The first 200 lines.
"Drama ini fiksi, tokoh atau cerita tidak berkaitan dengan kenyataan."
Cendekiawan Ha.
"Pangeran Joohyang Lee Hoo, putra kedua Raja Seongjo"
Iblis terkurung di dalam tubuhnya.
Aku tidak mengerti...
Akan kuberi tahu sisanya lain kali.
Kita akan bicara panjang.
Ya, Yang Mulia.
Sekarang, hanya kau yang bisa menyimpan potret Raja.
Apa itu berarti
potret Raja yang akan kulukis akan digunakan...
Benar.
Ayah.
Potret mendiang Raja akan digunakan untuk mengurung Iblis.
Iblis
ada di dekat kita.
Cendekiawan Ha.
Wajahmu menunjukkan lebih dari takdir satu orang.
Aku melihat aura suci dan jahat dalam dirimu.
Apa maksudmu "aura jahat"?
Dua aura berbeda dalam diriku...
Kamu pingsan di sisi jalan.
Pakaianmu juga robek.
Saat insiden di Gunung Inwang terjadi...
Kudengar kamu hilang ingatan.
Kamu berjalan ke sini semalaman?
Benarkah ada di dalam tubuhku?
Apa itu yang membuatku hilang ingatan?
Aku masih tidak ingat apa pun setelah ritual pemanggil hujan
sembilan belas tahun lalu.
Beberapa ingatanku hilang.
Aku tidak terlalu ingat.
Aku tidak ingat apa pun.
Cendekiawan Ha. Di dalam tubuhnya,
Iblis terkurung.
Mustahil. Aku tidak percaya.
Ada sesuatu di dalam diriku yang bahkan tidak kuketahui.
Apa kamu mendapat informasi baru
"Informasi yang baru didapat"
tentang Iblis?
Tidak, Tuan. Sudah kuselidiki dengan segala cara, tapi...
Periksa potret Raja...
"Moo Young, pengawal Ha Ram"
yang digunakan di Upacara Penyegelan.
Cari tahu apa yang terjadi
kepada pelukis yang melukisnya setelah menyelesaikan pekerjaan.
Aku ingin semua detailnya.
Karena itu, sebagai pelukis ilahi,
perbaiki potret Raja secepat mungkin.
Baik, Yang Mulia.
Aku akan mendedikasikan diriku untuk menyelesaikan perintahmu.
Ya.
Aku sungguh berharap
kamu akan berhasil.
"Episode 10, Pelukis Potret Raja"
Yang Mulia.
Ada yang ingin kutanyakan.
Silakan.
Potret Raja yang akan kulukis.
bukan potret biasa, bukan?
Lalu?
Apakah mungkin
aku akan jatuh sakit saat melukis potret itu
sama seperti ayahku?
Aku belum bisa memberi jawaban pasti tentang itu.
Aku tidak bisa memastikan tidak ada hal buruk menimpamu.
Tapi aku akan menjagamu apa pun yang terjadi.
Tapi
jika sesuatu terjadi kepadaku, ayahku...
Aku berjanji.
Aku akan melindungi ayahmu serta dirimu.
Kenapa kamu berjanji seperti itu kepadaku?
Kamu takut aku tidak bisa menepati janjiku?
Bukan itu maksudku.
Kenapa kamu mau mengurus aku dan ayahku?
Itu karena
aku mencintaimu.
Tolong jangan bercanda seperti itu.
Baiklah. Aku mengakui
itu lelucon yang buruk.
Kita sudah sampai. Aku akan masuk sekarang, Yang Mulia.
Sampai besok.
Ya, Yang Mulia.
Sebaiknya kamu menyerah, Yang Mulia.
Kamu dan gadis itu tidak ditakdirkan bersama.
Siapa kamu? Tunjukkan dirimu.
"Wol Sun, kepala pendeta wanita kelima Seongjucheong"
Aku Wol Sun, kepala pendeta wanita Seongjucheong, Yang Mulia.
Astaga.
Mengubah takdir seseorang
tidak akan pernah mudah.
"Takdir"?
Bulan bersinar begitu terang malam ini.
Tidak terlalu merah sekarang.
Warna matamu merah kehitaman.
Apakah mataku menjadi merah kehitaman
setiap kali aku hilang ingatan?
Kamu tidak ingat apa pun?
Kamu tidak ingat apa pun?
Tidak.
Mungkinkah itu alasanku kehilangan ingatan di Gunung Inwang?
- Man Soo. - Ya, Tuan Cendekiawan.
Kamu ingat insiden yang terjadi di Gunung Inwang?
Bagaimana mungkin aku melupakan itu?
Aku mendengar suara keras seperti guntur sebelum itu terjadi.
Aku berbalik dan melihat atap usungan membubung ke langit.
Itu sangat aneh.
Aku melihat ke dalam usungan saat itu terjadi.
Entah apa yang terjadi, tapi Tuan menghilang.
Terkadang aku masih memimpikan kejadian itu.
Monster itu.
- Monster? - Ya.
Monster berpakaian hitam yang muncul dari usungan.
Apakah itu...
Iblis di dalam diriku?
Iblis?
Apa yang terjadi?
Apa yang harus kulakukan?
Haruskah aku bertanya kepada Cendekiawan Ha tentang itu?
Aku pasti sudah gila.
Dia akan berpikir aku gila jika menemuinya selarut ini.
Sudahlah.
Itu aneh.
Kupikir aku mendengar suara Cheon Gi.
Apa aku salah?
Kurasa begitu.
- Apa aku... - Aku datang untuk membeli lukisan.
Kubilang aku datang untuk membeli lukisan.
Astaga.
Kenapa kamu datang untuk membeli lukisan selarut ini?
Astaga. Dia datang lagi.
Dia mencari Cheon Gi setiap kali datang ke sini.
Aku butuh lukisan Pelukis Hong.
"Hong Eun O, mantan pelukis Gohwawon, ayah Hong Cheon Gi"
Aku akan meminta Cheon Gi untuk melukis...
Aku tidak akan pergi tanpa lukisan malam ini.
Izinkan aku bertemu Pelukis Hong.
Kan...
Kan Yoon Guk?
Astaga. Kamu menggila lagi.
Kenapa kamu tiba-tiba membahas Kan Yoon Guk?
Kan...
Kan Yoon Guk. Astaga.
Tuan, ada apa?
Pelukis Kan.
Aku tidak tahu kamu masih hidup.
Itu
bukan Kan Yoon Guk.
Apa maksudmu?
Hwacha.
Itu Hwacha.
Apa? Siluman yang tergila-gila dengan lukisan?
Saat kami melukis potret Raja,
Hwacha merasuki tubuh Kan Yoon Guk.
Kan Yoon Guk.
Kan Yoon Guk datang. Dia di sini.
Di mana pelukis yang kucari?
Apa sebaiknya aku masuk saja?
Tidak, kurasa tidak.
Apa?
- Siapa kamu? - Apa?
Astaga. Pelukis Hong, kamu baik-baik saja?
Ya.
Kenapa Cheon Gi ada di sini?
Kenapa kamu kemari selarut ini?
Kurasa aku harus mencarinya sendiri.
Astaga.
Jika itu lukisan siluman...
Apa dia akan mencelakai Cheon Gi?
Sekarang katakan.
Ada yang ingin kutanyakan kepadamu.
Aku juga ingin bertemu denganmu.
Apa salah kalau aku datang karena ingin bertemu denganmu?
Tidak.
Kurasa kamu tidak mau menemuiku.
Itu tidak benar.
Aku merindukanmu.
Seperti apa rasa rindumu padaku?
Seperti bintang...
Bintang?
Lanjutkan.
Seperti bintang yang merindukan matahari.
Benarkah?
Ya.
Omong-omong, apa semua baik-baik saja?
Masalahnya
aku mendengar sesuatu yang mengerikan...
Kudengar potret Raja yang akan kulukis bisa sangat berbahaya.
Aku tidak yakin,
tapi tampaknya
kejiwaan ayahku terganggu saat melukis potret Raja.
Sekarang aku takut melukis
potret Raja. Aku ketakutan.
Kejiwaan ayahmu terganggu saat melukisnya? Apa maksudmu?
Apa kamu
pernah mendengar tentang "Iblis"?
- Apa? - Aku mengetahui
potret yang akan kulukis akan digunakan
untuk mengurung Iblis, roh jahat yang sangat kuat di dalamnya.
Aku merasa
No comments yet. Be the first to leave one.