The first 178 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
#ROMANTIS
#BERJIWA BEBAS
#WANITA KEREN
#MEMILIH LAJANG
#SUDAH LAMA BERPACARAN
BAGAIMANA KISAH PERCINTAANMU?
TEKUN DAN GIGIH
Bagaimana awal kalian tidur bersama?
Pertanyaan itu bersifat pribadi.
Itu sedikit memalukan.
Apa itu? Masih terlalu pagi untuk menanyakan itu.
Jadi, maksudmu adalah…
Saat kali pertama tidur dengan wanita?
Saat tidur dengan pria?
Selalu kumulai dengan berhubungan semalam saja saat aku mabuk.
Aku tak ingat, sudah lama.
Apa? Apa aku menyesal esok harinya?
Tidak. Kenapa harus menyesal?
Bagaimana aku memulainya waktu itu, ya?
Bagaimana orang lain memulainya?
Bukankah biasanya dimulai dari berciuman?
- Sepertinya bukan berciuman. - Sebelumnya mereka harus bersepakat.
Bagaimana caranya?
Namun, itu bukan seperti kesepakatan bisnis.
Segalanya dimulai dari suasana tepat.
Namun, tak semua orang merasakan hal sama.
Benar. Sedikit berbeda.
Aku mungkin tak merasakan apa yang kau rasakan.
Namun, kau bisa tidur bersama tanpa berciuman?
Tentu saja tidak.
Aku tak suka hal rumit.
Jika ingin tidur dengannya, aku mengirim sinyal dengan tatapanku.
Jika dia paham, kami tidur bersama. Jika tak paham, maka tidak.
Sudah dua tahun lebih, aku tak bercinta.
Namun, aku bisa bertahan. Hal itu tak membunuhmu.
Aku sangat suka berciuman.
- Aku juga. - Juga tidur bersama.
Aku juga.
Apa ada yang benci berciuman?
Apa ada yang benci tidur bersama?
Aku tanya saja dengan jujur.
Astaga, aku sampai kaget karenanya.
Pertanyaanku wajar.
Namun, semua ada waktu dan tempatnya.
Mereka? Mereka berpacaran.
Dia sepupu dan rekan kerjaku.
Dia pacar sepupuku.
Mereka temanku.
Mereka sudah lama berpacaran. Mungkin sepuluh, atau 20 tahun?
Tidak. Lima tahun.
Menurutku aku bertanya
di waktu dan tempat yang tepat.
5 TAHUN LALU
Apa kita hanya akan terus menonton film?
Kapan kita akan bercinta?
Apa?
Aku…
Berondong.
Sepertinya sementara ini tidak.
Tiap kali kita akan bercinta,
aku akan terus teringat berondong.
Kini pun masih lucu.
Tiap lihat berondong, aku ingat Kyeong-jun.
Jadi, aku juga bertanya apa yang dia mau.
Aku tahu jawabannya. Hotel, bunga eustoma putih,
dan anggur yang setua mereka.
Waktu itu aku belum lulus kuliah.
Dia bekerja paruh waktu dengan giat untuk bisa membelinya.
Maaf.
- Hei! - Maaf.
- Kyeong-jun? - Ya?
Buka dahulu kancing belakangnya.
Ada kancing?
Ini dia. Sudah kubuka.
Hei.
Astaga. Kenapa?
Astaga, hentikanlah.
Kau menggemaskan. Biar kutata rambutmu.
Kau manis sekali.
Hei!
Hari itu, dia sangat menggemaskan. Dia sangat kikuk.
Sejak pertama, aku sangat hebat.
Meski sudah belajar, dia masih terlihat kebingungan.
Sejak hari itu aku tahu bahwa aku berbakat di bidang itu.
Malam kami sangat luar biasa.
Dia tanya apa aku pernah tidur dengan wanita.
Ternyata Jae-won tak tahu apa-apa.
Jadi, aku ajarkan dia
sebagai yang lebih tua di hidup ini.
Kenapa pria kerap membual?
Itu tak keren.
Lebih menggemaskan jika polos, dasar bodoh.
Bukankah jiwa lebih penting daripada stamina?
Aku tak tahu dia siapa, tetapi dia benar.
Tidak. Stamina penting untukku.
Jiwa tak kasatmata.
Jangan sampai dibodohi wanita. Maksud mereka adalah teknik.
Jiwa sama dengan teknik. Paham?
Aku beri segalanya
kepada wanita itu.
Dia memberikan tubuh dan jiwanya.
1 TAHUN LALU
Ombak hari ini bagus.
Ayo kita lihat cuaca hari ini.
Apa…
Apa? Di mana aku?
Kenapa aku…
Aku yakin aku tidur di pantai kemarin.
Astaga. Apa itu?
Apa itu?
Apa itu mimpi? Apa…
Cepat keluar. Ayo berlatih menyetir.
Astaga, tampaknya jelek sekali.
Kenapa aku ada di sini?
- Kau sudah beri izin kepadaku. - Izin apa?
Jae-won.
Jae-won.
Jae-won, kau harus ujian untuk dapat SIM hari ini.
Ya.
Kau mau berlatih menyetir hari ini?
Ya.
Kau masih tidur, ya?
Ya.
Namun, kau sungguh akan berlatih menyetir?
Ya.
Hei. Aku hanya mengigau.
Namun, kau menjawab semua pertanyaanku.
Astaga.
Namun, bagaimana kau tahu tempat ini?
Dahulu, aku juga berlatih di sini.
Sebenarnya ini bekas sekolah. Tak boleh dimasuki karena lahan pribadi.
Lalu, kenapa kemari?
Tempat ini pas untuk berlatih. Jadi, kita harus cepat.
Aku bukan guru berlisensi, dan berlatih di sini juga ilegal.
Sudah tak mengantuk, bukan? Cepat naik. Ayo berlatih.
Hei! Ayolah, kau pasti bisa. Semangat!
Aku memang sudah tak mengantuk.
Namun, ini semua ilegal. Bukankah kau terlalu percaya diri?
Aku harus bagaimana?
Pertama, pakai sabuk pengaman.
- Lihat kunci mobil, bukan? - Ya.
Injak rem dan nyalakan mesinnya.
Aku juga tahu itu.
Bagus. Ikutilah jalur S yang di sana.
Kapan kau menggambar jalurnya?
- Berangkat! - Berangkat!
Kau harus memutar di sisi luar agar trailernya bisa ikut.
Coba putar di sisi luar sebelah kanan.
Ya, terus saja begini.
- Ke kanan. - Bagus.
Namun, kau menginjak garis. Kubilang putar lebih jauh.
- Ya. Yang jauh. - Yang jauh.
Yang jauh!
- Kau marah barusan? - Tidak. Aku tak pernah marah.
Coba putar lagi yang jauh ke sebelah sana.
- Yang jauh. - Ya, benar.
Bagus.
Kali ini, terlalu jauh.
Kau melewatkan garis. Kau gagal.
- Di sini sempit sekali. - Tidak.
Luasnya kugambar persis dengan di tempat ujian.
Ini sulit sekali.
- Namun, memang terlalu sempit. - Tidak.
Motor pun tak bisa lewat sini.
Bagus.
Perasaanku bagus. Kau pasti lulus ujian.
Apa maksudmu? Aku tak yakin. Sangat sulit.
Kau hebat tadi.
Pasti lulus. Aku gurumu.
- Sembunyi! - Kenapa?
Kenapa?
Ada apa?
Tadi kita melakukan hal ilegal. Berlatih menyetir di lahan pribadi.
Bukankah kau memang berani melakukan semua itu?
Itu ilegal. Mana mungkin begitu? Aku takut kepada polisi.
Kau sungguh aneh. Kita berdua bisa dalam masalah…
Hei! Polisi!
No comments yet. Be the first to leave one.