The first 200 lines.
Tiarap!
Jaksa menangani dan masih nihil?
Berapa lama lagi?
Aku tahu ini sulit,
tetapi jangan biarkan masa lalu memengaruhimu.
Ingatlah, aku yang berkuasa.
Mulai hari ini, Polisi Reeves
bukan anggota dari Kepolisian Chicago.
Polisi rasialis tidak akan ditoleransi dalam pengawasanku.
Aku berhenti mendanai kepolisian.
-Kau baik-baik saja? -Ya.
-Kevin. -Aku tak apa-apa.
Peluangku jadi Steve Jobs kecil, 'kan?
-Berhentilah berpikir kecil. -Berhenti mengaturku.
-Kau marah kepadaku? -Tidak.
Hanya bosan mendengarmu.
Apa kabar? Kemarilah.
Kau terlalu lama di penjara.
Pacarmu tak berkeberatan aku menumpang?
Ya. Dia baik.
Berjanjilah dia akan segera cari apartemen.
Pasti.
Namun, sementara itu, beri dia kesempatan.
Jika butuh saran, aku mau bantu.
Aku tak butuh saran, aku tahu.
-Apa yang mau kaulakukan? -Beri tahu Tiff.
-Bagaimana pernikahanmu? -Baik-baik saja.
Kau terdengar bosan.
-Ada hal dramatis. -Aku mengerti.
Emmett, bicaralah. Kau aneh
sejak menikah. Kau menyesal?
Aku meniduri Dom.
Maafkan aku. Aku mencintaimu.
Bisa kita bicarakan ini?
Apa tujuan akhirmu dengan temanku?
-Aku mau memberinya dunia. -Bukan itu yang dia mau.
Dia mau teman untuk menua bersama.
-Apa ini? -Benjolan itu sudah bertahun-tahun.
-Kau mau kuperiksakan lagi? -Ide yang baik.
Aku mau melakukan beberapa tes,
dan kita akan biopsi untuk menentukan stadium kankernya.
Bagaimana kabarmu?
Masih harus memutuskan siapa yang dapat bayi ini.
Aku berusaha menjaga diriku.
Bayimu sangat sehat, Kiesha.
Mau tahu jenis kelaminnya?
Tidak.
Tidurmu nyenyak?
Tidak.
Ya, aku ingat itu.
Maaf, itu hanya akan memburuk.
Malam ini kita makan pukul 19.00.
Aku mau mencoba resep lasagna baru.
Aku baik-baik saja.
Tidak.
Berhentilah memakan makanan tak bergizi itu.
Kau butuh makanan sehat.
Baiklah.
Aku serius, Kiesha.
Hanya karena kau tak mau,
bukan berarti bayimu tak boleh.
Apa ini?
Setiap baris mewakili satu tahun kehidupanmu.
-Astaga. -Apa katamu?
Tidak ada, Bu.
Ini SMA sampai kuliah.
Jika kau bekerja sangat keras dari sini sampai sini,
sisa hidupmu akan jauh lebih mudah dari sini ke sana.
Namun, jika kau mengacau,
hidupmu akan melelahkan dan berat.
Mengerti maksudku?
Baiklah. Bagaimana dengan Obama?
Dia mengacau dari sini.
-Kau bukan Obama. -Bisa saja.
-Kevin. -Lalu Oprah?
Dia benar-benar mengacau dari sini ke sini...
Ya, tetapi dia menata hidupnya.
Baiklah. Kalau Allen Iverson?
Dia sangat sukses.
Kevin, berhenti membantah.
Ibu, aku cuma mau bilang, itu bukan cara berpikir.
Siapa yang tahu kehidupanku 20 tahun mendatang?
Aku hanya bisa berusaha, lalu...
Begitulah.
Aku tak pernah mendengar orang sukses
berkata, "Begitulah."
Mark Zuckerberg selalu begitu.
Kenapa keluar pagi-pagi?
Ada rapat staf di kantor.
-Kukira itu di hari Senin? -Harinya diganti.
-Makan malam pukul 19.00. -Ya. Aku ikut.
Kevin, kau mau ke mana?
Aku diskors.
Itu tidak masuk akal.
Kenapa kau diskors dan tetap ke sekolah?
Setidaknya aku tak mengusikmu sepanjang hari.
Pastikan kau pulang untuk makan malam.
-Aku tak suka lasagna. -Baiklah.
Kau bisa melihat kami makan.
-Baiklah. -Sampai jumpa.
Dor!
Tidak! Tabrak...
Tidak.
Kenapa tak ke sekolah?
-Aku diskors. -Kenapa?
Karena dia dioral seks di Instagram.
-Tidak. -Hei.
Kudengar dia di OnlyFans dan bokongnya seksi.
Usianya di bawah 15 tahun.
Kau tak boleh melihat bokongnya.
Aku hanya melaporkan fakta.
Omong-omong, dengar ini.
Gadis kulit putih itu untuk ditiduri.
Gadis kulit hitam itu untuk dinikahi.
-Baiklah. -Bagus.
-Apa-apaan? -Ayolah.
-Masuk kamarmu. Baca buku. -Aku harus ke sekolah.
Memang aku bodoh? Tidak jika kau diskors.
Ini skors di sekolah.
Kukira skors berarti kau dilarang ke sekolah.
Begitulah sekolah kulit putih.
Ambil barangmu. Akan kuantar.
-Apa? -Matikan itu.
Aturanmu aneh-aneh.
Berhenti mengentak kaki di rumahku.
Ini bukan rumahmu.
Ini rumah Reg.
Apa?
Katakan lagi.
Ya. Masuk ke mobil.
Ada apa denganmu?
Berlagak seperti Paman Phil.
Seseorang harus melakukannya. Bukan kau, 'kan?
-Bisa bersihkan rumah? -Aku bukan pembantumu.
Ya jika kau tinggal gratis di sini.
Pergi dari sini. Aku muak denganmu.
Dari mana saja kau?
Jangan berbicara kepadaku dengan nada begitu.
-Kutanya sekali lagi. -Aku bersama klienku.
Klien priamu?
Ya.
Yang mana?
Dante.
Tiff, kau tidur dengannya?
Ya.
Dia lebih baik daripada kau.
Hei.
Apa yang akan kaubuat jika kuberi 5 juta?
Aku tidak tahu.
Aku tak tahu memulai dari mana.
Itu belanja kepolisian setiap hari.
Terkadang lebih.
Apa kaitannya denganku?
Ini baru permulaan.
Aku harus mengubah beberapa hal, dan baru sesudahnya,
aku bisa melaksanakan rencanaku.
Namun, jika kau bermain dengan baik, bisa dapat lebih dari itu.
Kau akan memberi organisasiku 5 juta untuk melakukan apa saja?
Jangan dihabiskan di satu tempat.
Biarkan aku masuk.
Hei, biarkan aku masuk.
Tak bisa mengetuk pintu?
Kau tak menonton berita?
...merespons keputusan Wali Kota untuk menarik dana kepolisian
usai penganiayaan anak asuhnya, Jacob Taylor.
Dia menyiratkan orang kulit Hitam tak mau kami.
Kita lihat mereka tanpa kami.
Sejauh ini, tak ada komentar dari Wali Kota...
Persetan.
Ada yang senang.
Namun, ada banyak tante kolot dan orang tua
yang tak senang mendengarnya.
Kau bilang kau muak ditindak polisi.
Kau bilang kita bisa menyelesaikan perselisihan.
Bisa, tetapi butuh rencana. Kita harus teratur.
Ini kota besar.
Warga harus bersatu agar ini berhasil.
Wakanda tak jadi dalam sehari.
-Kukira itu Roma? -Persetan Roma.
Kau tahu Wakanda itu tak ada, bukan?
Keluar dari ruanganku.
Aku sedang rapat.
Tidak. Tunggu.
Kurasa dia harus ikut rapat.
Dia mau memberiku banyak uang.
Kau bisa bantu memakainya.
Itu bukan ide bagus.
Namun, dia benar.
Kita butuh rencana, dan rencana butuh uang.
Ada cara lebih baik untuk beri uang ke warga?
Tiff.
Tiff!
Tiff, keluar sekarang juga.
-Kau bukan ayahku. -Ya, karena kau mengenalku.
Sepertinya tidak.
Dengar.
Aku pernah membuat kesalahan.
Kau terus membuat kesalahan.
Katakan satu hal.
Dia buang di luar?
No comments yet. Be the first to leave one.