Specials

Release info

신입사관구해령 Rookie Historian, Goo Hae-Ryung E39-40 END NEXT NF
신입사관구해령 Rookie Historian, Goo Hae-Ryung E39-40 END WEB-DL NF
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2019-09-26
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

DUA PULUH TAHUN LALU

Ayo.

Apa isinya?

Aku mau kau menuliskan apa yang kukatakan.

Tidak! Yang Mulia takkan memaafkanmu!

Yeong-san!

Yeong-san!

Kau tak punya waktu untuk menyelamatkannya.

Laki-laki! Yang Mulia memiliki putra!

Yang Mulia!

Mereka berkhianat!

Pangeran Hamyeong dan Min Ik-pyeong

menyerbu istana dengan para prajurit!

Yang Mulia harus melarikan diri!

Aku mau kau melindungi Ratu dan putraku.

Yang Mulia.

Kami menemukan surat tulisanmu

yang sedang dalam perjalanan ke Qing.

Kami tak bisa lagi

melayani pengkhianat yang mau menyerahkan Joseon

pada para barbar dari Barat sebagai raja kami.

Kau mengancam fondasi negara ini melalui perkumpulanmu

dan membuat warga negara ini hidup menderita.

Akui kesalahan dan berlututlah.

Biar kuperjelas.

Bukan surat itu yang membuatmu mengkhianatiku.

Namun, karena aku enggan mendengarkan pejabat cendekiawan.

Aku hanya ingin beri semua orang peluang belajar dan lakukan sesuatu yang berarti.

Seperti kuberi peluang pada keluarga biasa saja

untuk menjadi pejabat pemerintah,

Aku akan lakukan hal yang sama kepada para petani dan wanita.

Itulah kesalahanmu!

Kau berusaha memutarbalikkan adat istiadat negara ini!

Apa gunanya semua itu

jika hanya mengizinkan kaum bangsawan untuk belajar

dan melebarkan sayap mereka?

Negara ini tak seharusnya...

Jae-gyeong!

Jae-gyeong!

- Cepat baringkan dia. - Baik.

Apa yang terjadi? Siapa pelakunya?

Aku mengubah surat Yang Mulia.

Entah aku harus bagaimana sekarang.

Katakan aku harus apa.

Akan kulakukan apa pun

untuk memperbaikinya!

Ini bukan salahmu.

Mereka mungkin sudah lama merencanakan ini.

Guru.

Tolong jaga Hui-yeon.

Kau harus tetap hidup.

Aku sejarawan. Izinkan aku masuk.

Pangeran meminta kami menjaga Nokseodang.

Bahkan sejarawan tak boleh masuk?

- Ini disebut "menjaga"? - Yang Mulia.

EPISODE 39

Nona Hae-ryung.

Aku sungguh khawatir.

Ada banyak pria berpakaian hitam menerobos masuk ke rumah

dan memberantakkan kamarmu dan kamar kakakmu.

Mereka anak buah Min Ik-pyeong.

Kau yakin tak ada yang terluka?

Ya. Kami dapat tempat tinggal sementara.

Mari kita ke sana.

Aku bahkan takut berjalan di luar.

Gak-soe, pandu dan tunjukkan tempat Kak Jae-gyeong berada.

Apa?

Yi Jin melakukannya?

Ya.

Pangeran menempatkan penjaga di depan Nokseodang

dan melarang Pangeran Dowon meninggalkan kediamannya.

Dia pasti sudah memutuskan.

Ibu Suri mengirimkan surat untukmu.

Ibu Suri akhirnya memilih tanggal.

Tuanku.

Hae-ryung.

Orang yang menemukan catatan harian ternyata adik Inspektur Ketiga Goo?

Ya, aku Goo Hae-ryung, magang di Kantor Titah Kerajaan.

Kau sudah baca catatannya?

Ya.

Namun,

aku tak bisa memberitahukan isinya.

Aku tak bisa ungkap pada siapa pun,

termasuk kau.

Kau pasti berpikir itu tugasmu karena kau sejarawan.

Namun, isi catatan harian itu harus diungkap.

Jika kita punya itu,

takkan butuh waktu lama untuk mencapai tujuan rencana kita.

Jika rencanamu memperbaiki semua

yang terjadi pada tahun gyeongo ,

aku mau ikut serta.

- Hae-ryung. - Hari itu,

kalian kehilangan guru kalian.

Namun, aku kehilangan ayahku.

Kenapa kau selalu berpikir aku bukan korban?

Pangeran tak mau mendengarkan siapa pun,

dan ada penjaga yang menjaga Nokseodang.

Kita tak bisa menjamin keselamatan Pangeran Dowon.

Jika kalian punya rencana,

beri tahu aku.

Kepala Sekretariat.

Kau sudah bicara kepada Yang Mulia Raja?

Ya, katanya dia akan datang.

Seharusnya sudah dari tadi. Kenapa dia belum tiba?

Menurutmu, dia mau menelantarkan kita

karena semuanya berada di luar kendali?

Aku tak heran. Orang-orang mulai tahu soal raja terdahulu.

Ditambah lagi, bahkan para sejarawan pun

mulai membicarakan tahun gyeongo .

Petugas Min

yang memulai semua ini.

Seharusnya dia tak membawa petisi itu ke istana.

Hei, jaga mulutmu.

Aku akan hukum

Petugas Min.

Namun, inti dari semua ini adalah Pangeran Dowon.

Putra raja terdahulu masih hidup.

Itu alasan Ibu Suri dan orang-orang Seoraewon

terus punya harapan palsu.

Tuan, apa kau berencana...

Akan ada jamuan

untuk merayakan 20 tahun naik takhtanya Yang Mulia.

Sebelum jamuan itu,

Pangeran Dowon akan segera musnah.

Astaga.

Yang Mulia, kau harus makan.

Jangan membuat dirimu kelaparan karena merasa kurang nyaman.

Tak apa.

Bagaimana situasi di luar?

Semuanya sangat sunyi.

- Seperti tenang sebelum badai. - Lalu Hae-ryung? Dia tak apa-apa?

Astaga, sulit kupercaya kau lebih cemaskan dia daripada situasi ini.

Justru situasi ini mencemaskanku.

Aku dikurung hanya karena membahas insiden itu.

Namun, Hae-ryung,

bahkan menulis petisi pada Raja.

Dan aku tak bisa apa-apa

untuk menjaganya.

Siapa itu?

Ada yang memasuki tempat ini. Kau lihat?

Tidak, itu mustahil.

Sulit kupercaya mereka mau adakan jamuan kendati situasi seperti ini.

Seharusnya mereka lihat situasi.

Yang Mulia lebih memedulikan harga diri daripada ajaran Konfusiasnisme.

Dia ingin menunjukkan bahwa keluarga kerajaan baik-baik saja.

Aku sungguh tak paham.

Dia selalu mengabaikan hal penting.

Kantor Inspektur Jenderal?

Apa?

Kenapa kalian kemari?

Petugas Min, majulah.

Konselor Kedua memerintahkan untuk memenjarakanmu

karena membuat masalah dan menegur para pejabat

hanya berdasarkan rumor.

- Bawa dia. - Baik, Tuan.

Apa? Tunggu.

Jika petisi itu masalahnya, kau bisa tangkap aku.

Akulah yang menulis petisi itu.

Petugas Min hanya ikuti permintaanku dan membacakannya.

Apa yang kalian lakukan?

Kenapa kalian menuduhnya seperti ini? Dia hanya membacakan petisinya.

Sejarawan tak bisa dihukum karena ucapannya.

Tugas sejarawan itu menulis, bukan bahas sejarah.

- Minggir. - Tidak bisa.

Ini pasti aksi balas dendam.

Kalian coba membungkam kami!

Sudah cukup!

Jangan buat keributan.

- Duduklah. - Petugas Min.

Namun...

Kau tak apa-apa?

- Ya. - Kenapa ini bisa terjadi?

Beraninya mereka gunakan alasan tak beralasan

untuk menangkap sejarawan?

Petugas Yang, kau akan diam saja?

Kalian tak dengar siapa yang beri titah?

Dia menangkap putranya sendiri.

Siapa pun yang melawan bisa dibunuh.

Kenapa kau kemari?

Pak Kepala.

Aku mau minta bantuanmu.

Sifmu sudah berakhir.

Ambil posisi kalian.

Yang Mulia.

- Hae-ryung. - Yang Mulia.

TOKO BUKU

Rumah siapa ini?

Sebaiknya kau masuk.

Mereka sedang menantikanmu.

Aku...

So Baek-seon, kepala kemiliteran,

merasa terhormat bertemu satu-satunya pewaris

keluarga kerajaan.

Aku melayani Ratu

sejak dia mengandungmu.

Aku ada di sana

saat kau lahir.

Ibuku...

Seperti apa dia?

Tak ada yang menceritakan soal dia.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left