barangnya...
...didalam tas hitam polos dan tidak bertanda,
Aku selalu begitu. Aku akan tetap begitu.
Itulah yang harus kau terima.
Aku tahu. Aku tak sabar untuk segera menikahimu.
Apa kau minum di pesawat?
Hanya segelas. Maksudku... Itu tasnya.
Siapa yang kau SMS?
Annie. Hanya memberitahu dia kita dimana.
Itu blus yang bagus./ Ini? Terima kasih.
Pertama kali ke Savannah?/ Ya.
Keluargaku punya rumah di sini.../ Ini kota yang indah.
Aku dengan senang hati mengajakmu berkeliling.
Kami sebenarnya tinggal satu jam dari sini, jadi...
Sayang sekali.
Jika kau mau lewatkan akhir pekan bersama Rick, aku tidak keberatan.
Karena kelihatannya kalian punya keterikatan.
Entahlah, kurasa dia hanya bersikap ramah.
Lesbian!
Hei. Halo./Di sini Subaru-nya berada.
Kau suka lelucon Subaru itu, ya?/ Aku menyukai itu. Itu kesukaanku.
Peter dan Ruby akan sampai dalam beberapa jam lagi.
Dan, Matt, kau sudah bicara dengan Jack?
Ya, menggunakan mobil.
Mungkin sampai bersamaan dengan kita.
Bagaimana keadaannya?/ Kau tahu.
Apa kita tahu jika Ia mengajaknya?/ Dia tidak bilang.
Dia tidak benar-benar membawanya, 'kan?
Seharusnya tidak.
Dia seharusnya tidak mengajaknya. Itu tidak pantas.
50 dolar, dia akan mengajaknya.
Baiklah.
Jess, kenapa kau tak pernah membawaku ke sini?
Berapa lama kita tidak datang ke sini, enam tahu?/Enam tahun.
Aku akan datang ke sini tanpamu.
Jessie, ini rumah musim panas kecil milik keluargamu?
Ini milik seluruh keluarga kami.
Apa kau semacam rahasia Kennedy?
Serius, aku benar-benar berpikir kita harus tetap bersama.
Aku banyak memikirkan itu sejak kita sampai di sini...
...dan aku benar-benar merasa seperti...
Sayang.
Maksudku, apa ini? Tempat ini sempurna.
Apa seseorang tinggal di sini?
Ada orang yang menjaganya dan menyiapkannya untuk kita.
Maksudmu seperti tukang bersih-bersih?/Benar.
Tidak mungkin.
Aku rindu tempat ini.
Aku tak mengerti kenapa kita tidak menikah di sini.
Sayang!
Tidak!
Teman-temanku!
Teman-temanku!/Hai.
Cek tak masalah, jika hanya itu yang kau punya.
Baiklah, ini Lola.
Annie, Matt, Jessie, Sarah.
Ini Lola.
Halo./Hai./Hai./Apa kabar?/ Kenapa tidak?
Senang bertemu denganmu./ Hai./Senang bertemu denganmu?
Senang bertemu denganmu
Kalian sehat?/Ya, kami sehat.
Kami baru saja sampai./ Bagaimana perjalanan?/Lancar.
Di mobil itu jauh lebih panas daripada di belahan bumi manapun./Panas.
Jack, bisa kami bicara denganmu?
Kami baru saja sampai.
Sekarang, saat ini juga?/ Jessie, bisa kau.../Ya.
Tentu. Maaf./ Aku tak apa tanpa kau.
Sebelah sana?/Ya, disana...
Ada apa?
Bisakah kalian bersikap santai?
Maaf, tapi ini keadaan yang sangat sulit...
...dan kurasa hadirnya gadis asing...
...akan membuat Peter dan Ruby merasa sangat nyaman.
Kita seharusnya tidak melakukan ini sejak awal.
Kita akan melakukan ini. Kita semua setuju.
Tidak. Aku harus menyelamu. Aku tak pernah setuju.
Ingat saat aku bilang, "Aku benar-benar tidak berpikir..."
"...ini sesuatu yang harus kita lakukan?"/Baiklah.
Kebanyakan setuju, dan kita kan melakukannya.
Intervensi pernikahan ini tetap akan dilaksanakan.
Astaga.
Itu terdengar lebih tidak waras saat kau mengatakannya.
"Intervensi pernikahan"?/ Itu tidak terdengar bagus.
Jadi, Lola, dimana kau tinggal?
Dimana-mana.
Aku hanya berkeliling bersama Jack.
Kami bertemu di South by Southwest saat pertunjukan pacarku.
Kami saling bertatapan lalu kami seperti...
Seperti saling terhubung.
Itu keren.
Jadi, Jessie adalah pacarmu./ Benar./Ya. Baiklah.
Berapa lama kalian bersama?/ Tiga tahun.
Tiga tahun. Bagus.
Dimana kalian tinggal?/ Kami tinggal di Los Angeles.
Tapi tidak bersama. Kami tidak tinggal bersama.
Baiklah.
Kenapa tidak?/Dia sangat mandiri.
Baiklah...
Kau mau aku bagaimana? Kau mau aku memintanya pulang?
Tidak./Ya./Itu berlebihan.
Baiklah, tidak.
Kalian hanya mau membuatku merasa bersalah karena mengajaknya./Jack, aku...
Apa kalian pernah berpikir sekali saja...
...seperti apa rasanya bagiku untuk kembali ke sini?
Dengar. Dia baik,
Dia mencintai aku, dan dia membuatku merasa baik.
Dan aku benar-benar ingin merasakan lebih baik sekarang.
Jadi tolong, baik-baiklah. Mengerti?
Bilang mereka, "tidak akan bisa."
Tidak, kau jangan berangkat...
...hingga mereka membuat kontrak yang bagus.
Baiklah, dengar, percayalah pada dirimu sendiri.
Kau jenius. Aku akan biarkan seperti itu.
Baiklah. Saat aku dengar dari mereka, aku mau SMS atau email.
Baiklah, bagus.
Maaf.
Tak apa, kau tahu apa yang aku suka?
Aku suka duduk di tepi jalan selama 30 menit,
Karena itu memberikan kesempatan bokongku untuk kesemutan.
Baiklah. Aku bilang aku minta maaf. Oke?
Kami sedang diujung tanduk, dan ini telepon penting.
Aku tak bisa mengambil resiko./ Itu terdengar sangat penting.
Hanya karena prioritas orang lain berbeda denganmu...
...bukan berarti itu tidak penting.
Kau tahu, mari kita lupakan saja./ Dengan senang hati.
Menurutku kita harus lakukan malam ini./Malam ini?
Agar mereka lalui akhir pekan dengan mencernanya bersama teman-temannya.
Ya, atau itu bisa mengacaukan sepanjang akhir pekan.
Aku cukup yakin akhir pekan ini akan berantakan...
...sebelum itu dimulai./ Lalu kenapa kau ke sini?
Aku selalu mengatakan, menurutku ini bukan urusan kita.
Tapi karena kau bersikeras melakukan ini, aku mau berada di sini.
Tentu saja ini urusan kita.
Peter sudah menjadi sahabatmu sejak berusia 20 tahun...
...dan Ruby kakaknya Jessie dan mentor bagiku.
Dia mentormu?/ Dia selalu menjagaku.
Menurutku kita harus melakukan itu malam ini setelah makan malam.
Baiklah, aku sudah lama tidak bertemu dengannya,
Tapi kurasa mereka takkan seburuk itu.
Aku menunggu ini sepanjang minggu./ Mari berpura-pura kita bahagia, oke?
Maksudmu seperti yang aku lakukan di rumah?
Jika aku harus jujur, ini karena kau tak bisa melupakan itu.
Baik, mari lupakan. Sudah cukup./ Bisakah kita melakukan itu?
Selesai. Mengerti?
Maaf, kami seharusnya sampai lebih cepat,
Tapi Peter melakukan telepon yang sangat penting, jadi...
Ruby, ada apa dengan kakimu?/ Butuh bantuan dengan tasmu?
Kakiku patah, tapi tak apa.
Aku tak percaya kakimu patah.
Apa kau mulai mewarnai rambutmu?/ Tidak.
Hai./Hai./Apa kabar?
Senang bertemu denganmu./ Aku baik, tapi, astaga...
Hai./Aku Lola./Hai. Ruby.
Senang bertemu denganmu./ Rumah ini luar biasa.
Sudah periksa anak-anak?/ Kita baru sampai, Peter. Belum.
Bisa kita periksa? Karena kita belum menelpon sejak mendarat./Baiklah.
Untuk kalian ketahui, ada minuman lezat...
...yang sudah disiapkan di beranda belakang, jadi...
Kau mau minum?
Kurasa kami sebaiknya istirahat terlebih dulu sebelum...
Peter, apa ada urusan lain yang mau kau kerjakan?
Aku tak apa. Aku... Baiklah./ Aku hanya satu minuman.
Semuanya kesal karena melakukan perjalanan. Bukan masalah besar.
Tidak. Jack, kau harus lepaskan penutup matamu./Hentikan.
Lihatkan situasinya.
Kita akan melakukan ini.
Aku tidak bilang jika kita sebaiknya tidak melakukan apa-apa.
Aku hanya mengatakan itu karena permasalahan kakinya,
Mungkin ini bukan saat yang tepat.
Kapan lagi kita semua akan kumpul?
Kita harus melakukan itu.
Kau harus akui, bahkan setelah 5 menit, kau bisa merasakannya.
Tekanannya cukup besar,
Beban dari penjara pernikahan mereka.
Itu sangat buruk./ Aku tahu, tapi itu seperti...
Kau tahu tipe orang yang suka cermin mengarah ke mereka...
...agar mereka bisa melihat lebih baik apa yang perlu dikembangkan?
Ruby kebalikan dari orang itu.
Entahlah. Aku merasa sangat takut.
No comments yet. Be the first to leave one.