The first 200 lines.
"Episode 32"
Apa-apaan?
Siapa kamu sebenarnya?
Siapa kamu?
Soo Chul.
Ada apa?
Sepertinya aku membuatmu kesal.
Silakan duduk.
Kita harus bicara sambil minum teh.
Tidak perlu.
Aku sudah menegaskan tidak akan pergi ke Amerika bersamamu.
Karena sudah selesai, aku akan pergi.
Aku tidak akan kembali ke sini lagi,
jadi, jangan temui istriku lagi.
Kumohon, Bu Kim.
Semoga kamu selalu sehat.
Sampai jumpa.
Soo Chul!
Apa yang kupikirkan?
Tidak mungkin Bu Kim adalah Ji Young.
Dia tidak mirip dengannya.
Itu konyol.
Sa Ra.
Hei. Apa yang kamu lakukan?
Astaga.
Kenapa kamu makan seperti babi?
Ibu, aku lapar.
Sebanyak apa pun aku makan, tidak cukup untuk memuaskan rasa laparku.
Hei, berhenti makan. Cukup.
Astaga, ini sangat menjengkelkan.
Hei, minumlah.
Astaga.
Sudah ibu duga ini akan terjadi.
Hei. Ibu tidak percaya ini.
Cukup. Bisakah kamu sadar sekarang?
Sa Ra, jangan seperti ini. Kenapa kita tidak pergi saja?
Kita bisa pindah ke negara lain
atau ke desa terpencil di pegunungan.
Mari lupakan semuanya dan mulai dari awal.
Sa Ra, ibu mohon.
Lagi pula, mahal sekali tinggal di Seoul.
Mari kita akhiri di sini dan pergi.
Ibu, aku tidak bisa mengakhirinya seperti ini.
Ibu mengenalku.
Ibu yang paling tahu
kenapa aku tidak bisa mengakhirinya seperti ini.
Kenapa tidak bisa?
Kamu bisa mengakhirinya. Apa susahnya?
Astaga. Ibu tidak percaya ini.
Se Chan.
Se Chan, bisa bicara sebentar?
Tentang apa?
Tolong lepaskan tanganku dahulu.
Baiklah. Maafkan aku.
Se Chan, saat aku memarahimu tempo hari,
itu bukan karena aku membencimu.
Kamu putra sulung keluarga ini.
Kamu akan menjadi penerus Grup FT.
Jadi, aku hanya ingin membimbingmu
menuju jalan yang benar.
Bukan karena aku lebih menyukai Se Jong daripada kamu.
Aku melakukannya demi kebaikanmu.
Namun, aku terlalu keras kepadamu.
Aku ingin minta maaf.
Aku sungguh minta maaf.
Baiklah.
Jadi, Se Chan...
Bisakah kamu bicara dengan ayahmu?
Minta dia memaafkanku.
Aku tidak mau ikut campur dalam urusan orang dewasa.
Kamu harus bicara sendiri dengannya.
Se Chan, kumohon.
Tolong jangan lakukan ini kepadaku. Aku harus pulang sekarang.
Pak Lee.
Nona Cho.
Sedang apa kamu di sini?
Pak Lee.
Tentang bagaimana aku mengurung Se Chan di rubanah...
Aku sungguh minta maaf.
Namun, itu bukan karena aku membenci Se Chan.
Aku hanya mencoba membimbingnya ke jalan yang benar.
Se Chan akan menjadi penerus Grup FT.
Jadi, aku ingin membesarkannya dengan baik.
Kurasa aku terlalu keras kepadanya.
Itu tidak akan terjadi lagi.
Jadi, Pak Lee, tolong maafkan aku sekali ini saja.
Tidak, Nona Cho. Semua sudah berakhir sekarang.
Jangan seperti ini.
Pak Lee.
Teganya kamu melakukan ini kepadaku.
Kamu sangat mencintaiku saat usiamu 22 tahun.
Begitu ingatanmu pulih,
kamu akan menyesali perbuatanmu kepadaku.
Kata-kata yang kamu ucapkan kepadaku dan janjimu kepadaku...
Apa itu tidak berarti bagimu?
Cukup!
Bisakah kamu berhenti membicarakan masa-masa yang tidak kuingat?
Aku tidak mau mendengarnya lagi.
Meskipun menyukaimu saat itu,
aku tidak ingin bersamamu sekarang.
Jangan pernah menemuiku seperti ini lagi.
Pak Lee.
Pak Lee, kumohon.
Pak Lee...
Pak.
Apa yang membuatmu begitu putus asa?
Kenapa kamu menelan harga dirimu seperti itu?
Tidak ada yang bisa hidup tanpa harga diri.
Jika menelan harga dirimu seperti ini,
kamu tidak akan bisa bangkit lagi.
Ayo. Ayo makan sesuatu.
Berhentilah minum.
Kamu akan membuat dirimu sakit.
Kamu juga sudah mendengarnya, bukan?
Pertunanganku dibatalkan.
Bahwa aku dipecat.
Semua orang di perusahaan sudah tahu itu, bukan?
Aku mendengar tentang pertunanganmu.
Jadi, kamu harus fokus
dan melanjutkan hidupmu.
Kamu tidak bisa menenggelamkan masalahmu dengan alkohol.
Pak Beruang Teddy.
Aku suka kamu hanya mengatakan hal baik kepadaku.
Namun, kamu tahu? Aku tahu semua yang kamu katakan.
Aku tidak bisa melakukannya, jadi, aku minum mau hilangkan kesedihan.
Astaga, kamu benar-benar beruang konyol.
Kamu terus mengatakan hal yang sudah jelas.
Baiklah.
Aku mengerti. Setidaknya makanlah.
Makan ini sebelum minum lagi.
Pak.
Mari kita lanjutkan ke babak kedua.
Ayo ke tempat karaoke.
Aku ingin menyanyi dan menari malam ini.
Di sini terasa sesak.
Ayo pergi.
Tunggu, Nona Cho.
Cepatlah. Kita harus pergi ke tempat karaoke.
Tidak bisa begini. Aku akan mengantarmu pulang.
Kubilang aku mau ke tempat karaoke!
Aku ingin pergi ke sana
dan menari serta bernyanyi.
Nona Cho.
Nona Laut Malam Sokcho.
Lupakan saja pria yang mematahkan hatimu.
Bagaimana kalau kita mulai dari awal?
Aku akan menyembuhkan patah hatimu
dan mengisi kekosongannya.
Jadi, mulailah dari awal denganku.
Pak.
Kamu mau kupukul?
Kamu ingin aku menampar wajahmu?
Kamu meremehkanku sekarang? Kamu pikir aku gampangan?
Apa kamu mendekatiku karena Pimpinan mencampakkanku?
Pak.
Kamu punya rumah?
Kamu punya mobil? Berapa uang yang kamu punya?
Beraninya kamu...
Beraninya kamu merayuku.
Pak.
Aku sungguh minta maaf.
Maafkan aku.
Maaf...
Tidak.
Aku harus minta maaf.
Aku...
Aku tidak mengharapkan apa pun darimu.
Jadi,
kamu bisa memberitahuku apa pun.
Lupakan
yang kukatakan.
Aku ingin memberimu selamat karena membatalkan pertunangan.
Kamu seharusnya tidak bertunangan sama sekali.
Namun, aku tetap merasa tidak enak.
Tanggung jawab yang berlebihan, tugas,
pendapat orang lain.
Hal-hal seperti itu
membuat kita menderita dan tidak bahagia.
Selama itu legal, aku akan beri tahu anak-anakku mereka bisa
mengikuti hati mereka.
Kenapa tidak?
Karena kini kamu sudah membatalkan pertunangan
dan ingatanmu pulih,
apa kamu mau kembali mengencani wanita muda yang kamu ceritakan itu?
Tidak. Aku mengakhiri hubunganku dengannya.
Kenapa?
Sepertinya kamu sangat menyukainya.
Kamu benar-benar bimbang.
Nona Cho dan aku bertunangan saat itu,
dan wanita muda itu punya masa depan. Aku tidak bisa mengikatnya.
Apa maksudmu?
Kamu sudah tidak bertunangan. Kenapa itu penting?
Kamu masih terganggu dengan perbedaan usia?
Akan kukatakan lagi.
Siapa yang peduli soal usia zaman sekarang?
Aku tahu pasangan yang usianya terpaut 20 tahun,
Mereka baik-baik saja dan bahagia.
Berbeda denganku.
Ini bukan hanya soal usia.
Aku punya tiga anak.
No comments yet. Be the first to leave one.