The first 200 lines.
Hey! Ahh.
selamat pagi.
- Terima kasih. - tak usah berterima kasih.
Halo. Hai. aku berada di seberang jalan.
siapa? tidak. tidak. tidak. tak ada yang salah dengan layout iklannya.
aku sudah memeriksanya sendiri.
tidak, tidak. Marjorie, itu akan membutuhkan waktu sebulan lagi.
benar, apa kau sudah membicarakanya dengan Laslo?
aku tak peduli andai dia kecewa nanti.
hubungi peter kembali dan katakan padanya kalo layoutnya dibubuhkan sebanyak empat halaman.
tidak untuk tujuh, enam, maupun lima. tapi empat.
- setelah itu... - Hey, Robin.
itu karena, kita telah mengganti potografernya.
kau jangan bercanda. aku... aku sudah dua kali memeriksanya.
- memangnya apa yang salah dengan layout iklannya? - memangnya apa yang salah dengan layout iklannya, Leo?
aku akan memberitahukan padamu kenapa itu salah. hampir semuanya salah.
- karena merekalah, layout iklannya itu salah. - Marjorie, aku... tak memiliki ide lagi...
sekarang, kau tahu kenapa aku berdiri disini sambil memelototi 30 halaman layout yang salah ini, Leo?
aku akan beritahu kau kenapa. karena seseorang itu...
Leo... tidak melakukan tugasnya dengan benar!
baiklah, salinan dari cover majalah itu adalah:
"jalinan cinta di kantor... bagaimana cara mengejarnya dan mempertahankannya".
- bagus itu. - sungguh?
baiklah, lihat kemari. geser sedikit lebih dekat.
sip, tepat sebelah sana. bagus. sip, aku sudah mengambil gambarnya.
tunjukkan ke mereka. diet pepaya?
masalahnya. mereka berencana mengganti buahnya.
- buah jenis apa yang sedang kita bicarakan ini? - aku tak tahu.
- mereka bilang itu buah kiwi atau sejenisnya. - dan aku tak suka buah kiwi.
ini bunga buatmu. pengirimnya adalah Frank.
oh Tuhan. dia begitu romantis. dia berada di London.
- sangat eksotis dan mahal. - Ohh.
"tak sabar untuk berjumpa denganmu. waktu yang dinantikan terasa tak berujung".
- memangnya berapa lama kalian tak bertemu? - dua hari.
- dua hari? - Yah.
"temui aku pukul 7:30". Ooh, waktu yang tepat.
"membawa boneka".
dia selalu memintaku membawa boneka ini.
boneka hula. restoran polinesia.
lalu apa yang hendak kau berikan untukku?
- Itu rahasia. - Terima kasih.
- Trims. Uh-huh. - rahasia?
... kau tak bakal mengakhiri hubungan kita ini, bukan?
- tentu saja tidak. - baiklah. apa kau yakin?
karena 69% hubungan pasangan berakhir di restoran.
- kita tak mungkin putus. - baiklah.
malah sebaliknya, aku Ingin jalinan cinta kita bertambah romantis.
- Oh, benarkah? - yup. pertama, tutup matamu.
- sekarang? - tutup matamu.
baiklah.
sekarang, ingatlah setiap kali kau mengucapkan bahwa kita tak pernah berlibur bersama...
- karena kita sibuk bekerja... - Uh-huh. benar.
- dan bahkan kita tak pernah bercanda bersama? - memang benar.
dan, sekarang buka matamu lalu lihatlah, sebuah tempat dimana aku akan membawamu kesana.
- Oh. - bagaimana.
- Oh, kau pasti bercanda! - kita berdua liburan kesana selama dua minggu.
- dua minggu? aku tak bisa. - Oh, oh, tentu saja kau bisa.
- aku bisa? - Uh-huh. aku sudah membicarakan hal ini dengan Marjorie.
benarkah? Oh, memang dasar kau ini.
Yeah. enam hari tujuh malam di...
pulau tropical paradise Makatea.
Yeah. Yeah. kita sampai 15 menit lagi.
- Oh, apa ada masalah? - tidak, tentu saja tidak. semua baik baik saja.
Uh, aku akan jelaskan nanti kenapa. mengapa tak menyuruhku mencari tas itu...
dan kau... segeralah kau cari dan menyewa pesawatnya, okay?
- aku yang melakukannya? Okay.baiklah - Yeah. aku akan menemuimu sebentar lagi.
- Sayangku - Huh?
- aku mencintaimu. - aku mencintaimu juga.
- Uh, permisi. - Aah! Sialan!
dasar brengsek.
kau bisa membantuku? aku mau menyewa sebuah pesawat.
- kau mau pergi ke Makatea? - Ya.
pesawatnya akan siap sepuluh menit lagi.
tapi ini... ini bukan pesawatnya.
- apa? - pesawatnya.
dimana... pesawat yang besar itu?
Oh. pesawat yang kau maksud mengalami kerusakan di Fiji.
sementara itu kamilah yang menggantikanya. kau beruntung. aku akan menerbangkanmu kesana.
Oh.
tidak. aku...
aku tak bisa menaiki pesawat ini. karena, uh... pesawat ini rusak.
tidak, tidak rusak. pesawat ini cuman dalam proses perawatan.
- ini adalah pesawatku. - Uh-huh.
ini adalah pesawat jenis De Haviland Beaver.
ini adalah pesawat yang paling aman, pesawat yang paling bisa diandalkan yang pernah dibuat.
sayangku, apa ada masalah?
ya.... dia pikir kita mau bepergian dengan pesawat karatan ini.
- apa? Uh, aku rasa... - aku rasa sebaiknya kita menyewa pesawat yang lain saja.
kalian tak bakal menemukannya
kapalnya sudah meninggalkan pelabuhan. jadi harus menunggu tiga hari.
- sayangku. Frank, - baiklah. baiklah.
sayangku, aku yakin kalo pesawat ini cukup aman...
dan aku juga yakin kalo pilotnya itu profesional dan berpengalaman.
- dia itu pilotnya. - dia...
kalo kalian jadi pergi, tunggu 20, 30 menit lagi.
aku mau mengambil dan memberinya oli dulu.
- Oli? dia sekarang mau mengambil dan memberinya oli dulu. - kalian pasti butuh pertolongan untuk membawa kopor kopor ini.
- tak usah, terima kasih. - tak usah, kami berdua sanggup membawanya.
baiklah. apakah kalian sudah memasang sabuk pengamanya?
apa ini benar benar diperlukan?
ya kalo nanti kita mengalami kecelakaan.
Hai. kalian semua, dia adalah Angelica, direktur pelayanan penerbangan kami.
Halo.
Terima kasih. Hai.
- maaf. permisi. Oh! - Ohh.
Oh, maaf. permisi.
- Oh! - Hai, sayang.
Mmm, hello. apa kalian mau pergi ke Makatea?
- ya. Oh, kalian bakal menyukainya. - apa kalian berasal dari amerika?
- Yah. aku juga pernah tinggal disana. - sangat menyenangkan.
Hey, Quinn, coba lihat. lihat apa yang aku bawa. cobalah.
- apaan itu, sayang? - ini buat mandi nanti, sayang.
aku pikir itu untuk penutup mata.
selamat datang di Makatea.
sudah sampai. terima kasih telah terbang bersama kami...
kalo kaliam sering menggunakan pesawat kami, kalian akan mendapatkan bonus poin yang nantinya bisa ditukarkan dengan barang yang menarik.
Hey, kau tak mencoba untuk mengambil rompi pelampungku, bukan?
- Mr. Martin, Miss Monroe? - Yah.
- selamat datang di Hanaiti. - Terima kasih.
- aku Phillippe St. Clair, manajer hotel ini. Hai.
Uh, lekas kalian carikan kamar untuk Mr. Martin?
Oh! Oh, cantik sekali.
Wow.
Wow.
Okay. baiklah, kita tak akan pernah terpisahkan.
tentu saja.
aku mau liburan ini menjadi moment yang tak terlupakan di sepanjang kehidupan kita.
- kau menikmatinya? - Oh, sayangku, aku begitu menikmatinya.
- Hey, kau tahu hari apa sekarang? - apa?
- ini hari ulang tahun kita. - kita punya hari ulang tahun?
benar, walau tak resmi.
- Oh. - hari ini, pada tiga tahun yang lalu, kita pertama kali bertemu.
- hari ini? - kau tak ingat? kita bertengkar memperebutkan taxi.
- Oh, yang pada saat itu aku memanggilmu brengsek. - Yeah. Oh, bagus. kau sudah ingat.
- maaf. tapi tak apa apa. - anggap saja itu adalah bagian dari kisah perjalanan cinta kita.
- sebuah perjalanan? - Mm-hmm.
aku bertanya padamu, maukah kau memakai sesuatu yang spesial untukku malam ini?
- apa yang kau mau berikan untukku? - ini.
maukah kau menikah denganku?
di kalipsonia kita berkumpul bersama
menyanyikan sebuah lagu sedih
aku tak tahu kalo saat ini adalah musim panas
pasti sekarang ini kalo tidak bulan mei ya bulan juni
- percayalah, sayang, karena aku tahu yang terbaik - aku mau permisi dulu sebentar.
- baiklah. - saat aku berhasil mendapatkannya lalu aku menepuk dadaku, oh
mencintaimu lebih, lebih, lebih
lebih dari sekedar mencintaimu
aku selalu berpikir bahwa memang pulau ini cantik sekali...
dengan adanya kau disini, tempat ini menjadi semakin lebih cantik.
- Oh! - berapa lama sudah kau berada di Makatea ini?
- Oh,kau tak sedang bercanda? - tidak.
kau yang membawaku kemari.
hari ini, sekitar lima jam yang lalu?
Oh, aku begitu... banyak hal terjadi di kehidupanku sejak...
Oh! Oops. Oopsy.
Wow. biar aku bantu...
- aku terpeleset. - Yeah.
lalu, dimana co-pilotmu?
Oh, dia sibuk dengan pelanggan turisnya.
kedengaranya kau tak menyukai kami.
Oh, tidak. tak pernah menggigit makanan...
uh, dengan mulutmu, atau apapun itu.
lagipula, mereka... mereka tertawanya lebar sekali.
- kau juga tertawanya lebar juga, bukan? - Oh, yeah.
- Oh. - Mm-hmm.
mereka datang kemari mencari sesuatu yang berbau mistis...
mengharapkan menemukan sebuah pengalaman...
yang tidak mereka temukan di tempat lainnya.
mungkin mereka bisa mendapatkannya.
ini disebuah pulau, sayang.
kalo kau tak membawa sesuatu dimari, kau tak bakalan menemukannya.
Oh, dalam sekali. pilot merangkap seorang filsuf.
- biar aku traktir kau minum. - Hey, aku disini dengan seseorang.
kau ingat dia kan? yang datang bersama denganku.
- aku mau mentraktir kalian berdua. - tidak.
kau yang dari New York, itu kan?
Hey, apa semuanya baik baik saja?
- Oh, hai. senang bertemu denganmu kembali. - Yeah, aku juga.
- biar aku mentraktirmu minum. - Oh, aku sangat...
- ayo pergi. - Oh, tapi kami mau pergi...
mungkin lain waktu...
- sampai jumpa. - aku akan mentraktir kalian minum.
- baiklah, sampai jumpa. - apa dia membutmu kesal?
- Oh, tidak. dia hanya sedikit... - apa dia memukulmu?
nampaknya dia telah memukulmu.
- mungkin hanya sedikit. - jadi benar dia melakukannya?
- apa kau mau aku melakukan sesuatu akan hal ini? - seperti apa?
Hey, aku tak pergi ke gym setiap hari aku hanya melihat orang orang menunjukan badannya.
kau tahu, aku akan...
- Yeah. - benarkah?
lautan yang indah.
langit yang cerah.
maitais yang nikmat.
- dada yang mantab. - Hey!
Hey, kulitku sedikit terbakar disini.
kau mau aku mengoleskan krim ini ke badanmu, sayang?
kau mau melakukannya untukku? kau...mau mengoleskan krim itu padaku?
hanya padamu. mana krimnya tadi?
permisi. nona Monroe? ada telfon buatmu.
- buatku? - sebaiknya kau lekas ke bar.
No comments yet. Be the first to leave one.